Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Kia tahu brayen itu siapa!


__ADS_3

Sesampai di tempat karaoke itu, mereka berdua duet seperti biasanya. Mereka berdua berduet bersama. Hingga akhirnya ada sebuah lagu yang sengaja di pilih oleh Calvin yang judulnya cinta luar biasa yang dinyanyikan oleh Andmesh kamaleng. Ia menyanyikan lagu itu dengan menggenggam tangan Pelangi, apa lagi ia menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati. Pelangi pun juga menikmati suara Calvin yang sedang bernyanyi itu. Di Tengah – tengah reff calvin kemudian mengungkapkan perasaannya yang begitu dalam kepada pelangi.


“Plangi, di sini aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, sejak awal aku melihat kamu, hati ini tidak pernah berhenti berdetak dengan sangat kencang. Karena kamu hadir memberi cinta, membawa kebahagiaan, dan memberikan rasa rindu yang tidak pernah ada habisnya. Pelangi, kamu wanita yang sudah membuat aku jatuh cinta. Di sini aku ingin mengungkapkan isi hatiku yang sebenarnya sedang aku rasakan. Mau kah kamu menjadi pacar ku?”


Setelah mengatakan seperti itu Calvin lalu meletakan mix dan ia berjalan ke pintu karaoke itu. Sedangkan di balik pintu sudah ada beberapa waiters yang berdiri memegang setangkai bunga dan boneka. Beberapa waiter yang sudah di bayar oleh calvin untuk membawakan setangkai bunga mawar merah dan juga boneka kemudian memberikannya kepada Calvin. Calvin memang sengaja sudah menyiapkan semua itu. Karena ia benar – benar sangat mencintai pelangi. waktu itu ia sudah tidak bisa lagi menyimpan perasaannya kepada pelangi.


Pelangi pun begitu terkejut dengan kejutan yang di berikan oleh Calvin dengan matanya yang terpelongo dengan semua ini.


“Pelangi, aku sengaja membawa bunga dan boneka kesukaan kamu. Aku ingin kamu memilih dari salah satu barang yang aku bawa ini. Jika kamu mengambil bunga mawar ini, itu artinya kamu mau menerima aku untuk jadi kekasihmu. Tapi jika kamu mengambil boneka kesayangan kamu, itu artinya kamu hanya ingin menjadi sahabatku. Tapi jika kamu mengambil dua – duanya, aku akan menunggu jawaban dari kamu. Jujur, kamu adalah wanita yang sempurna untukku. Sekarang pilihlah, apa yang akan kamu ambil dari kedua ini.” Ucap Calvin.


Pelangi bingung ia harus memilih diantara dua barang yang telah Calvin siapkan di hadapannya itu. ia memang menyukai Calvin, akan tetapi dirinya juga juga ada rasa kepada Brayen. Hingga akhirnya Pelangi memilih ke dua barang yang ada di hadapannya. Ia mengatakan kepada Calvin kalau dirinya belum siap untuk menjawab semua itu.


“Kak, aku belum bisa menjawab. Terimakasih, karena kamu sudah mau mengungkapkan isi hatimu kak, tapi, beri aku waktu untuk memikirkannya kak.”


“Kenapa? Apakah kamu sudah mempunyai kekasih?”


“Bukan itu kak. Tapi, ini adalah pengalaman pertama kali untuk aku. Jadi berikan aku waktu ya kak.” Ucap pelangi.


Mungkin di lain sisi pelangi memang belum bisa menerima Calvin begitu saja, karena di hatinya masih ada brayen. Sedangkan Brayen yang belum tentu menyatakan hatinya kepada pelangi.


“Ya sudah, aku tahu kok. Aku enggak memaksamu untuk menjawabnya sekarang. Aku akan menunggu jawaban dari kamu.”


Pelangi lalu tersenyum kulum kepada Calvin. Beberapa menit kemudian mereka pulang. Sesampai di rumah, calvin langsung berpamitan pulang. Saat pelangi akan masuk ke dalam rumah, ia baru teringat kalau harus mengabarkan Brayen bahwa dirinya sudah ada di rumah. Tak lama setelah pelangi memberikan kabar kepada brayen, brayen pun langsung datang ke rumah pelangi.


“Brayen.”


“Hay.”


