
Walaupun memang Akbar berbuat jahat, tetapi Kia tidak ingin kalau Pelangi membenci ayah kandungnya sendiri. Dan selama ini Pealngi belum di berikan pengertian oleh Kia kalau Akbar adalah ayah kandung Pelangi. Di hati kecil Kia, dia masih seperti belum bisa menganggap Akbar itu ayah kandung Pelangi.
Karena sikap akbar yang selalu menganggu kehidupan Kia. Kia seakan enggan ingin memberi tahukan kepada putrinya itu, kalau Akbar adalah ayah kandungnya. Walau bagaimana pun Akbar tetaplah ayah kandung, sebab di dunia ini tidak ada namanya mantan anak. Mungkin kalau mantan istri, mantan pacar masih sering kita jumpai, tapi kalau mantan anak tidak akan pernah ada. Anak adalah darah daging sendiri.
"Bunda janji sayang, bunda akan selalu melindungimu. Bunda juga akan memberi tahu kamu semua tentang ayah kandungmu yang sebenarnya tetapi ketika kamu besar nanti nak." Gumam Kia dari dalam hatinya itu.
-------
Sedangkan dirumah sakit Kayla terlihat merenung, murung dan wajah sedih begitu sangat menguasai wajahnya waktu itu. malam hari yang begitu dingin, Kayla kembali lagi menatap ke atas melihat indahnya cahaya bintang yang sedang berada dilangit – langit bumi itu. dia menyendiri pergi ke sebuah taman di rumah sakit. Kupluk, syal, jaket rajut dan sandal slop tipis yang selalu menemaninya menatap indahnya langit di malam hari sambil duduk di kursi rodanya itu.
“Hai... malam yang dingin, bulan yang bersinar dan bintang di atas sana. Kalian tahu? Aku hari ini sangat bahagia, sebab aku sudah bertemu seorang wanita yang sangat baik, yang dulu pernah aku sakiti hatinya. Kalian tahu, aku sudah lega melihat dan meminta maaf kepadanya. Jadi di saat aku akan pergi untuk selama – lamanya aku bisa tenang meninggalkan semua yang ada di sini. Tapi sayang aku masih ada satu orang lagi yang belum bisa aku temui dan meminta maaf kepadanya. Dia adalah adik iparku, dia sekarang sangat membenciku. Gara – gara aku sudah mengecewakan dia. Menurut kalian, apakah dia mau memaafkan aku? Semoga saja dia mau memaafkan aku. Dan sebentar lagi aku akan menjadi seperti kalain. Bersinar menyinari bumi ini.” Ucap Kayla sendiri dengan menatap ke atas langit.
Ida yang keluar sebentar untuk membeli sesuatu di swalayan kemudian ia kembali ke rumah sakit untuk menemani Kayla di rumah sakit. Ia masuk ke kamar, lalu melihat ke arah hospital bednya, namun kayla tidak terlihat ada di sana. Ia mulai khawatir, kemudian ia berlari ke luar dan bertanya kepada suster yang menjaga tempat itu.
“Suster, di mana anakku ya?”
“Maksud ibuk, pasien atas anama Kayla?”
“Iya sus, apakah susuter melihatnya.”
“Itu bu, Kayla ada di sana bersama anak – anak kecil.” Ucap suster itu sembari menunjuk ke arah Kayla yangsedang menatap langit.
Lalu Ida datang menghampiri anaknya. Dia berkata kepada anaknya kalau dia sedang mencarinya kemana – mana.
“Sayang, ternyata kamu di sini. Mama sudah mencarimu sampai kemana – mana loh nak.”
“Aku dari tadi di sini mah.”
“Masuk yuk nak, di luar dingin banget loh sayang.”
“Nanti saja mah, Kayla ingin berada di sini dulu.”
“Tapi nak...”
__ADS_1
“Mah, kalau mama mau ke kamar, silahkan mah. Nanti Kayla akan menyusul mama masuk ke dalam.”
“Kalau kamu tidak mau masuk ke kamar, mama juga tidak akan masuk ke kamar nak. Amam akan temani kamu di sini saja.”
“Tapi mah?”
