
“Udah Ay, turunin aku. Malu tahu sama bunda.”
“Malu kenapa, kita kan udah nikah. Sekarang kamu tidur dan beristirahatlah. Aku kan berangkat kerja. Kalau kamu ada apa – apa langsung hubungi aku ya sayang. Eemmuuaacchhh...” ucap Cleo sembari membaringkan tubuh Kia di atas tempat tidur mereka.
Cleo kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh Kia.
“Iya, terimakasih sayang. Hati – hati ya berangkat kerjanya Ay.”
Cleo kemudian pergi berangkat kerja.
“Sepertinya Kia sedang hamil. Aku nanti akan coba ajak dia periksa ke dokter kandungan, kalau dia sudah agak enakan. Semoga saja dia hamil. Biar pelangi bisa ada teman di rumah.” Gumam Riri dari dalam hatinya.
Beberapa jam kemudian Pelangi berlari dan masuk begitu saja ke dalam kamar Kia.
“Bunda. Bunda.” Panggil Pelangi membangunkan Kia.
Kia pun terbangun dari tidurnya karena Pelangi sudah membangunkannya.
“Ada apa sayang?”
“Bunda sakit ya?”
“Emm... maaf nyonya, tadi sedang saya tinggal meletakan piring di dapur, ternyata bos kecil mengganggu anda. Pelangi main sama bibik yuk, biar bunda istirahat dulu.”
“Enggak mau mbak, Pelangi mau di sini bermain sama bunda.” Ucap Pelangi sambil memainkan boneka berbynya.
“Enggak apa – apa kok mbak. Biar Pelangi disini saja. mbak, tolong bawakan buku gambar sama crayon ke sini ya mbak. Biar Pelangi mewarnai.
“Baik nyonya.
Akhirnya Kia menemani Pelangi bermain di kamarnya itu. sakit kepala Kia kini sudah mulai membaik.
“Mbak di mana Pelangi?”
“bos kecil sedang berada di kamar tuan muda nyonya. Ada apa nyonya?
“Owh, baiklah, aku akan ke sana saja.”
Lalu Riri berjalan menuju kamar Kia.
“Pelangi.” Teriak Riri.
“Tuh, Pelangi di panggil nenek.
“Ada apa nek?”
“Ih, ternyata kamu di sini. Dari tadi nenek sudah mencari kamu ke mana – mana tahu. Ternyata kamu di kamar bunda.”
“Pelangi sedang mewarnai di sini nek. Lihat nek baguskan?”
“Iya bagus banget. Pelangi memang anak pintar. Lanjutin mewarnainya ya sayang.”
“Iya nek.”
“Kia, gimana badan kamu sudah enakan belum badanya?”
“Iya bun, ini sudah agak mendingan.”
“Gimana bun? Ada yang bisa Kia bantu?”
“Tidak ada apa – apa kok nak. Bunda curiga, kayaknya kamu hamil?” ucap Riri.
“Kurang tahu juga aku bun. Aku belum tespek juga sih bun.”
“Coba nanti sore kita pergi ke rumah sakit. Bunda temani kamu dan kita lihat hasilnya.”
“Iya bun. Boleh juga.”
Dan sore harinya itu, mereka pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan Kia. Tak lama setelah dokter selesai memeriksa Kia. Dokter mengatakan kalau Kia positif hamil. Umur kandungannya kini sedang berjalan lima minggu. Setelah Riri mendengarkan kabar dari dokter itu, hati Riri sangat senang sekali. Akhirnya dia bisa juga menimang cucu dari Cleo. Riri begitu sangat bahagia. Ia tidak percaya dengan apa yang telah di dengarnya tadi.
“Gimana dok hasilnya?” tanya Riri.
“Selamat ya bu, ternyata menantu ibu positif hamil. Dan saat ini umur janin berjalan lima minggu,”
“Apa dok? Apakah ini sungguh – sungguh?”
“Iya bu.”
“Kia kamu hamil nak. Benarkan dugaan bunda.”
Kia hanya tersenyum sembari tangannya mengelus – elus perutnya itu.
“Akhirnya Pelangi akan mendapatkan adik. Cleo pasti sangat senang setelah mendengar kabar ini.”
“Tapi saya minta, ibu Kia jangan terlalu capek dan banyak pikiran ya. Sebab umur kandungannya masih sangat muda. Jadi harus berhati – hati. Satu lagi, harus rajin minum vitamin ya bun.”
“Iya dokter, terimakasih banyak.”
Kia dan Riri kemudian keluar dari ruang dokter kandungan itu. saat mereka jalan bersama menuju ke tempat parkir mobil. Riri mengatakan kalau dirinya sudah tidak sabar ingin memberikan kabar gembira ini ke Cleo. Namun, Kia melarang Riri untuk memberikan kabar itu.