“sebenarnya aku ingin mengajak kamu keluar sebentar saja.”


“Kemana?”


“Ada deh. Di suatu tempat yang indah. Pasti kamu suka?”


“Tapi ini sudah jam tujuh malam lebih loh bray.”


“Sebentar saja. aku janji enggak sampai jam sepuluh malam.”


“Iya, udah kalau begitu aku ambil jaket sama tas ku dulu ya bray. Kamu tungguin aku sebentar.”


“Iya. Aku tunggu kamu.”


Tak lama Pelangi mengambil jaket dan juga tasnya, ia dan brayen kemudian pergi. Brayen mengajak pelangi ke bungkit yang tidak jauh dari rumah pelangi. di sana terdapat pemandangan indah. Karena dari atas bukit itu bisa melihat banyaknya cahaya lampu kota.


“Ya ampun bray, bagus banget. Kamu itu ya selalu bisa buat aku bahagia seperti ini. Aku baru pertama kali di sini. Indah tahu gak bray.”


Brayen pun tersenyum.


“Kamu suka?”


“Sukak banget bray.”


“tapi sayang di sini dingin banget ya.”


“Enggak juga.”


Di saat pelangi sedang menikmati pemandangan malam dari atas bukit itu, brayen tiba – tiba mengambil tangan Pelangi. pelangi pun kemudian terfokus pandangannya kepada Brayen. Ia melihat brayen dengan wajah gugup dan jantungnya yang bergerak cepat.


“bray...”


“Pelangi. emm, sebenarnya aku sudah lama menyukai kamu. Dan aku memberanikan diri untuk bisa mengungkapkan isi hati ini. Emm.. apa kah kamu mau menjadi pacarku? Ta.. pi.. aku tidak menuntut kamu untuk menjawab semuanya ini. Mungkin aku terlalu berani mengungkapkan isi hati ini sama kamu. Maafkan aku ya.” Ucap Brayen waktu itu sambil menggenggam  tangan pelangi.


Betapa kagetnya Pelangi waktu itu mendengar Brayen mengungkapkan isi hatinya kepada dia. Dia juga tidak menyangka dalam satu malam ia di tembak oleh ke dua laki – laki yang dekat dengan dirinya. Hatinya memang ingin sekali menerima Brayen. Namun, ia juga tidak mau mengecewakan Calvin yang sudah baik dengan dirinya. Walaupun memang perasaan pelangi tidak sepenuhnya menyukai calvin, karena Perasaannya kepada Calvin hanya sedikit. Berbeda dengan perasaannya kepada Brayen.


Waktu itu pelangi memang tidak langsung menerima perasaan Brayen yang telah dia ungkapkan. ia juga meminta waktu kepada brayen untuk menjawabnya. Sebab ia masih bingung harus memilih calvin atau brayen, karen ke dua laki – laki itu semua baik kepadanya.

__ADS_1


“Bray, aku minta maaf. Karena belum bisa menjawabnya sekarang. Aku minta waktu ya.” Ucap Pelangi sambil menundukan kepalanya.


“Iya, aku paham kok. Tapi aku akan tetap menunggu kamu. Menunggu jawaban dari kamu.”


“Iya, terimakasih ya bray, karena kamu sudah mau mengungkapkan isi hati kamu ke aku.”


Setelah waktu menunjukan pukul setengah sembilan malam. Brayen kemudian mengajak pelangi pulang ke rumahnya. Ia kemudian berpamitan kepada pelangi.


“Aku lanjut ya.”


“Iya bray, kamu hati – hati ya.”


“em, pelangi, aku harap kamu bisa menerimaku untuk menjadi kekasihmu.”


Pelangi pun hanya tersenyum lagi dengan mengangguk – anggukan kepalanya. Pelangi lalu masuk setelah brayen pergi. Di saat dirinya berjalan menuju ke kamarnya, pelangi melihat Amel yang sedang menonton televisi.


“Kamu belum tidur mel?”


“Belum kak. Ayah, bunda, sama nenek di mana? Kok kamu sendirian?”


“Ayah sama nenek pergi kak, katanya sih mau ke tempatnya tante melly.”


“Terus bunda?”


“Emm, bunda enggak tahu kak, tadi katanya sih ada urusan sebentar gitu. Tapi pergi sendiri.”


