Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Pelangi meminta maaf


__ADS_3

 Setelah itu pelangi dan Cici pun pergi meninggalkan brayen sendirian. Cici dan pelangi prgi menuju ke halaman utama di sekitar kampus itu. pelangi duduk kemudian menangis. Sedangkan cici merasa kasihan melihat pelangi menangis seperti itu. perlahan cici bertanya kepada pelangi.


“Beb, lo kenapa? Lo enggak apa – apa kan?”


“Hisk.. hisk.. hisk.. gue kecewa ci.”


“Iya lo kecewa ama siapa? Cerita aja ma gue ada apa beb?”


“brayen..”


“Brayen? Kenapa? Dia udah buat lo ke cewa?”


“Bukan.”


“Terus?”


“Brayen nembak gue, belum lama ini cik.”


“Ha.. ha.. ha.. ha.. lo gimana sih. Harusnya lo seneng dong di tembak ama cowok paling kece di kampus ini. Lo harusnya bangga dong, karena lo adalah cewek yang dia pilih.”


“Hisk.. hisk.. hisk.. bukan itu cik.”


“Terus kenapa?”


“gue emang ada rasa sama dia, gue seneng banget  brayen ngungkapin isi hatinya sama gue, tapi, gue kecewa sama semuanya.”


“Iya lo kecewa kenapa?”


“Gue kecewa sama nyakap gue ci. Hisk.. hisk.. hisk..”


“Nyokap lo enggak suka sama brayen?”


Pelangi kemudian menunduk nundukan kepalanya.


“cik yang bikin gue lebih enggak terima tuh, ternyata brayen adik gue. Hisk.. hisk.. hisk..”


“What? Apa? Lo gak bercanda kan?”


“Gue beneran ci. Ternyata gue bukan anak kandung dari ayah cleo. Gue satu ayah sama Brayen, ayah brayen itu ternyata ayah kandung gue, padahal gue udah punya rasa sama Brayen, gue suka sama dia. Tapi setelah ayah cleo mengatakan semuanya, gue seperti mimpi. Gue enggak terima kalau ternyata orang yang gue suka itu adik tiri gue sendiri cik. Hisk... hisk.. hisk..” kata pelangi yang menceritakan kepada cici sahabatnya.


Cici pun kemudian terpelongo, ia juga seperti tidak mempercayai apa yang telah pelangi katakan.


“Tunggu, tunggu, ini beneran ceritanya?”


Pelangi kemudian mengangguk anggukan kepalanya lagi.


“Makannya gue kecewa sama semuanya. Kenapa semua ini harus terjadi di saat gue sudah mulai mencintai brayen cik. Hisk.. hisk.. hisk..”


“Sa.. bar ya beb. Gue ngerti kok perasaan lo.”


“dan sekarang gue harus bisa dan menghapus perasaan cinta itu jauh – jauh dari hati gue cik. Gue merasa dunia ini tidak berpihak kepada gue.”


“Beb, lo yang sabar, mungkin nyokap sama bokap lo seperti ini karena mereka ingin yang terbaik untuk anak – anaknya beb.”


“Iya gue tahu, tapi kenapa baru sekarang nyokap bokap ngasih tahu ke gue. Kenapa enggak dari dulu – dulu coba. Hati gue rasanya hancur cik. Hisk.. hisk.. hisk..”


“ya mungkin ada sesuatu yang pernah membuat hati nyokap lo bener – bener merasa sakit hatinya beb. Makannya nyokap lo udah mengubur dalam – dalam kisa yang dulu sampai – sampai dia enggak mau cerita sama lo beb. Tapi gue juga enggak tahu juga. Coba lo dengerin dulu penjelasan nyokap apa bokap lo deh beb, biar lo enggak salah paham sama mereka gitu,” kata Cici yang memberikan saran dan mencoba menenangkan hati sahabatnya yang saat itu pelangi sedang menangis.


