
Matahari sudah menyinari sang bumi dengan begitu indah sinarnya. Seperti biasa Kia sudah bangun sangat begitu pagi. Ia di sibukan dengan semua kegiaatn di pagi harinya itu. Mulai dari memasak dan menyiapkan semua keperluan yang akan di bawa suaminya kerja. Setelah menyelesaikan semua tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga. Dirinya kemudian bergegas untuk membangunkan suaminya yang masih tertidur pulas karena semalam pulang larut malam.
“Mas bangu. Udah siang nih. Kamu mau berangkat kerja jam berapa?” kata kia sembari membuka semua gorden yang masih menutupi tempat tidurnya itu.
Cleo langsung membuka matanya dan melihat ke arah wajah istrinya.
“Ay, masih ppagi gina kamu sudah terlihat begitu cantik?” tanya Cleo yang memuji istrinya itu.
“Aku kan suah mandi Ay.”
“Kok enggak bangunin aku sih.”
“Loh emang kenapa Ay?”” tanya Kia dengan wajah penasarannya itu.
“He.. he.. he.. Kan kita bisa mandi bersama Ay.” Ucap Cleo sambil bergurau.
“Apaan sih Ay, kamu ini. Buruan gih mandi. Bauk tahu.”
“Tapi kamu suka kan bauk tubuhku?”
Kia hanya membalas Cleo dengan senyuman saja. Dan di saat itu, Pelangi masuk ke dalam kamar mereka.
“Ayah, baru bangun?”
“Iya sayang, sini ayah ingin peluk Pelangi.”
Kemudian Pelangi naik ke atas tempat tidur dan mendekati Cleo yang sedang menyandarkan tubuhnya di bahu tempat tidurnya itu. Cleo mencium ke dua pipi Pelangi dengan penuh rasa sayang.
“Ini, putri kecil ayah kenapa masih bau kecut sih. Belum mandi yah?”
“Udah ayah, Pelangi udah hayum wangi ya.”
“Masak sih.”
“Beneran ayah. Ayah itu yang masih bauk, ya bun.”
Kia hanya membalas dengan senyuman yang manis ke mereka berdua. Sudah sekarang ayah buruan mandi, terus berangkat kerja.
“Siap bunda.”
Kia memang selalu memanggil di depan Pelangi dengan sebutan Ayah, begitu pula dengan Cleo, ia juga selalu memanggil Kia dengan sebutan Bunda di hadapan Pelangi. Namun, ketika mereka sedang tidak bersama Pelangi mereka saling memanggil dengan sebutan Ayang.
mereka kemudian makan bersama di meja makan. Setengah menyantap sarapan pagi itu, riri kemudian mengajak Kia dan Pelangi untuk menjenguk anak dari teman mertuanya.
“Kia, nanti temani Bunda menjenguk anak temannya bunda ya nak.”
“baik bun.”
“Pelangi di ajakkan kan nek?”
“Iya sayang.”
Merekapun tertawa setelah mendengar Pelangi mengatakan seperti itu. Setelah mereka selesai makan bersama di pagi hari, mereka pergi menuju kegiatan atau tujuannya masing masing.
__ADS_1
Cleo pergi ke kantornya, sedangkan Kia, Riri dan juga Pelangi pergi ke rumah temannya untuk menjenguk anak teman dari bunda Riri.
*
Lalu mereka Pergi, beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah teman bunda Riri.
Sesampai dirumah teman bunda Riri itu, keluarlah mereka yang mempunyai rumah itu.akan tetapi wajah Kia yang awalnya biasa saja, namun setelah melihat mereka langsung terkejut bukan main.
“Tante ida?” ucap Kia yang terkejut itu.
“Kia?” jawab wanita itu.
“Loh kalian sudah saling kenal?”
“Iya, saya mengenal dia. Memang dia ini siapa kamu Ri?”
“bukan kah kemarin aku memberikan undangan untuk mu? Dia ini menantu saya, istrinya Cleo.”
“Ha?”
“Kenapa sih kamu Da?”
“Mari – mari masuk dulu.”
Kemudian merekapun masuk ke dalam rumah Ida. Ternyata selama ini Riri itu adalah teman dari Ida. Ya memang benar, entah bagaimana ceritanya mereka bisa saling bertemu, seakan akan dunia ini tidak selebar daun kelor. Berbalik dengan kata pepatah.
“Sebentar aku buatkan minum dulu ya.”
“Tante, tante jangan begini, tante ayo berdiri.”
“Kia. Hisk.. hisk.. hisk.. maafkan saya.”
“tante. Kia sudah memaafkan semuanya, sekarang Kia sudah hidup bahagia bersama mas Cleo, jadi tante jangan begini ya. Sudah ayo berdiri tan.”
