Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Masuk ruang ICU


__ADS_3

“Kayla... Kayla... Kayla... Hisk .. hisk .. hisk...” isak tangis Ida yang membanjiri semua pipinya itu.


“Ida sudah, kamu yang sabar, kamu harus kuat. supaya Kayla bisa melewati masa kritisnya ini.”


“hisk.. hisk.. hisk.. kenapa, kenapa anakku menjadi seperti ini. Kenapa dia merasakan siksaan yang seberat ini. Aku tidak ingin anakku merasakan sakit yang begitu menyiksa dirinya. Aku mau Kayla sembuh. Hisk.. hisk.. hisk...” kata Ida sambil menangis.


“Sudah ida, kamu harus bisa iklas menghadapi semua ujian ini. Kamu harus banyak berdoa supaya penyakit yang sedang di derita oleh Kayla segera di angkat oleh – Nya. Kamu harus kuat dan juga sabar Da."


“Hisk.. hisk.. hisk..” suara Ida yang sedang menangis sesenggukan.


Sedangkan saat itu Akbar hanya mondar mandir di depan ruang ICU. Raut wajahnya sudah benar – benar terlihat begitu sangat cemas dengan ke adaan Kayla. Walaupun memang hatinya sudah tidak mencintai istrinya itu lagi. Akan tetapi dia masih mempunyai rasa kemanusiaannya.


Ida beranjak dari posisinya yang awalnya duduk di lantai dekat dengan pintu ruang ICU itu, kemudian Ida berdiri dan berjalan mendekati Akbar yang sedang berdiri bersandar di tiang depan ruang ICU itu. Ida berkata kepada Akbar untuk meminta tolong, supaya dirinya mau menemani dan juga memaafkan Kayla dalam beberapa waktu ini sebelum Kayla pergi selama – lamanya. Ida ingin supaya putrinya itu bisa tenang saat ajal menjemputnya.


“Akbar, Akbar, tante minta tolong sama kamu nak. Tolong beri kesempatan kepada Kayla. Tante mohon. Hisk .. hisk.. hisk..”


“Minta tolong apa? kesempatan apa yang tante ida maksud?” kata Akbar dengan sedikit membentak.


“Tante mau kamj temani Kayla selama detik detik terakhirnya ya nak. Tante mohon. kali ini saja tolong tante nak." ujar Ida sambil menangis saat berdiri di belakang Akbar.


Akbar mulai memikirkan permintaan Ida itu.  Bisa atau tidaknya dia mengabulkan permintaan si Ida.


“Aku akan memikirkan semuanya. Aku tidak bisa janji. Karena sulit bagiku untuk melupakan semua yang telah Kayla lakukan kepadaku.” Ucap Akbar

__ADS_1


“nak tante mohon, tante mohon tolong tante ya, bahagiakan Kayla sebentar saja.” Pinta Ida kepada Akbar.


Ida mengatakan seperti itu dengan berlutut di belakang kaki Akbar. saat itu Dewi tidak tega melihat ida yang berlutut menyembah nyembah di kaki Akbar. Akan tetapi Akbar hanya menunjukan wajahnya yang acuh di saat Ida sedang memohon - mohon kepadanya. Sedalam itu kah sakit hati yang dirasakan oleh Akbar, ketika Kayla bermain api di belakangnya. Sakit hatinya mungkin tidak sebanding dengan yang Kia rasakan dan alami waktu dirinya sedang mengandung anaknya, terlebih di saat Akbar menggugat cerai dan menuduh Kia berselingkuh. sedangkan saat Akbar mendapatkan balasannya ia terlalu berlebihan dengan rasa sakit hatinya yang telah di khianati oleh istrinya itu.


Akbar akhirnya meninggalkan mereka berdua. Ia kembali ke rumah dan langsung masuk ke kamarnya. Saat itu Nindi sedang bersiap akan pergi, namun dirinya melihat Akbart yang tiba – tiba langsung masuk tanpa permisi atau mengucap salam saat dirinya masuk kedalam rumah. Dan Nindi melihat kakaknya yang pulang dari rumah sakit dengan wajah yang murung.


