
"Bunda sama ayah ke sini mau jemput Pelangi ya?"
"Iya dong."
"Jadi Pelangi hari ini bisa tidur bersama bunda lagi ya kan bun?"
"Iya sayang."
"Terus Pelangi bisa main lagi kan bun sama kak Bella."
"Iya sayangku."
"Yea.. yea.. yea.. Pelangi pulang."
Terlihat sangat jelas kebahagiaan yang ada di wajah Pelangi. Dirinya sangat girang melihat Kia dan Cleo yang menjemputnya itu.
Sedangkan Nindi yang masih menangis di kamar Pelangi karena ia tidak bisa melepas kepergian Pelangi dari rumah itu.
"Hisk... Hisk.. Hisk.. ibuk, a.. ku.. aku tidak bisa melepas Pelangi buk. Siapa yang akan menghiburku lagi nanti di sini."
"Nindi, kamu jangan menangis lagi. Hapus air matamu ini nak."
Nindi kemudian berdiri dan berlari menuju kamarnya. Dia sama sekali tidak mau mengantarkan Pelangi untuk pergi bersama Kia dan juga Cleo.
Selesai membereskan barang barang Pelangi, Dewi meminta tolong kepada Pembantunya untuk menurunkan barang barang Pelangi.
"Kia, ini semua barang milik Pelangi sudah ibuk siapkan di dalam koper - koper ini ya nak."
"Owh, iya buk. Terimakasih karena sudah menjaga Pelangi selama tinggal di sini. Saya minta maaf jika Pelangi banyak merepotkan ibu."
"Tidak nak, walau bagaimana pun, Pelangi adalah cucuku. Aku sama sekali tidak merasa di repot kan oleh peri kecil ini. Sebab Pelangi ini anak yang pintar. Iya kan sayang." Kata Dewi sambil memegang pipi manis Pelangi.
"Pelangi, sekarang kita pulang ya. Pamit dulu gih sama nenek."
Pelangi pun mendekati Dewi. Lalu Dewi duduk bertimpuh berhadapan dengan wajah Pelangi.
"Nenek, Pelangi mau pulang dulu ya." Ucap Pelangi dengan wajah polosnya.
"Ucap terimakasih dulu sama nenek nak." Pinta Kia kepada Pelangi.
"Nenek, terimakasih sudah menjaga Pelangi." Ucap Pelangi yang sepontan mengucapkan seperti itu.
Dewi tak kuasa menahan hatinya dan air matanya yang seakan akan tumpah.
"Nenek, nenek enggak boleh nanggis seperti ini ya. Pelangi janji, Pelangi akan sering main ke rumah nenek. Jadi nenek enggak boleh sedih ya. Pelangi juga sayang sekali sama nenek." Kata Pelangi sembari menghapus air mata Dewi yang saat itu keluar.
"Iya sayang, Pelangi enggak boleh nakal ya, harus jadi anak yang pintar dan baik hati. Apa lagi Pelangi harus nurut sama bunda ya. Jaga diri baik - baik sayang. Nenek pasti akan selalu merindukan Pelangi.
"Eeemmuuaaaaccchhhh..." ( Dewi Mencium kening Pelangi ).
"Baik nek. Siap." kata Pelangi dengan hati yang terlihat sangat bahagia.
"Buk, saya pamit dulu ya. Ibuk juga jaga diri baik - baik di rumah.
"Iya baik - baik nak."
"Mari buk,"
"Iya, iya, kalian hati - hati di jalan ya." Kata Dewi.
__ADS_1
"Baik buk. " Ucap Cleo.
Sedangkan dari atas Nindi melihat dan memperhatikan mereka. Di saat mereka akan melangkah menuju pintu keluar, Nindi segera berlari dan mendekati mereka. Ia memanggil Pelangi.
"Pelangi, " teriak Nindi dengan mata yang berkaca - kaca menahan air matanya.
Langkah mereka pun terhenti dan menoleh ke belakang.
"Tante, " jawab Pelangi.
"Pelangi, tante sangat menyayangimu sayan, tante pasti akan selalu merindukan kamu. Hisk.. hisk.. hisk.." kata Nindi yang memeluk tubuk Pelangi dengan membanjiri pipinya.
"Tante, Pelangi juga sangat sayang sama tante."
"Pelangi, kami jaga diri baik - baik ya. Harus jadi anak yang pintar. Jangan pernah lupakan nenek, tante dan om Akbar ya."
"Iya tante, nanti Pelangi pasti akan sering main ke sini kok tante. Jadi tante sama nenek enggak usah menangis lagi ya." Ucap Pelangi sembari menghapus air mata Nindi yang tumpah tak beraturan.
Kemudian Kia mendekati Nindi dan memegang bahunya yang sedang memeluk Pelangi itu.
"Nin, kamu tidak perlu khawatir dan sedih. Mungkin hubungan kita bisa terputus, tetapi untuk hubungan Pelangi dengan nenek, tante dan juga ayahnya tidak akan pernah berakhir. Pelangi akan sering main ke sini nanti."
"Hisk.. hisk.. hisk.." ( suara Nindi yang sesenggukan menanggis )
Dewi yang berdiri di belakang Nindi pun juga memberikan intonasi kepada Nindi.
"Sudah nak, bangunlah, biarkan mereka pergi."
"Eemmuucchhh.." kecupan dari bibir Nindi yang mendarat ke sumua titik wajah Pelangi.
Dengan berpura - pura tegar dia mengatakan kepada Pelangi.
"Iya, tante tahu kalau Pelangi ini anak yang baik dan pintar."
" Iya, Pelangi hati-hati di jalan ya." ucap Nindy.
" da.. da.. tante. "
Kemudian Cleo, Kia dan Pelangi pergi berjalan ke arah mobil mereka. Ketika itu Nindi dan juga Dewi di dalam rumah.