“Hhuusst.. sudah mama temani kamu di sini ya. Kita sama – sama menikmati malam hari yang dingin dengan di temani bulan dan bintang di sana.” Ucap Ida sembari menelunjuk ke arah langit itu.
“Mah, aku menyayangimu. Sangat menyayangimu. Terimakasih ya mah, sudah merawat ku dan menjagaku setiap hari.”
“Iya sayang, mama juga sangat menyayangi kamu. Karena walau bagaimana pun kamu tetaplah peri kecil untuk mama.” Kata Ida dengan mengusap pipi Kayla itu.
“Dingin ya mah.”
“Kamu ke dinginan ya sayang? Kalau begitu kita masuk yuk.”
“Tidak mah, aku ingin merasakan hembusan angin. Aku tidak tahu kalau semisal ini adalah hari terakhir Kayla merasakan hembusan angin malam seperti ini mah.”
“Mama, kayla boleh bertanya sesuatu?”
“Tanya saja nak. Peri kecil mama mau tanya apa?”
“Kenapa mama dan mas Akbar menyembunyikan surat gugatan cerai kepadku? Apakah benar kalau mas Akbar sudah tidak mencintaiku?”
“Kamu tahu dari mana?”
“Katakan saja mah. Aku tidak apa – apa.”
“Sayang, memang mama sengaja tidak memberi tahukan ke kamu soal gugatan itu. mama takut kamu pasti akan sangat sedih. Mama minta maaf ya sayang.”
__ADS_1
“Mama tidak perlu meminta maaf kepadku mah. Aku tahu, kalau mas Akbar memang sudah tidak mencintaiku. Tetapi dia masih baik kepadaku karena dia mau menaemani saat – saat terakhirku di dunia ini.”
“mungkin memang awal itu dia berniat ingin mengugat kamu. Tapi setelah itu dia mengurungkan niatnya dia mencabut semua gugatan itu di pengadililan. Dia juga tidak tahu kalau ternyata kamu sakit seperti ini.”
“Bukan karena kasihan kepadku ya mah? Karena kondisi ku yang seperti ini?”
“Tidak sayang. Kamu jangan berpikir buruk dulu ya nak.”
“Tidak mah, Kayla tahu. Mas Akbar ke sini karena aku sudah mau mati kan mah?” ucap Kayla sambil melihat ke arah Ida dan mengeluarkan air matanya.
“Kenapa kamu menanggis sayang?”
“Aku merasa semua orang jijik saat melihat wajah ku ini mah.”
“Siapa bilang?”
“Aku... seperti sudah tidak sanggup lagi mah. Aku tidak kuat. Hisk.. hisk.. hisk..”
“Sayang kamu ini ngomong apa si? Lebih baik kita masuk ke dalam saja yuk.”
“Kayla masih ingin di sini mah.” Cakap Kayla sambil menghapus air matanya yang jatuh di pipinya.
“Tapi ini sudah malam loh sayang. Lebih baik kita kembali ke kamar saja yuk.” Ajak Ida kepada putrinya itu.
Akhirnya Kayla mau di ajak masuk ke dalam kamarnya. Ida membantu Kayla untuk mendorong kursi rodanya. Dari belakang dirinya menarik nafas berulang kali karena ia tidak ingin memperlihatkan kepada Kayla kalau dirinya pun sebenarnya juga menanggis melihat ke adaan Putrinya seperti itu.
“Mah, terimakasih untuk segala galanya yang telah kamu berikan untuk aku mah. Maafkan Kayla yang tidak bisa membuat mamah bahagia. Kayla sudah banyak membuat mama kecewa dengan semua kesalahan yang Kayla buat.” Kata Kayla yang duduk di kursi roda.
“Sama – sama sayang. Mama bahagia telah mempunyai anak yang kuat seperti kamu. Kamu akan selalu di hati mama untuk selama – lamanya. Kayla tahu, dari dulu hal yang selalu membuat mama bahagia itu adalah kamu nak “Senyuman dari sang buah hati” kamu adalah harta untuk mama, sampai mati pun, kamu tetap anak mama yang sangat mama sayangi.” Ucap ida sambil menenteskan air matanya ke kupluk Kayla.
Kayla tidak tahu kalau Ida berkata seperti itu sambil menanggis.
__ADS_1
Bersambung....
❇️❇️❇️❇️❇️