
Usai dirinya pergi meninggalkan rumah sakit, Akbar lalu pergi ke kedai roti yang berada di depan kantornya dulu. Di sana ia mencoba untuk menengkan hatinya dan pikirannya yang panas akibat rasa benci melihat kebahagiaan Kia bersama Pelangi saat di rumah sakit itu.
Ia duduk dengan kaki yang di angkat lalu menyilangkan kakinya di kursi itu. Ia memanggil salah satu pelayan di kedai roti itu, tak lama pelayan itu datang dengan membawa daftar menu yang ada dikedai itu. Ia memesan secangkir cappiccino dengan beberapa roti yang akan dia pesan. Sambil menunggu pesanan datang dirinya mulai memainkan handpone. Ia mencoba untuk menghubungi Nindi dan menanyakan mengenai persiapan persidangan terakhirnya nanti. Dirinya dan juga Nindi mulai memikirkan cara yang tepat untuk melawan Kia dan juga Cleo saat di persidangan nanti.
Nindi juga tidak hanya tinggal diam, sebelum ia di perintahkan kakaknya untuk mencari informasi atau merancang bukti – bukti palsu, ia juga sudah menyiapkan beberapa ide atau gagasan yang akan membuat hakim semakin percaya dengan bukti yang di berikan oleh Akbar nanti saat persidangan. Sedangkan dirinya tidak mengetahui di balik itu semua Cleo sudah lebih dahulu menyiapkan bukti yang akurat yang bisa menjebloskan dia ke penjara. Apa lagi hak asuh Pelangi sudah Cleo pastikan akan jatuh di tangan Kia besok. Cleo sudah sangat yakin menghadapi persidangan terakhirnya itu.
Di saat dirinya sedang menutup teleponnya dengan Nindi, ia tidak sengaja melihat sepintas wajah Kayla yang sedang berjalan keluar dengan mengandeng seorang laki – laki bertubuh kekar itu. Akbar tidak terlalu jelas melihat wajah laki – laki yang sedang bersama Kayla. Sedangkan laki – laki yang bersama Kayla itu adalah Alex. Kemudian Akbar mencoba untuk mengejar mereka. Akan tetapi di saat dirinya sudah hampir dekat dengan Kayla ia justru menabrak meja yang ada di hadapannya dan menumpahkan segelas minuman kepada penghuni meja itu. Akbar meminta maaf kepada penghuni meja itu karena sudah menumphakan dan membuat berantakan meja sajinya. Selesai meminta maaf dirinya mencoba kembali membuntuti Kayla , akan tetapi jejak Kayla hilang begitu saja.
Ia bergegas mengambil handponenya dan menelepone Kayla. Tetapi Kayla saat itu nomer teleponenya sama sekali tidak bisa di hubungi. Lalu dirinya meminta bill kepada pelayan kedai itu dan langsung meletakan selembar uang di atas meja dan pergi begitu saja untuk meneruskan mengejar Kayla tadi.
“Sialan, di mana Kayla! Brengsek! Dengan siapa dia tadi! Berani dia bermain di belakng ku. Lihat saja nanti!” guman Akbar.
Namun dirinya berpikir lagi, kalau ia akan menyusul Kayla ke rumah Ida. Dirinya sangat yakin bahwa Kayla pasti tinggal di rumah Ida. Ia bergegas untuk langsung pergi meninggalkan kedai itu dengan mobil miliknya dan akan pergi menuju rumah mertuannya.
Ia mengemudi mobilnya dengan sangat kencang, sambil mengemudi ia sadar jika saat ini dirinya sedang menghadapi beberapa masalah di hidupnya, mulai dari persidangan mengenai hak asuh anak belum juga kelar, apa lagi Pelangi yang saat ini sedang di rawat inap di rumah sakit akibat perbuatan istrinya sendiri. Dan di tambah Kayla yang pergi dengan laki – laki lain. Ia tidak habis pikir kalau Kayla berani ada main dengan orang lain.
Sesampai di rumah mertuanya, ia mengetok - ngetok pintu rumah Ida. Di bukakanlah pintu rumah Ida, lalu mertuanya itu menyambut kedatangan Akbar dengan baik. Ida terpegun melihat menantunya yang dtang sendirian di rumahnya itu.
