
Setelah pelangi keluar dari gedung dome itu, ia kemudian berjalan menuju ke ruang perpustakaan, dirinya berjalan sambil tersenyum senyum sendiri karena membayangkan kejadian tadi bersama Brayen. Di pikirannya sudah sedikit tenang karena ia telah di hibur oleh Brayen.
Dari kejauhan terlihat Calvin yang datang menghampiri dirinya. Cavin melihat Pelangi kemudian ia berlari mendekati pelangi.
“Akhirnya ketemu juga. Kamu dari mana saja sih Ngi, aku dari tadi nyari – nyari kamu.”
“Owh, aku tadi dari gedung dome kak. Ada apa kak calvin mencariku?”
“ya enggak ada apa – apa sih. Cuman, sedetik saja tidak melihat kamu atau tidak bersamamu seperti ada yang kurang gitu.”
Pelangi hanya tersenyum sembari menyibakkan rambutnya ke belakang telinga setelah mendengar Calvin berbicara.
“Ngomong – ngomong kamu kenapa ke gedung dome ngi?”
“aku sedang ingin menyendiri dulu kak.”
“Kamu lagi ada masalah ya?”
“Emm,”
“sama siapa? Pacar? Atau sama....”
“Enggak apa – apa kok kak aku hanya ingin menyendiri.”
“Kalau begitu ikut aku saja yuk.”
“Kemana kak?”
“Ada lah. Ikut saja. siapa tahu nanti bisa sedikit menghibur kamu.”
Akhirnya pelangi menerima ajakan dari Calvin. Calvin sengaja mengajak Pelangi pergi ke karaoke untuk menghibur supaya Pelangi bisa tersenyum kembali.
Sesampai di karaoke, mereka duet bersama menyanyikan lagu ke sukaan mereka. Di saat mereka sedang menikmati bernyanyi, Calvin langsung menggenggam tangan Pelangi kemudian ia menatap pelangi dengan sangat dekat. Wajah pelangi terlihat memerah akibat dirinya malu kepada Calvin. Sebab Calvin menatap mata Pelangi waktu itu.
“kamu cantik sekali.” Ucap Calvin.
Pelangi lalu tersenyum lagi dengan penuh rasa gugup karena Calvin menatap matanya dengan begitu dekat. Setelah beberapa jam kemudian mereka selesai bernyanyi. Calvin kemudian mengajak pelangi makan malam di cafe.
“Ternyata suara kamu bagus juga ya ngi, sebagus senyumanmu.”
“Enggak kak, suara aku tuh jelek banget. Udah deh kak, jangan muji – muji gitu.”
“Enggak ah, kata siapa jelek?”
“he.. he.. he..”
“Besok – besok kita duet lagi ya.”
“Boleh kak.”
Beberapa jam kemudian selesai pergi ke karaoke dan juga makan malam, Calvin lalu mengantarkan Pelangi pulang. Sesampai di rumah pelangi, Calvin berpamitan kepada Pelangi. Di saat Calvin ingin turun dari mobilnya untuk menemui Kia, pelangi melarangnya.
“Aku mau pamitan sama bunda mu Ngi.”
“Kayaknya bunda sudah tidur deh kak.”
“Tapi ini masih sore, masih jam setengah tujuh, memang bundamu tidurnya sore ya.”
“Iya kadang – kadang kak.”
“Owh, ya udah kalau gitu aku langsung pulang saja ya. Salam buat keluargamu.”
“Iya kak, emm, kak Calvin, makasih banyak ya.”
“Soal?”
__ADS_1
“Makasih karena kak Calvin sudah mau mengajak aku pergi main.”
“Sama – sama tuan putri.”
“Kak, hati – hati ya pulangnya.”
“Iya, jangan sedih lagi ya. Jelek tahu kalau kamu lagi sedih gitu.”
Pelangi pun hanya membalas dengan senyuman.
“Sekarang, kamu masuk, terus istirahat ya. Di luar dingin.”
“Iya kak, aku masuk dulu ya.”
“selamat malam my angel.”
Dan calvin langsung pergi meninggalkan rumah pelangi. Pelangi pun kemudian masuk ke dalam rumah. Di saat pelangi masuk Kia sudah dari tadi menunggu Pelangi pulang. Akan tetapi Pelangi hanya berjalan melewati Kia begitu saja tanpa menyapanya sama sekali.