__ADS_1
“Ih, bener deh Kia, bunda udah enggak sabar ingin sekali memberikan kabar bahagia ini ke Cleo.” Ucap Riri dengan begitu bahagia.
“Tapi bun, Menurut Kia lebih baik kita tidak usah memberitahukan kabar ini kepada mas Cleo dulu deh bun.”
“Maksud kamu apa? Kok kamu melarang bunda.”
“Jadi gini bun, gimana kalau kita kasih tahunya waktu mas Cleo ulang tahun saja. biar jadi kejutan buat dia. Lagi pula seminggu lagi mas Cleo Ulang tahun bun. Gimana?”
“Ide yang bagus. Boleh, boleh juga itu nak.” Ucap Riri.
Tak lama mereka pun sampai rumah. Lalu Pelangi menyambut mereka dengan memeluk.
“Pelangi, nenek hari ini senang sekali.”
“Kenapa nek?” tanya Pelangi dengan polosnya.
Berhubung rencana untuk memberikan kabar bahagia ini kepada Cleo akan mereka katakan saat ulang tahunnya. Kia meminta Riri untuk tidak menceritakan semuanya kepada Pelangi. Sebab, Pelangi akan memberi tahukan kepada Cleo.
**
Seminggu berlalu, harfi bahagia Cleo tiba. Di mana di hari itu dia berulang tahun. Kia memberikan sebuah kejutan kecil untuk suaminya. Kia juga menata atau menghiasi ruang tengah untuk menyambut kedatangan suaminya yang pulang dari kerja. Kia, Riri dan juga Pelangi susah payah membuatkan kue ulang tahun untuk Cleo.
Malam itu waktu menunjukan jam pulang kerja Cleo, semua pernak pernik aksesoris ulang tahun yang dirancang sudah tertata dengan rapi. Kemudian mereka hanya tinggal menunggu Cleo pulang. Dan lampu – lampu rumah sengaja tidak di hidupkan oleh mereka. Pelangi juga di minta untuk tidak berisik.
“Semua sudah siap. Sekarang kita tinggal menunggu Cleo pulang. Yuk kita sembunyi.” Pinta Riri.
“Iya bun. Aku jadi enggak sabar mau ngasih kabar bahagia ini sama mas Cleo.”
Kia dan Riri lalu tersenyum bersama.
“Pelangi sayang, nanti kita akan kasih Ayah kejutan, jadi Pelangi jangan berisik ya? kita nanti aku akan bersembunyi di belakang sana ya.” pinta Kia kepada Pelangi.
“Iya bun.”
Tin..
“Tuh Cleo sudah pulang, yuk semuanya siap – siap ya.” pinta Riri.
Lalu mereka bersembunyi dan lampu rumah sengaja mereka matikan semua sehingga membuat gelap gulita.
Suara mobil dari depan rumah sudah terdengar, security yang menjaga rumah Riri sudah membukakan pintu gerbang. Tak lama Cleo masuk ke dalam rumah, di saat dirinya masuk, ia terlihat sangat ke bingungan karena semua terlihat gelap dan sepi. Cleo berjalan perlahan lahan dan tangannya meraba – raba dinding mencari saklar karena ia akan menghidupkan lampu rumahnya itu.
Ketika lampu rumah itu sudah menyala, mereka semua berteriak HAPPY BIRTHDAY. Asisten rumah tangga dan juga security yang baru saja membukakan pintu gerbang itu langsung meniup terompet untuk memeriahkan kejutan yang telah disiapkan oleh Kia.
“Astaga,” ucap Cleo yang terkejut.
“Terima kasih ya bun. Serius aku enggak terkejut banget sama semua ini. Aku kira di rumah ada apa – apa. Karena rumah terlihat gelap gulita.”
“Semua ini memang rencana aku dan bunda mas.”
“Terima kasih ya sayang. Eemuuaacchh...” ucap Cleo sembari mengecup kening Kia.
“Ayah. Selamat ulang tahun ya.” Ucap Pelangi dengan polosnya dan Cleo mencium ke dua Pipi Pelangi.
Ketika Pelangi memberikan selamat kepada Cleo, kemudian Cleo langsung menggendong Pelangi, dan mereka berjalan menuju ke arah kue ulang tahun yang sudah di siapkan.
“Jujur aku lupa kalau ini adalah hari ulang tahun ku. Sekali lagi terima kasih ya bunda, Kia, dan peri kecil ku ini.” Kata Cleo sembari mencubit kecil hidung pelangi yang sedang dia gendong.
