
Setelah sampai di rumah sakit Dewi meminta dokter untuk segera menangani Pelangi. Dewi menanggis melihat cucunya yang sedang berbaring lemah di hospital bed dan sedang di tangani oleh dokter itu.
Kemudian ia dan Kayla menunggu Pelangi di luar ruangan UGD. Dewi mondar mandir karena sangat cemas memikirkan ke adaan cucunya itu. Dirinya berdoa supaya cucunya tidak kenapa - kenapa.
Dewi berpikir semua yang terjadi pada Pelangi adalah kesalahan Kayla, karena saat itu Pelangi sedang bersama Kayla. Namun saat Dewi bertanya kepada Kayla, dirinya sama sekali tidak bisa berkata apa - apa. Dirinya hanya terdiam membisu mendengar pertanyaan dari Dewi, dia juga takut kalau Pelangi seperti itu akibat obat tidur yang dia berikan.
"Kayla. Kenapa pelangi sampai seperti ini sih? Apakah kamu tahu penyebabnya? Ibuk sebenarnya dari pulang tadi sudah curiga. Dia tuh engak pernah tidur di jam - jam segini. Kamu juga gimana sih jaganya?! Cuman di tinggal sebentar saja kamu enggak bisa jaga Pelangi."
"Kayla juga enggak tahu buk, tadi dia hanya merengek - rengek minta untuk di buatkan susu. Terus Kayla buatkan susu untuknya. Kemudian dia meminta Kayla menemaninya tidur di kamar. Setelah dia sudah tidur aku tinggalin Pelangi di kamarnya sendiri terus aku mandi." jawan Kayla.
"Mandi? Memang kamu mau pergi ke mana, bukannya habis olahraga kamu lansung mandi ya tadi pagi?" tanya Dewi.
"Ya enggak ke mana - mana buk, aku cuman pengen mandi saja."
"****** aku, kalau sampai Pelangi kenapa - kenapa pasti mereka semua akan marah besar kepada ku. Aduh, aku harus gimana nih? Aku harus bisa memikirkan alasan yang tepat untuk menjawab mereka nanti." ucapnya dari dalam hati.
Beberapa menit kemudian di saat mereka berbicara Nindi datang dan langsung menanyakan semua yang terjadi. Nindi begitu mencemaskan Pelangi.
"Ibuk, ibuk gimana Pelangi?" Tanya Nindi sambil memegang ke - dua tangan ibuknya itu
"Ibuk juga tidak tahu nak. Dokter sampai saat ini masih memeriksa keadaan Pelangi. Kita doa kan saja semoga tidak terjadi apa - apa dengan Pelangi."
"Iya buk, semoga keponakan tercintaku tidak kenapa - kenapa. Aku sangat khawatir sekali. Gimana bisa sih kak? Kenapa keponakan ku bisa samapai seperti ini? Apa yang sebenernya terjadi?" Tanya Nindi.
"Kakak juga enggak tahu Nin. Kita lihat saja nanti apa kata dokter."
"Sudah Nin, sekarang kita berdoa agar Pelangi baik - baik saja."
Kemudian Nindi tak kuasa menahan air matanya. Ia tidak tega melihat Pelangi masuk ke rumah sakit lagi.
Beberapa menit kemudian Akbar datang dan mendekati mereka yang sedang berdiri di dekat pintu UGD.
__ADS_1
"Kay ada apa dengan Pelangi? Kenapa bisa seperti ini?" Tanya Akbar dengan wajah cemas.
"Aku tidak tahu mas...." Jawab Kayla dengan rasa takut.
"Apa?! Bagaimana kamu bisa tidak tahu? Bukankah seharian ini dia bersamamu? Kamu yang menjaga dia kan?" Bentak Akbar.
"Akbar sudah tenanglah dulu. Kita semua yang ada di sini sama - sama sedang panik. Coba kamu tenang dulu ya. Jangan salahkan Kayla. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jadi ibu mau kamu tenanglah dulu." Sahut Dewi.
"Bagaimana aku bisa tenang buk, aku tidak ingin terjadi apa - apa dengan putriku. Kay, kenapa kamu diam saja?! Jawab Kay!" Bentak Akbar
"Tadi aku.... Aku juga enggak tahu mas. Sudah lah kita tunggu hasil dokter nanti. Kamu jangan marah - marah gitu sama aku!" Jawab Kayla.
