
Kemudian Kayla menceritakan semuanya dari awal disaat mereka bisa bertemu dengan Pelangi.
"Mertua kamu itu sepertinya sudah agak sedikit gila Kay." Kata Ida.
"Maksud mama?" Tanya Kayla
"Iya, apakah dia itu tidak ingat dengan perkataannya sendiri saat di persidangan dulu? Dia sendiri yang bilang kalau tidak akan pernah menganggap anak yang Kia kandung waktu lalu adalah cucunya sendiri. Dia sendiri sudah menuduh Kia berselingkuh dan hamil dengan orang lain. Kenapa di saat anaknya Kia sudah besar tumbuh cantik dan pintar dia baru mengakuinya? Apakah dia tidak malu dengan omongannya sendiri atau dengan orang lain. Memang aneh mertuamu itu. "
"Aku juga enggak tahu mah, dengan jalan pikiran mertuaku itu. Dia itu kalau punya ke inginan harus segera terwujut."
"Ya benar, seperti yang mama katakan. Urat malu di dalam dirinya itu sudah putus. Makannya dia mau menjilat ludahnya sendiri. Tapi mama rasa dia sudah tidak waras Kay. Kamu yang sabar ya nak. Ikuti saja semua kemauannya, selagi kamu masih di sayang oleh dia."
"Iya sih mah, betul juga. Tapi mas Akbar selalu sibuk bermain dengan Pelangi semenjak anak itu sering di ajak pulang ke rumah bersama Nindi. Waktuku bersama mas Akbar menjadi berkurang mah."
"Ya kamu harus bicara dengan suamimu itu. Suruh dia tidak boleh memprioritaskan anaknya Kia itu. Dan kamu bilang kepadanya bahwa kamu membutuhkan perhatian juga darinya."
"Sudah mah, Kayla selalu bilang seperti itu kepada mas Akbar. Ya memang kalau anakny sedang tidak bersamanya dia selalu memberi perhatian kepadaku. Tapi kalau Pelangi ada di sana. Dia mesti ngasih perhatian penuh sama Pelangi. Aku kan jadi sebel mah."
"Ya udah kalau Pelangi sedang di sana mendingan kamu di rumah mama saja. Sebenarnya mama tuh, sedikit kecewa kamu menikah dengan Akbar. Tapi mama melihat kamu begitu yakin ingin menikah dengannya."
"Memang kenapa mah?"
"Ya, sekarang kita coba lihat saja Dewi memperlakukan mantan istrinya Akbar saat dia belum hamil atau memberikan keturunan kepada anaknya itu bagaimana? Tapi setelah Kia sudah bisa hamil malah dia menuduh Kia yang bukan - bukan. Mama hanya takut saja itu semua akan terjadi kepadamu setelah mama mengetahui sifatnya yang sadis kepada mantan istri Akbar. Tetapi semoga saja jangan sampai terjadi sama kamu ya nak."
"Iya mah, jika itu terjadi kepada Kayla, Kayla juga tidak akan mau diam saja seperti Kia saat itu. Kayla akan menuntut semua hak - hak Kayla mah. Aku juga males kalau di rumah ada Pelangi. Tapi jika Pelangi bukan anak Kia mungkin aku masih mau bermain dengannya mah. Aku kan dari dulu suka sama anak kecil. Berhubung anak itu anak Kia. Aku males banget mah."
__ADS_1
"Ha.. ha.. ha.. kamu itu bisa saja. Kasihan anak mama. Sini mama peluk." kata Ida.
Kayla memang anak yang manja. Karena dia adalah anak satu - satunya yang Ida miliki.
-----------
Sudah hampir satu bulan Pelangi sering di ajak Nindi pergi ke rumah Dewi. Di sana Pelangi selalu di manja oleh Dewi, Akbar dan Nindi, apa yang di inginkan Pelangi selalu mereka turuti. Apa lagi Akbar, dia selalu membelikan boneka dan mainan yang banyak untuk Pelangi. Bukan hanya itu saja, tetapi Akbar juga menbelikan baju yang mahal untuk putri kecilnya itu.
Saat itu Pelangi sedang berada di rumah Dewi, kemudian dia bermain di halaman rumahnya. Selesai bermain baju yang Pelangi kenakan waktu itu kotor, lalu Dewi mengajak cucunya itu untuk menggantikan baju yang kotor itu.
Merekapun masuk kedalam rumah dan mengambil baju yang bersih untuk Pelangi. Dewi pun melepas baju Pelangi satu demi satu sehingga terlihat di bagian perut Pelangi seperti ada bekas jahitan. Dewi ternganga keheranan melihat ada bekas jahitan itu. Lalu ia bertanya kepada Pelangi sambil memakaikan pakaian cucunya itu.
"Sayang, ini apa nak? " Tanya Dewi sambil menuding bekas jahitan itu di perut Pelangi.
"Kenapa bisa sampai masuk rumah sakit?"
"Tak tahu." Jawa Pelangi dengan singkat.
Dewi pun langsung menatap cucunya itu dengan berkaca - kaca seperti akan menanggis. Karena ia tidak tega ternyata cucunya itu pernah masuk rumah sakit dan di operasi saat dirinya masih bayi.
"Kasihan cucuku ini. Di usianya yang masih kecil, dia sudah merasakan ruang operasi. Aku tidak bisa membayangkan betapa sakitnya saat kamu merasakan tajamnya alat - alat operasi itu nak. Maafkan nenek karena nenek tidak bisa menjagamu disaat kamu masih bayi Pelangi.
"Wanita itu bodoh sekali. Sampai - sampai membuat cucuku ini pernah merasakan ruang operasi. Dasar tidak pecus mengurus anak!" Katanya dalam hati sambil memeluk erat Pelangi dan meneteskan air matanya.
Dewi juga menyalahakan Kia karena tidak pecus mengurus anak, sehingga Pelangi harus di operasi saat dirinya masih kecil.
__ADS_1
Dirinya benar - benar merasa menyesal telah menelantarkan cucunya itu saat bayi. Ia juga memyesal karena tidak pernah tahu perkembangan Pelangi saat masih bayi.
Selesai mengnatikan baju. Ia menyuruh Pelangi untuk makan siang. Ia juga menyiapkan beberapa makanan kesukaan Pelangi.
Kemudian Dewi menemui Nindi dan bertanya tentang bekas operasi yang terlihat di perut Pelangi itu.
"Nin, kenapa di perut Pelangi ada bekas luka seperti pernah operasi."
"Dulu di saat Pelangi berusia satu sengah bulan memang di operasi di bagian ulu hatinya buk."
"Kenapa bisa sampai seperti itu? Pasti wanita itu sangat bodoh untuk mengurus Pelangi."
"Bukan itu buk, dokter mengatakan ada penyumbatan di bagian dalam perut Pelangi." Jadi dokter menyarankan Pelangi harus segera di operasi."
"Kasihan cucuku. Pasti wanita itu makannya sembarangan waktu dia masih sedang menyusui Pelangi. Ibuk itu benci bener sama dia. Baru punya anak satu saja, dia tida bisa merawat atau menjaga Pelangi. Benci ibuk sama dia, beneran!"
"Sudahlah buk tidak usah terlalu menyalahkan kak Kia. Itu semua sudah jalannya."
"Kamu itu selalu saja membela dia Nin. Heran ibuk sama kamu!"
Kemudian Dewi pergi meninggalkan Nindi dan menemani Pelangi yang sedang asik bermain dengan boneka - bonekanya.
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1