Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Pelangi sakit


__ADS_3

"Kalian berdua?" ( ucap Nindi dengan mata yang terpelongo terlihat wajahnya begitu terkejut ).


"Emm Nindi. Kamu sudah pulang?" Ucap Kayla sambil memutuskan pembicaraannya.


"Kalian sedang apa di kamar berduaan? Maksud kamu apa mas Alex kamu berada di kamar kak Kayla."


"Emm, Nindi, Nindi dengerin dulu. Aku tadi bantuin kakak iparmu. Katanya di dalam kamar mandi ada kecoa. Ya udah aku bantu usir kecoa itu. Tolong kamu jangan salah paham dulu ya. Aku tidak mempunyai maksud apa - apa. Percaya lah kepadaku, niat ku hanya ingin membantu kakak ipar mu saja. Yakin." ucap Alex


"Iya Nindi. Kamu jangan salah paham dulu ya. Dengerin penjelasan dari kami dulu ya. Apa yang di katakan Alex benar. Jadi kamu jangan berpikir yang bukan - bukan dulu kepada kami."


"Tapi kan ada bibik kak, kenapa harus Alex yang kamu suruh. Apa lagi kamu berpakaian sangat terlihat seksi seperti itu kak di depan Alex."


"Tadi aku...." Ucap Kayla saat akan menjelaskan, Alex langsung mengambil alih perkataannya Kayla. Agar Nindi mempercayai semua penjelasannya.


"Soalnya kakak ipar kamu manggil - manggil bibik, ternyata bibik enggak ada di rumah. Terus dia minta tolong sama aku. Aku kira dia ada apa - apa di kamar mandi. Ya udah aku langsung menemui dan membantunya untuk mengusir kecoa itu." Katanya sambil berjalan mendekati Nindi kemudian dia merangkul.


"Iya Nin, tadi aku mau mandi. Selagi Pelangi sedang tidur. Aku berpikir jika nanti kalau dia bangun, mau aku ajak dia jalan - jalan. Eh, enggak tahunya saat aku mau ke kamar mandi, di dalam kamar mandi ada kecoa. Ya udah aku minta tolong sama pacara kamu ini. Kamu juga tahu sendirikan gimana takutnya aku sama kecoa? Apa lagi di rumah kakak kamu enggak ada. Kamu sama ibuk juga sedang pergi. Enggak mungkin kan aku bangunin Pelangi, apa lagi meminta dia untuk mengusir kecoa itu "


"Ya udah kalau gitu kak Kayla, aku mau ke bawah dulu ya. Berhubung kecoanya sudah hilanh dan Nindi juga sudah datang aku mau kembali ke ruang tamu ya kak." Ucap Alex yang berpura - pura biasa saja dengan keadaan. Sedangkan mereka baru saja selesai mandi bersama.


"Owh, iya makasih ya lex. Maaf merepotkan kamu. Sekali lagi terimakasih banyak Lex." kata Kayla sambil menundukan kepalanya.


Sebenarnya di hati kecil Nindi saat itu tidak mempercayai yang di ucapkan oleh Alex dan juga Kayla. Dia merasa sedikit curiga mengetahui apa yang telah dirinya lihat waktu itu. Namun, lagi - lagi Alex membuat Nindi mempercayai semua sandiwaranya. Entah dia terlalu polos atau kab dia memang mudah untuk di bodohi oleh laki - laki yang dia cintainya.


"Sebenarnya aku ke sini sengaja tidak memberikan kamu kabar apapun. Sebab aku ingin membuat kamu terkejut dengan kedatangan mu. Aku mau ajak kamu pergi jalan gitu. Soalnya lama kita tidak bertemu."


"Ayuk mas, aku sudah sangag merindukan mu. Kamu juga sudah lama sekali tidak pernah menghubungiku. Tahu - tahunya sudah nonggol saja di rumah. Aku tuh khawatir tahu mas sama keadaamu. "


"Uh.. uh.. uh.. Pacar aku romantis bener sih. Jadi tambah sayang." Ujar Alex dengan berkata berbohong, supaya Nindi bisa lebih percaya kepada perkataan Alex.


"Ya udah yuk sekarang aja kita pergi mas. Aku kangen banget sama kamu. Kita mau ke mana?"


"Ya kita lihat nanti."


Akhirnya mereka pergi keluar untuk bersenang - senang. Kemudian Kayla yang berdiri di lantai atas mengamati mereka yang akan keluar dari rumahnya.


"Untung saja Nindi percaya gitu saja. Emang dia itu bodoh di bohongin pacarnya yang bercumbu dengan kakak iparnya sendiri saja mau. Kenapa dia tidak curiga dengan sikap pacaranya itu ya? Sedangkan pacarnya tidak perduli sama sekali dengannya. Kalau dia tahu kelakuan Alex yang sebenernya apakah dia tidak sakit hati ya. Entah lah, bukan urusan ku. Apa lagi Alex, dia emang laki - laki super gila dan bejat. Selalu saja memaksaku untuk memenuhi semua nafsunya. Tapi tak apa lah, yang penting semua yang aku inginkan sudah terpenuhi dengan mempunyai barang - barang super mewah." Ucapnya dari dalam hati dan mengerutu sendirian dia lantai atas.

__ADS_1


"Kayla, Kay?"


"Iya buk, Pelangi di mana?" Jawab Kayla


"Dia masih tidur di kamar buk."


"Kok tumben jam segini dia tidur?"


