Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Sahabat singkat


__ADS_3

Suatu ketika Kayla ingin duduk di luar kamarnya. kemudian ia turun dari hospital bednya, dirinya turun dan duduk di kursi rodanya sendirian. Ia keluar dari kamar dan melihat di sekeliling kamar itu untuk mencari suasana baru atau menghirup udara segar, sebab dirinya merasa jenuh setiap hari selalu berada di kamar.


Ketika itu di sana Ida sedang pergi tak tahu kemana, dia hanya berpamitan kepada Kayla kalau dirinya keluar sebentar karena ada acara penting. Sedangkan Akbar memberikan kabar kepada Kayla bahwa hari itu ia tidak bisa datang ke rumah sakit karena dia ada keperluan. Dirinya melihat ke kiri, kemudian melanjutkannya ke arah kanan. Di saat ia menoleh kan kepalanya ke arah kanan, ia melihat ada seorang anak kecil yang sama seperti dirinya.


Anak kecil itu duduk di atas kursi roda, dengan wajah yang pucat, keriput dan kepala yang botak. Kemudian Kayla mendekati anak kecil itu. anak kecil itu seperti berusia sekitar empat tahun. Setelah kursi roda Kayla dekat dengan dia, kayla pun memperkenalkan diri.


“Hay... siapa nama kamu nak?”


Anak kecil itu melihat ke arah Kayla.


“Rara tante.”


“Aku Kayla.”


“sedang Lihat apa kamu di sini? Kenapa wajahmu terlihat sedih?” ucap Kayla sambil melihat ke arah luar jendela sebab Kayla heran kepada anak kecil itu.


Sebab Rara terlihat sedih ketika melihat di luar sana. Di luar jendela itu terdapat beberapa anak yang sedang berlarian ke sana ke sini.


“Enak ya jadi mereka.” Ucap Rara sambil melihat ke anak anak kecil yang sedang bermain – main.


“Kenapa?” tanya Kayla.


“Aku ingin  sekali seperti mereka. Bisa berlari kesana kemari. Tapi semua itu hanya mimpi untukku tante.”


“Owh,”


Kayla seketika terdiam setelah mendengarkan anak kecil itu berbicara. Ia kemudian berpikir kasihan melihat anak itu.


“Kasihan dia, pasti dia merasakan sama seperti yang aku rasakan. Dia pasti juga merasa tersiksa batinnya. Anak sekecil dia sudah harus merasakan sakitnya saat kemoterapi.” Gumam Kayla di dalam hatinya melihat dia.

__ADS_1


“tante sedang apa di sini? Apakah tante juga sama dengan ku?”


“Iya, kita sama. Sama – sama sedang berjuang untuk bisa sembuh dan melawan sakit ini. Rara tidak usah sedih ya, mulai sekarang kita bisa bermain bersama – sama. yuk kita main berdua. Kalau boleh tahu di mana kamar rara?” tanya Kayla.


“Rara di rawat di sana tante.” Ucap Rara sambil menuding ke arah kamarnya.


Singkat cerita, setelah Kayla bertemu dengan Rara beberapa hari yang lalu, ia mulai sudah bisa menghibur dirinya sendiri. Setiap hari Kayla selalu bermain ke kamar Rara, mereka saling bercanda dan tertawa bersama. Ia juga sudah kenal dengan ke dua orang tua Rara. Kayla dan Rara selalu menghabiskan waktunya berdua bermain bersama dan Kayla pun sering memberikan cerita pendek untuk Rara. Begitu pula dengan Rara, ia sangat senang karena ia mempunyai teman baru di rumah sakit itu. Kayla merasa sekarang tidak lagi ke sepian. Ia senang bisa bertemu dengan Rara, karena hampir setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama, Kayla sudah menganggap Rara itu seperti adik kandungnya sendiri. Namun, Rara sudah lama mengidap penyakit kanker otak.


Malam hari itu Kayla ingin pergi ke kamar Rara, dia keluar dari kamarnya saat akan berjalan menuju ke arah kamar Rara, ia melihat banyak orang dan dokter sedang mendorong hospital bed milik Rara. Ia juga melihat ke dua orang tua Rara berlari sambil menangis mendampingi dokter dan juga suster yang sedang mendorong hospital bed dengan sangat terburu – buru, kemudian saat mereka melintas di hadapan Kayla, kayla melihat wajah Rara yang saat itu sedang berbaring kritis.