Cici pun juga memeluk pelangi supaya pelangi bisa sedikit lebih tenang hatinya. Di saat mereka sedang saling bercerita, calvin melihat dari ke jauhan  pelangi dan cici yang sedang duduk di taman itu. Calvin kemudian mendekati mereka. ketika dirinya sudah dekat dengan pelangi, ia melihat wajah pelangi seperti sedang habis menangis.


“Hay pelangi, kamu kenapa?”


“Kak calvin.” Ucap Pelangi.


“ada apa? Kenapa kamu menangis?”


“Enggak kok kak, aku enggak menangis. Ini tadi...”


“Hust.. hust.. ( kata Calvin sambil mengusap – usap kepala pelangi sambil menempelkan jari telunjuk tangannya ke mulut ) coba ceritakan ada apa? Kenapa kamu sampai menangis?”


Pelangi hanya menjawab dengan mengeleng – gelengkan kepalanya.


“Kenapa ci, sama pelangi?”


“Em, aku enggak tahu kak, tanya saja sama pelangi sendiri kak. Supaya pelangi yang menceritakan semuanya.”


Akan tetapi pelangi enggan menceritakan permasalahannya kepada calvin. Ia hanya terdiam. Namun, calvin sengaja mengajak Pelangi pergi untuk menghiburnya. Karena Calvin tidak ingin melihat pelangi bersedih.


“Kalau kamu enggak mau cerita, sekarang ikut aku saja yuk.”


“Kemana kak?”


“Udah, ayuk, ikut saja.”


“Tapi?” ucap pelangi sambil melihat ke arah cici.

__ADS_1


Cici pun merasa kalau Kia memberikan isayarat kepada Cici.


“aku, aku pulang saja ya.”


“Enggak lo juga harus ikut ya ci.”


“Tapi entar gue ganggu kalian.”


“kak, cici ikut ya.”


“Ayuk, kita pergi bertiga saja biar rame?”


“Tuh, kak calvin ngajak kamu juga. Kamu ikut ya ci.”


“Emm, tapi.”


“Pokoknya lo harus ikut.”


“iya – iya deh gue ikut.”


Akhirnya mereka bertiga pergi bersama. Kemudian mereka sama – sama berjalan menuju ke parkir mobil. Disaat mereka sedang akan naik ke dalam mobil milik calvin, Pelangi melihat ke arah samping dan dari kejauhan juga terlihat brayen yang sedang mengamati dirinya yang akan naik ke mobil calvin.


“pelangi, ayuk masuk. Cici sudah masuk loh.”


“Owh, iya kak.” Ucap pelangi yang kemudian langsung masuk ke dalam mobil.


Pelangi masih mengamati brayen dari dalam mobil.


“maafin aku brayen. Kamu harus bisa lupain aku. karena kita ternyata adalah saudara tiri. Aku tahu walaupun berat rasanya untuk menerima kenyataan semua ini. Tapi aku yakin kalau kamu tahu yang sebenarnya, pasti hati kamu juga merasa hancur seperti aku.” gumam pelangi dari dalam hatinya yang masih melihat Brayen dari dalam kaca mobil.


Setelah calvin mengemudikan mobilnya itu jauh dari brayen. Pelangi pun bertanya kepada Calvin.


“Kita mau ke mana sih ka?”


“He.. he.. he.. di tempat yang kamu suka.”


“Dimana?”


“Entar juga tahu sendiri.”


Mereka bertiga kemudian pergi. Pelangi menghubungi pak tono untuk mengambil mobilnya di kampus. Dan kunci mobil pelangi telah ia titipkan kepada scurity kampus.


**


Sedangkan di sisi lain, brayen terlihat sedikit kecewa dengan sikap pelangi waktu itu. ia jadi penasaran dengan sikap pelangi yang tiba – tiba menghindar dari dirinya. Akan tetapi brayen masih tetep terus berusaha, untuk mendapatkan hati dari pelangi untuk dirinya.