Kemudian setelah Dewi masuk rumah dan meletakan tas di kamar, Dewi mendatangi kamar Pelangi dan melihat Pelangi yang tertidur pulas akibat obat tidur yang di berikan oleh Kayla. Kemudian ia kembali keluar dari kamar Pelangi dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.


Awal mula saat Dewi melihat Pelangi tidur dirinya tidak begitu merasakan keanehan dengan kondisi cucunya itu. Akan tetapi di saat jam mulai berganti setiap detiknya Dewi mulai merasa aneh dengan Pelangi.


Kemudian dirinya mencoba membangunkan Pelangi dari tidurnya, sebab sudah hampir lima jam lamanya Pelangi belum juga bangun. Perlahan - lahan tangan Dewi mulai mengoyang - goyangkan badan mungil Pelangi agar pelangi bangun. Namun tidak ada reaksi gerakan balasan sama sekali dari cucunya itu.


Untuk ke dua kalinya Pelangi di bangunkan lagi oleh Dewi. Namun cucunya itu tidak bangun sama sekali. Ia mencoba meraba dan merasakan detak jantung di pergelangan tangan Pelangi, detak jantungnya pun bergerak layaknya orang masih memiliki nyawa. Kepanikan mulai di rasakan oleh Dewi. Lalu dia bergegas untuk menelepon Akbar agar segera pulang dan melihat kondisi Pelangi yang belum juga tersadarkan dari tidurnya itu. Dewi sangat khawatir jika terjadi apa - apa pada cucunya itu.


Tidak hanya Akbar saja yang Dewi telepon untuk di berikan kabar. Tetapi Nindi pun yang sedang asik menikmati makan berdua dengan Alex terganggu oleh kabar yang Dewi berikan. Dewi juga berteriak - teriak memanggil - manggil Kayla.


"Kayla, Kay, Kayla."


"Kayla, Pelangi. Pelangi." ucap Dewi dengan wajah sangat cemas.


"Ada apa dengan Pelangi buk?" Tanya Kayla.


"Ibuk juga tidak tahu. Dari tadi dia belum juga bangun, padahal ibuk sudah membangunkannya berulang ulang kali. Tetapi dia sama sekali tidak bangun juga. Ibuk sangat khawatir." Ujar Dewi.


Setelah mendengarkan Dewi berkata tentang Pelangi, ia langsung melirik ke arah Pelangi. Dirinya takut jika terjadi sesuatu akibat obat tidur yang dia berikan tadi.


Kemudian Nindi setelah mendengarkan kabar atau telepon dari ibunya bergegas segera meninggalkan Alex begitu saja. Ia langsung berpamitan kepada Alex dan menjelaskan kondisi Pelangi saat ini. Alex pun memperbolehkan Nindi untuk pergi. Setelah beberapa menit saat Nindi pergi dengan mengunakan taksi, berderinglah suara handphone Alex. Ternyata Kayla yang sedang menelepon dirinya.


"Ada apa sayang? "


"Gawat."


"Gawat kenapa? Kamu belum puas dengan permainan kita tadi?"


"Bukan itu lex."

__ADS_1


"Ini soal Pelangi lex."


"Iya kenapa?"


"Pelangi, tadi setelah aku kasih obat tidur dia sampai sekarang belum juga bangun. Aku takut kalau Pelangi kenapa - napa. Ini semua itu karena kamu."


"Kok aku?"


"Iya gara - gara kamu sudah memaksaku untuk menyingkirkan Pelangi saat kamu akan ke sini. Apa lagi saat kita sudah berhubungan intim. Aku sudah memberikan obat tidur untuknya. Makanya Pelangi belum bangun sampai sekarang."


"Kamunya saja yang bodoh tidak bisa menjaga dia."


"Kamu ini gimana sih. Bukannya kamu sendiri yang bilang ke aku kalau sementara kita singkirkan Pelangi supaya kita bisa bercumbu dengan sesuka hatimu?"


"Sudah tenanglah."


"Enak ya kamu bilang aku suruh tenang. Awas saja jika terjadi apa - apa sama Pelangi. Aku enggak sudi lagi bermain bercumbu dengan mu lagi dan menuruti semua permintaan gilamu lagi. Aku tidak mau melihatmu."


"Alah enggak usah lebay kamu Kay. Dan berani mengancam - ngancam aku seperti itu. Ingat ya, jika kamu berani denganku, lihat saja nanti apa yang akan terjadi aku akan membuat kamu hancur Kay."


"Percuma ngomong sama kamu. Kamu memang sudah gila!" Jawab Kayla dan langsung menutup telepon itu seketika. Sebab dirinya juga mendengar Dewi berteriak - teriak memanggil - manggil Kayla.


"Kay, Kayla.


"Iya buk, kenapa ibuk terlihat cemas di raut wajah ibuk."


"Sudah kamu tidak usah banyak bicara, ayo bantu ibuk untuk membopong Pelangi dan kita antarkan Pelangi ke Rumah Sakit. Ibuk sangat khawatir dengan kondisi Pelangi."


"Iya buk, aku akan siapkan mobilnya."


"Cepetan jangan lama - lama. "


Kemudian Dewi dan juga Kayla mengendong tubuh Pelangi yang sedang lemah itu ke dalam mobi. Dewi duduk di samping Pelangi yang sedang berbaring di dalam mobil. Lalu Kayla masuk dan menghidupkan mesin mobilnya.


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2