Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Pelangi menangis


__ADS_3

"Hust.. kamu jangan bilang gitu dong ya. Kamu harus kuat, aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semua Kay. Kamu enggak boleh nyerah, kamu harus optimis, dan enggak boleh pesimis ya, Kay."


 


"Terima kasih ya Kia, aku baru sadar kalau kamu memang orang yang sangat baik. Aku menyesal karena sudah salah menilaimu selama ini. Aku juga mau minta maaf sama kamu Cleo. Aku tahu banyak kesalahan yang sudah aku perbuat sama kamu dan Kia."


 


"Tenang saja, aku dan istriku sudah memaafkan semua perbuatan kamu. Jadi sekarang kamu fokus sama penyakitmu itu. Jangan pernah menyerah sama semua keadaan. Sebab di situlah kita bisa tau dan bisa memetik sebuah pembelajaran untuk hidup kita sendiri Kay." Kata Cleo


 


"Iya, aku tahu itu. Aku sadar kalau aku sudah mendapatkan sebuah karma dari perbuatan ku sendiri karena aku sudah membuat istrimu menderita. Jadi sekarang aku bisa tahu bagaimana rasanya di sepelekan orang dan di injak injak oleh orang lain." Kata Kayla.


 


"Sudah kita tidak perlu membicarakan itu lagi ya. Yang terpenting sekarang kita sudah saling maaf memaafkan. Jadi aku harap kamu juga bisa fokus sama keadaamu ya Kay, biar kamu bisa cepet sembuh. Aku sangat berharap kamu bisa kembali ceria seperti dulu." Ucap Kia sambil memegang bahu Kayla.


 


"Iya Kia, sekarang aku sudah bisa tenang. Dan ketika sudah tiba waktunya nanti di saat aku akan pergi untuk tidur selama - lamanya aku sudah tidak lagi mempunyai beban. Aku sangat bahagia karena kalian sudah mau memaafkan sikap aku." Ucap Kayla dengan raut wajah yang terlihat sedih.


 


"Heh! Jagan bilang gitu dong, kamu harus yakin kalau kamu bisa. Ya. Sekarang coba senyum. Jelek tahu kalau lihat kamu harus cemberut gitu. kayla jangan pantang menyerah. Pokoknya kamu harus semangat terus ya." Cakap Kia yang memberikan semangat kepada Kayla.


 


Kayla pun hanya tersenyum kepada Kia dan juga Cleo. Kemudian dirinya juga melihat Pelangi yang sedang di gendong oleh Cleo, sejak awal masuk Pelangi memang sama sekali tidak mau melihat Kayla. 


 


"Pelangi?" Kata Kayla yang menyapa Pelangi sambil mencolek tubuhnya.


 


"Sayang, berikan salam sama tante Kayla." Pinta Kia kepada putri kecilnya itu dengan mengusap - usap rambut Pelangi.

__ADS_1


 


"Enggak mau bun." Ucap Pelangi yang menempelkan pipinya ke pundak Cleo karena dia tidak ingin melihat Kayla.


 


"Loh kok gitu? Kamu kenapa Pelangi? Ini tante Kayla loh nak." Tanya Kia lagi sembari mengusap - usap bahu belakang Pelangi."


"Iya sayang, sini sama tante Kayla." Pinta Kayla.


 


Namun, disaat itu pelangi sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Kia. Tiba - tiba Pelangi menangis menjerit ketakutan dan seisi kamar yang saat itu sedang berada di dalam kamar bingung dengan sikap dan juga perilaku Pelangi. 


 


Cleo yang masih berdiri dengan posisi yang saat itu sedang menggendong Pelangi langsung mencoba menenangkan Pelangi. Akan tetapi Pelangi tidak berhenti menangis. Seisi ruangan pun sama sekali tidak bisa membujuk atau mencoba menenangkannya. 


 


Kemudian Kia mencoba mengambil alih Pelangi yang saat itu masih di gendong Cleo. 


 


 


Kemudian Pelangi di bawa oleh Kia keluar dari kamar Kayla. Dewi yang melihat cucunya menangis ketakutan, ia langsung saja pergi berlari menghampiri Kia dan juga Pelangi di luar kamar Kayla. kemudian Ia mencoba menolong Kia untuk mengendong dan memeluk erat cucunya itu.


