SEMUA TENTANG DENDAM

SEMUA TENTANG DENDAM
BUNGA UNTUK PAK GURU


__ADS_3

" Wah wah wahh... Vina kamu habis darimana? Makanya lahap sekali. Jangan - jangan kamu kerasukan. Sini Tasya obati." Tasya memegang kepala Vina, tangan kananya mengusap usap kening Vina dengan keras.


" Aduh.. aduhh.. aduhhh..Tasyaa... sakit! " Vina berteriak mengeluhkan kelakuan Tasya padanya.


Tasya malah tertawa, dan menjaga jarak dengan Vina agar tidak kena pukul untuk kedua kalinya.


Vina merapikan rambutnya yang berantakan karena ulah Tasya.


" Tasya kamu itu jahat banget ke Vina kenapa sih, memangnya ada yang salah denganku? Suka banget mencari kerobutan denganku. Padahal aku sudah diam lho. "


Sambil tertawa, Tasya menjawab pertanyaan Vina.


" Ya pasti salahlah, nggak mungkin Vina itu makannya sebanyak ini. Yang Tasya tahu, Vina itu menjaga porsi makannya. Kalau ini seperti bukan Vina, tapi Vino yang makannya banyak. Hahaha.."


" Memangnya kenapa kalau makan banyak? Sekali juga nggak apa kan.."


" Hemhhh... Iya nggak apa-apa Vin. " Tasya tak ingin semakin berdebat dengan Vina. Dia menyudahi pembicaraanya dengan Vina dan mulai mengalihkan pembicaraan dengan topik lain.


" Eh Vin, hari minggu ada acara nggak? "


Sambil mengunyah makanan, Vina menjawab, " minggu besok aku nggak kemana-mana. Memangnya ada apa Sya?"


" Emhh.. sebenarnya aku mau ngajak kamu ke tempatnya Pak Tanu. Katanya rumahnya Pak Tanu dekat dengan sebuah bukit yang bagus. Kita bisa melihat sunrise dan sunset di bukit itu."


" Apa?" Vina kaget mendengar kata Tasya, sehingga membuatnya tersedak.


" Kalau tidak mau, ya tidak apa-apa. Besok Tasya mau jalan sendiri. Atau, ngajak teman yang lain saja yang mau jalan sama aku."


" Aku ikut Sya.." Jiwa raga Vina tak karuan mendengar Tasya mengajaknya ke rumah Tanu.


" Baiklah, besok minggu jam sepuluh kita bertemu di depan sekolah ya. Jangan lupa lho, kalau jam sepuluh belum sampai disini, Tasya tinggal."


" Memangnya Tasya berani ke tempat Pak Tanu sendirian? Padahal rumahnya jauh di utara sana. Kata teman-teman yang pernah kesana, rumah Pak Tanu melewati jalanan sepi sejauh dua kilometer. Kalau ada apa-apa di jalan bagaimana Sya?"

__ADS_1


" Jalan ke tempat Pak Tanu itu sudah rame, Vin. Lagipula, meskipun melewati jalur sepi, di pinggiran jalan sudah banyak orang berjualan kok. Jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi."


" Aku takutnya kalau lewat tempat itu, ada yang menghadang kita dan merampas motor kita. Nanti kita diperkosa lagi, di bawa ke semak-semak lalu ditinggalkan begitu saja oleh perampoknya."


" Tasya kan bisa bela diri sedikit-sedikit. Kalau perampoknya kelas teri, Tasya masih sanggup menghadapinya."


" Kalau temannya banyak bagaimana Sya? Memangnya sanggup melawan laki-laki sendirian?"


" Hemmh.. itu masalah terakhir Vin, tak ada yang akan memperkosa kita. Pokoknya dilarang berprasangka buruk, nanti kalau benar terjadi, kita yang akan menanggung akibatnya sendirian. Makanya hentikan prasangka buruk kamu."


" Oke." ucap Vina dengan semangat.


" Ya sudah aku masuk kelas dulu ya Vin. Buruan makannya, keburu masuk jam pelajaran nanti. jangan sampai terlambat masuk lagi. Nanti kena marah Pak Guru lagi." Tasya meninggalkan Vina yang masih menyantap soto kesukaannya.


"Drettt.. dreett.. dreett.." suara getar HP Vina yang dia letakkan di atas meja tempat dia makan.


