
Di komplek perumahannya, kia berjalan untuk pergi mencari beberapa sayuran yang akan di masaknya untuk menyiapkan hidangan makan malam nanti bersama suaminya. Ia berjalan dengan menahan rasa sakit di badannya. Ia tidak ingin melihat suaminya marah marah dan mengeluarkan perkataan yang merendahkan harga dirinya lagi.
Sesampai di warung tempat ia akan berbelanja ia bertemu dengan ibu sulis. Ibu sulis mecerikan akbar saat bertemu di mall tadi siang.
"Suaminya mana mb kia."
"Lagi pergi bu sulis, kenapa ya bu ?"
"Owwhh pergi. Enggak apa apa sih."
"Ibu belanja apa bu tumben di warung belinya."
"Iya, aku tadi sebenarnya juga udah belanja terus ketemu sama suamimu. Uupppssss ! Keceplosan."
"Maksud ibu sulis ? "
"Ya udah deh aku cerita aja. Dari pada aku pendem ya. Tapi kamu jangan kaget denger ceritaku ini."
"Maksud ibu sulis apa sih bu, tadi ibu bertemu dengan suami saya ?"
"Iya mbak kia, suaminya di jaga, jangan sampe di ambil orang lain. Tadi aku tidak sengaja melihat suamimu dia lagi gandengan tangan sama wanita lain. Mesra gitu. "
"Kapan ibu sulis bertemu dengan mas akbar?"
"Tadi siang. Di mall."
"Owwhh,terimakasih ya bu sudah memberi tahu saya."
__ADS_1
"Saya sih cuman kasihan saja sama mbak kia. Semoga presepsi saya tadi salah mengenai mas akbar selingkuh ya. Makannya di jaga mbak suaminya, sekarang banyak pelakor pinter pinter. ya ini sih saran saja."
"Iya terimakasih bu sulis sudah mau memberitahu saya. permisi. " sambil menundukan kepalanya yang di bebani rasa malu karena suaminya itu.
Setelah kia mendengarkan ucapan bu sulis itu kia langsung membayar sayuran yang ia ambil dan pergi meninggalkan warung itu. Ia pergi berjalan pulang menuju rumahnya. Kia hanya bisa terdiam jadi kia membenarkan apa yang telah ia lihat saat bertemu dengan akbar di seberang jalan dan suaminya sedang mengandeng tangan wanita dengan mesra saat itu. Dan saat itu pula kia sudah tidak memperdebatkan masalah wanita kepada akbar. Namun informasi yang ia dapat sama dengan apa yang di lihatnya sendiri saat itu.
kia berfikir ia harus berusahan mencari bukti yang jelas agar dapat membuktikan kepada akbar dan akbar tidak lagi berbohong di belakang kia dengan perbuatannya itu.
"Aku harus mencari tahu. Gimana caranya. Aku harus kuat supaya aku bisa menemukan bukti untuk mempergoki mas akbar bersama wanita lain. Pantas saja setelah mas akbar marah marah kepadaku ia langsung pergi begitu saja meninggalkanku sampai saat ini dia belum juga pulang." kata kia dalam hatinya.
Akbar pulang ke rumah pada malam hari. Ia langsung pergi ke kamar dan mandi. Selesai mandi ia duduk di ruang tengah. Kia mengajak suaminya untuk makan.
"Mas, mari makan. Aku sudah masak kesukaan mu."
"Aku gak lapar."
"Makan sendiri saja sana!"
Betapa sedihnya saat itu. Kia sudah susah payah pergi berbelanja dan memasak makanan kesukaan suaminya dengan menahan rasa sakit. namun suaminya sama sekali tidak menghargai sedikitpun.
"Tadi kamu marah marah karena aku enggak masak, sekarang aku suda masak kamu gak mau makan mas. Aku sudah masak kesukaan kamu mas. "
"Kamu tuli ya. Aku kan sudah bilang, kalau aku udah kenyang."
"Kamu kenapa sih mas ?! Kamu udah kenyang karena sudah makan dan di temani wanita lain."
"Apa maksud kamu !"
__ADS_1
"Iya, kamu seharian tadi pergi ke mana ?! Dengan siapa ?! Sama wanita lain kan !"
"Kamu sudah dapat info murahan ini dari siapa ?! "
"Kamu gak perlu tau mas, jawab saja kamu tadi pergi kemana dan bersama siapa ?! "
"Bukan urusan mu ! "
"Mas , aku ini istrimu mas , kenapa kamu ini mas ?"
Pergilah akbar menuju kamar dan membawa beberapa baju kerja ,tas kerjanya.
"Mau kemana kamu mas. Ini sudah malam mas."
"Minggir, aku mau pergi dari sini. Aku tidak tahan lagi tinggal dengan mu dan selalu berdebat enggak jelas seperti ini. "
"Siapa yang pertama kali membuat rumah tangga kita seperti ini mas, aku hanya ingin kamu kembalilah seperti yang dulu mas." Ucap kia sambil menanggis .
"Ini semua karena kamu, kamu sudah tidak lagi mempercayaiku kamu sudah sering kali membuat aku merasa tidak nyaman lagi tinggal bersamamu di rumah ini. "
"Aku hanya ingin tahu mas. Siapa sekarang yang bisa membuatmu menjadi seperti ini. Tolong selesaikan dulu permasalahan kita. Kita bicarakan semuanya dengan baik baik mas. Jangan tiba tiba pergi seperti ini. Jangan seperti anak kecil mas."
"Aku tidak butuh menjelaskan semuanya. Apa yang harus aku jelaskan sekarang, sedangkan kamu sudah tidak mempercaiku lagi. Dan satu lagi yang seperti anak kecil itu kamu bukan aku." Kata akbar sambil berjalan menuju pintu keluar.
"Tapi mas, aku mohon jangan seperti ini. Aku merindukan kamu yang dulu mas. Kembali lah seperti dulu mas, ku mohon .." ucap kia sambil menanggis.
Bersambung...
__ADS_1
❇️❇️❇️❇️❇️