“Owh, ya udah kalau gitu kakak ke kamar dulu, habis itu temani kamu nonton tv.”


“Okey kak.”


**


Ternyata setelah kia mendengarkan cerita dari pelangi tentang dion tadi, ia langsung pergi menuju ke rumah nindi. Ia bertemu dengan nini di rumahnya.


Ting tong...


“Kak kia? Ada apa kak kia ke sini lagi?”


“Kamu tega ya ternyata sama anak kamu sendiri.”


“Maksud kak kia?”


“Kamu sudah mengusir Dion dari rumahkan? Ternyata kamu tega ya. Kamu enggak kasihan sama anak kamu. Aku enggak nyangka, ternyata kamu dan keluargamu itu semua sama saja.”


“Kenpa kak kia bilang begitu? Kak kia tahu dion di mana?”


“memang penting untuk kamu keberadaan dion?”


“Kak, kakak kia kenapa sih seperti ini, kenapa kakak masih sangat membenciku? Aku sudah minta maaf kepada kakak. Tapi kenapa kakak bilang seperti itu?”


“nin, enggak mudah bagi aku bisa melupakan semuanya, apa lagi  penghianat seperti kamu tahu! Aku ke sini hanya ingin mengatakan, stop untuk mengganggu kehidupan aku dan juga anak – anakku. Aku minta sama kamu didik anakmu dengan benar. Dan jauhi semua anak – anakku. Owh, iya satu lagi, aku tidak mau dion berurusan lagi dengan anak – anakku.”


“Kak aku sama sekali tidak ingin kak kia salah paham atas kelakuan anakku. Aku juga tidak menyuruh dion untuk dekat dengan anak – anak kak kia, aku baru tahu dion main atau dekat dengan anak kakak sejak kakak ke sini. Aku juga sedang mencari dion. Dion pergi dari rumah sejak kak kia ke sini.”


“Iya dion pergi karena kamu. Kamu tidak pernah memberikan dia perhatian dan juga tidak bisa mendidik dia dengan benarkan! Makannya dion pergi dari sini.”


“Kakak kok bisa tahu semuanya?”


“Iya aku tahu, karena Pelangi yang sudah menceritakan semuanya. Pelangi bertemu dion saat dia mau mengakhiri hidupnya.”


“Apa kak? Dion mau bunuh diri?”


“Iya, kamu enggak sadarkan apa yang telah kamu perbuat sama anak kamu itu?”


“Sekarang dion di mana kak?”

__ADS_1


“Aku enggak tahu lah dia di mana. Karena itu bukan urusan aku. Makannya kamu itu jadi ibu yang benar. Jaga anakmu itu dengan baik.”


“Kak, tolong kak, kasih tahu aku di mana dion?”


“Cari saja sendiri!”


Kia pun kemudian pergi begitu saja. akan tetapi di saat dirinya sedang berjalan keluar, ia bertemu dengan brayen saat sedang memarkirkan kendaraannya di belakang mobil Kia.


“Tante.”


“Brayen?”


“Kok tante ada di sini?”


“Loh, kamu juga ngapain di sini?”


“Ini rumah sepupu aku tan. Aku tinggal bersama tante ku tan di sini?”


“Apa? Tante kamu? Nindi maksudnya?”


“Iya tan, nama tanteku nindi.”


“Astaga! Jadi kamu? Siapa nama ayah kamu?”


“Ayahku namanya Akbar tan.”


“Bener – bener ya. Keluarga ini enggak ada henti – hentinya untuk membuat hidup aku menderita.”


“Maksud tante?” tanya Brayen dengan wajah yang bingung.


“tante ingatkan ya sama kamu, jangan lagi kamu datang ke rumah atau pergi bermain bersama Pelangi ingat itu, tante tidak suka dengan keluarga kamu.” Ucap Kia.


Kia kemudian naik ke mobil, dan pergi begitu saja. Baryen masih bingung dengan apa yang di ucapkan Kia. ia lalu masuk ke dalam rumah dan mendekati nindi yang sedang duduk di sofa ruang tamu. nindi terlihat sedang menangis dan sedih. Brayen lalu bertanya kepada nindi.


“Tante, kenapa tante menangis?”


“Brayen, brayen, sekarang kamu cari Dion nak, tolong tolong tante brayen.”


