Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Bertemu Dewi


__ADS_3

Ke esokan harinya. Sinta datang ke rumah kia. Ia mengajak Kia pergi ke rumah mertuanya. Perasaan Sinta sudah sangat marah kepada Dewi. Ia ingin serega cepat - cepat sampai di kediaman Dewi.


Setelah beberapa jam mereka sampai di rumah Dewi. Sinta turun dari mobil dan berjalan menuju pintu gerbang rumah Dewi. Ia memencet mencet tombol bel pintu. Namun tidak ada satupun yang keluar dari rumah itu. Sinta bertanya kepada tetangganya sebelah, dimana Dewi? Namun tetangga Dewi mengatakan bahwa ia pergi sejak kemarin sore bersama anak laki - lakinya.


Akhirnya Sinta dan Kia pergi ke arah mobil. Mereka masuk ke dalam mobi yang terparkir di samping pintu gerbang rumah Dewi.


"Sudahlah kak. Mari kita pulang saja."


"Sebebtar ya dek. Kita tunggu beberapa menit. Siapa tahu mereka pulang."


Akhirya mereka menunggu kurang lebih setengah jam di dalam mobil. Ketika sinta menghidupkan mobilnya terlihat dari arah berlawanan ada mobil akbar yang datang.


"Kak sebentar kak. Itu mobil mas Akbar kak."


"Owh, iya. Kita tunggu saja."


Mobil Akbar berhenti. Mereka turun dari dalam mobil. Sinta keluar dan memanggil Akbar. Sinta berlari mendekati Akbar. Akbar berhenti dan melihat ke arah Sinta.

__ADS_1


"Mbak Sinta."


PPPLLLAAAAAKKKKKK !!


"Mbak, apa apaan ini." Kata Akbar sambil memegang pipinya yang memerah karena tamparan dari Sinta.


Ketika Akbar di tampar oleh Sinta, Dewi melihat dari dalam mobil dan bergegas keluar dari dalam mobil.


"Heh! Apa apaan kamu menampar anakku! Dasar wanita gila!" Teriak Dewi sambil menuding nuding ke wajah Sinta.


"Kamu tuh ya laki - laki brengsek tahu! Itu pembalasan karena kamu pernah menampar adikku." Ucap Sinta dengan sangat emosi.


"Kamu masih berani bertanya kepadaku?! Kamu sudah berbuat apa kepada Kia?! Hem! Apa maksud kamu menceraikan dia?!"


"Owh, jadi wanita ini yang sudah membawamu ke mari dan kamu berani beraninya menampar anakku ini. Heh wanita gila! Tanya saja dengan adikmu itu! Adikmu itu wanita yang tidak berguna tahu kamu! Dia itu tidak bisa membahagiakan Akbar." Ucap Dewi sambil melotot dan menuding nuding telunjutnya ke arah wajah Kia yang sedang berada di samping Sinta.


"Heh! Orang tua yang bodoh! Kamu ini ya jadi wanita dan seorang ibu tapi tidak mempunyai hati nurani. Ingat umur kamu sudah tua. " Ucap Sinta dengan membalas perkataan Dewi.

__ADS_1


"Kak, sudah dong, malu di lihat tetangga. Kita bisa bicarakan semua ini dengan baik baik di dalam rumah." Kata Kayla yang berdiri memegangi tangan Akbar.


"Hey kamu siapa? Enggak usah ikut campur." Ucap Sinta.


"Biarkan dia ikut campur karena dia adalah calon menantu baruku."


"Apa?!" Sahut Kia.


"Hey, nenek tua, kamu ini benar benar tidak mempunyai hati ya! Jadi kamu sengaja membuat Kia dan Akbar berpisah supaya anakmu bisa menikahi wanita lain?! " Ucap Sinta.


"Tega kamu mas." Kata kia.


"Iya, saya tidak suka dengan menantu yang tidak berguna. Untuk apa Akbar susah payah menafkahi wanita yang tidak bisa memberikan dia anak."


"Jaga ya omongan mu! Jangan asal bicara kamu jadi orang tua! Kia ini sekarang sedang mengandung anak Akbar. Cucumu sendiri!"


"Apa kamu bilang cucu ku? Aku enggak akan percaya dengan kata kata kalian. Apa lagi menganggap bayi yang di kandung dia itu cucuku. Bisa saja anak yang Kia kandung adalah anak dari laki - laki lain. Buktinya kenapa saat Akbar meminta berpisah dia baru hamil. Ya karna dia tidak mau di tinggalkan oleh Akbar."

__ADS_1


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2