Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Pelangi dengan Akbar


__ADS_3

Kayla bertanya kepada mereka.


"Kamu kenapa menanggis mas? Ibuk juga. Kenapa kalian setelah memeluk anak ini justru menangis?" Tanya Kayla.


"Ternyata anak ini adalah anakku kay." Ucap Akbar.


"Apa? Anak itu adalah anak Kia mas?"


"Iya Kay. Ibu juga baru tahu ternyata anak ini adalah darah daging Akbar. Dia begitu cantik dan pintar. " Ucap Dewi sambil membelai rambut Pelangi.


Di saat Dewi berkata seperti itu lalu Nindi menjelaskan kepada Kayla bahwa Pelangi memang anak kandung Akbar. Seketika hati Kayla hancur setelah mendengarkan semuanya. Ia melihat kebahagiaan di mata Akbar ketika Akbar duduk di dekat Pelangi. Kayla hanya terdiam tanpa berkata apa - apa.


"Bagaimana bisa mas Akbar bertemu dengan anaknya Kia. Padahal aku sudah susah payah untuk membuat mas Akbar melupakan wanita itu beserta anaknya. Ini malah nonggol di hadapannya. Apa lagi melihat mertuaku seperti sangat menyayangi anak itu. Memang sih awal nya aku sangat menyukai anak itu. Tetapi setelah mendengar dia anaknya Kia, jadi males aku sama anak itu. Sumpah sebel banget. Kenapa juga harus bertemu di sini! Huh!" Kata Kayla di dalam hatinya dengan melirik sadis ke arah Pelangi.


Beberapa waktu berlalu. Nindi mendapatkan telephone dari Kia.


Kring.. kring.. kring..


Suara handphone Nindi berdering. Lalu ia menjauh dari Dewi dan Akbar untuk mengangkat telephone, sebab dirinya tidak ingin Kia tahu bahwa Pelangi bertemu dengan Dewi dan Akbar.


"Hallo kak."


"Nindi kalian sudah pulang belum?"


"Ini sebentar lagi kita pulang kak. Gimana kak Kia? Ada apa?" Tanya Nindi sedikit gugup. Ia takut Kia tahu jika Pelangi sedang bersama ayahnya.


"Jangan bawa Pelangi pergi jauh ya Nin. Aku khawatir sama dia. Takutnya nanti kamu kerepotan ngurus dia." Ucap Kia.


"Enggak kok kak. Tenang saja kak. Aku hanya sedang bermain di mall xxxx kok kak dekat dengan rumah. Jadi kak Kia tidak usah takut. Ini juga sebetar lagi kita mau pulang setelah dia ngabisin makanannya. "


"Owh, kalian lagi pada makan? Pelangi makan apa Nin?" Tanya Kia.


"Iya. Pelangi lagi makan sop ikan kak. Kak udah dulu ya. Aku mau ngurusin Pelangi dulu kak." Ujar Nindi yang berkata bohong kepada Kia karena saat itu Pelangi sedang di gendong oleh Akbar.


"Ya sudah kalau begitu. Hati - hati di jalan ya pulangnya." Kata Kia.


Selesai menelephone Nindi mengajak pelangi untuk Pulang.


"Pelangi yuk kita pulang sekarang." Ajak Nindi.


"Kalau begitu mari kita pulang bersama. Nanti sampai rumah nenek buatkan Pelangi puding yang enak." ucap Dewi.


"Maksud ibuk?" Tanya Nindi dengan wajah binggung dengan perkataan Dewi itu.


"Loh kamu ini gimana sih Nin? Bukannya kamu mengajak Pelangi pulang kan?"

__ADS_1


"Iya memang Nindi akan mengajak Pelangi pulang. Tapi bukan pulang ke rumah ibuk. Nindi akan mengembalikan Pelangi ke rumah kak Kia buk."


"Hah?! Apa?! Kenapa bisa kamu mau ajak cucuku yang cantik ini ke rumah Kia? Kita akan ajak Pelangi pulang ke rumah ibuk saja. Jangan ke rumah wanita itu. Ibu tidak suka. kasihan cucu ku nanti. "


"Ibuk, jangan seperti itu ya. Kalau kita bawa Pelangi pulang ke rumah ibuk, nanti kak Kia akan marah besar kepadaku buk. Nindi takut kak Kia akan marah dan melarangku untuk bertemu dengan Pelangi buk."


"Buk, Akbar mohon ibuk mengerti maksud apa yang Nindi katakan tadi buk." Kata Akbar.


"Kalian ini gimana sih?! Sekarang ibuk tanya, bukan kah wanita itu sendiri yang memberi tahu kepada kita, bahwa anak ini adalah darah daging kamu kan Bar? Kenapa kalian harus takut kepadanya? Memang siapa dia."


"Buk, tolong kali ini saja, dengarkan kata - kata kami dan mengerti dengan maksud kami buk. Apakah ibuk lupa? Setatus ku dengan Kia saat ini sudah sah bercerai. Kita sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi dengannya. Jika kita memabawa Pelangi pulang ke rumah ibuk, apa yang akan Kia lakukan kepada kita buk. Kia pasti akan melaporkan ke polisi, dengan alasan bahwa kita telah mencuri anaknya buk.Terlebih kepada Nindi. Akbar pun juga masih sangat ingin bersama Pelangi. " ucap Akbar sambil menjelaskan kepada Dewi.


"Tapi ibuk masih ingin dekat dengan cucu ibuk ini Akbar. Ibuk enggak mau jauh dari dia." Kata Dewi sembari memeluk Pelangi yang berada di sampingannya itu.