“Tante tenang dulu, tante tenang ya. Coba ceritakan ada apa sebenarnya tan?”


“Tadi, tadi. Kak kia datang ke sini dan mengatakan kalau dion hampir mengakhiri hidupnya nak, dion berjalan di tengah jalan.”


“Brayen, tolong nak cari dion sekarang, tante sadar, kalau selama ini tante sudah keterlaluan sama dion, tante sadar kalau dion tidak pernah mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari tante. Tante juga menyesal karena sudah menyakiti hati dion, hisk.. hisk.. hisk..”


“Apa? Mengakhiri hidupnya?”


“Iya brayen. Sekarang kamu pergi dan cari dion adik kamu nak, tolong ya sayang.”


“Tapi brayen cari ke mana tan? Lagi pula ini sudah malam. Tapi brayen janji, brayen akan mencarinya besok tan.”


“Hisk.. hisk.. hisk.. dion maafkan mama sayang. Kamu di mana dion sebenarnya?” ucap Nindi sendiri sambil duduk dan menundukan kepalanya itu di hadapan Brayen keponakannya.


Brayen lalu meminta Nindi untuk istirahat dan masuk ke dalam kamar. Nindi pun mengikuti pinta Brayen. Ia lalu masuk ke dalam kamarnya. Dan merebahkan badannya di tempat tidurnya itu.


Akan tetapi ia masih memikirkan apa yang di katakan oleh Kia tadi. Pikirannya pun mulai tidak tenang lagi. Ia masih sangat khawatir dengan Dion. Ia takut jika terjadi sesuatu dengan dion. Karena ia tidak bisa tidur, ia pun pergi ke kamar dion. Ia membuka pintu kamar anaknya itu. lalu ia berjalan menuju tempat tidur dion dan duduk di sana sambil menangis.


Di atas meja belajar dion ada tumpukan - tumpukan kertas putih yang banyak gambar. Nindi mengambil kertas putih itu dan melihatnya satu persatu. Dari urutan paling atas hingga yang paling bawah, gambar itu seperti sebuah komik namun tidak ada tulisannya, hanya sebuah gambar tapi seperti sedang menceritakan isi hatinya. Dan di halam terakhir hanya bertuliskan.


“andaikan hidup aku bisa sama seperti komik yang aku buat ini. Hidup bahagia, penuh kasih sayang dan juga perhatian dari keluarga yang utuh, tapi itu semua hanya mimpi, sehingga akhirnya aku hanya bisa membuat mimpi itu dalam buku ini. Mama, papa aku sayang kalian, walaupun aku sampai sekarang tidak tahu wajah, nama ayahku dan juga dimana keberadaan sekarang. semoga suatu saat aku bisa bertemu dengan ayahku. Mama terima kasih, karena mama sudah menghabiskan waktumu setiap hari untuk bekerja keras demi memenuhi semua kebutuhan aku. aku tahu, kalau mama sibuk hingga tidak mempunyai waktu sedikitpun untukku. Aku, cinta mama dan papa.” Ini tulisan yang ada di kertas itu.


Setelah Nindi membaca tulisan itu, ia menangis sekencang – kencangnya, ia juga mulai membayangkan saat – saat di mana ia telah melewati hari – harinya untuk melihat perkembangan dion saat dia masih bayi hingga saat ini. Ia menyesal sekali karena telah memperlakukan dion seperti itu. ia juga menyadari kalau selama ini dion membuat kesalahan itu hanya ingin mencari perhatian dari dirinya. Namun, nindi tidak pernah sadar akan hal itu. ia telah di butakan dengan rasa dendamnya yang tersakiti hatinya oleh Alex. Sehingga kebenciannya itu ia lakukan kepada anaknya.


“ternyata anakku pandai sekali menggambar, dia bisa menggambar seperti komik ini. Dion, mama sadar mama sudah terlalu lama menyakiti hatimu nak. Mama baru sadar kalau selama ini ternyata kamu sangat membutuhkan perhatian mama nak. Mama merasa bersalah sama kamu. Mama tidak akan mengampuni diri mama sendiri kalau sampai kamu kenapa – napa nak.” Gumam nindi dari dalam hatinya sambil memeluk foto Dion yang baru saja ia ambil diatas meja belajar dion.


 

__ADS_1


Bersmbung...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2