“Kakak kenapa lagi dia itu? Sudah aku bilang tidak usah bertemu atau mengurusi tentang wanita murahan itu lagi. Kenapa dia masih saja ke sana dan tidak mau mendengarkan apa kata ku. Tau sendirikan.” Guamam Nindi dari dalam hati dan setelah melihat kakaknya yang langsung masuk begitu saja ke dalam kamar.


Sedangkan setelah Akbar masuk ke dlam kamar, ia justru membanting – banting semua barang yang ada di kamarnya.


“Aaghh! “ teriak Akbar sambil membantik semua barang yang ada di kamar.


Akbar binggung dengan semua yang saat itu terjadi.


“Dok, saya ingin menemui dan melihat kondisi pasien atas nama Kayla. Bisa kan dok?


“Maaf untuk sementara waktu, pasien yang sedang dalam ke adaan kritis tidak di perbolehkan untuk di jenguk. Yang kami takutkan jika nanti akan mengganggu kondisi pasien itu.”


“Tapi dok hanya sebentar saja. Tolong ijinkan saya, karena saya ini suaminya.”


“Suaminya?”


“Iya dok.”

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu saya berikan waktu  lima belas menit untuk menemui pasien. Tetapi sebelum menemui pasien, bapak harus mengunakan Alat Pelindung Diri terlebih dahulu. Dan jika bapak masuk ke ruang ICU kami harap bapak jangan berisik atau mengatakan sesuatu yang negatif. Kalau bisa berkatalah positif kepada pasien.”


“Baik dok.”


“Apakah bapak mengerti?”


“Iya dok saya mengerti dan paham dengan maksud dokter.”


Kemudian Akbar mengunakan Alat Pelindung Diri untuk masuk ke dalam ruangan yang saat itu ada Kayla di sana.


“Mari silahkan masuk. Waktu bapak tidak lama ya. Bapak mempunyai waktu lima belas menit untuk membesuk istri bapak.”


“Baik dok. Terimakasih.”


Lalu Akbar masuk ke dlam ruang ICU itu, ia terkejut melihat kondisi Kayla yang saat itu terbaring lemah di sana dengan kabel yang menempel begitu banyak di bagian badan Kayla. Akbar tidak menyangka kalau Kayla akan seperti ini. Di hadapannya sekarang adalah wanita yang dulu pernah ia cintai. Wanita itu yang dulunya selalu ceria dan membuat hatinya merasa nyaman, kini ia telah berbaring lemah di housepital bed. Tubuhnya yang dulu terlihat begitu indah untuk di lihat, bisa di bilang Kayla memiliki postur tubuh yang sangat bagus dan berisi atau sangat ideal, namun sekarang kata ideal itu tidak bisa lagi di ucapkan di bibir Akbar, sebab istrinya itu sudah bertubuh kerempeng. Tubuhnya sekarang hanya seperti tulang belulang akibat dari penyakit yang dia derita. Penyakit itu sudah menggerogoti tubuhnya dengan sangat cepat.


Rambutnya yang selalu terhelai bergelombang nan cantik itu sekarang tinggallah kulit kepala saja yang nampak terlihat jelas. Kelopak matanya kini terlihat membiru, bibirnya kering matanya pun terlihat berkeriput.


Akbar memang seorang yang keras, akan tetapi hatinya yang keras itu bisa merasakan rasa kasihan setelah melihat kondisi Kayla saat itu. ia mendekati istrinya yang tidak berdaya. Kemudian ia melihat wajah istrinya yang terlihat begitu mengerikan untuk di lihat. Wajahnya yang dulu sangat cantik di lihat dan enak untuk di pandang semuai itu berubah seketika setelah penyakit itu datang dan menggerogoti sistem sarafnya.


“Apa kah yang di hadapan ku ini benar – benar Kayla? A... ku.. aku.. aku tidak menyangka kalau ternyata dia separah ini. Dia berjuang untuk melawan penyakit yang saat ini ia rasakan. Kayla, aku memang masih kesal dan marah sama kamu. Tetapi kenapa kamu bisa samapai begini? Kenapa kamu ini bodoh! Sangat Bodoh, karena telah membuat dirimu menderita sendiri. Kamu bodoh!” Ucap Akbar dari dalam hatinya sendirian saat sedang berada di samping Kayla dan memandangnya.


Bersambung..

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2