------
Di perjalanan akan pulang ke rumah, Kia dan Cleo berbicara mengenai keadaan Dewi dan juga Nindy.
" Aku sebenarnya kasihan juga kepada mereka mas, karena dulu aku pernah merasakan bagaimana ditinggal Pelangi. "
" Iya aku tahu, biarkan mereka merasakan apa yang dulu pernah mereka lakukan kepadamu. " ucap Cleo.
" berarti sekarang mereka semua sudah menerima apa yang dulu mereka lakukan kepadaku. huh, kasihan ya mas " kata Kia.
------
"Bunda aku senang sekali bisa kembali sama bunda dan ayah. Bunda, Bunda janji ya tidak akan meninggalkan Pelangi lagi. Pelangi takut kalau jauh dari Bunda lagi. "
" iya sayang, janji tidak akan meninggalkan Pelangi lagi. Bunda akan terus bersama Pelangi apapun yang terjadi."
" ayah Cleo, juga sayang sama Pelangi. " ucap Cleo.
Sesudah itu mereka semua pergi menuju rumah Nisa. Hati Kia begitu senang karena sudah bersama dengan pelangi lagi.
__ADS_1
" Akhirnya aku bisa kembali lagi hidup bersama anakku tercinta dan aku akan membangun rumah tanggaku dengan laki-laki yang baik seperti Mas Cleo. " gumam Kia dari dalam hatinya sembari menatap Cleo yang sedang menyetir.
" Kamu kenapa melihatku seperti itu Kia. Ada yang aneh kah dengan diriku? "tanya Cleo
" Eem, Enggak kok mas, aku hanya bersyukur kepada Tuhan karena telah bertemu laki-laki seperti kamu, laki yang baik, penyayang, dan selalu membantu aku. " sahut Kia.
" terus Selanjutnya apa yang akan kamu lakukan setelah ini? " tanya Cleo.
" aku dan juga Pelangi akan melanjutkan hidupku bersamamu Mas. " kata Kia.
"kalau begitu, ehem, kita akan menemui Ibuku dan aku akan melamarmu ya Kia dalam waktu dekat ini."
Kia hanya tersenyum dan memerah pipinya setelah mendengarkan Cleo mengatakan ingin melamarnya.
Sesampai di rumah Pelangi disambut oleh Nisa, Surya, Sinta dan Bella. Mereka begitu menantikan kehadiran Pelangi. Bella pun langsung mengajaknya untuk bermain bersama. Begitu pula dengan Nisa dan juga Surya mereka memeluk dan mencium Pelangi dengan penuh sayang dan juga Kerinduan yang selama ini mereka timbun.
" akhirnya kamu kembali lagi Pelangi. Bibi sangat merindukanmu. " kata Sinta dengan tersenyum kepada Pelangi.
Kemudian kehidupan Kia menjadi bahagia setelah dirinya Mengalami berbagai macam masalah atau kendala dihidupnya.
Cleo dan juga Kia menghabiskan waktunya untuk bermain dan juga menjaga Pelangi selama seminggu ini. Lalu Cleo mengajak Kia untuk menemui Riri ibunda dari Cleo. Sebab Cleo ingin meminta Restu untuk melamar Kia kepada ibundanya.
Sesampai di rumah Cleo, Cleo memanggil ibundanya untuk keluar dan menemuinya.
" Bunda, Ada hal penting yang akan Cleo bicarakan Kepada Bunda. " teriak CLeo kepada bundanya.
" iya, hal penting apa sih Cleo? Owh, ada nak Kia juga di sini? " tanya Bunda Cleo dengan ramahnya.
" ehem, Silahkan duduk dulu, " ujar Riri kepada mereka.
Kemudian mereka duduk di ruang tamu.
" gimana Cleo, apa yang akan kamu katakan kepada Bunda? "
" jadi begini Bun, Cleo Ingin Melamar Kia,"
" Jadi kalian serius untuk melanjutkan hubungan kalian ke pernikahan,"
" Iya tantetante, saya siap untuk menjadi istri mas Cleo. Tetapi saya juga menyadari status saya yang sekarang, apalagi saya sudah mempunyai satu anak. Itupun kalau tante merestui tentang hubungan kami."
" kalau Tante sih terserah Cleo, sebab yang akan menjalani adalah Cleo. Yang terpenting bagi tante, ketika kalian sudah menikah nanti, jangan ada kata cerai didalam rumah tangga kalian. Kalau bisa Apapun Yang Terjadi di dalam rumah tangga harus kalian lewati. Karena bagi tante, sebuah pernikahan itu Bukankah main - main." ucap Riri.
" Cleo serius bun ingin sekali melamar Kia. Kami saling mencintai satu sama lain. Cleo akan menerima keadaan Kia apapun itu. Cleo tidak perduli dengan status Kia."
" Baiklah kalau begitu. Bunda akan merestui hubungan kalian."
" sungguh Bun?" tanya Cleo.
" Iya Cleo, jika memang pilihan yang kamu pilih itu tepat, bunda akan mendukungmu. "
" Makasih ya Bunda, kemungkinan minggu ini aku akan melamarnya bun."
" kalau begitu bunda akan mempersiapkan semuanya."
" Terima kasih ya Tante karena sudah merestui hubungan kami. Maafkan saya, karena saya banyak kekurangan untuk anak tante."
" semua orang pasti mempunyai kekurangannya masing - masing, maka dari itu kekurangan seseorang akan ditutup oleh pasangannya sendiri."
Setelah mendengarkan Bunda Riri merestui hubungan mereka, hati Kia begitu sangat senang.
__ADS_1
Bersambubg..
❇️❇️❇️❇️❇️