“Mah,” panggilan Akbar ke pada mertuanya itu.
Di buka pintu rumahnya oleh Ida.
“Owh nak Akbar. Silahkan duduk masuk. Kayla mana?”
Akbar saat itu hanya terdiam karena ia pikir Kyala tinggal di rumah ibunya. Namun ternyata setelah dirinya bertemu dan awal kedatangan dia ke rumah mertuanya itu di sambut dengan baik.
Lamun Kayla tidak pulang ke rumah ibunya semenjak di usir oleh Akbar. Kemudian Akbar berterus terang menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Ida.
Setelah mendengarkan cerita dari Akbar, Ida langsung marah besar kepada Akbar. Ia tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
“Apa?!”
“Jadi begitu ceritanya mah, makannya kedatangan saya kesini untuk mengajak Kayla pulang dan meminta maaf kepadanya.” Kata Akbar yang membuat alasan berbohong ingin menjemput Kayla, sedangkan maksud kedatangannya ke sana hanya ingin memergoki Kayla dengan laki – laki yang di gandengnya saat bertemu di kedai roti tadi.
“Akbar, mama tidak mau tahu tentang kondisi Pelangi saat ini. Yang mama inginkan kamu segera mencari di mana Kayla berada saat ini. Jika kamu tidak mau mencari anakku itu, kamu akan saya laporkan ke polisi karena sudah menelantarkan istri mu! Aku tidak rela anakku kamu buat seperti itu dan kamu buat seenaknya saja dan kamu dengan mudahnya mengusir dia dari rumah. Dia itu istri sah kamu! Yang seharusnya kamu suruh pergi dari rumah itu adalah Pelangi. Semenjak Pelangi datang dan tinggal di rumah kamu Kayla sering bercerita kepada mama, kalau kamu sudah tidak lagi Perhatian dan sayang kepadanya!”
“Tapi mah Pelangi juga anakku. Aku juga sebagai orang tuanya tidak ingin anakku di sakiti oleh siapapun. Apa lagi umur Pelangi masih kecil. Namun Kayla sudah tega memberikan obat tidur berdosis tinggi untuknya.”
“Apa kamu bilang anak kamu?! Hey, Akbar apa kamu sudah pikun? Atau perlu saya ingatkan lagi?! Bukan kah kamu dan juga ibumu itu tidak mau menganggap Pelangi sebagai anak kandung mu? Apa lagi kalian sudah menolaknya sejak anak itu masih dalam kandungan bukan? Kamu juga sudah lupa saat di persidangan gugat cerai kalian dulu?”
“Iya memang aku dulu ragu untuk mengakui dia sebagai anakku saat masih di dalam kandungan. Namun setelah aku melihat wajahnya dan bukti DNA yang sudah Kia berikan kepadaku itu, di situlah aku mulai berpikir ingin sekali hidup bersamanya dan membuat bahagia anakku mah. Apa aku salah?”
“Terserah kamu mau ngomong apa. Aku tidak bisa lagi berpikir atau mencerna pola pikir kamu dan juga ibu kamu. Tapi memang dasar kalian itu tidak mempunyai malu. Ngapain juga kamu susah payah ambil hak asuh Pelangi. Sedangkan yang saat ini sedang bersamamu bisa memberikan keturunan. Nyesel banget aku nikahin Kayla bersama kamu. Awalnya saja baik, tapi lama kelamaan kalian kelihatan aslinya.”
“Tapi mah....”
“Hemm, sudah, sudah. Aku tidak ingin mendengarkan semua drama yang di buat oleh keluargamu itu. Pokoknya aku enggak mau tahu cari Kayla sampai ketemu. Awas jika terjadi sesuatu kepada Kayla. Aku tidak akan segan – segan melaporkan kamu ke polisi!”
“Hemm! Sudah sana pergi, cari Kayla sampai dapat!”
