
“Pelangi, Pelangi anakku. Aku harus bisa melindunginya. Aku harus bisa melindunginya. Aku tidak inggin mereka mengambil anakku. Aku harus segera pulang dan membawanya pergi.” Kata Kia dengan bergumam sendiri sambil bersimpuh menanggis.
“Kia, Kia.” Ucap Cleo yang memanggil – manggil Kia berulang ulang kali.
Akan tetapi Kia tidak menggubris sama sekali dengan panggilan Cleo. Begitu Kia mengingat anaknya berada di rumah, dirinya bergegas pulang dan langsung mengeret tas yang dia bawa. Ia berlari ke arah jalan raya dan menghentikan taksi. Kemudian menyuruh supir taksi itu menuju ke kediamannya dengan secepat mungkin. Sedangkan Sinta, Nisa, Surya dan Cleo bergegas mengikuti Kia dengan menggunakan mobil Cleo. Cleo mengemudi dengan sangat kencang karena dirinya sangat menghawatirkan Kia yang hatinya sedang hancur berkeping – keping setelah persidangan ini.
Nisa juga sama merasakan apa yang sedang di rasakan oleh Kia. Nisa berharap Kia tidak ceroboh dalam hal ini. Sebab dirinya berpikir dan takut jika sampai Kia melakukan hal seceroboh ini untuk membawa Pelangi pergi. Pasti Akbar akan menjadikan semua ini bukti kuat lagi untuk persidangan terakhir besok.
Akan tetapi hati dan pikirannya saat ini sedang kalut. Dirinya tidak memikirkan sampai sejauh itu. Yang berada dipikirannya saat ini adalah dia masih bisa terus bersama putri kecilnya itu. Dia tidak ingin ada seseoranng yang bisa mengambil Pelangi dari genggamannya. Dia hanya ingin hidup bersama Pelangi.
Tak lama Kia sampai di rumahnya. Kemudian dirinya memanggil – manggil pelangi seperti orang gila. Lalu setelah dirinya bertemu dengan Pelangi, di peluklah putri kecilnya itu deng erat sambil meneteskan air mata yang ber cucuran keluar membasahi pipinya.
“Pelangi sayang, Pelanggi sayng dimana kamu nak.”
Mendengar suara bundanya memanggil - manggil namanya Pelangi pun keluar dan menemui Kia.
“Pelangi.” Ucap Kia dengan memeluk erat Pelangi.
“Bunda kenapa menanggis?” tanyanya dengan polos.
“Pelangi dengerin bunda. Sekarang Pelangi ambil semua mainan kesukaan pelangi dan ikut bersama bunda.”
Pelangipun menuruti perintah ibunya.
“Tapi nyonya...?” tanya baby sisternya kepada Kia, namun baby sisternya sama sekali tidak di gubris oleh Kia.
“Pelangi sudah belum?” teriak Kia memanggil Pelangi.
“Nyonya, nyonya dan Pelangi mau pergi kemana?” tanya baby sisternya.
Akan tetapi Kia tidak membalas pertanyaannya, dia hanya berjalan bolak – balik di depan baby sisternya.
“Iya bun, sebentar.” Jawab Pelangi.
Kemudian selesai membereskan semua mainan yang disukai Pelangi, dirinya berjalan dengan cepat untuk menuju taksi yang tadi mengantarnya itu. Saat mereka akan masuk mobil, Cleo dan yang lainnya sampai di rumah lalu menghentikan Kia yang akan membawa Pelangi pergi.
“Kia tunggu.” Teriak Cleo kepada Kia.
Kia pun terhenti dan melihat ke arah Cleo. Kemudian Cleo membayar taksi itu agar segera pergi dari sana.
“Pelangi sekarang kamu masuk dan bermain bersama kak Bella ya. Mbak tolong bawa Pelangi masuk ke rumah.” Ucap Cleo
Kemudian Sinta, Nisa, dan Surya langsung berjalan mendekati Kia yang membisu dengan seribu harapan. Cleo berdiri dan berhadapan - hadapan langsung dengan Kia. Dia memeluk Kia dengan erat. Sebab dirinya tidak bisa melihat Kia seprti orang kebinggungan. Dirinya memeluk erat dan mengatakan sesuatu di dekat dengan telinganya.
