Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Akbar


__ADS_3

Waktu terus berputar hingga cahaya matahari sudah menyinari muka bumi ini. Kia semalaman tidur di luar karena menanti nanti kepulangan akbar yang pergi dengan membawa hati yang marah, namun akbar tak kunjung kembali pulang.


Kia terbangun dari kursi lalu memegang handphone untuk menanti sebuah pesan atau panggilan dari akbar, tapi tidak ada pesan masuk dan panggilan masuk satupun darinya. Kia melihat kembali handphonenya untuk mengetahui sudah jam berapa sekarang.


Waktu menunjukan pukul tujuh pagi, ia menelfone akbar yang tak ada kabar dan belum juga pulang.


Namun, handphone akbar saat itu di non aktifkan. Kia merasa khawatir dengan akbar. Terlintas di pikiran kia, ia akan pergi ke kantor untuk mengecek apakah akbar tidur di kantor atau ia sudah berangkat kerja.


Kia langsung berdiri dan meninggalkan kursi yang telah menemaninya semalaman itu saat ia tertidur di luar.


Beberapa jam kemudian kia datang ke kantor tempat kerja akbar, ia bertanya dibagian resepsionis di kantor tersebut.


"Permisi mbak, "


"Iya ibu, ada yang bisa kami bantu ?" Tanya resepsionis itu kepada kia.


"Mbak saya bisa ke ruanganya bapak akbar ?"


"Maaf untuk tamu silahkan duduk di ruang tunggu di sebelah barat mbak, nanti biara saya panggilkan bapak akbar untuk menemui ibu."


"Owh, baik mbak saya akan menunggu bapak akbar di sana saja. "


"Maaf, dengan ibu siapa ?"


"Saya istrinya bapak akbar mbak."


"Baiklah kalau begitu saya akan panggilkan ya bu."


"Iya mbak, terimakasih."


Menunggulah kia di ruang tunggu khusus tamu. Tak lama kia duduk, resepsionis menghampirinya. Resepsionis itu mengatakan bahwa akbar tidak berangkat kerja hari ini, beliau ijin karena sedang sakit. Selesai mendengarkan kabar dari resepsionisnya itu, kia langsung pergi meninggalkan kantor tempat akbar bekerja dan kembali pulang ke rumah. Kia bertanya tanya di dalam hatinya.


"Kemana kamu mas, sampai sekarang tidak memberikan kabar apapun. Di kantor kamu juga tidak ada. Kata resepsionisnya kamu sakit. Aku menghawatirkan kamu mas, cepatlah pulang. Atau mas akbar tidur di tempat ibuk ya ?" Kata kia dalam hatinya dengan raut resah dan gelisah .

__ADS_1


Sesampai di rumah ia menelfone mertuanya.


"Hallo ,ibuk,"


"Apa?!"


"Ibuk , apakah mas akbar sedang tidur di rumah ibuk ?"


"Tidur di sini ! Kalian sedang bertegkar ? "


"Iya buk, kemarin aku melihat mas akbar dengan wanita lain, aku bertanya dia siapa. Tetapi mas akbar tidak mau menjelaskan dia justru marah marah kepadaku buk. Dari kemarin malam mas akbar tidak mengabariku. Dan saya cari di kantor dia ijin karena sakit. Apakah mas akbar sedang tidur di tempat ibu ? "


"Ya syukur deh kalau akbar udah sadar."


"Maksut ibuk ? "


"Iya , syukur kalau akbar sudah punya wanita lain. Berarti akbar sudah sadar kalau kamu itu memang tidak bisa menguntungkan."


"Ibuk," ujar kia dengan nada seperti akan meanggis.


Tot tot tot....


Tiba tiba telfone terputus karena dewi mematikannya begitu saja. Bukan informasi bahagia yang kia dapat dari mertuanya namun, rasa sakit hati yang semakin mendalam kepada kelakuan ibuk mertuanya itu.


√√√


Kayla bangun dan merapikan semuanya yang telah ia lakukan bersama akbar semalaman. Ia bergegas untuk membersihkan tubuhnya. Tak lama ia membangunkan akbar untuk mengajak sarapan.


"Mas ," ujar kayla.


"Iya, " kata akbar, setengah sadar sambil melihat ke arah sekitarnya bahwa ia sedang tidur di rumah kayla.


"Sudah siang. " Sambil memberikan sehelai handuk kepada akbar.

__ADS_1


"Iya kay, terimakasih." Akbar terbangun dan berdiri di samping tempat tidur.


"Kamu mandi dulu. "


"Iya, iya." Kata akbar sambil menutupi bagian bawahnya dengan handuk yang di berikan oleh kayla.


Selesai mandi mereka pergi keluar untuk mencari sarapan.


"Kay,"


"Iya mas,"


"Soal tadi malam." katanya sambil menyetir mobil.


"Terimakasih mas." Dengan tersenyum kepada akbar .


"Kenapa berterimakasih kepadaku? Kenapa kamu tidak marah kepadaku kay."


"Karena aku sudah membuktikan bahwa aku mencintaimu mas. Aku tidak bisa berbohong soal itu."


Akbar hanya terdiam setelah mendengarkan ucapan kayla. Ia merasa heran dengan perkataan kayla. Kenapa kayla begitu mencintai dirinya dengan membuktikan cintanya dan rela untuk memberikan tubuhnya kepada akbar.


"Apakah kamu benar benar mencintaiku kay ?"


"Kenapa kamu bertanya seperti itu ? Kamu belum mempercayaiku mas ?"


"Bukan , bukan itu maksdut ku, kamu tahu sendiri kan aku masih mempunyai status dengan kia ? "


"Aku tidak ke beratan dengan status kamu mas, karena rasa cinta itu datang tanpa di sengaja. Sekarang tinggal keputusan kamu. Apakah kamu juga mau menerimaku mas ?" Ucap kayla..


"Aku akan mengakhiri semuanya. Sejujurnya aku tidak ingin menyakiti hati semuanya. Tetapi..."


"Aku akan menunggu mas, tenanglah. "

__ADS_1


"Terimakasih karena kamu tidak membebaniku kay." Ucapnya.


Akbar hanya terdiam, karena ia merasa dirinya sudah menjadi penghinat di tali pernikahannya. Ia juga merasa bersalah kepada kia. Ia ingin melepaskan statusnya bersama kia. Karena ia tidak ingin lebih lama lagi menyakiti hatinya.


__ADS_2