
Sesampai di rumah, ia meletakan Pelangi secara perlahan dan berhati - hati. Kia tidak bosan bosannya memandangi wajah Pelangi yang sendu itu
Nama Pelangi yang di berikan Kia kepada anaknya itu memiliki arti anak perempuan yang berwajah indah dan memiliki sifat yang rendah hati. Karena Kia merasa bahwa hidup itu yang saat ini ia jalani semuanya seperti warna pelangi, hidup yang penuh dengan warna warni. Apalagi saat pelanggi muncul di awan pasti semua orang yang melihatnya akan merasa sangat senang dan damai setelah melihatnya.
Beberapa hari belakangan ini, ia mulai belajar pelan - pelan cara mengurus Pelangi kecilnya itu. Hari demi hari ia di sibukan mengurus putrinya itu dan di bimbing oleh kakak atau mamanya. Mulai dari bergadang menemani Pelangi, mengantikan popoknya setiap menit, memandikan putrinya itu hingga menemani tidur di sampingnya. Seperti yang wajib di lakukan oleh para ibu - ibu muda setelah anaknya lahir.
Semenjak Pelangi hadir di kehidupan Kia, semua yang ia jalani ini merasa benar - benar penuh dengan kebahagaian walaupun tanpa suami. Ia tidak lagi mememikirkan seseorang untuk menempati hatinya. Dan setiap harinya Kia merawat pelangi penuh dengan kasih sayang. Setiap sentuhannya memiliki kasih sayang yang luar biasa untuk putri kecilnya itu.
-----
Sudah satu setengah bulan ini Kia merawat anaknya. Namun, ia mencurigai bagian atas tubuh Pelangi di matanya. Ada warna kuning yang nampak jelas di bola mata Pelangi. Pelangi juga rewel sekali saat itu, apa lagi badannya saat itu demam tinggi. Ia merasa bahwa ada yang aneh dengah kondisi putrinya itu. Lalu ia menanyakan kepada Nisa dan Sinta kenapa bola mata putrinya terlihat berwarna kuning anaknya juga sedang demam tinggi?
"Mah ini bola mata pelangi kenapa ya mah? Kok ada warna kuning - kuningnya ya mah?"
"Ha? Yang benar saja?" Kata Nisa yang terlihat kaget saat mendengar Kia berkata seperti itu.
"Coba kakak lihat." Ucap Sinta sambil mendekati Pelangi yang sedang terbaring di atas kasur.
__ADS_1
Saat mereka melihat Pelangi, merekapun langsung menyuruh Kia untuk membawanya ke rumah sakit agar di periksa oleh dokter sepesialis anak.
Kia pun pergi ke Rumah sakit untuk memeriksakan anaknya itu dengan di temani kakaknya. Sesampainya di rumah sakit Kia berlari ke ruang UGD dan meminta pertolongan kepada para medis yang sedang berada di sana dengan mengendong Pelangi.
Beberapa perawat langsung memanggil dokter sepesialis anak. Dokter itu langsung datang menuju ruang UGD. Kemudian dokter pun langsung membawa Pelangi agar segera di periksa dan di tanganinya.
Pelangi di bawa ke ruangan NICU agar bisa di tangani degan ketat oleh para medis. Lalu Pelangi di cek semuanya Setelah Pelangi di periksa oleh dokter dan di letakan ke ingkubator dokter memanggil orang tua bayi tersebut untuk menemuinya di ruangan hendak akan membicarakan tentang kondisi anaknya tersebut.
Dokter mengatakan bahwa terdapat masalah pada bagian organ di dalam tubuh Pelangi saat ini. Tetapi untuk tindakan lajut, Pelangi harus di rawat inap untuk beberapa minggu di rumah sakit. Karena ada penanganan khusus untuk bayi, berbeda dengan penanganan untuk orang dewasa. Jadi ibu dari si bayi harus bisa menerima apa yang disarankan oleh dokter. Mau tidak mau, suka tidak suka Pelangi harus opname di Rumah sakit dalam beberapa minggu ini.
