
Di saat itu brayen, hanya bisa terdiam. Ia tidak tahu kenpa kia bisa semarah dan melarangnya untuk bermain lagi dengan pelangi. Padahal ia baru saja menyatakan cintanya dengan pelangi. Ia ingin bertanya kepada tantenya, tapi ia tidak tega melihat tantenya sedang bersedih seperti itu.
“Ada apa ya dengan tante kia? Kenapa setelah dia tahu nama aku dan aku tinggal di sini tante langusng melarangku untuk mendekati atau bermaian dengan pelangi ya? Apa lagi tante tiba – tiba bisa datang ke sini? Dan yang tambah aku bingung, tante nindi menanggis setalah tante kia pergi. Apa mereka sudah saling mengenal ya? Entahlah. Coba aku besok akan tanyakan ini sama pelangi. Siapa tahu dia juga tahu.” Gumam brayen.
Sifat kia memang sudah sangat berubah, ia bukan lagi kia yang dulu hanya bisa pasrah menerimaka semua ke adaan yang membuat dirinya susah, kia yang dulu selalu sabar dalam menghadapi orang – orang jahat di sekitarnya. Tapi sifat itu bisa berubah karena ia tidak ingin di rendahkan dan di hina lagi oleh mereka yang memebenci dirinya. Ia tidak mau anak – anaknya menjadi korban ke egaoisan orang – orang di sekelilingnya. Di pikirannya sekarang hanyalah ia ingin membuat hidup anak – anaknya bahagia. Menurut dia, penderitaan itu sudah cukup di rasa oleh pelangi dan Kia dulu. Maka dari itu, ia tidak ingin semua itu terulang seperti dulu lagi. Ia hanya mau, hidupnya bahagia dengan keluarganya sekarang.
Setelah mengetahui kalau Brayen adalah anak akbar, niat kia untuk menceritakan tentang ayah kandung pelangi pun ia kubur lagi. Kekhawatirannya pun semakin ia rasakan karena orang – orang yang bersangkutan dengan akbar kini kembali hadir di sekeliling hidupnya. Di mobil ia hanya bisa bergumam sendiri.
“Bagaimana bisa, setelah beberapa tahun lamanya mereka bisa hadir di kehidupan aku lagi. Apa lagi anak – anaknya secara tidak sengaja dekat dengan anak – anakku. Gak, aku enggak bisa diam saja. Jika aku diam, dan suatu saat akbar mengetahui bahwa pelangi sudah tumbuh dewasa, pasti akbar akan membuat masalah lagi kepada ku. Aku tidak mau kalau pelangi pergi lagi dari hidupku. Aku sudah bahagia dengan keluarga kecil aku sekarang, dan aku tidak mau keluarga kecil aku ini berantakan lagi. Aku ini menjaga anak –anak ku dan juga suamiku. Pokoknya, aku tidak bisa tinggal diam. Jika mereka berani lagi mengusik kehidupanku, aku tidak mau tinggal diam. Mungkin aku dulu bisa pasrah, bisa meneriam dan diam ketika mereka memperlakukan aku dengan sesuka hatinya. Tapi sekarang aku tidak bisa lagi diam. Pelangi maafkan bunda, bunda akan mengubur kembali niat bunda untuk memberi tahu kamu siapa ayah kamu nak. Biarkan kamu hidup bahagia bersama dengan ayah dan adikmu sekarang nak. Bunda tidak bisa jika harus hidup jauh lagi dari kamu sayang.” Gumam Kia dari dalam hati.
Sesampai di rumah ia masuk ke dalam lalu berjalan menuju kamarnya. Dengan wajah melamun, ia sama sekali tidak melihat anak – anaknya yang sedang duduk di ruang tengah.
“Eh bunda sudah pulang.” Ucap pelangi.
“dari mana sih bun?” Tanya amel.
Akan tetapi kia hanya diam dan terus berjalan menuju ke kamarnya.
“Bun, bunda baik – baik saja kan?” Tanya pelangi.
Sehingga akhirnya pun kia kaget.
“Loh, kalian belum tidur?” Tanya kia.