“Aku mohon, tenanglah Kia. Aku masih di sini untu selalu membantumu.”
Setelah Kia mendengarkan perkataan Cleo, ia langsung menggis dan membalas pelukan dari Cleo.
“Aku tidak ingin kehilangan anakku. Aku tidak bisa jauh dari anakku. Aku.. aku..” ucapnya sambil sesenggukan.
“Coba sekarang kamu tenang. Lihat aku, hakim belum memutuskan semua ini. Dia masih memberikan waktu untuk Akbar hidup bersama Pelangi. Dengarkan aku baik – baik. Kamu yang akan mendapatkan hak asuh pelangi di persidangan terakhir nanti. Masih ada persidangan satu kali lagi Kia. Ini semua belum berakhir. Kita masih punya harapan untuk itu semua.”
“Benar apa yang di katakan Cleo. Kita masih mempunyai harapan. Biarkan saat ini Akbar yang menang, tetapi untuk persidangan terakhir nanti kita yang akan menang.” Kata Surya.
“Iya Kia, cobalah kamu tenang sedikit. Jika kamu mengikuti emosimu ini. Semua tidak akan ada jalan keluarnya Kia.” Ujar Sinta.
__ADS_1
“Kia, mamah, papah, kakak, dan nak Cleo akan selalu bersama dan mendukung kamu.” Ucap Nisa.
“Tapi aku tidak ingin Pelangi dekat dengan mereka dan hidup bersama mereka. Hiks.. hiks.. hiks..”
“Kia, dengarkan aku. Biarkan Pelangi mengenal ayah kandungnya untuk beberapa waktu ini. Bagaimana pun sekejih kejihnya Akbar, dia tetap ayah kandung Pelangi. Ini hanya berjalan beberapa bulan saja. Bukan beberapa tahun. Jadi kamu tidak perlu menghawatirkan itu semua. Coba sekarang kamu tenang. Agar kamu bisa berfikir jernih Kia.”
“Hiks... Hiks... Hiks...”
Kia hanya bisa menanggis dan menerima apa yang telah terjadi. Tak lama hati Kia mulai reda. Akbar, Kayla, dan juga Nindi datang ke rumah Nisa untuk menjemput Pelangi dengan di kawal dua polisi.
Kemudian Nindi turun dan memanggil – manggil Pelangi. Keluarlah Pelangi dari dalam rumah.
“Pelangi.” Panggil Nindi kepada ponakannya itu.
“Tante.”
“Pelangi sayang, tante kangen banget sama Pelangi, Pelangi juga kangen sama tante tidak?”
“Kangen.”
“Pelangi mau tante belikan apa?”
“Mainan.”
“Kalau begitu, Mari kita pergi jalan – jalan cari boneka, mainan, dan yang Pelangi sukai.”
Pelangi akhirnya mau ikut dengan Nindi. Kia yang sedang berdiri di depan pintu gerbang tak kuasa melihat kepergian anaknya itu dengan orang yang dia benci. Pelangi pun demikian ia berjalan dan melihat ke arah bundanya. Lalu Pelangi berlari melepaskan tangan Nindi yang sedang di gandengnya.
“Bunda, ikut bersama Pelangi yuk bun. Tante Nindi mau mengajak Pelangi untuk membeli mainan bun.”
“Bener ya. Nanti bunda sama ayah menyusul Pelangi.”
“Iya sayang, ayah janji.”
Kia sangat tak kuasa melihat kepergian Pelangi. Di saat Pelangi mendekati dirinya ia sama sekali tidak ingin melihat wajah lugu putri kecilnya itu. Air matanya tak kuasa menahan tangis yang dia teteskan. Disaat Pelangi berjalan membelakangi dirinya, Kia pun memanggil Pelangi. Kemudian memeluk erat putrinya itu dengan menahan air mata yang seakan – akan ingin meluap.