**


Malam hari itu, pelangisedang rebahan di kamarnya sambil membaca buku novel. Terdengar ada yang sedang mengetuk – ngetuk pintu kamarnya. Pelangi pun segera mempersilahkan untuk masuk. Ternyata Cleo yang saat itu mengetuk – ngetuk pintu kamar pelangi.


“Ayah.”


“Kamu sedang apa sayang?”


“Pelangi sedang membaca Novel yah. Gimana yah? Ada apa?”


“enggak ada apa – apa. Gimana kuliah kamu nak?”


Pelangi merasa kalau Cleo tidak seperti biasanya menanyakan tentang kuliahnya.


“tumben ayah tanya tentang kuliahku. Ada apa? Sepertinya ada sesuatu yang ingin ayah katakan?” gumam Pelangi dari dalam hatinya.


Pelangi pun kemudian bertanya kepada Cleo.


“Ada apa ayah? Kok tumben ayah tanya tentang kuliahku?” tanya Pelangi.


“Loh memang kenapa? Enggak boleh ayah tanya?”


“Ya bukannya enggak boleh sih yah. Ya kok tumben gitu sih. Kuliah pelangi baik kok yah. Teman – teman pelangi juga semuanya baik sama pelangi.” kata pelangi.


“Syukur deh kalau gitu. Ayah ikut senang kalau kamu di kampus mempunyai teman – teman yang baik. Ayah sebenarnya, ingin menceritakan sesuatu nak sama kamu?”


“Soal? Ayah mau menceritakan apa sama pelangi?”


“emm... jadi gini nak, ayah mau cerita bagaimana pengalaman bunda sama ayah kamu Akbar.”


“Sudah lah yah, pelangi sedang tidak ingin bahas itu lagi yah.”


“tapi nak. Ayah ingin bercerita supaya kamu dan adik kamu tahu gimana bunda yang sudah mati – matian memperjuangkan kamu.”


“Maksud ayah?”


“bunda mu itu kuat, dia wanita yang hebat. Dulu waktu kamu masih bayi, bunda kamu sungguh – sungguh sangat menjaga kamu. Dia tidak ingin kamu sakit atau tersakiti. Dia juga sudah menaruhkan nyawanya hanya demi kamu. Dia melahirkan kamu tanpa ada ayah kamu yang menemani.”


Cleo kemudian menceritakan semua apa yang Kia alami dalam hidupnya saat pelangi masih kecil. Namun, pelangi begitu sangat terkejut dengan apa yang telah di ceritakan oleh Cleo. Pelangi begitu sangat mendengarkan semua yang Cleo katakan. Ia tidak menyangka ternyata pengorbanan Kia selama ini begitu besar. Dan pelangi mulai berfikir kalau Kia melakukan semua ini karena mempunyai alasa. Pelangi tahu kalau Kia sangat – sangat menyayngi Pelangi lebih dari nyawanya sendiri.

__ADS_1


Ketakutan yang berlebih itulah yang membuat Kia tidak ingin menceritakan siapa ayah kandung pelangi. trauma yang di alami Kia begitu sangat dalam sehingga ia takut kalau Kia akan di pisahkan oleh putrinya itu. pelangi menangis setelah mendengarkan cerita dari cleo.


“Iya, begitulah cerita masa lalu bunda kamu kia.”


“Apa yah, kenapa seberat itu hidup yang bunda jalani yah. Pelangi menyesal karena telah mengatakan hal buruk kepada bunda. Padahal bunda sudah mati – matian untuk membesarkan dan juga merawat pelangi dari kecil. Pelangi enggak tahu kalau perngorbanan bunda begitu sangat besar kepada pelangi. hisk.. hisk.. hisk..”


“Sayang, kamu harus tahu menjadi seorang wanita khususnya seorang ibu itu tidak mudah. Banyak sekali ia mengorbankan dirinya hanya untuk anak – anaknya. Apa lagi, kamu adalah seorang wanita, yang nantinya akan merasakan seperti bunda, menjadi seorang ibu yang menjadi contoh untuk anak – anaknya kelak. Jadi ayah minta sama kamu, jangan buat bunda kamu sedih. Mungkin memang bunda salah, tapi, kesalahan bunda itu juga ada alasannya nak.”