“Belum bun, bunda baik – baik saja kan? Tanya pelangi yang berjalan mendekati Kia.
Di saat pelangi ada di hadapan kia, kia pun langsung memeluk pelangi. Pelangi bingung karena melihat sifat kia yang tiba – tiba memeluk dirinya. Ia kemudian bertanya kepada kia kalau apa yang terjadi.
“Bun, bunda baik – baik saja kan?” Tanya Pelangi sambil mengerutkan ke dua alisnya ke atas.
Kia kemudian mengangguk – anggukan kepalanya.
“Pelangi sayang, jangan pernah jauh dari bunda ya nak. Bunda tidak ingin kehilangan pelangi lagi. Bunda sayang pelangi dan amel.”
“Bun, bunda kenapa sih? Pelangi dan amel juga sayang bunda. Dan tidak mungkin pelangi akan pergi meninggalkan bunda. Pelangi kan enggak ke mana – mana bun.”
“Janji ya sama bunda.”
“Iya bunda,”
__ADS_1
Amel pun kemudian mendekati kia dan juga kakaknya, karena ia juga ingin di peluk oleh Kia.
**
Di saat Kia dan Cleo akan tidur, kia pun menceritakan semuanya kepada suaminya itu.
“Mas, dari kemarin aku ingin sekali menceritakan sesuatu sama kamu, tapi kamu masih sibuk sekali kelihatannya.” Ucap Kia kepada suaminya itu.
“Mau cerita apa sayang?” Tanya Cleo
“Mas, kamu tahu gak, ternyata Dion anak siapa?”
“Siapa?”
“Dion itu ternyata ananknya nindi.”
“Nindi? “
“Nindi adiknya akbar.”
“Apa? Kok kamu tahu bun?”
“jadi, aku sengaja datang ke rumah dion, karena ingin bertemu sama orang tuanya dengan tujuan bicara baik – baik kepada orang tua dion biar dion tidak lagi mengajak amel hal yang aneh – aneh. Eh, waktu aku mendengar ada mobil berhenti di depan pintu rumah dion, dan dion bilang kalau yang datang itu mamanya. Aku kaget bukan main mas, ternyata mama dion itu nindi. Gimana coba.”
“Makannya mas, aku juga kaget.”
“terus habis itu gimana?”
Kia pun menceriakan semuanya kepada cleo. Cleo juga mendengar kan dengan setia ketika isterinya sedang menceriakan kejadian itu. Akan tetapi Cleo menjawab cerita dari Kia yang menurutnya Cleo tidak menyukai ucapan Kia.
“tapi kamu jangan seperti itu. Jangan seolah – olah dion kamu salahkan.”
“Tapi mas, aku juga capek ngelarang dion main sama Amel lagi.”
“Iya aku tahu, tapi jangan begitu caranya, coba kamu pikirkan, dion seperti itu karena apa? Karena dia kurang di perhatikan dengan ke dua orang tuanya, apa lagi setelah aku mendengarkan ceritamu tadi, sepertinya Nindi terlalu cuek kepada anaknya sampai sampai tamu dari anaknya pun dia tidak mau menyapa atau menemuinya sebentar saja. Apa kamu tidak memikirkan gimana perasaan dia?”
“aku sebenarnya hanya takut saja kalau keluarga mereka mengganggu hidupku lagi mas.”
“kamu ini sebenarnya terlalu panik dan terlalu berlebihan tentang kehidupan pelangi.”
“ya jelas dong mas, aku tidak mau kalau kejadian dulu terulang lagi. Aku enggak mau hidup jauh dari pelangi lagi mas. Sudah cukup apa yang pernah aku rasakan dulu mas.”
__ADS_1
“Iya aku tahu, dan aku juga merasakan bagaimana perasaanmu itu. Tapi, coba kamu pikirkan. Biar bagaimana pun, pelangi harus tetap mengetahui siapa ayah kandungnya, apa lagi pelangi sudah dewasa, dia sudah bisa menilai bagaimana sifat dari ayah dan bundanya.”