Setelah mendengar dokter berkata seperti itu. Kia merasa dirinya tidak bisa untuk merawat anaknya yang masih bayi itu. Bayi yang masih berumur satu setegah buan harus di rawat insentif di ruangan NICU tanpa di temani oleh orang tuanya.
Sinta mencoba menenangkan hati Kia yang sedang merintih - rintih menanggis melihat anaknya dalam kondisi seperti ini. Tak beberapa lama Nisa dan Surya datang dan mendekati ke dua putrinya itu yang sedang berdiri si balik kaca ruang NICU dan melihat Pelangi dari luar jendela.
Nisa pun memeluk putrinya itu dan mencoba untuk mendinginkan hati putrinya itu. Begitu pula dengna Surya, ia juga memberikan pengarahan dan pengertian untuk Kia supaya Kia dapat memahmi apa yang dokter katakan. Mereka juga menguatkan Kia supaya dirinya bisa melewati masa masa sukit ini untuk dirinya dan juga anaknya.
Melihat anaknya sedang dalam kondisi seperti itu Kia berjanji kepada dirinya sendiri akan lebih berhati - hati lagi untuk merawat dan menjaga putrinya itu.
__ADS_1
Keesokan harinya Kia datang ke rumah sakit seorang diri, tak lama setelah sampai di rumah sakit Kia di panggil oleh dokter. Memintanya agar segera masuk ke ruangan dokter sepesialis anak itu dengan di temani suster. Dokter memberikan kabar yang mengejutkan bagi Kia.
"Ibu Kia, di sini hasil rontgen untuk bayi atas nama Pelangi, di sini terlihat ada penyumbatan di bagian ulu hati pada bayi tersebut. Biasanya penyumbatan ulu hati yang terjadi seperti ini di sebabkan dari sifat bawaan lahir pada bayi. Dan penanganan seperti ini harus di wajibkan untuk operasi." Kata dokter itu.
Mendengar dokter berkata seperti itu hati Kia seakan akan runtuh seketika. Ia tidak bisa berkata - kata apapun. Kepanikan, kecemasan dan kekhawatiran kini melanda hatinya karena kondisi anaknya.
"Apa operasi dok?" Jawabnya dengan sangat lirih dan matanya yang kosong seperti tidak bisa mengedalikan hatinya setelah mendengarkan dokter berbicara.
"Iya ibu, kalau anak ibu tidak segera di operasi. Ini justru akan membuat fatal atau bisa jadi menuju kematian pada bayi. Karena umur bayi belum ada tiga bulan dan kami tidak berani memberikan obat obatan yang berdosis tinggi pada anak ibu. Jalan satu satunya hanya degan operasi pada bagian perut. Sebab penyumbatan itu di sebabkan adanya asupan asi yang di komsumsi oleh si kecil dan belum bisa sepenuhnya di cerna dengan baik oleh sistem tubuhbatau organ tubuh bayi. Dan jika kita tidak menanganinya lebih lanjut bisa terjadi kematian pada bayi. "
"Apa dok? Saya tidak mau terjadi apa apa degan Pelangiku dok, berikan dia penanganan yang benar benar mendukung supaya dia bisa kembali norbal dan sehat seperti awalnya dok. " Ucap Kia.
"Kalau begitu ibu harus menandatangani surat ini. Agar kami bisa lebih cepat menangani putri ibu." Kata dokter sembari menyodorkan sehelai kertas itu.
Di berikanlah surat yang menyatakan bahwa orang tua dari pasien menyetujui untuk tindakan lanjut operasi pada anaknya itu. Selesai menandatangani Kia keluar dengan badan yang tidak berdaya dan lemas karena anaknya akan di operasi. Lalu ia berjalan menuju ruangan NICU karena satu jam lagi Operasi akan segera di lakukan. Kia menanggis di balik jendela kaca melihat putrinya yang masih kecil itu harus merasakan tajamnya alat - alat operasi.
Ia tidak sanggup melihat anaknya dalam kondisi seperti itu. Kia berulang - ulang kali berdoa supaya proses operasi berjalan dengan lancar dan anaknya bisa cepat sehat kembali. Air matanyapun tak henti hetinya keluar dan membasahi pipinya, ia menanggis sendirian tanpa di temani siapapun.
__ADS_1
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️