“Nak, kamu baru pulang?” tanya Kia kepada putrinya yang sedang berjalan di depannya itu.
“Nak, bunda sudah siapkan makan malam ke sukaan kamu. Kamu belum makan kan? Mari bunda temani Pelangi makan malam.” Ucap Kia lagi sembari membuntuti di belakang pelangi
Akan tetapi pelangi sama sekali tidak mengatakan apapun kepada Kia, ia hanya fokus berjalan menuju ke kamarnya.
“Nak, Bunda dari tadi menunggu kamu pulang. Kamu masih marah ya sama bunda?” tanya Kia.
Tak lama mereka sampai di depan kamar Pelangi, di saat pelangi menggenggam handle pintu kamarnya.
“apa? Khawatir sama pelangi bun? Sudah lah bun, pelangi sedang tidak ingin diganggu. Pelangi ingin menyendiri dulu bun. Lebih baik bunda sekarang pergi dari sini.” Ucap pelangi.
“Pelangi, bunda tahu bunda salah, bunda minta maaf nak. Bunda memang sengaja menyembunyikan ini semua dari kamu, karena bunda.....”
“Apa bun, karena bunda tidak ingin aku mengetahui siapa nama ayah kandung aku kan?”
“Bukan begitu maksud bunda nak,”
Kia masih berdiri di depan pintu kamar Pelangi sambil mengetuk – ngetuk pintu itu.
“Pelangi, nak, bunda akan jelaskan semuanya. Tolong buka pintunya nak bunda mohon. Hisk .. hisk... hisk..”
Setelah Pelangi masuk ke dalam kamar, ia kemudian duduk di pinggir tempat tidurnya sambil meratapi semua yang terjadi kepada dirinya.
“aku harus cari tahu siapa nama ayah kandungku dan apa yang sebenarnya telah terjadi. Aku enggak boleh cengeng aku harus kuat. Besok aku akan coba membicarakan ini semua dengan bunda. Untuk saat ini aku masih ingin menenangkan pikiranku dulu. Huft...” gumam pelangi dari dalam hatinya.
Dan Amel melihat Kia berdiri di depan kamar Pelangi, ia kemudian mendekati ibundanya.
“Bunda,”
Hisk.. hisk.. hisk..
“Bun, biarkan kak pelangi sendiri dulu.”
“amel, bunda sayang sama kamu dan juga kakak kamu. Bunda tahu kalau bunda salah. Hisk.. hisk.. hisk..”
“Bun, sudah bun, jangan menangis seperti ini. Mungkin kak Pelangi memang sedang ingin menyendiri dulu, karena dia ingin menenangkan pikirannya bun.”
“Hisk.. hisk.. hisk.. Pelangi maafkan bunda nak.” Kata Kia sembari menggedor – gedor pintu kamar Pelangi.
Akan tetapi pelangi sama sekali tidak menanggapi Kia sedikit pun. Karena kekecewaan itu masih menyelimuti hati dan pikirannya, ia sama sekali tidak keluar dari kamarnya.
**
Pagi harinya, seperti biasa amel berangkat ke sekolah, cleo berangkat kerja dan Pelangi berangkat ke kampus. Siang harinya, karena mata pelajaran terakhir kosong, para siswa di berikan tugas sekolah untuk di kerjakan di rumah. Sehingga semua siswa pulang lebih awal dari jam biasanya. Lalu amel meminta kepada dion untuk menjemputnya. Dion pun setelah mendapatkan telepon dari amel, ia langsung membolos sekolah dan pergi ke sekolahan Amel untuk menjemputnya.
Sesampai di sekolahan amel, mereka kemudian pergi berdua dengan menggunakan motor milik dion. Tak lama mereka sampai di sebuah tempat, di mana tempat itu sangat mereka sukai. Amel memang sengaja meminta untuk di jemput oleh dion, karena dia ingin sekali curhat kepada dion tentang kondisi keluarganya sekarang.
__ADS_1
“Yon, aku sedih banget.”
“Kenapa?”
“gara – gara aku pergi sama kamu hari minggu kemarin, semua itu jadi masalah baru.”
“Kamu sih, coba kalau kemarin kamu tidak nekat seperti itu.”