“Tapi mas,”
“Sayang, coba sekarang kamu berpikir yang jernih, jangan sampai emosimu menutup hatimu. Iya, memang baik tujuan utama kamu untuk membuat masa depan anak – anak mu menjadi cerah. Tapi kamu juga harus bisa mengerti dengan ke adaan. Apa lagi anak – anak kita sudah dewasa semua, mereka bukan lagi anak kecil yang bisa kita arahkan ke sana ke mari. Mereka sekarang juga sudah paham harus bergaul dengan siapa yang menurut mereka temannya itu baik. Kita sebagai orang tua hanya bisa memantau dan memberikan pengertian ketika mereka berjalan ke arah yang salah.”
Kia hanya terdiam dengan melihat ke arah bawah lantai.
“Kamu tidak lupakan dengan apa yang pernah bunda Riri katakana?”
“Yang mana mas?”
“kemarin bunda kan pernah bilang, memutus ikatan darah antara anak dan orang tua kandungnya itu tidak baik, dan hal itu sangat di benci oleh tuhan kan?”
Kia lalu menunduk – menundukan kepalanya. Ia mulai berpikir bagaimana bijaksananya hati suaminya itu. Dirinya selalu belajar semuanya dari suaminya itu. Ia kemudian menceritakan kembali siapa brayen dan dan siapa nama ayah brayen.
Saat itu amel ingin mengambil minum di bawah, ia tidak sengaja mendengarkan bunda dan ayahnya saling bercerita. Terdengar pembicaraan dari balik pintu kamar milik orang tuanya itu. Karena amel penasaran, ia sengaja menguping pembicaraan Kia dan Cleo dari balik pintu. Sebab saat itu ia mendengar suara Cleo seperti sedang serius berbicara dengan bundanya.
“Anah dan bunda belum tidur? Tunggu – tunggu, kenapa suara ayah sangat serius begitu ya? Apa yang sedang dia bicarakan sama bunda? Aku mau dengar ah, jadi penasaran.” Ucap amel sambil mendengarkan Kia dan Cleo yang sedang saling berbicara.
“Apa? Brayen anaknya akbar?”
“Iya mas, aku juga sangat heran sekali setelah mengetahui kalau brayen anaknya akbar. Kenapa bisa anak – anak mereka dekat dengan anak – anak kita. Aku tidak mau kalau sampai Pelangi dekat dengan brayen.”
“huft, mungkin ini semua sudah rencana Tuhan. Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui kalau brayen anak dari akbar?”
“Ya aku harus melarang pelangi supaya dia tidak lagi dekat dengan brayen.”
“Apa enggak lebih baik kamu mengatakan yang sebenarnya kepada pelangi? Aku takut dia akan kecewa dengan kamu. Sebab kamu sudah melarang amel berhubungan dengan dion, dan sekarang kamu juga melarang pelangi berhubungan dengan brayen?”
“Enggak mas, aku belum siap memberi tahu pelangi yang sebenarnya. Pokoknya aku tidak mau anak – anakku berhubungan dengan anak – anak mereka mas. Biar, biarin anak – anakku kalau mau membenci diriku, semua itu tidak jadi masalah untukku. Yang terpenting, aku tidak mau lagi berhubungan dengan keluarga mereka. Dan aku tidak ingin melihat anak – anakku sengsara atau menderita lagi. ” Ucap Kia.
“Mau sampai kapan lagi sayang kamu akan memberitahukan kepada pelangi yang sebenarnya?”
“Entah, aku juga enggak tahu mau sampai kapan mas, mungkin sampai aku benar – benar mengikhlaskan semuanya, mungkin.”
“Ya terserah kamu lah, yang penting jangan kamu abaikan pesan bunda ya sayang, dan kamu harus bisa mulai belajar mengikhlaskan semuanya. Hilangkan rasa dendam di hati, sebab itu tidak baik untuk diri kamu dan juga hati kamu sayang. Aku ingin mempunyai istri yang cantik dari luar dan dalam.” Ucap Cleo.
mereka tidak tahu kalau ternyata Amel sedang mendengarkan pembicaraan mereka dari belakang pintunya.
Bersambung...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