Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
cerita


__ADS_3

Kia pergi menemui Cleo lagi. Di ruangan Cleo ternyata sudah ada beberapa pengacara Cleo yang akan menanggani kasus ini. Ia bertanya tentang pesiapan yang matang untuk menghadapi persidangan yang sebentar lagi akan di lakukan. Ia juga memohon kepada Cleo dan juga beberapa pengacaranya supaya semua berjalan dengan apa yang di inginkan.


Cleo juga mengatakan bahwa semua sudah Cleo pikirkan bersama pengacaranya. Dan ketika persidangan pertama di laksanakan semua akan baik - baik saja.


"Sudah, kamu tidak perlu menghawatirkan semuanya. Kita pasti bisa menghadapi semuai ini. Jadi kamu jangan terlalu cemas. Serahkan saja semua kepadaku. Aku janji, Pelangi akan tetap tinggal bersamamu selamanya. "


"Terimakasih ya mas, aku percayakan semua sama kamu. "


"Nanti dipersidangan mbak Kia menceritan saja apa adanya kepada hakim." Ucap pengacara itu.


"Baik pak, saya benar - benar mengharapkan semua akan segera usai. Dan Pelangi akan tetap bersama ku."


"Terimakasih ya mas, kamu sudah ikut berjuang demi aku dan Pelangi. Aku enggak tahu harus bilang gimana lagi atas semua kebaikan kamu mas."


"Jangan bicara seperti itu, semua yang aku lakukan ini demi orang yang aku sayang."


"Sekali lagi terimakasih banyak ya mas."


Selesai mereka bertemu, Kia pulang ke rumah. Kemudian Pelangi mengajak Kia untuk pergi ke rumah uti dan juga opanya. Karena Pelangi ingin bertemu dan bermain dengan Bella. Keluarga Kia belum mengetahui kalau persidangan pertama atas hak asuh anak akan berlangsung satu minggu lagi.


Mereka pergi ke rumah Nisa. Lalu di sana Pelangu dan juga Bella bermain bersama di ruang tv. Sedangkan Kia, Sinta, Nisa dan juga Surya mereka berbincang bincang di ruang tengah. Di sana Kia menceritakan semuanya.


"Pah, mah, dan kak sinta. Aku ingin ngasih tahu ke kalian kalau ancaman Akbar benar - benar dia lakukan. Dia ingin megambil alih hak asuh anak. "


"Apa?" Kata Sinta.


"Memang dia itu gila! Gak habis pikir aku sama dia." Ucap Surya.


"Minggu depan persidangan pertama akan di mulai. Dan Cleo sudah mencarikan pengacara yang profesional untuk aku mah, pah."


"Berarti kalian sudah merencanakan matang - matang untuk menghadapi mereka di persidangan nanti?" Tanya Nisa.


"Sudah, semua sudah di rencanakan oleh mas Cleo beserta rekan dan pengacaranya."


"Dia memang anak yang baik."


"Baik banget mah, apa lagi kalau sama Kia dan Pelangi tulus mencintai mereka. Tapi Kia yang masih belum bisa menerima dia.


"Pelan - pelan pasti bisa. Mamah tahu kalau sebenarnya di hati Kia sudah ada Cleo. Walaupun di bibirnya bilang tidak."

__ADS_1


"Sekarwng yang ada di pikiran Kia adalah Pelangi harus tetao hidup bersamaku. Aku juga belum memikirkan hal itu kak, Kia hanya ingin mereka tidak lagi mengganggu hidup Kia dan Pelangi. Doakan Kia ya mah, pah supaya persidangan besok ini bisa secepatnya selesai dna hak asuh jatuh kepada Kia."


"Pasti nak, "


"Kamu harus kuat, dan kamu harus yakin ya dek."


"Mama yakin kamu bisa melewatkan ini semua."


"Emm, Kia."


"Iya, kenapa pah?"


"Papah hanya ingin berpesan kepada kamu. Setelah semua ini usai jangan pernah kamu kecewakan Cleo gang sudah berjuang selama ini untuk membantu kamu."


"Iya pah, Kia tahu."


"Tapi aku tidak akan menerima semua ini. Aku tidak ingin kamu di perlakukan seenaknya sama mereka. Kami harus memenangkan semuanya dek.


"Pastinya kak, aku tidak bisa hidup tanpa Pelangi."


Kia mengerti maksud yang di katakan oleh Surya tadi. Surya menginginkan setelah persidangan ini berakhir Kia harus bisa menerima Cleo untuk mendampingi dirinya. Agar mereka ada yang melindunginya.


----------


Setelah Kia menceritakan semuanya. Sinta langsung menuju ke rumah Akbar. Sebab dirinya tidak terima adiknya selalu di buat menderita oleh Akbar.