“Pelanggi, tunggu.” Teriak Kia memanggi Pelangi.
“Iya bund?” langkah kakinya terhenti dan menoleh ke belakang.
Kia berlari memeluk putrinya itu.
“Pelangi, bunda sayang banget sama Pelangi. Bunda janji, akan menjemput Pelangi nanti. Pelangi jaga diri baik – baik ya. Bunda akan tetap di sini ( sambil memegang dada Pelangi). Cium bunda sayang.”
“Eeeeemmmmuuuuaaaaccchhh...”
Pelangi pun mencium dan membalas pelukan dari Kia. Semua yang menyaksikan menanggis melihat kisah Pelangi dan Kia. Nindi lalu memanggil Pelangi supaya Pelangi tidak merenggek – rengek atau berubah pikiran saat berpisah dengan ibunya.
“Pelangi, ayo buruan, keburu toko mainannya nanti tutup nak.” ajak Nindi.
“Iya tante.” Katanya sambil berlari mendekati Nindi.
“Bunda, Pelangi pergi dulu ya.”
“Iya nak. Hati – hati di jalan ya.” Kata Kia.
__ADS_1
Kemudian Pelangi dan Nindi masuk ke dalam mobil Akbar. Akan tetapi Akbar berjalan mendekati Cleo. Dengan bangganya dirinya mengatakan kemenangan itu.
“Sudah aku bilangkan. Semua ini akan berpihak kepadaku, jadi kalian jangan main – main denganku. Aku akan menghalalkan segala cara untuk semua keinginanku. Dan untuk kamu Kia. Kamu lebih baik menyerah saja. Tidak usah berani untuk melawanku. Karena kamu adalah wanita yang lemah dan lembek.”
“Jaga ucapanmu itu! " ucap Sinta
“Kau! ( sambil menuding wajah Akbar ) Baik, aku memberikan waktu untuk kamu tinggal bersama dengan Pelangi. Tapi ingat masih ada persidangan terakhir. Dan hakim belum memutuskan keputusan yang sah untuk persidangan kali ini!” Kata Cleo dengan wajahnya yang penuh amarah.
“Ya, ya, ya, dasar otak udang. Tidak bisa berpikir panjang! Lebih baik menyerahlah. Dari pada kalian menyesal nanti!” kata Kayala mengatakan Kia dengan sebutan otak udang.
“Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyerah dan mau melepaskan Pelangi kepada siapa saja terutama kepada kalian yang sama sekali tidak memiliki hati nurani. Aku tidak akan berhenti sampai disini! Dan aku tidak akan meu menyerah sampai kapanpun! Ingat itu. Dan sekarang lebih baik kalian angkat kaki dari sini! Pergi! Cepat pergi dari sini! Aku muang melihat kalian disini!” kata Kia dengan wajah yang penuh dengan amarah yang membara dan sedikit sedih.
“Kami juga tidak ingin berlama – lama berada di sini.” ujar Akbar.
“Yuk mas kita pergi dari sini. Males aku lama - lama di sini." ucap Kayla.
Kemudian mereka pun pergi meninggalkan rumah kediaman Nisa. Setelah mereka pergi Kia hanya bisa melamun dan menanggis sambil memegangi, dan memeluk boneka kesayangan pelangi.
"Pelangi, di saat bunda pergi bekerja, meninggalkan mu dalam waktu setegah hari saja, bunda merasa seperti meninggalkan mu selama bertahun - tahun nak. Apa lagi sekarang. Kamu harus tinggal bersama orang - orang jahat seperti mereka. Bunda sangat khawatir dengan kondisimu. Apakah kamu di sana baik - baik saja nak? Apakah mereka akan merawatmu dengan baik di sana putri kecilku?" Katanya dari dalam hati dengan melamun memeluk boneka kesayangan Pelangi.
------
Sedangkan sesampai di rumah, Dewi sangat terkejut dengan kedatangan Pelangi dirumahnya. Dia selama ini tidak pernah ikut di pengadilan untuk melihat proses persidangan itu. Dirinya memang sengaja, tidak akan datang di persidangan itu karena ia tidak ingin berbuat dosa atau membuat hati Kia semakin dalam sakitnya.