Ida pun langsung berdiri ketika dia sudah duduk berlutut di hadapan Kia.
“Coba sekarang ceritakan ada apa sih? Kenapa kamu juga berlutut di kaki menantuku ini?”
“Emm, jadi...” jawab Kia yang akan menjelaskan kepada Riri,
“Sebenarnya begini Ri, anakku Kayla telah merebut suaminya dulu, yaitu Akbar. Kayla sudah merusak rumah tangga Kia saat itu. Kia ini wanita yang sangat baik. Aku akui itu, aku merasa bersalah, karena kelakuan anakku. Namun sekarang semua sudah mendapatkan karmanya atas apa yang sudah di perbuatnya.”
“Maksud tante?”
“Kayla, Kia. Hisk.. hisk.. hisk..”
“Ada apa tante?”
“Kayla sekarang sedang sakit parah. Hisk.. hisk.. hisk..”
“Sakit apa tante?”
“Iya sakit apa sih Da ceritakanlah.”
__ADS_1
“Kayla ternyata mengidap penyakit kanker serviks.”
“Haa?”
“Kenapa bisa tan?”
“Kia ternyata selama ini telah mencari uang dengan cara yang salah. Dia menjual dirinya hanya untuk mendapatkan semua barang – barang mewah. Tante sebenarnya sangat malu untuk mengatakan atau menceritakan ini semua dengan kalian. Hisk.. hisk.. hisk..”
“Kenapa bisa sampai seperti ini sih Da. Bukankan dulu dia bekerja di sebuah perusahaan, lalu diriny sudah mendapatkan posisi direktur kan Da.”
“Ternyata semua itu hanyalah sandiwaranya untuk menutupi dirinya yang mencari uang dengan cara yang salah.”
“Tapi aku tidak menyangka kenapa Kayla seperti itu. Aku jadi merasa iba kepadanya.”
“Maka dari itu tante ingin sekali meminta maaf kepada kamu Kia. Tante juga tidak menyangka ternya kamu sudah menikah dengan Cleo. Anak dari sahabat tante.
“Aku juga tidak menyangka Kayla bisa seperti itu. Padahal awalnya aku pikir Kayla anak yang polos dan baik. Kamu harus yang sabar ya Da.”
“Iya Ri.”
“terus sekarang anak kamu di mana? Di kamar?”
“Tidak Ri. Dia sekarang sedang di rawat di rumah sakit. Yang lebih membuat aku sangat terpukul adalah penyakit yang dia derita ternyata sudah stadium lanjut. Aku sangat, sangat... hisk.. hisk.. hisk..”
Riri langsung memeluk Ida yang saat itu melihat Ida begitu sangat terpukul setelah menceritakan tentang anaknya. Ida sudah benar – benar tidak bisa lagi menceritakan tentang kondisi anaknya itu. Dia tidak tega dengan anaknya.
“tante aku ingin sekali bertemu dengan Kayla. Aku ingin melkihat kondisinya.”
“Baiklah mari tante antar ke rumah sakit.”
“Iya Da aku juga ingin melihat kondisi anakmu itu.”
Akhirnya merekapun bersama – sama pergi ke rumah sakit di mana Kayla sedang di rawat.
Sesampai di rumah sakit, mereka berjalan menuju kamar Kayla. Sesampainya di depan pintu rumah sakit itu terlihat Kayla yang sedang duduk di atas kursi roda dan melamun menghadap jendela kamar bangsalnya.
Kemudian Ida mendekati anaknya itu. Dirinya mengatakan kepada Kayla kalau sahabat ibunya yang bernama Riri ingin menjenguk dirinya itu.
“Nak, Ibu kesini.” Kata Ida yang berdiri di samping putrinya itu.
Akan tetapi Kayla terlihat hanya terdiam dan kaku menatap jendela kamarnya. Ia sama sekali tidak menggubris ibunya yang sedang berdiri di sampingnya.
“Nak coba kamu lihat siapa yang datang?”
Kemudian Kayla menoleh ke belakang dan melihat Kia yang sedang berdiri di pintu kamarnya itu. Akan tetapi Kayla jutru marah – marah saat pertama kali dia melihat Kia yang datang untuk menjenguk dirinya. Kayla beranjak dari kursi rodanya itu, kemudian ia berjalan mendekati Kia dengan mengeluarkan kata – kata kasar.
“Kamu! Kenapa kamu datang ke sini? Dasar kamu keparat! Kamu! Aku sangat dendam sekali dengan kamu! Kamu sudah menghancurkan masa depanku! Kamu juga sudah menghancurkan semuannya.”
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1