Tak lama dia sampai di rumah Akbar. Ia sama seki tidak takut jika dirinya akan di caci maki oleh keluarga Akbar.


"Hey Akbar. Keluarlah! Pengecut!


Keluarlah akbar dari rumah dan membuka pintu deoan runah.


"Apa lagi mau kamu? Kemarin adiknya sekarang kakaknya.


"Aku ke sini untuk ngingetin kamu ya Akbar. Semua yang kamu lakukan akan sia - sia. Ingat dia memang darah dagingmu, anak kandungmu.


Kamu tidak mempunyai hak atas semuanya. Dan yang perlu kamu tahu. Setelah semuanya ini akan berakhir, kamu akan menyesal. Tidak akan lagi seumur hidup kamu bisa bertemu anakmu. Ingat itu camkan baik - baik."


Lalu Sinta berjalan keluar pergi meninggalkan rumah itu. Namun ternyata Nindi merekam semua ynag di katakan oleh Sinta. Karena Nindi ingin semua yang di ucapkan untuk bukti di persidangan nanti.

__ADS_1


Waktu untuk persidangan semakin lama semakin dekat, bukti - bukti telah Akbar kumpulkan untuk memperkuat laporannya. Dia, Nindi, beserta pengacaranya sudah mempersiapkan semuanya.


Nindi meminta Akbar untuk bertemu dengan Kia dan memancing omongan tentang dirinya mengakui Pelangi adalah anak Akbar. Ia mendatangi kantor Kia, lalu ia meminta scitity untuk memanggil Kia. Beberapa menit kemudian Kia keluar menemui Akbar.


"Ada perlu apa lagi kamu ke sini?"


"Kia, aku minta maaf atas apa yang telah aku perbuat."


"Untuk apa?! Bukan kah kamu memulai ini semua?"


"Aku melakukan ini semua hanya ingin bisa bertemu dengan Pelangi."


"Mas, aku kasih tahu ya. Percuma kamu memohon merengek dan berbuat seperti ini kepadaku ingat mas, aku tidak akan tinggal diam. Selama aku masih hidup aku tidak akan melepaskan Pelangi begitu saja. Memang kamu ayah kandungnya, aku akui dia memang darah daging kamu. Tapi aku mengandung dan melahirkan seorang diri tanpa ada kamu. Aku merawat dan membesarkan Pelangi seorang diri."


"Tapi..."


"Sudah lah. Aku mau kamu pergi dari sini. Masih banyak pekerjaan yang aku kerjakan. Permisi."


Kia pun pergi meninggalkan Akbar. Selama itu dirinya sengaja mencoba merekam semua yang Kia katakan adalah salah satu bukti untuk di bawa ke pengadilan nanti.


------


"Aku menyesal sekali memberitahukan mereka bahwa Pelangi anak kandung Akbar, apa lagi aku menyesal telah memberikan hasil lab kepada mereka. Pasti semua itu akan di jadikan bukti untu mereka."


"Sudahlah, tidak udah menyesali semua yang sudah terjadi. Sekarang kita berfikir ke depan untuk menghadapi mereka di persidangan nanti. Yang pasti kita tidak boleh kalah dari mereka. Ingat kamu harus optimis. Kita semua utukmu dan selalu mendukungmu."


"Iya mas Cleo. Aku bersyukur bisa bertemu kamu. Sekali lagi terimakasih ya."


"Iya.."


Beberapa haripun berlalu. Kini persidangan pertama sudah ada di depan mata. Malam itu, dirinya menemani Putri kecilnya yang sedang tertidur lelep. Ia memandangi raut wajah lugu anak kecil itu, di belailah rambutnya yang lurus membentang di kepalany, dengan warna rambut yang hitam berkilau.


"Kamu cantik sekali nak," ucapnya dari dalam hati.


Kemudian ia mulai melihat bulu matanya yang lentik berjejer di kelopak mata putrinya, hidung yang mancung, pipinya yang cabi dan mulutnya yang munggil membut Kia semakin tidak bisa melepaskan gengaman pelukan hangat untuk putrinya itu.


"Putri kecilku. Selama bunda masih hidup, bunda berjanji akan selalu menjagamu nak. Sebentar lagi bunda akan menghadapi persidangan yang ayahmu inginkan. Bunda sangat berharap, bunda bisa memenangkan semuanya. Dan bunda ingin Pelangi tetap tidur di samping bunda sepeeti ini. Bunda akan terus berjuang untukmu nak. Doakan bunda supaya bunda bisa melawan dan melewati ini semua nak." Ucap Kia sambil mengecup putrinya yang tertidur lelap.


Bersambung...

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2