Dia benar - benar sudah sangat menyesali semua yang pernah dia lakukan sehingga dirinya tidak percaya Akbar bisa melukai hatinya lagi untuk ke dua kalinya. Kemudian ia menyambut Pelangi.
"Hallo sayang. Selamat datang di rumah kamu." ujar Dewi.
"Rumah? Ini kan bukan rumah Pelangi nek."
"Owh, iya nenek lupa. "
"Pelangi, sekarang Pelangi masuk kamar di sana. Karena di sana adalah kamar Pelangi. Di sana sudah ayah siapkan semua mainan dan boneka - boneka kesukaan Pelangi."
Lalu Pelangi berlari menuju kamar yang telah di tunjuk oleh Akbar. Setelah melihat Pelangi masuk ke kamarnya, Akbar berkata kepada ibunya dengan rasa puas dan bangga sebab dirinya sudah bisa membawa Pelangi kembali ke rumah Dewi.
"Lihat buk, aku dengan mudahnya bisa mendapatkan Pelangi, dan aku bisa membuat Pelangi kembali ke rumah ini. Bukan kah aku hebat buk?
"Iya betul, kamu memang sangat hebat. Tapi ingat ya nak, anak yang kamu pisahkan dengan ibu kandungannya sendiri tidak akan betah untuk hidup jauh dengan ibunya. Ibu hanya takut nanti kamu akan menyesal dengan apa yang kamu buat dan kebohongan yang sudah kamu lakukan itu."
"Ibuk itu sekarang membela Kia mas, dia udah enggak sayang lagi sama anak - anaknya. Setiap hari yang di bela hanya Kia, Kia , dan Kia." ucap Kayla.
"Bukannya ibuk membela Kia akan tetapi ibu tidak ingin anak - anak ibuk akan kecewa nanti setelah semua yang kalian lakukan. Sebab ibuk sudah merasakan apa yang terjadi selama ini. Ibuk juga sangat menyesali dengan apa yang pernah ibuk perbuat kepada dia." kata Dewi.
"Aaaggghhhhh, sudah lah buk. Aku tidak ingin mendengarkan ibuk berbicara lagi. aku sudah lelah. Yang terpenting sekarang aku bisa melihat dan berada di dekat putri kecilku itu. Aku tidak perduli dengan penyesalan." Ucap Akbar.
"Tapi kak, kakak jangan terlalu berbahagia sebab ini semua belum menjadi keputusan hakim yang sah. Kita masih berjuang satu kali lagi. Ingat kak, persidangan belum berakhir. ini semua hanya beberapa waktu yang di tetapkan oleh hakim dan semua ini belum menjadi keputusan yang sah." kata Nindi.
Sementara setelah Dewi mendengarkan apa yang Nindi katakan tadi dia berfikir pasti hati Kia saat ini sedang hancur bertubi tubi atau entah seperti apa yang saat ini dia rasakan. Dewi tidak bisa membayangkan betapa sakitnya hati Kia karena di pisahkan oleh anak yang selama ini telah ia besarkan seorang diri dengan susah payah. Dewi berjanji akan membatu Kia saat di persidangan terakhir. Sebab dirinya ingin melihat Akbar untuk bertaubat, atau menyesali perbuatannya. Karena Akbar selama ini tidak pernah menyadari bahwa dirinya telah berbuat saah.
Akbar juga belum menyadari akan tanggung jawabnya yang sebenarnya.
"Kia, ibuk berjanji akan membawa pulang Pelangi dalam pelukan mu. Ibuk tahu apa yang saat ini kami rasakan karena telah berpisah dengan Pelangi. Ibuk akan menepati janji ibuk supaya kamu dan anakmu bisa tinggal bersama lagi. Ibuk akan menebus semua kesalahan ibuk. Ibuk juga seorang ibu, jadi ibuk tahu bagaimana perasaanmu saat ini." ucapnya dari dalam hati.
Bersambung....
__ADS_1
❇️❇️❇️❇️❇️