
"Kasihan aku sama Kayla. Dia sudah sungguh - sungguh ingin meminta maaf kepada Nindi, tetapi anak itu malah memberikan perlakuan yang sangat kasar kepadanya. terus sekarang Nindi pergi kemana itu anak. huft! Kenapa dia sangat berubah sekali sifatnya. Apakah Cintanya begitu besar kepada laki - laki berengsek itu? seharusnya anak ini juga berfikir kalau yang salah itu tidak hanya Kayla saja. tetapi juga laki - laki itu. Heran aku sama pemikiran Nindi." kata Dewi dari dalam hatinya sembari melihat Kayla.
"Kesambet apa sih anak satu itu, heran ibuk. Emm, nak Kayla, ibuk minta maaf ya sama kamu atas perkataan dan perlakuan Nindi sama kamu tadi. tadi juga tidak tahu kalau ternyata Nindi bisa sampai seperti itu. Enggak habis pikir aku dengan anak itu. Nanti akan ibuk bujuk dia supaya dia mau menghilangkan egonya dan memaafkan kamu nak."
"Iya buk, Kayla mengerti kok buk. Emm, mas kita pulang ke rumah sakit yuk. Aku ingin istirahat. Kamu mau kan mengantarkan aku?" tanya Kayla.
"Iya, aku akan mengantarkan kamu pulang. Buk, aku antar Kayla ke rumah sakit ya buk."
"owh, iya nak. Kalian hati - hati di jalan ya. Salam buat mama kamu ya nak Kayla."
"iya buk." ucap Kayla sambil berjabat tangan dan mencium tangan Dewi.
Kemudian Kayla meminta kepada Akbar untuk mengantarkan dia kembali ke rumah sakit. Kayla pun berpamitan kepada Dewi untuk kembali ke rumah sakit setelah Nindi pergi tadi. Di perjalanan Kayla hanya terdiam, sehingga air matanya tidak bisa terhentikan menginggat perkataan Nindi tadi.
__ADS_1
Ia terus menangis selam perjalanan. Akbar yang melihat Kayla menangis mencoba untuk menenangkan, akan tetapi di saat itu Kayla hanya terdiam seribu bahasa. Akbar tidak tega melihat Kayla seperti itu. dirinya juga mengingat perkataan Dewi tadi.
“Iya memang, dia pernah berbuat salah kepadaku, tetapi apa yang ibuk ucapkan kepada Nindi tadi memang ada benarnya juga. Semua orang memang mempunyai kesalahan. Kita itu di dunia tidak ada yang suci. Kasihan juga Kayla, dia harus menerima kelakuan kasar dari Nindi, padahal dia mempunyai niat baik. Apa lagi dia sudah nekat supaya dia bisa bertemu dengan Nindi dan Nindi mau memaafkannya, tetapi justru Nindi memberikan perlakuan kasar kepadanya. Huft! “ gumam Akbar dari dalam hati yang sedang menyetir sembari melihat ke wajah Kayla.
Kayala pun sama di dalam mobil, dia meratapi semua kejadian yang baru saja dia alami. Dia tidak menyangka kalau Nindi bisa begitu marahnya kepada dirinya. Di tambah Nindi sudah berani meludahi wajahnya itu. Semua kejadian tadi di luar ekspektasi Kayla ketika sebelum dia berangkat ke rumah Dewi. Kayla berpikir, kalau dia begitu sangat hina, dan sudah sangat membuat Nindi benar – benar membencinya.
“Apakah kesalahanku ini benar – benar sudah sangat fatal? Sehingga ke dua kalinya Nindi memperlakukan aku begitu hina ini? Aku sudah tidak tahu harus bagaimana lagi aku bisa meminta maaf kepadanya. Kedatanganku tadi di rumah ibu mertua ku justru malah membuat semuanya menjadi rumit. Karena aku mereka jadi bertengkar. Dan karena aku pula nindi pergi meninggalkan rumah. Aku ini memang seharusnya cepat mati. Karena aku ini hanya sebuah sampah, dan kotoran hewan. Hisk.. hisk.. hisk..” ucap Kayla dari dalam hati.
“Aku enggak apa – apa kok mas, aku memang pantas mendapatkan perlakuan ini semua. Hisk.. hisk.. hisk..”
“Jangan nangis ya. Aku mohon. Wajah kamu jelek kalau menangis tahu.” Ucap Akbar sembari menghibur Kayla.
“Wajah ku memang sudah tidak lagi cantik seperti dulu mas. Wajahku menjijikan seperti kotoran hewan sekarang. Hisk.. hisk.. hisk...”
__ADS_1
“Husstt... sudah jangan berkata seperti itu. hiraukan saja apa yang di katakan Nindi tadi ya sayang.” Kata Akbar memanggilnya sayang supaya Kayla berhenti menangis.
“Apa mas? Sayang? Kamu benar – benar masih menyayangi ku?” tanya Kayla.
“Iya Kay, sebenarnya aku masih menyayangimu. Jadi berhentilah menangis ya.”
Kayla pun hanya membalas perkataan Akbar tadi dengan senyuman beratnya. Ia tahu kalau Akbar berkata seperti itu karena dirinya hanya ingin menghibur Kayla dan membuat Kayla sedikit tenang.
“Aku tahu kalau perkataanmu ini hanya ingin membuat aku berhenti menangis kan mas, semua itu hanya kata – kata palsu yang terucap dari bibir kamu. Aku tahu kamu terpaksa memanggilku dengan sebutan sayang, karena kamu ingin membuat aku menghentikan tangisan ku ini kan mas?” ucapnya dari dalam hati, sambil meneteskan air matanya.
Bersambung..
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1