Kia langsung menghidupkan api di lilin – lilin kecil yang sudah terpasang di kue ulang tahun itu.
“Sama – sama sayang. Mungkin ini hanyalah kejutan kecil yang bisa kami berikan kepadamu.”
“Ah bunda, ini itu spesial sekali menurutku.”
“Ya udah, sekarang kamu tiup lilinnya ya mas. Tapi sebelumnya kamu make a wish dulu dong.”
“Iya yah, ayah harus minta adik untuk Pelangi ya.” Sahut Pelangi dengan begitu polosnya.
“Dasar anak ayah. Oke bos kecil. Ayah akan minta adik kecil untuk Pelangi ya.”
“Yea. Makasih ayah.” Ucap Pelangi lagi.
Kemudian semua yang sedang berdiri di sana tertawa mendengarkan apa yang Pelangi ucapkan. Setelah lilin ditiupkan oleh Cleo kemudian Cleo memotong kue ulang tahun itu. Pertama kali potongan kue ulang tahun itu Cleo berikan kepada Riri ibundanya yang selama ini telah membesarkan dan merawat dirinya.
“Potongan pertama untuk bunda dulu. (sembari memberikan kue itu kepada Riri). Bun, terimakasih ya bun, karena bunda sudah susah payah membesarkan dan juga menjaga aku sampai sekarang.” Ucap Cleo.
“Sama – sama sayang, doa bunda untuk kamu, semoga hidup kamu bahagia terus, sehat terus, tambah umurnya, dan yang menjadi keinginan kamu selalu Tuhan berikan atau kamu dapatkan ya sayang. Aamiin.”
“Aaminn.” Ucap semua yang saat itu sedang merayakan ulang tahun Cleo.
Selesai memberikan kue itu, kemudian Cleo memotong kue lagi. Dan potongan kue ke dua itu, ia berikan kepada istri tercintanya. Di lanjut potongan kue ke tida yang akan dia berikan ke Pelangi.
Selesai memotong kue untuk keluarganya , kemudian kue itu di berikan kepada beberapa asisten rumah tangga, baby sitter, security, dan juga supir pribadi Cleo. Mereka semua begitu menikmati hidangan yang sudah di siapkan itu. terlihat di raut wajah mereka yang begitu sangat bahagia.
Di tengah – tengah mereka menyantap hidangan itu, Riri memberika kado untuk putra tunggalnya itu.
“Sayang, ini kado dari bunda. Pasti kamu suka.”
__ADS_1
“Apa ini bun?”
“Ya lihat aja.”
Cleo kemudian membuka isi kado itu, ternyata Riri membelikan dompet bermerk yang sangat mahal untuk Cleo.
“Ya ampun bun. Ini kan mahal sekali dompetnya. Kapan bunda beli ini?”
“Sudah enggak usah tanya kapan. Tapi kamu sukakan?”
“iya bun suka banget. Makasih ya bun.”
“Nenek, Untuk Pelangi mana? Masak cuman ayah saja yang di berikan kadonya.” Sahut Pelangi dengan begitu polosnya sembari memanyunkan bibir mungilnya itu.
“ini dia untuk cucu nenek yang nenek sayangi.” Kata Riri sambil memberikan bukusan kado untuk Pelangi.
“Terima kasih nek.”
Lalu Pelangi membuka isi kado itu. ternyata Riri sengaja membelikan tas dan sepatu dengan couple gambar little pony yang harganya pun tidak murah. Sebab Riri mengetahui kalau Pelangi begitu sangat menyukai karakter little pony.
“Pelangi suka?”
“Waw, suka banget nek. Besok akan Pelangi gunakan saat masuk sekolah ya nek.”
“Anak pintar. Boleh.”
Semua pun tertawa melihat kepolosan dari sikap Pelangi.
“Kalau ini dari aku ya mas.”
“Apa ini? Kamu repot – repot membelikan aku segala sayang.”
“Semoga kamu suka dengan pemberianku.”
Kia memberikan sebuah kotak berukuran sedang. Dia membelikan sebuah jam tangan yang harganya pun begitu mahal. Kia sengaja membelikan jam tangan itu di saat dirinya sedang berlibur di swiss beberapa minggu yang lalu.
“Ya ampun sayang, ini bagus banget. Bukannya ini jam tangan yang aku inginkan saat kita berlibur di swiss kemarin ya?”
“Hu.um..”
“Kamu kapan belinya? Bukan kah saat itu kita ke buru – buru mau ke airport ya kan?
“Ada lah, kamu suka kan mas?”
“Suka banget. Makasih ya bunda, dan kamu sayang.”
“Tapi ada satu kejutan lagi untuk kamu mas.”
