Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Kia


__ADS_3

Keesokan harinya Cleo datang ingin melihat keadaan Kia setelah Pelangi pergi. Dirinya sangat khawatir dengan kondisi Kia saat itu.


 


"Kia. Bagaimana kondisi kamu?"


 


"Yah, lumayan lah mas. Aku binggung mau gimana. Aku belum bisa berpikir apa - apa untuk saat ini. Aku hanya menginginkan Pelangi bisa kembali bersama ku lagi."


 


"Aki sudah menyuruh orang untuk selalu membututi semua gerak gerik yang akan Akbar lakukan. Dan pengacara bilang masih ada harapan kalau kita mencari beberapa saksi untuk persidangan itu." Ucap Cleo


 


"Saksi gimana maksudnya mas?” tanya Kia.


 


"Ya kita butuh mencari orang untuk mengatakan kalau Akbar tidak bisa mengurus anak. Apa lagi jika kita bisa mencari orang yang sudah di bayar oleh Akbar untuk menjadi saksi di persidangan waktu lalu. Mereka semua hanya orang - orang pesuruhannya Akbar. Mereka semua bisa berkata seperti itu karena Akbar sudah membayarnya. Aku sudah meminta kepada pengacaraku supaya Akbar di jebloskan penjara karena dia sudah memberi kesaksian - kesaksian palsu dan berbohong kepada majelis hakim tentanh semuanya.


 


"Tapi gimana caranya mas kita bisa dapatkan semua itu? Sedangkan mereka sangat licik sekali."


 


"Kita bisa pikirkan nanti. Aku juga sudah menyuruh asisten ku untuk mecari orang - orang pesuruh Akbar."


 


"Aku serahkan semua kepadamu mas. Aku harap semua yang kamu lakukan akan berjalan dengan lancar. Dan harapanku Pelangi kembali bersamaku. Aku tidak bisa hidup tanpa anakku mas." 


 

__ADS_1


"Doakan ya. Agar kita bisa berkumpul bersama - sama lagi. Persidangan terakhir harus kita yang dapatkan atas hak asuh Pelangi. Aku yakin selagi kita tidak berbuat curang, pasti kebenaran akan berpihak kepada kita. Kebohongan bisa menutupi kebenaran, tetapi tidak akan bisa menghilangkannya, hanya masalah waktu saja hingga kebenaran akan terungkap dengan sendirinya." Ucap Cleo


 


"Semoga ya mas. Aku sangat berharap seperti itu."


 


Beberapa hari kemudian Kia dan Cleo mulai mencari - cari orang - orang pesuruh Akbar yang waktu lalu di jadikan saksi kebohongan Akbar. Bagaimana pun Kia harus bisa menemukan orang itu.


 


----------


 


Akbar sangat senang dan bahagia melihat putri kecilnya itu ada di sampingnya saat ini . Apa lagi ia selalu bermain bersama setiap saat. Raut wajah Akbar yang benar benar bahagia itu membuat seisi rumah merasa lebih tenang. Sebab dirinya tidak pernah lagi uring – uringan semenjak kehadiran Pelangi di rumah itu. 


 


Setiap hari, Pelangi selalu dibelikan mainan - mainan, baju dan lain - lain yang mahal oleh Akbar. Akbar sangat mementingkan atau mengutamakan kebutuhan Pelangi. Ia tidak pernah memikirkan harga setiap membelikan barang untuk Pelangi. Sehingga Kayla mulai merasa cemburu karena perhatian Akbar hanya untuk anak semata wayangnya itu. Apa lagi  Akbar sudah terlalu sibuk mengurus anaknya dan tidak lagi memperdulikan Kayla. Kayla pun juga sudah merasa jenuh dengan sikap Akbar yang menghambur – hamburkan uang untuk membelikan barang atau keperluan anaknya dengan harga mahal. Akan tetapi Kayla rasa Akbar justru terlalu pelit dengan dirinya saat dirinya meminta uang untuk pergi shopping. Akbar tidak pernah memberikan uang ketika Kayla meminta dengan alasan akan pergi shopping.


 


Nindi mulai mencurigai Alex, ia mengira bahwa Alex mempunyai kekasih lain selain dirinya, sebab akhir – akhir ini Alex tidak pernah mau diajak ketemuan oleh Nindi walaupun hanya sekedar untuk makan malam saja.


