
"Mas.”
“Dari mana saja kamu?!” ucapnya dengan nada tinggi.
“Aku, aku tadi habis dari....” terhenti saat Kayla akan menjelaskan dirinya sedang keluar.
Sebab Akbar sudah terlanjur marah.
“Kamu itu ya sama sekali tidak perhatian dan ngertiin posisi aku sekarang. Suami sedang berjuang susah payah menghadapi persidangan, kamu malah enak – enakkan ha ha ha hi hi hi sama teman - temanmu! Di ajak untuk menemani saja tidak mau. Kamu lebih mementingkan semua teman - temanmu itu.”
“Maafkan aku mas, tapi itu kan juga penting. “
“Penting kamu bilang?! Apanya yang Penting?! Kamu lebih mementingkan orang lain dari pada suamimu sendiri! lebih baik jika teman mu itu penting buat kamu. Pergilah saja dan jangan kembali ke rumah ini lagi!"
“Iya aku kan sudah minta maaf sama kamu. Ada ala sih kamu itu. Seperti orang kerasukan saja setiap hari kerjaannya cuman marah - marah terus."
“Hah! Capek aku ngomong sama kamu. Kamu tidak juga paham dengan apa yang aku inginkan. Aku mau istirahat.” Ucap Akbar sambil berjalan pergi menuju kamarnya.
Kemudian Kayla bertanya kepada Nindi karena Akbar uring – uringan. Lalu Nindi menceritakan apa yang sudah terjadi saat di persidangan tadi. Kayla hanya terdiam tanpa mengucapkan apapun.
-----
Seperti biasanya Kia menemani Pelangi untuk tidur, sebelum tidur dirinya selalu membacakan buku cerita kesukaannya putrinya itu untuk menemaninya tidur dalam mimpi. Setelah Pelangi mendengarkan cerita itu ia langsung tertidur pulas, lali Kia keluar rumah dan menelphone Cleo.
“Hallo mas.”
“Iya ada apa?”
__ADS_1
“Enggak apa – apa. Aku hanya ingin menelfone kamu.”
“Kenapa kamu belum tidur?”
“Aku belum mengantuk mas.”
“Pelangi sudah tidur?”
“Sudah baru saja, setelah aku membacakan buku cerita untuk dia. Mas, apakah kita bisa melewati ini semua?”
“Bisa saja. Asalkan kita optimis pasti semua akan kita lampau.”
“Kamu tidak akan pernah meninggalkan ku kan mas?”
“Tentu tidak lah Kia. Kenapa kamu bertanya seperti itu?”
“Aku hanya takut saja. Sejak awal aku berpisah dengan mantan suamiku itu, kamu yang selalu ada untukku. Aku takut kamu akan meninggalkan ku.”
“Baiklah mas aku akan menerimamu sebagai kekasihku. Sejujurnya, aku juga sudah mempunyai perasaan yang sama kepada kamu. Tapi apakah keluargamu mau menerima semua kekurangan ku ini mas? Dengan statusku yang hanya janda dan sudah mempunyai anak satu. Apakah mereka mau menerimaku apa dadanya seperti kamu menerimaku apa adanya mas? "
“Kia, aku kasih tahu sama kamu, sesungguhnya setatus dan latar belakang seseorang itu hanyalah sebatas penilaian dimata manusia bukan di mata Tuhan, jadi kamu tenanglah. Selama kamu masih bersamaku, aku janji kamu pasti akan baik – baik saja. Percayalah kepadaku Kia. Jadi sekarang kamu sudah mau menerima cintaku dan menjadi kekasihku? ”
“Iya mas. Bawa aku menuju kebahagiaan dan masa depan kamu ya. Jangan pernah kamu tinggali aku ya mas."
“Iyes, akhirnya impianku selama ini sudah terwujud. Tenang saja, tidak hanya kamu. Tapi, Pelangi anakku juga akan aku bawa di dalam hidupku. Yang terpenting kamu dan Pelangi bisa bahagia itu tujuan utamaku Kia. Aku janji tidak akan pernah membuat kamu kecewa. Terimakasih ya Kia. ”
“Terimakasih untuk apa mas?”
__ADS_1
“Terimakasih karena kamu sudah mau menerima dan percaya kepadaku. Kamu tahu?”
“Apa mas?”
“Aku pasti Akan mimpi indah malam ini. Karena kamu sudah menerimaku untuk menjadi kekasihmu. Ha... ha... ha...” ucap Cleo bersandau gurau.
“Kamu itu bisa aja."
“Mungki kalau kamu merasa biasa saja, tapi kalau aku menganggap ini adalah yang luar biasa. Sebab aku sudah menunggu kamu lama sekali."
“Sudah lah jangan terlalu banyak mengombal.Kalau begitu aku mau tidur dulu ya mas.”
“Yah padahal aku masih kangen banget sama kamu. Mendengarkan kamu bersuara saja aku seperti mendengarkan lagu yang indah Kia.”
"Apaan sih, lebai. Udah ah."
“Ya sudah tidur gih. Jangan lupa mimpiin aku ya sayang. Selamat malam, selamat beristirahat, tidurlah dengan nyenyak ya sayangku. Eemmuuaacchh...."
“Kamu juga ya mas, selamat tidur dan selamat beristirahat sayang.” Kata Kia dengan tersenyum memerah dan lirih.
Cleo sangat senang sekali mendengar Kia telah membuka hati untuk dirinya. Karena selam ini yang dia tunggu – tunggu akhirnya terwujud juga. Malam itu dirinya benar - benar merasa bahagia sekali. Dia merasa malam itu adalah malam yang indah, walaupun Kia berkata hanya lewat telepone saja.
Kemudian selesai menelephone Cleo, Kia berdiam dan terpaku merenungi hidupnya dengan bersandar di daun pintu depan rumah.
“Cinta dalam hidupku dulu seakan – akan mati dan redup. Kebhagian yang dulu pernah aku jalanni hilang dan musnah begitu saja tanpa aku sadari. Hatiku pun menjadi gelap dan juga sangat tertutup setelah kehancuran yang terjadi pada rumah tanggaku dulu. Namun, semua sudah berlalu, aku mendapatkan anugrah yang sangat indah dari Tuhan yaitu peri kecilku dan cahaya yang sudah merangi hati ini lagi membuka hatiku kembali untuk orang yang sunguh - sungguh mencintaiku. Dia juga sudah membuat aku menjadi seorang wanita yang sangat berharga. Mereka sudah mengembalikan kebahagiaan ku yang dulu pernah hilang. Sekarang yang perlu aku lakukan bukanlah mengubah hidupku, namun mengubah cara pandangku atas hidupku dan masa depanku bersama peri kecilku. Pada akhirnya, yang pergi akan tetap pergi, dan biarkanlah berlalu, karena melepas seseorang yang dahulu pernah menyakiti hati ini itu lebih melegakan dari pada memaksa namun tak berkehendak akan lebih menyakitkan. Mungkin ini semua sudah skenario yang Tuhan tuliskan untuk hidupku. Dan aku hanya bisa menjalankan atau melakukan apa yang sudah di takdirkan dalam hidupku ini. Perjalanan hidupku akan jauh lebih ringan dan berharga, jika aku tidak membawa masa laluku menuju masa depanku. Terimakasih atas pelajaran berharga ini Tuhan.” Ucap Kia dari dalam hatinya.
Tak lama Kia masuk ke dalam rumah kemudian tidur bersama putri kecilnya sambil memeluk hangat dengan kasih sayangnya.
__ADS_1
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️