“Ra..Ra..” ucapnya sambil menutupi mulutnya dengan tangannya sendiri.


Kemudian Ia kembali ke kamarnya dan merebahkan badannya itu. ia hanya bisa mendoakan Rara, yang saat itu sedang kritis.


Ia seperti tidak percaya kalau Rara secepat itu. sedangkan dirinya baru saja bermain bersamanya. Lalu ia memikirkan hal itu terjadi kepada dirinya sendiri. Kayla lalu kembali masuk ke dalam kamarnya. dirinya menangis sendirian di sana. Ia berdoa supaya Rara segera sembuh dan pulih. Ia memohon berulang kali kepada Tuhan agar mengangkat penyakit Rara. Kayla begitu sangat sedih jika Rara benar – benar telah pergi. Ia ingin Rara yang sembuh.


Dirinya berulang – ulang kali berkata “Rara kamu harus kuat, Rara kamu harus sembuh. Masa depan kamu masih panjang. Kamu harus sembuh Ra. Tuhan tolong berikan Rara kesembuhan. Aku ingin melihat anak sebaik dan pintar seperti Rara bisa melanjutkan masa depannya. Aku mohon Tuhan.” Ucap Kayla sambil meneteskan air matanya.


“Sus, dimana penghuni ruangan ini? Kenapa semua nampak sudah rapih?”


“Owh, maksud anda pasien atas nama Anak Rara?”


“Iya sus? Apakah dia masih Kritis?”


“Dia sudah meninggal dunia tadi pagi pukul empat.”


“Apa?!”


“Kenapa singkat sekali pertemanan ku dengan anak itu? kenapa cepat sekali kita berpisah?” ucap Kayla

__ADS_1


“Tapi tadi ke dua orang tua anak itu menitipkan sesuatu sama saya. Apakah anda yang bernama Kayla?” tanya suster itu.


“Iya, saya Kayla. Kenapa ya sus?” tanya Kayla.


“Ini ada titipan dari ke dua orang tua Rara, mereka berpesan kalau kotak kecil ini di berikan kepada orang yang bernama Kayla.” kata susuter itu sambil menyodorkan kotak kecil dari Rara.


Kotak kecil itu berisi sebuah surat pendek dan kupluk milik Kayla.


SURAT PENDEK


“* Hay sahabat singkat ku.


Tante Kayla, ini aku tuliskan sebuah surat Pendek untukmu.


Aku sangat mengucapkan banyak berterima kasih karena tante sudah mau menjadi sahabat singkatku. Tapi tante tenang saja, kita akan bertemu di sebuah tempat indah yang pernah tante katakan kepada Rara. Tante Kayla yang cantik, tante harus semangat terus untuk melewati penyakit ini. Rara berharap, tante bisa sembuh. Jangan seperti Rara, penyakit Rara ini sudah tidak bisa ada harapan untuk sembuh.


Tante, aku pergi dulu ya. Tante jangan menangis, jangan bersedih, pokoknya tante Kayla harus bisa semangat terus melawan penyakit ini. Kalau tante sedang merasa kesepian di sini sudah Rara siapkan kotak musik kecil yang sering kita putar dan kita dengar bersama. Terus di sini juga ada kupluk pemberian tante. Di belakang kupluk itu sudah aku tuliskan nama kita. Rara dan Kayla.


Selamat tinggal tante Kayla yang cantik. Aku sangat menyayangimu.


Sahabat singkatmu.


Rara*”


Itulah isi surat pendek dari Rara teman Kayla saat di rumah sakit. Setelah membaca surat ia menangis tiada henti. Ia tidak menyangka pertemuannya dengan Rara begitu sangat singkat, ia juga tidak tahu kenapa mereka dipisahkan begitu cepat.


Setelah membaca dan melihat kupluk dari Rara itu, Kayla kemudian memeluk barang yang di berikan oleh Rara. Kayla juga memikirkan bahwa dirinya juga akan sama dengan apa yang Rara alami. kehidupan singkat untuk merasakan hidup di dunia ini. ia bisa belajar dari Rara. walaupun Rara masih anak kecil tetapi dia sudah memberi contoh untuk Kayla. 


sebab di saat - saat terakhir mereka bermain dan bercanda bersama Rara pernah berpesan kepada  Kayla bahwa dirinya harus meminta maaf kepada siapa saja yang pernah ia sakiti sebelum pergi untuk selama - lamanya.

__ADS_1


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2