" Hallo..." Vina mengangkat telpon dari seseorang.


" Hallo mbak.. ini dari toko bunga. Pesanan anda segera kami kirimkan ya mbak. Mohon untuk memberitahukan lokasi anda." ucap seseorang di dalam telpon.


" Oke baik mbak..Lima belasan menit bunga akan sampai ya mbak. "


" Iya terima kasih Pak.. Eh, baiknya nanti titipkan di pos satpam aja ya Pak. biar nanti saya ambil setelah jam pulang. kalau sekarang saya masih sedang mengikuti pelajaran. Uangnya habis ini saya titipkan di pos satpam ya Pak."


" Siap mbak..." Ujar seorang dalam telpon, kemudian menutup telponnya.


" Aaduuhhh.. jam berapa ini? Wahh.. jangan sampai telat lagi, untuk kembali masuk kelas . Vina mengomel sendiri. Lalu bergegas menghampiri Ibu kantin.


" Buk... Vina bayarnya nanti saat istirahat kedua ya. Soalnya Vina buru-buru. Sudah hampir dimulai pelajarannya."


" Nggak apa - apa Non. santai saja.. Saya juga nggak merasa keberatan kok."


Untung saja penjaga kantin itu membolehkan Vina untuk kas bon. Siswa yang lain belum tentu mendapat perlakuan yang sama seperti Vina. Iapun pergi ke pos satpam dan menitipkan uang kepada Pak Satpam .

__ADS_1


" Pak , saya nitip uang ya. Nanti ada yang mengantarkan paket ke sini. Vina minta tolong nanti di terima dan tolong berikan uang ini untuk Bapak yang mengantarkannya ya."


" Owh begitu, baik ini saya terima dan nanti kalau sudah kemari akan saya kasihkan uangnya."


" Sebelumnya Vina ucapkan terima kasih ya Pak. "


" Sama - sama Vin... "


Setelah dari pos satpam, Vina berlari menuju ke ruang kelas. Teman - temannya sudah masuk ke dalam kelas. Mereka masing-masing masih mengobrol dan bercanda ria di dalam kelas.Tetapi jam pelajaran belum di mulai.


" Asiiikkkk... syukurlah Gurunya belum datang." Ucap Vina kegirangan.


" Iya , sepertinya Bu fitri tidak masuk ngajar hari ini. Beliau sedang sakit kata kepala sekolah."


Saat para murid sedang gaduh, Kepala sekolah datang.


Vina dan temannya kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.


" Anak-anak... Hari ini bu fitri tidak masuk.. Bapak yang akan mengisi kekosongannya. Akan tetapi berhubung Bapak hari ini ada rapat dengan para Guru , Kepala sekolah memulangkan kalian lebih awal dari biasanya. "


" Asiikkkk... Yeeeeyyy... " Teriak para siswa. mereka pun segera memasukkan buku pelajaran mereka. Dan bersiap untuk Pulang.


" Sekarang Bapak yang pimpin doa. Berdoa menurut kepercayaan masing - masing.


" Berdoa... "


" Dimulaii..."


" ****Selesai****..."


" Selamat siang anak - anak sampai berjumpa kembali. Hati-hati di jalan. semoga selamat sampai tujuan." Kepala sekolah meninggalkan ruang kelas IPA di susul para siswa.


Semua siswa meninggalkan ruang kelasnya, kecuali Vina. Hanya dia yang masih terduduk di kursinya. Bukannya dia tidak senang pulang cepat. Tetapi dia memikirkan kalau kepala sekolah menghadiri rapat dengan para guru, Pastinya Pak Guru Tanu juga ikut menghadiri rapat.

__ADS_1


Pupus sudah harapan Vina. padahal dia sudah menyiapkan bunga untuk Guru yang dia kasihi. Rencananya menjadi berantakan. Vina mrninggalkan kelas dengan wajah menunduk. seluruh tubuhnya letih. Rasanya sudah tak sanggup lagi untuk berjalan.


" Pak Tanu, aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu. Tapi malah Bapak nggak bisa menemui saya. Bapak juga nggak memberi kabar apapun pada Vina. Kalau memang Bapak tidak bisa, seharusnya memeberi kabar. Vina sudah menunggu disini.


__ADS_2