"Coba sekarang ibu pikirkan semuanya matang - matang. Jika ibu kekeh membawa Pelangi pulang ke rumah ibuk, Kia akan melaporkan kita ke polisi dengan tuduhan bahwa kita telah menculik anaknya. Tapi jika ibuk mengikuti semua apa yang aku dan Nindi katakan. Ibuk masih bisa bertemu Pelangi diam - diam. "


"Iya buk, benar yanh di katakan kak Akbar. Kalau kak Kia mengetahui semuanya. Akses untuk bertemu Pelangi pasti akan sulit. Bahkan jika kak Kia sampai tidak memperbolehkan aku menemui Pelangi. Pasti semua akan menjadi rumit buk."


"Tapi kamu janji ya akan selalu membawa cucuku yang cantik ini main ke rumah kita Nin."


"Iya buk."


"Ya sudah kalian pulangnya hati - hati di jalan ya. Nindi kamu harus benar benar menjaga keponakan kamu yang lucu itu ya.


Pelangi pun menuruti semua yang Nindi katakan. Ia memeluk dan bersalaman kepada Akbar, Kayla, dan juga Dewi.


Dalam perjalanan pulang Nindi mengatakan untuk melarang Pelangi bercerita kepada bundanya saat bertemu dengan Dewi dan Akbar tadi.


"Pelangi, "


"Iya tante."


"Hari ini senang enggak, tante ajak pergi bermain ke mall?"


"Seneng banget." Jawabnya singkat sembari duduk dijok mobil samping Nindu mengemudi.


"Besok - besok Pelangi mau tante ajak bermain ke mall lagi terus beli boneka atau mainan yang lebih banya dari ini."


"Mau tante, aku mau."


"Tapi pelangi janji dulu sama tante."


"Janji apa tante?"


"Nanti sampai rumah, Pelangi tidak perlu menceritakan kepada bunda kalau tadi kita bertemu nenek, om dan tante di mall tadi ya."

__ADS_1


"Kenapa?"


"Ya pokoknya tidak usah menceritakannya kepada bunda. Tadi Pelangi sudah janji kepada tantekan? Dan tante janji kepada Pelangi untuk membelikan boneka dan mainan yang banyak buat Pelangi."


"Iya tante."


" Anak pintar. Ingat enggak boleh ceritain sama bunda. Okey. "


"Okeh tante."


Nindi merasa khawatir jika Pelangi menceritakan kepada Kia soal tidak sengaja Pelangi bertemu Dewi, Kayla dan Akbar di mall tadi.


---------


Beberapa hari berlalu. Nindi kembali lagi ke rumah Kia untuk bermain bersama Pelangi. Ketika dirinya berdiri di depan pintu rumah Kia, ia merasa sedikit panik. Sebab Nindi takut jika Pelangi menceritakan semuanya kepada Kia saat beberapa hari yang lalu mereka pergi ke mall . Akan tetapi kepanikan itu sedikit reda ketika Kia menyambut Nindi dengan wajah yang biasa - biasa saja.


Kia pun tak lama berpamitan kepada Nindi dan Pelangi saat akan pergi bekerja. Setiap sebelum pergi kerja Kia selalu mencium Pelangi dan berpamitan kepadanya, supaya Pelangi tidak mencari Kia saat ia pergi bekerja.


Beberapa jam kemudian, Nindi kembali meminta ijin kepada Kia untuk mengajak Pelangi pergi. Kia pun memperbolehkan Nindi untuk mengajak putrinya itu pergi. Asal tidak terlalu lama dan jauh dari rumahnya.


Nindi pun mengajak Pelangi pergi ke rumah Dewi. Karena ia melihat Akbar dan Dewi begitu senangnya saat Pelangi datang ke rumah Dewi.


Sebelum Pelangi datang ke rumah Dewi, Akbar sudah membeli banyak mainan dan boneka untuk menyambut kedatangan putri kecilnya itu.


Hari pertama Nindi tidak begitu lama membawa Pelangi ke rumah Dewi. Lama kelamaan Nindi semakin memberanikan dirinya untuk membawa Pelangi bermain atau pergi ke rumah Dewi. Ketika itu Kayla semakin lama ia semakin merasa risih dengan kedatangan Pelangi. Ia menceritakan kepada Ida bahwa anak Kia sudah sering datang ke rumah. Setiap kali Pelangi datang di rumah Dewi, Kayla selalu beralasan dirinya akan pergi sebenar. Namun, Kayla selalu pergi ke rumah mamanya untuk menceritakan kebosanannya saat Nindi sedang mengajak Pelangi datang ke rumah Dewi.


Kayla datang datang langsung melemparkan tas slempangnya itu dengan wajah cemberut. Ida yang melihat anaknya seperti itu lalu bertanya kepadanya.


"Hay, sayang, kamu kenapa sih? Dateng dateng langsung melempar tas dengan wajah cemberut seperti itu."


"Kayla tuh mah, lagi sebel banget. Pokoknya sebel banget."


"Iya sebel kenapa? Cerita dong sama mama? "


"Mama tahu enggak sih. Kalau anak Kia sekarang sering di bawa Nindi ke rumah. "


"Ha? Anak Kia? Bagaimana bisa?"


"Bisa saja. Makanya aku ke sini. Soalnya Pelangi sedang berada di rumah. Dia juga lagi bermain bersama Akbar. "


"Apa? Coba ceritaka dari awal. Kenapa anak Kia bisa sampe rumah Dewi? Atau mertuamu itu sudah sinting ya?" Tanya Ida kepada Kayla yang sedang cemberut itu.


Bersmbung...


❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2