SEMUA TENTANG DENDAM

SEMUA TENTANG DENDAM
PINGSAN DI PARKIRAN


__ADS_3

Belum ada jam dua belas siang, sekolah sudah sepi. Siswa siswi kelas X sampai kelas Xll semua di pulangkan. Tinggal menyisakan Vina sendirian. Dia berjalan menuju gerbang sekolah.


" Ehh Vinn... baru mau pulang? " tanya satpam kepada Vina


" Eh iya ,saya tadi habis mengerjakan tugas pak." jawab singkat Vina dan masih menundukkan kepala.


" Vina..." satpam itu memanggil Vina lagi.


" Iya ada apa Pak? " Vina menoleh ke arah pos satpam. Satpam itu menghampiri Vina. Rasa takut muncul, saat Satpam mendekatinya.


" Apa kamu melupakan sesuatu ? " Tanya Bagus, satpam senior yang kebetulan hari ini dia berjaga.


Vina mencoba mengingatnya, tetapi dia tak menemukan petunjuk. " Sepertinya tidak ada Pak."


" Kalau begitu bunga ini untukku? " Ucap Bagus dengan ekspresi lucu.


Vina terkejut saat Bagus memperlihatkan seikat bunga yang sudah di bungkus rapi dari kedua tangannya yang dari tadi sengaja dia sembunyikan di belakang punggungnya.


" Owh iya.. Vina lupa.. maaf Pak Bagus. " Vina mengambil bunga dari tangan Bagus lalu berkata," Maaf ya Pak sudah ngerepotin.."

__ADS_1


" Tidak apa, Kirain bunga itu buat Pak Bagus. " ucap Bagus kepedean.


" Enggak Pak, bunga ini untuk teman saya yang sedang sakit. Siang ini saya mau menjenguknya. Permisi Pak Vina izin pulang dulu. "


" Ya.. silahkan.. hati - hati di jalan. " ujar Bagus sembari melihat Vina keluar gerbang sekolah. " Betapa cantiknya Vina itu, seandainya aku bisa memilikinya. Saat sudah lulus jika dia ingin menikah, aku siap menjadi suaminya. Dia perempuan idaman semua pria. jika aku tidak buru - buru memilikinya, aku takut dia akan jadi milik pria lain. " pikiran gila Bagus mulai muncul. Dia mencari cara untuk mendaparkan hati Vina. Saat Bagus sedang asik dengan lamunannya, Vina kembali masuk melewati gerbang sekolah yang masih terbuka. Dia terlihat kebingungan dan lelah.


" Ada lagi yang ketinggalan vin?" Tanya Bagus dan menghampirinya.


" Vina lupa bawa motor... " Vina berkata sambil mengusap wajahnya yang di penuhi keringat. Rasanya hari ini ingin tidur seharian sampai besok.


" Walahh... sampai motor pun lupa, sepertinya kamu kecapekan. Mari istirahat dulu di pos. Bapak temani."


Sampai di parkiran, dia menyandarkan kepalanya di tiang penyangga. Dalam hatinya berkata, " Pak Tanu , kenapa Vina seperti ini ? Vina sayang sama Bapak. Andaikan Bapak mengerti isi hati Vina. Tolong lah sambutlah rasa sayang Vina Pak. " Dia pun terduduk lemas di lantai, dan masih bersandarkan tiang penyangga. Di samping motornya kembali dia melihat bunga yang dia letakkan di jok motornya. Dia meraih bunga itu dan memeluknya.


Kembali angan - angannya muncul, " hemhh... Vina butuh pelukan hangat mu Pak. Andai saja Bapak kemari, vina ingin sekali berada dalam pelukan Bapak."


Tak terasa air mata mengalir deras dari sudut mata Vina. Tak lama kemudian kedua matanya sudah penuh dengan air mata. Vina menangis meronta. Sesuatu yang dia harapkan tidak terwujud. Dia menyesali nasibnya. Tak kuat menahan beratnya pikiran, Vina mendadak pingsan. Vina pun terjatuh tersungkur di samping motornya.


Di pos satpam ,Tanu sedang berbicara dengan Bagus.

__ADS_1


" Pak Bagus, Apakah lihat Vina? " Tanya Tanu cemas.


" Owh sepuluhan menit tadi dia menuju parkiran, Pak Tanu.


niatnya mau ambil motor, tapi sampai sekarang juga belum kelihatan."


" Ya sudah saya ke sana dulu ya Pak Bagus.. terima kasih.."


" Sama - sama Pak..."


Tanu berlari ke arah parkiran motor khusus murid. Dia khawatir Vina kenapa - kenapa. Dan saat sampai di ujung parkiran depan , Tanu melihat satu motor yang masih terparkir di 50an meter dari arah dia berjalan. Apa yang dia khawatirkan terjadi. Tanu menemukan Vina dalam keadaan pingsan.


" Vin.. Vinaa.. Vinn.. " Tanu mengangkat Vina dan mencoba membangunkannya. Dia kebingungan, lalu dia duduk dan meletakkan kepala Vina ke pangkuannya.


" Viiin.. Vinna.. bangun Vinn. Ini Bapak. " Tanu membisikkan ke telinga Vina.


Vina tak menjawab panggilan Tanu, dia berpikir apakah Vina tertidur atau pingsan. Tanu berniat meminta Bagus agar membawa Vina ke rumah sakit. Saat Tanu Memapahnya, Vina tersadar .


" Pak Tanu..."

__ADS_1


Tanu terkejut dan menghentikan langkahnya...


__ADS_2