“Iya yah, pelangi mengerti. Sekarang pelangi tahu, kasih sayang yang bunda berikan itu tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Pelangi menyesal karena pelangi sudah mengatakan hal buruk kepada bunda.”


“Sekarang yang sudah terjadi biarlah terjadi, masa depan kamu masih panjang nak, sekarang saatnya kamu harus bisa menata pola pikir kamu untuk masa depan kamu sayang.”


“Iya yah. Pelangi tahu.”


“ayah menceritakan seperti ini bukan maksud ayah untuk menjelek – jelekan ayah kamu nak, tapi ayah menceritakan seperti ini agar kamu tahu bagaimana pengorbanan bunda selama ini nak. Kamu juga sudah waktunya bisa menilai sendiri dari cerita ayah tadi. Tapi ayah minta sama kamu, seburuk – buruknya perilaku orang tua sama kamu, kamu harus tetap selalu menghormati mereka nak. Jangan pernah durhaka sama orang tuamu.”


“Terus bagaimana ceritanya brayen itu adik aku yah?”


“Selepas kepergian tante Kayla beberapa tahun lalu, ayah dan bunda sama sekali tidak pernah berkomunikasi lagi dengan keluarga ayah Akbar nak. Maka dari itu kami tidak tahu gimana kabar dan juga keberadaan dia sekarang, hingga samapai akhirnya kalian di pertemukan dengan anak – anaknya. Dan mungkin ayah Akbar sudah mempunyai istri, dan mereka mempunyai anak yang bernama braye.”


“Bisa juga itu yah. Tapi kenapa yah semua itu terungkap setelah aku suka sama dia. Setelah rasa cinta ini hadir.”


“Nak, ayah yakin kamu bisa melewatkan semua ini, dan ayah yakin kalau kamu juga bisa menghilangkan sedikit demi sedikit rasa cinta itu. mungkin awalnya memang sangat berat untuk kamu. Karena kamu harus menghapus nama dia di pikiran kamu, karena saat ini dia yang mengisi hati kamu nak. Walaupun ayah ini bukan ayah kandung kamu, tapi cinta ayah dan kasih sayang ayah kan selalu sama seperti dulu sampai sekarang. karena di mata ayah kamu dan amel adalah putri kecil untuk ayah. Ayah menyayangi kamu sayang.”


Pelangi pun kemudian memeluk Cleo selayaknya ayah dan anak. Pelangi mulai tenang dan ia kemudian mencari dan menemui Kia. sedangkan saat itu Kia masih terlihat sedih, ia sering melamun karena ucapan anak – anaknya yang membenci dirinya. Ia tidak bisa tidur, ia hanya rebahan di tempat tidur.


Terdengar ada yang mengetuk – ngetuk pintu kamarnya. Awalnya Kia pikir yang mengetuk – ngetuk pintu kamarnya itu adalah suaminya. Akan tetapi setelah ia mempersilahkan masuk, pelangi mendekati Kia dengan di kawal oleh ayahnya sembari berjalan menuju bundanya yang sedang melamun dan bersedih. Sesampai di dekat Kia, pelangi pun duduk bersimpuh di hadapan Kia. Pelangi menangis dan meminta maaf kepada ibundanya.


“Bun... da.. hisk.. hisk.. hisk..”


Kia pun kemudian mengangkat tubuh pelangi dengan mengisyaratkan untuk berdiri.


“Sayang.. hisk.. hisk.. hisk..”


“Maafkan pelangi ya bun. Pelangi sudah salah sama bunda. Pelangi enggak tahu kalau bunda melakukan semua hanya untuk bisa hidup bersama pelangi. hisk.. hisk.. hisk..”


“Iya sayang, bunda juga minta maaf sudah membuat hati kamu sedih dan kecewa. Bunda enggak bermaksud seperti itu sayang.”