“Ya, gimana yon, aku kan juga udah lama enggak bertemu sama kamu.”
“Memang ada masalah apa? Kamu di perketat lagi pengawasannya sama bundamu?”
“Bukan, bukan itu.”
“Teerus?”
“ini masalah bunda sama kak pelangi.”
“Memang ada apa?”
Amel kemudian menceritakan kejadian waktu itu kepada dion.
“Apa? Terus siapa ayah kandung kak pelangi mel?”
“Nah itu, bunda sama sekali tidak mau memberitahukan siapa nama kandung ayah kak pelangi. Makannya kak pelangi masih marah sama bunda. Kakak juga sama sekali tidak berbicara dengan bunda. Kasihan aku sama mereka sebenarnya.”
“Emm, iya kasihan juga ya kak pelangi.”
“Yon, kalau posisi kamu jadi kak pelangi apa yang akan kamu lakukan?”
“Mel, aku juga sama seperti kakak mu itu.”
“Maksud kamu yon?”
“sejak aku kecil aku tidak pernah dapat kasih sayang dan perhatian dari mamaku, aku pun sama sekali tidak mengetahui siapa ayahku, dimana tempat tinggalnya, dan kabarnya yang sampai sekarang tidak aku ketahui. Mama ku juga sengaja tidak pernah memberitahuku tentang ayah kandungku.”
“Terus, terus gimana?”
“Kamu ini mel. Kepo banget sih.”
“He.. he.. he.. ya kan aku ingin tahu kisah kehidupan kamu. Aku jadi prihatin juga sama kamu yon. Ternyata kamu bisa seperti ini hanya karena kamu ingin mencari perhatian ya sama mama kamu?”
“Ya, begitulah. Dari dulu mama ku sama sekali tidak pernah bangga dengan prestasiku. Padahal aku sudah berjuang keras supaya dapat perhatian dari mama dengan cara menjadi anak yang baik dan pintar, tapi semua itu sia – sia, setiap kali aku menunjukan prestasi yang aku dapatkan dengan susah payah, mama ku sama sekali tidak mau mendengar atau melihat hasilnya, dia selalu sibuk dengan urusannya. Sampai – sampai aku di lalikan. Dan sampai sekarang pun mamaku masih sama seperti dulu. Dia sibuk dengan bisnis dan juga karirnya sebagai pengacara. Aku hampir tidak pernah berbicara dengan mama walaupun kami berhadap – hadapan.”
“Kenapa? Biasanya anak itu lebih dekat dengan ibunya ya yon? Apa lagi kalian cuman hidup berdua.”
“Ya untuk apa aku berbicara? Mama ku saja sangat tidak menyukai ku.”
“tunggu – tunggu, kenapa kamu bisa bilang kalau mama kamu tidak menyukaimu?”
“Ha.. ha.. ha.. kamu ini mel. Tanya melulu, enggak ada habis – habisnya.”
“jadi gini, saat kamu menceritakan hidupmu, aku juga merasakan bagaimana rasanya jadi kamu.”
“Udah ah, kalau aku ceritain terus kamu nanti pasti tanya – tanya terus kan. Sekarang mending kita cari makan saja yuk. Laper nih.”
“Ah, kamu mah gitu yon.”
“udah, ayuk, cepetan naik.”
Lalu amel dan pelangi pun pergi. akan tetapi supir pribadinya yang waktu itu menjemput amel sudah berada di sekolahan. Ia menunggu amel di parkir mobil biasanya. Satu jam, dua jam, supir itu sudah menunggu terlalu lama. Sopir itu merasa kalau tidak seperti biasanya jam pulang sekolah amel molor. Sebab di sekolahan selalu di ada pengumuman tentang apapun. Namun, waktu itu supir pribadinya amel bertanya kepada security tentang jam pulang kelas amel. Setelah security itu menjelaskan supir pribadi amel kemudian menghubungi no telepon amel. Akan tetapi no telepon amel tidak bisa di hubungi, lalu supir itu menelepon kia, dan memberitahukan kabar kalau amel tidak ada di sekolahan.
Kia pun mulai panik lagi. Kia juga mencoba menelepon amel beberapa kali, namun no amel waktu itu sama sekali tidak bisa di hubungi atau mati.
Bersambung....
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