“kejutan satu lagi? Apa itu?” tanya Cleo dengan raut wajahnya yang bingung.
“Kamu tutup mata dulu dong.” Pinta Kia sembari tersenyum dan melirik ke arah Riri yang juga saat itu tersenyum.
Kemudian Cleo menuruti permintaan istrinya. Ia langsung menutup matanya dengan ke dua telapak tangannya. Lalu Kia meletakan surat dari dokter yang menyatakan dirinya positif hamil dan tespek di hadapan Cleo.
“Udah mas, sekarang turunin tangan kamu dan lihatlah di hadapanmu.”
“Iya deh. Apa sih. Jadi penasaran aku.” Kata Cleo dengan perlahan – lahan menurunkan tangannya dan kemudian membuka matanya.
Kejutan dan hadiah yang sangat luar biasa menurut Cleo. Cleo melihat apa yang telah Kia letakan di hadapannya itu. ia begitu bahagia setelah membaca surat dari dokter itu dan melihat garis dua yang ada di tespek itu.
“Ini beneran?” tanya Cleo yang begitu sangat terkejut dan bahagia itu sembari memegang ke dua benda yang ada di hadapannya.
“Iya sayang.” Ucap Riri dengan tersenyum.
“Hu.. um..” kata Kia yang mengangguk anggukan kepalanya.
“Ya ampun, berarti kamu hamil?” tanya Cleo sembari tangan kiri yang sedang memegang surat dan tangan kanan memegang tespek.
“Iya mas.”
“Alhamdhulillah... ini benar – benar kado yang sangat – sangat spesial untukku. Terimakasih sayang.” Ucap Cleo sambil tertawa bahagia setelah mendengarkan kalau istrinya sekarang sedang mengandung anaknya.
Lalu Cleo mengecup pucuk kepala istrinya dan memeluk tubuhnya.
“Sumpah, aku sangat bahagia sekali hari ini. Kado ini adalah kado yang benar – benar sanagat luar biasa. Kamu hamil.” Kata Cleo sambil tersenyum.
“Bunda, hamil itu apa bun?” tanya Pelangi dengan begitu polosnya, kemudian Cleo pun menggendong tubuh mungil Pelangi.
“sayang, ayah kasih tahu. Sebentar lagi Pelangi bakalan mempunyai adik baru. Doa pelangi terkabul.” Ucap Cleo yang menjelaskan kepada peri kecilnya itu sambil menciumi pipi Pelangi.
Lalu Pelangi meminta untuk diturunkan dari gendongan Cleo, dan Pelangi berlari menuju Kia kemudian ia memeluk ibundanya itu. Kia pun juga membalas untuk memeluk Pelangi. Hari itu kebahagian mereka sudah lengkap dan hampir mendekati kata sempurna. Kia merasa begitu bahagia dengan keadaan rumah tangganya saat ini yang ia jalani bersama Cleo.
Kia tidak henti – hentinya untuk mengucapkan kata bersyukur yang selalu dirinya katakan, sebab banyak kejadian dan peristiwa empat tahun belakangan ini yang pernah ia hadapi dengan begitu pahit. Ia juga merasa kalau perjuangan sebagai seorang wanita yang terluka hatinya karena di tinggal suaminya pergi ternyata tidak sia – sia. Sebab dirinya percaya akan ada hari bahagia di mana dia telah melewati kesedihan yang begitu panjang. Apa lagi terkadang memang kesulitan dan kepedihan harus kita hadapi terlebih dulu sebelum kebahagian yang sempurna datang di kehidupan kita.
“Terimakasih Tuhan karena telah hadirkan orang – orang baik yang begitu menyayangiku sekarang, setelah bertahun – tahun aku melewati kepahitan dalam hidup yang aku jalani ini, sekarang kepahitan itu terbayar dengan kebahagiaan yang aku rasakan saat ini. Aku dianugerahkan seorang putri kecil yang begitu pintar dan cantik, kemudian aku mendapatkan suami yang sangat menyayangiku dengan banyak kekuranganku, apa lagi aku mendapatkan ibu mertua yang menyayangi aku dengan begitu tulus. Dan sekarang kebahagiaan ku bertambah, aku mendapatkan kepercayaan lagi dari Tuhan untuk menjaga anak yang saat ini aku kandung. Aku berjanji aku akan terus selalu menjadi istri, ibu dan juga menantu yang baik untuk kalian. Karena aku ingin mempunyai keluarga yang sempurna. Kini, aku bisa melihat senyuman sang buah hati yang terpancar dari wajah putri kecilku.” Gumam Kia sembari melihat senyuman keluarga kecilnya itu.
*TAMAT*
__ADS_1