“Iya, bun, ayah sudah menceritakan semuanya kepada pelangi. pelangi baru tahu, ternyata pengorbanan bunda selama ini sudah sangat besar untuk pelangi. berkat bunda juga pelangi bisa hidup dan menjalani hari – hari dengan penuh kebahagiaan bersama ayah, bunda dan juga amel.”


“Iya sayang. Bunda tahu kok, bunda yakin, kalau pelangi anak yang baik. Bunda hanya minta sama pelangi, tolong hapus rasa cinta kamu sama Brayen. Bunda enggak mau ada cinta di antara kalian.”


“Baik bun, pelangi akan coba menghapus rasa ini di hati pelangi.”


“Sayang bunda yakin pelan – pelan pasti kamu bisa. Walau pun bunda tahu itu semua berat untuk kamu nak. Tapi sepahit apa pun itu, kamu harus bisa dan menerima kenyataanya kalau Brayen itu adik tiri kamu sayang.”


Pelangi kemudian mengangguk – anggukan kepalanya. Sembari memeluk kia dengan menangis.


“Sekarang semuanya sudah jelas, pelangi sudah tidak salah paham lagi kepada bunda, dan bunda sekarang juga bisa tenang karena pelangi juga sudah tidak lagi ngambek sama bunda. Jadi ayah minta, bunda jangan lagi berlebihan seperti kemarin – kemarin ya. Bunda harus ingat, ayah akan terus selalu ada untuk kalian semua. Seberat apapun masalah itu, kita sama – sama mencari jalan keluarnya. Iya bunda.”


“Iya ayah, terimakasih banyak ya mas. Kamu selalu saja yang bisa membuat aku tenang. Terimakasih ya mas.”


“Iya sama – sama sayang.”


“Terimakasih ya ayah, karena ayah, pelangi sudah bisa sedikit menerima ke adaan ini. Pelangi akan berusaha, untuk melupakan perasaan ini ke brayen.”


“Iya, anak ayah kuat. Anak ayah bisa. Ayak yakin pelangi bisa. Ingat nak, masih ada laki – laki baik untuk kamu. Brayen memang adik tiri kamu, tapi pasti akan ada laki – laki yang lebih baik dari brayen untuk kamu sayang. Kamu harus percaya itu.” ucap Cleo


“Iya ayah.” Ucap pelangi.


Setelah itu beberapa menit kemudian pelangi pun kembali ke kamarnya. Ia kemudian beristirahat tidur. Begitu pula dengan Cleo dan Kia yang juga akan merebahkan tubuhnya. Kia tidak menyangka ternyata Cleo bisa menenangkan pelangi dan membuat pelangi untuk meminta maaf kepada bundanya.


“Mas,”


“Iya?”


“Terimakasih ya.”


“untuk?”


“Terimakasih karena kamu yang selalu membantu aku, menenangkan hati aku dan kamu juga yang selalu ngertiin posisi atau ke adaanku.”


“Sayang, kita ini kan suami istri. Jadi kita harus saling bahu membahu, dan suami istri itu harus menjadi sahabat yang sangat istimewa. Iya kan?”


“Iya mas.


“aku enggak mau kalau anak – anak berpikir negatif sama kamu. Aku ingin mereka juga tahu bagaimana perjuanganmu selama ini. Supaya anak – anak bisa mengerti kondisi kamu dulu.”


“sekali lagi terimakasih ya mas. Tapi  Mas dari dulu sampai sekarang, hati ini masih sama. Masih tetap mencintai kamu. Kamu juga ya mas,  aku ingin kamu jaga perasaan dan hati kamu buat aku.”


“Pasti sayang. Aku cinta banget sama kamu. Apa lagi sama anak –anak. Aku ingin kalian bisa hidup bahagia bersama ku dan di sampingku.” Ucap Cleo.


Kemudian mereka berdua akhirnya saling berpelukan di atas ranjang dengan berselimutan bersama sembari Cleo mencium kening istrinya itu.


bersambung....

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2