 


"kamu takut sama siapa sih sayang?” tanya Dewi kepada cucunya itu sembari memeluk erat cucunya.


 


Namun, Pelangi masih saja menangis. Mereka semua yang saat itu sedang berada di dalam kamar Kayla keluar untuk mengetahui kalau Pelangi baik – baik saja. rasa ketakutan Pelangi sangat bertambah di saat Kayla juga ikut keluar dengan mengunakan kursi rodanya.


“Pelangi, kamu kenapa sayang?” tanya Kayla sambil mendorong kursi rodanya mendekati Pelangi.

__ADS_1


Akan tetapi Pelangi justru berlari ke arah Kia.


“Bunda, Pelangi takut sama dia.” Ucap Pelangi sambil menuding ke arah Kayla.


“Kenapa takut sayang. Dia tante Kayla. Pelangi masa lupa?”


“Bukan, dia bukan tante Kayla. sebab tante Kayla dulu sangat cantik dan tidak menyeramkan seperti sekarang.” Ucap Pelangi yang masih polosnya.


Lalu semua mata yang saat itu sedang berada di sana seketika melihat ke arah Kayla sebab semua tidak menyangka kalau Pelangi akan berkata seperti itu. Ketika Pelangi mengatakan seperti itu, Kayla merasa bahwa dirinya memang sudah sangat tidak berguna lagi. Hatinya pun kembali merasakan hancur dengan ucapan polos yang keluar dari mulut bocah mungil itu.


“Ehh, Pelangi kok berkata seperti itu? kenapa sayang? Ini tante Kayla yang dulu pernah bermain bersama Pelangi saat di mall.”


“Bukan bunda, dia sangat menyeramkan.” Ucap Pelangi lagi.


Kayla menyadari bahwa dirinya memang sudah sangat jelek dan menakutkan. Wajahnya pun terlihat tua, banyak Kriput. Kemudian ia berpikir dan membenarkan semua yang pernah Nindi katakan kepada Kayla beberapa hari lalu.


“Baiklah tante akan Pergi dari sini sayang. Supaya pelangi tidak takut lagi melihat wajah tante dan Pelangi jangan menangis lagi ya. Sekarang Pelangi diem, tante akan masuk ke dalam kamar tante saja tante janji sama Pelangi tidak akan memperlihatkan wajah tante yang menyeramkan ini sayang.” Ucap Kayla sambil memutar ban kursi rodannya itu sendri.


Tanpa Kayla sadari sebuah air mata jatuh lagi menumpahi pipi Kayla dan membasahinya. Dia masuk kedalam kamar sambil meneteskan air matanya yang tidak kuasa menangis usai  mendengar ucapan Pelangi yang polos itu tadi.


“Kay, kay. Tunggu Kay..” panggil Kia sambil mengeret tangan Kayla saat ia akan masuk ke dalam kamarnya.


“Emm... maafkan anak aku ya Kay. Aku jadi tidak enak sama kamu dengan ucapan Pelangi tadi. Sebab aku ” Kata Kia yang meminta maaf kepada Kayla.


“Iya sudahlah, jangan kamu pikirkan lagi tentang ku Kia. Aku baik – baik saja. aku tahu kok memang benar apa yang telah di ucapkan Pelangi tadi.” Ucap Kayla


Raut wajahnya pun sangat terlihat kecewa.


“Pelangi takut melihat ku? Apakah wajahku memang sangat seseram itu? sampai – sampai anak kecil seusia Pelangi ketakutan melihatku sekarang. Apa yang di katakan Pelangi itu benar. Wajahku kini teihat begitu menyeramkan. Mataku sudah terlihat cekung dan bawah mata seperti mata panda. Tubuhku hanya tinggal seprti tengkorak. Rambutku sudah habis." Gumamnya dari dalam hati.


Karena Perkataan Pelangi tadi membuat Kia dab Cleo tidak enak kepada Kayla dan yang lainnya, mereka berpamitan mau pulang. 


"Tante, aku mau pamit pulang dulu. Aku minta maaf soal omongan Pelangi tadi."


"Iya enggaK apa apa kok nak. Tante sangat berterima kasih ya sama kamu, karena kalian sudah mau ke sini untuk mengunjungi Kayla."


Bersambung....

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2