Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Bertemu Nindi dan Dewi


__ADS_3

"Kenapa kak?"


"Apakah kamu sudah bisa membuka hati untuk Cleo?"


"Maksud kakak?"


"Dek, kakak hanya ingin mengatakan, jangan pernah kamu sia - siakan dia. Sebab kakak melihat, bagaimana dia tulus menolong mu. Beri dia kesempatan untuk mengisi ruang di hati kamu yang dulu pernah hancur itu."


"Iya kak, aku tahu semua pengorbanan Cleo untukku dan aku juga menyadari bahwa dia sudah terlalu lama menunggu ku. "


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan untuk dia?"


"Aku belum tahu kak. Tapi aku akan membuka hati ini untuk dia sedikit demi sedikit. Kenapa kakak tiba - tiba bertanya kepadaku tentang dia? Apakah dia pernah berkata atau bercerita sesuatu dengan kakak? "


"Sebenarnya sih, aku, mama, dan papa berharap kamu bisa hidup bersama Cleo. Karena kami menilai sepertinya dia laki - laki yang bertanggung jawab, baik dan tulus mencintai seseorang. Maka dari itu kamu jangan mengecewakannya."


"Iya kak, aku mengerti. Terimakasih sudah mengingatkan aku dengan ketulusan yang dia berikan kepadaku dan juga pelangi."


"Ya sudah. Ini juga sudah malam, besok kamu kerja kan, sekarang istirahatlah. "


"Baik kak, selamat malam."


--------


Selesai menelfone Sinta, Kia mengirim pesan kepada Cleo malam itu, sebab dirinya mulai berfikir dan merasa bahwa apa yang di katakan Sinta memang benar adanya bahwa Cleo adalah seorang laki - laki yang baik, Cleo juga selalu ada untuk Kia di saat dirinya sedang membutuhkan bantuan.

__ADS_1


"Mas, "


"Kenapa Kia? Ada apa?"


"Kamu belum tidur?"


"Belum nih."


"Kenapa?"


"Enggak ada apa - apa sih mas. Belum mengantukkah? Atau kamu sedang sibuk?"


"Enggak, aku enggak sedang sibuk, aku hanya sedang mengecek laporan tadi. Tumben sekali kamu menghubungi ku malam - malam begini?"


"Enggak boleh ya?"


"Apaan sih. Ha.. ha.. ha.. ya udah, aku ngantuk mau tidur nemenin Pelangi. Selamat malam mas, selamat beristirahat."


"Iya, jagain tuh putri kecilku ya. Selamat malam bidadariku. Selamat beristirahat."


"Kamu juga mas, jangan bergadang."


"Iya, iya, eh Ki, besok aku jemput kamu ya."


"Iya, iya. Udah ah. Enggak habis habis nanti kalau ngomong terus."

__ADS_1


"Emang itu yang aku mau."


"Kamu ah gitu. Udah ya mas Cleo."


"Okey, selamat malam peri kecilku dan bidadariku." Ucap Cleo.


"Memang benar apa yang di katakan kak Sinta. Mulai saat ini aku harus bisa membuka hati untuk Cleo. Apa lagi dirinya sudah berbuat banyak kepadaku. Dan juga dia banyak berkorban untukku dan juga Pelangi. Lagi pula pelangi sudah benar benar merasa dia adalah ayah kandungnya. Semoga di hadapan ku sekarang dia benar - benar laki - laki yang baik." Ucap Kia sambil melamun di pinggir jendela kamar Pelangi.


Keesokan harinya. Seperti biasa Kia selalu mengantarkan Pelangi beserta baby sisternya ke rumah orang tuanya. Pelangi selalu ikut dengan Sinta saat dirinya akan mengantarkan Bella ke sekolah. Ketika dirinya sedang berhenti di lampu merah, Pelangi melihat dari seberang jalan mobil sebelah terlihat wajah Nindi dan Dewi. Kemudian Pelangi membuka jendela mobilnya dan berteriak memanggil manggil mereka. Kaca mobil Nindi saat itu terbuka lalu dirinya mendengar Pelangi memanggil namanya.


Dewi pun ikut menoleh ke arah kiri mobil mereka. Dewi melihat Pelangi, ia ingin sekali memeluknya. Akan tetapi Sinta segera menyuruh baby sistentya untuk menutup pintu mobil dan kemudia Sinta menutup atau mengunci kaca mobil itu .


Berhubunh Dewi tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bertemu Pelangi lagi. Ia meminta Nindi untuk menyelip dan berenti di depan mobil Sinta. Akan tetapi Sinta pun juga tidak ingin kalah. Ia juga tidak suka melihat mereka menemui Pelangi lagi. Mereka mengemudi mobilnya dengan langkas namun berhati - hati.


"Bunda, jangan ngebut - ngebut dong bunda kasihan Pelangi nanti."


"Iya nak, kamu duduklah saja dan pakai sabuk pengamannya. Mbak, tolong pengang Pelangi ya. Karena kita sedang di kejar oleh orang gila."


"Baik nyonya." Ucap baby sister itu kepada Sinta lalu membopong Pelangi.


Tak lama Sinta mulai memperlambat setirnya karena ia tidak tega melihat ada anak - anak di dalam mobil. Lalu ia menghentikan mobilnya dan di halangi oleh mobil Nindi. Nindi dan Dewi berhenti di depan mobil Sinta mereka segera bergegas keluar dari dalam mobilnya kemudian turun menemui Pelangi.


"Bella, kamu nunggu di dalam mobil ya. Mbak tolong jagain Pelangi, jangan biarkan mereka bertemu atau membawa pergi Pelangi.


Bersambung..

__ADS_1


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2