Akbar menyadari bahwa kebutuhan Pelangi selama di rumahnya sudah menghabiskan banyak pengeluaran. Kemudian dirinya berpikir dengan mencoba untuk mencari kerja lagi di perusahaan. Karena penghasilan swalayan milik ibunya itu tidak sepenuhnya bisa mencukupi semua kebutuhan orang yang berada di rumah, terutama Pelangi. Beberapa hari lalu, Akbar menemukan beberapa barang – barang mewah di lemari paling bawah sendiri, disaat dirinya sedang mencari beberapa cv yang pernah ia letakkan di lemari paling bawah itu. Di sana dia menemukan jam tangan, kalung, gelang, cincin berlian dengan harga yang benar – benar sangat mahal. Akbar curiga kepada Kayla sebab dia tidak pernah membelikan barang - barang mahal dan semewah itu.


Kemudian dirinya bertanya kepada Kayla.  


“Ini punya siapa Kay?”


“Punya aku lah, sini kembalikan.”


“Bagaimana bisa kamu membeli barang – barang semewah ini? Uang dari mana kamu?”

__ADS_1


“Bukan urusanmu!”


“Kamu ini di tanya suami baik – baik, jawabannya justru kasar sama suamimu!


"Untungnya apa buat kamu tanya seperti itu sama aku mas? Apa sih maksud kamu?”


“Mas semenjak anak kamu di sini, kamu itu tidak pernah memperdulikan aku lagi tahu!”


“Astaga Kayla, coba mengertilah. Dia ini masih anak kecil. Apa yang kamu cemburui dari dia?”


“ya nggak bisa gitu dong mas. Mentang – mentang anak kamu itu masih kecil terus perhatian kamu, kamu beri semuanya ke dia. Mas kamu itu juga masih punya istri loh.”


“Ya ampun Kay, Kay. Cobalah untuk memahami situasi Kay. Pelangi di sini baru beberapa hari belum beberapa tahun. Aku juga masih sangat merindukan dia. Ini moment di mana aku bisa memeluk dan menjaganya Kay. Cobalah buka hati kamu sedikit saja sama dia. Kamu itu cemburu kepada pelangi karena kamu tidak terlalu dekat dengan dia.”


“Sekarang apa untungnya aku mendekati dia? Hem!”


“Bukankah kamu sendiri yang pernah bilang, kalau kita mencari pancingan untuk merangsang supaya mendapatkan atau mempunyai anak dalam rumah tangga ini pasti tidak lama kamu akan mengandung lagi. Dulu kamu juga sudah pernah berkata bahwa anak yang akan kita asuh itu untuk pancingan kamu supaya cepat hamil kan Kay.”


“Tapi bukan gini juga kali mas caranya. Jangan kamu bagi perhatianmu untukku kepada orang lain mas.”


“Kay, coba lah mengerti sedikit. Pelangi itu anakku darah daging aku sendiri. Masak kamu belum juga paham sih apa yang aku inginkan Kay, Kay. Berpikirlah dewasa, jangan seperti anak kecil.”


“Ah, ya sudahlah mas aku males berdebat sama kamu.”


“Tunggu Kay, kamu belum menjawab pertanyaan ku. Sekarang tolong kamu jawab dengan jujur, dari mana kamu bisa mendapatkan barang – barang mewah ini? Apa lagi aku perhatikan tas atau sepatu kamu semuanya mahal sekali dan terlihat masih sangat baru.”


“Ya jelaslah masih baru, orang aku baru saja membelinya.”


“Tapi uang dari mana itu semua? Kamu bilang aku terlalu menghambur – hamburkan uang dengan membeli kebutuhan atau barang untuk anak kandungku sendiri kamu saja marah – marah. Namun kamu justru membeli barang – barang mewah seperti ini.”


“Ya aku membeli semua ini hanya untuk menghibur diri aku sendiri mas. Aku merasa jenuh di rumah. Sebab setiap hari, setiap detik, setiap menit, setiap jam kamu selalu saja mengajak Pelangi bermain dan tidak lagi memperdulikan aku. Aku ini juga butuh kamu untuk memuaskan aku mas. Sudah lama kita tidak pernah tidur satu ranjang. Kamu selalu tidur di kamar Pelangi dan menemaninya tidur. Gimana mas dengan perasaanku. Apakah kamu berpikir sampai sejauh ini mas kepadaku?”


Akbar hanya terdiam karena dirinya berpikir apa yang dikatakan Kayla memang ada benarnya juga.


 

__ADS_1


Bersambung....


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2