"Aagghhttt... Kamu tuh ya baru di tinggal sebentar saja enggak pecus untuk menjaga Pelangi! Heran aku sama kamu!" Bentak Akbar lagi.
"Kamu tuh jangan nyalahin aku terus kenapa sih mas?! Kamu sendiri ngapain pergi lama - lama! Lagian aku itu istri kamu bukan pembantu atau baby sister Pelangi!" jawab Kayla.
"Kamu memang ya!" Ucap Akbar dengan mata melotot.
"Akbar sudah, ini rumah sakit nak. Enggak baik kalian ribut di sini. Apa lagi pelangi saat ini masih berbaring di sana. Dan kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Pelangi. Ibuk minta kalian jangan bertengakar di sini." Sahut Dewi.
Akhirnya mereka semua menunggu dokter keluar dari ruangan itu dengan penuh rasa kehawatiran dan resah atau pun cemas. Mereka juga menyalahkan Kayla yang ceroboh menjaga atau menemani Pelangi hingga masuk ke rumah sakit seperti ini.
Rasa ketakutan yang Kayla rasakan kini semakin lama semakin bertambah. Dia takut jika nanti dokter akan mengatakan bahwa Pelangi seperti itu karena pengarus dari dosis obat tidur yanh telah dia berikan. Kayla hanya duduk terdiam dan mengerikit jemarinya.
Tak lama dokter keluar dar ruang UGD. Kemudian mereka mendekati dokter dan bertanya keadaan Pelangi saat ini. Akan tetapi Kayla menjauh dari mereka dan dia sama sekali tidak ikut mendekati dokter itu. Dokter perlahan melepaskan masker mulutnya dan akan mejelaskan perihal kondisi Pelangi yang saat itu masih terbaring lemas di dalam ruangan UGD.
"Dokter, bagaimana kondisi cucu saya?" Tanya Dewi dengan penuh harapan kabar baik dari dokter.
"Untuk saat ini anak Pelangi harus di rawat inap di rumah sakit."
"Apa dok? Apakah kondisi anak saya parah dok saat ini dan harus di rawat inap di rumah sakit."
__ADS_1
"Iya pak, kondisinya sangat lemah akibat obat dengan dosis yang tinggi."
"Obat?" Tanya Nindi.
"Obat apa ya dok? Maksud dokter?" Tanya Akbar.
Saat dokter akan menjelaskan mengenai keadaan yang di alami Pelangi saat ini, Kayla hanya terdiam membisu dan berpikir untuk mencari - carai alasan supaya bisa membela dirinya sendiri, jika nanti keluarga Akbar menyalahkan dirinya.
"Saya ingin bicara dengan orang tua anak."
"Saya dokter ayah dari anak Pelangi."
"Mari silahkan masuk ke ruangan saya. "
Sesampai di ruangan dokter anak itu. Dokter menyuruh Akbar untuk duduk.
"Jadi menurut observasi yang sudah kita jalani. Anak Pelangi kondisinya sangat lemah sekali. Semua itu akibat obat tidur yang di berikan kepada anak Pelangi mempunyai dosis yang sangat tinggi. Jadi obat itu tidak boleh di berikan sembarangan kepada anak yang masih di bawah umur lima tahun."
"Obat tidur dok?"
"Iya pak. Jadi obat tidur adalah jenis obat yang di resepkan oleh dokter sebagai pengobatan jangka pendek untuk masalah gangguan tidur. Apa lagi penggunaan obat tidur jenis ini wajib di bawah pengawasan dokter."
"Kenapa bisa anak saya meminum obat itu dok?"
"Coba bapak tanyakan dan bicarakan dengan keluarga bapak. Karena yang saya takutkan jika Pelangi mengonsumsi obat tidur ini, akibatnya anak bisa mengalami dehidrasi dan tidur berkepanjangan, jika anak terlambat untuk di tangani, semua ini akan berakibat fatal baginya. Bisa jadi anak meninggal dunia. Jadi saran dari saya, bapak dan keluarga harus lebih berhati - hati untuk meletakan barang - barang yang kiranya berbahaya di dalam rumah."
"Baik dokter. Terimakasih atas penjelasan dan saran dari dokter."
"Anak Pelangi membutuhkan tiga hari untuk di rawat di rumah sakit. Supaya anak bisa segera pulih dalam pengawasan dokter."
"Baik dok, terimaksih banyak. Kalau begitu saya permisi ya dok.
__ADS_1
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️