Kemudian Akbar berjalan meninggalkan rumah ida dan mulai mengemudi mobilnya. Dirinya merasa kedatangannya di rumah Ida tidak sama dengan ekspektasinya. Justru dia malah mendapatkan cercaan oleh ibu mertuanya itu. Dirinya juga tak habis pikir di mana Kayla saat ini. Ia mencoba kembali menghubungi Kayla. Namun, panggilannya sama saja seperti tadi. Tidak mendapatkan balasan atau jawaban apapun dari Istrinya itu.
Ida mulai merasa khawatir tentang keadaan putrinya itu. Dirinya tidak menyangka kalau Akbar berani sekali mengusir Kayla dari rumah hanya karena Pelangi. Ia berpikir kedatangan Pelangi di rumah Akbar hanya membawa masalah bagi rumah tangga yang Kayla bersama Akbar.
“Akbar itu ***** atau apa sih? Bagaimana bisa dirinya mengusir Kayla dari rumah. Seharusnya dia itu tidak perlu sok – sokan merebut hak asuh Pelangi. Awas saja sampai nanti Kayla kenapa – kenapa. Dulu yang meminta Kayla menikah dengan Akbar itu kan Dewi. Sekarang giliran anak aku sudah bersamanya justru malah di buat sengsara. Dan tidak diperlakukan dengan adil di sana. Di mana kamu sekarang nak. Mama sangat mencemaskanmu. Semoga kamu baik baik saja.” Gumam Ida yang berdiri sendiri di depan pintu rumahnya.
Tak lama Ida masuk ke dalam rumahnya dan lalu menutup pintu depan rumahnya itu. Di saat kakinya sudah melangkah meninggalkan pintu itu, dirinya mendengar suara mobil datang. Ia pikir Akbar kembali lagi ke rumahnya. Terdengar lagi suara ketukan pintu miliknya, ia kemudian kembali berbalik membukakan pintunya lagi.
“Apa – lagi –.” Ucapnya dengan membukakan pintu dan terpelongo melihat orang yang datang di rumahnya itu.
__ADS_1
“Mamah.”
“Kayla. Ya ampun nak. Mama sangat merindukan kamu, mama juga sangat mengkhawatirkan kamu.”
“Kenapa mengkhawatirkan Kayla mah? Memang dia sudah cerita apa saja ke mama?”
“Suami kamu tadi ke sini. Dia mencari kamu. Dia pikir kamu tidur di sini. Ada apa sih sayang?”
“Dia sudah keterlaluan sama Kayla mah, dia sudah berani mengusir dan juga menampar Kayla.”
“Memangnya kamu sudah berbuat apa sehingga memancing kemarahan dia?”
“Ya, Kayla hanya memberikan obat tidur ke Pelangi sih mah. Habisnya aku capek disuruh ngurusin anak orang. Ya kali kalau yang Kayla urus itu anak kandung Kayla sendiri. Ini sudah bukan anak kandung aku. Dan aku yang di suruh menjaganya. Kan males banget mah.”
“Memang keterlaluan suami kamu itu. Gimana sih pola pikir keluarganya.”
“Tapi mah, tadi mas Akbar ke sini mau ngapain? Nyariin aku? Terus dia cerita apa saja sama mama?”
“Iya tadi dia ke rumah, terus dia cerita kalau kamu ngasih obat tidur yang katanya dosisnya tinggi ke Pelangi. Ceritanya sih sama seperti kamu ini.”
“Sebenernya Kyla juga nggak tahu kalau obat itu dosisnya tinggi. Soalnya Kayla ingin Pelangi supaya cepat tidur. Udah pusing mendengar dia merengek - rengek mah.”
“Ya sudahlah tidak usah pikirkan dia sekarang. Yang terpenting anak kesayangan mama ini tidak kenapa – kenapa. Biarkan mereka pusing dengan keadaan yang mereka buat sendiri.”
“Mah, jangan kasih tahu ke suamiku ya, kalau aku sedang di rumah mama sekarang. Biar dia pusing nyariin aku. Siapa suruh dia sudah berani menampar aku dan mengusirku.”
“Iya, mama enggak bakal kasih tahu ke dia. Sebenarnya mama menyesal sudah menikahkan kamu dengan anaknya Dewi itu.”
Bersambung...
__ADS_1
❇️❇️❇️❇️❇️