
Di saat dewi menolehkan kepalanya ia melihat Kia dan juga Cleo yang berjalan ke arah mereka.
“Itu Kia dan Cleo, Da.” Ucap dewi sambil menyenggol tubuh Ida yang sedang duduk di sampingnya.
Ida dan juga Akbar kemudian menoleh ke arah mereka yang sedang berjalan menuju ke kamar Kayla.
“Ngapain lagi sih mereka ke sini! Biar aku usir mereka tan.” ucap Akbar dengan suara menantang.
“Emm nak, nak jangan. Tante yang sengaja meminta Mereka untuk datang ke sini.”
“Apa?” wajah Akbar binggung di saat ida mengatakan kalau dirinya lah yang meminta Kia dan Cleo untuk datang ke rumah sakit.
“Iya tante memang sengaja meminta kepada mereka supaya datang ke sini.”
“Tapi kenapa sih tante menyuruh mereka ke sini! jadi tante sekarang sudah enggak menghargai aku lagi?” ucap Akbar dengan raut muka yang marah.
“Bukan begitu maksud tante, nak, tetapi semua ini adalah permintaan Kayla. sebab Kayla ingin meminta maaf kepada mereka.” Ujar Ida lagi.
“Apa? Dia sudah gila pasti.” Kata Akbar dengan mengepilkan atau mengerutkan ke dua alisnya itu.
Kemudian mereka tidak lagi melanjutkan percakapannya seban Kia, Cleo dan juga Pelangi sudah berdiri mendekati mereka. Di lain sisi Akbar senang bisa melihat putrinya itu, namun di sisi lain dia sangat membenci Kia dan Cleo karena harus bertemu lagi.
“Pelangi.” Kata Dewi.
“Nenek?” balas Pelangi.
__ADS_1
Pelangi pun turun dan berjabat tangan dengan Dewi, Ida, dan juga Akbar. Namun saat di hadapan Akbar, Akbar duduk bersimpih menatap wajah Pelangi itu. Dia kemudian akan memeluk dan mencium wajah Pelangi. Akan tetapi Pelangi tidak mau atau tidak ingin sama sekali di peluk oleh Akbar, Ingatan Pelangi itu masih kuat saat Pelangi pernah di bentak oleh Akbar beberapa bulan lalu, ketika Akbar mendapatkan waktu dari majelis hakim untuk mengasuh Pelangi dalam waktu tiga bulan
Di saat itu tangan Akbar yang sudah siap akan memeluk Pelangi, namun Pelangi tiba – tiba langsung berlari dan bersembunyi di belakang badan Kia. Dia masih merasa takut dengan Akbar.
Terlihat di wajah Akbar yang begitu kecewa, karena putrinya tidak mau dekat dengannya.
“Bunda.” Ujar Pelangi sambil berlari dan bersembunyi di belakang badan Kia.
“Kenapa sayang. Sini biar bunda gendong.” Pinta Kia sambil menggeret tangan Pelangi.
“Enggak mau bun, Pelangi takut sama om Akbar.” Kata Pelangi dengan polosnya.
“Pelangi. Sini sayang, peluk ayahmu ini nak.” Ucap Akbar sambil menyodorkan ke dua tangannya dengan posisi ingin menggapai dan memeluk putrinya itu.
“Emm, nak terimaksih kalian sudah mau datang ke rumah sakit. Aku benar – benar sangat mengucapkan banyak terimakasih ya.” Ucap Ida.
“Iya tante, kedatangan kami ke sini hanya ingin melihat kondisi Kayla.”
“Iya nak , terimakasih ya.”
“Kayla di dalam kan tan? Boleh kita masuk ke dalam?”
“Iya, iya silahkan nak. Masuk saja.”
Mereka semua pun kemudian masuk ke dalan kamar Kayla. Pelangi meminta untuk di gedong ole Cleo. Hati Akbar mulai panas saat melihat Pelangi begitu dekat dengan Cleo. apa lagi menyebut Cleo dengan sebutan "Ayah". padahal Pelangi sama sekali tidak pernah mau memanggil Akbar dengan sebutan Ayah.
__ADS_1
Kemudian mereka semua masuk dan ingin melihat kondisi Kayla. Kia mendekati Kayla yang sedang berbaring.
“Nak, lihatlah siapa yang datang.” ucap Ida sambil membangunkan Kayla.
Kayala pun membuka matanya sedikit demi sedikit kemudian ia melihat ke arah Kia. Lalu Kayla menanggis - nanggis merubah posisi dari rebahan langsung memiringkan tubuhnya. Tangan Kia yang saat itu menempel di bahu Kayla langsung ia ambil dan mencium tangan Kia.
“Kia. Hisk.. hisk.. hisk..”
“Kay.”
“Kia maafkan aku. Aku ingin meminta maaf sama kamu. Aku tahu kalau akau selama ini sudah banyak sekali membuat dirimu kecewa dan marah, aku mohon maafkan aku. Hisk... hisk... hisk...”
“Kay, Kayla sudah, aku sudah memaafkan kamu sebelum kamu meminta maaf padaku Kay. Sekarang yang aku inginkan adalah melihat kamu sembuh Kay. Sudah hapus air matamu.”
“Hisk... hisk... hisk... aku sadar kalau aku lah penyebab keretakan rumah tanggamu dulu. Aku sudah menghancurkan semua impian mu. Aku juga yang sudah membuat hidup kamu dan juga anakmu menderita Kia. Aku minta maaf. Aku ini bukanlah orang baik sepertimu.” Ucap Kayla sambil menanggis.
“Iya Kay, yang lalu biarlah berlalu. Aku sekarang sudah hidup bahagia karena aku sudah memiliki suami yang sangat mencintaku. Sudah ya kamu jangan menanggis lagi. Kamu harus bangkit. Harus kuat melawan penyakit ini Kay.”
“Entah lah Ki. Penyakit yang aku derita ini apakah bisa menghilang atau sembuh. Penyakitku ini sudah sangat parah Kia, semakin hari penyakit ini bukan membaik. Tetapi justru semakin lebih parah lagi. Mungkin ini semua karma buatku karena aku sudah menyakiti kamu Kia. Sekali lagi maafkan aku ya Kia. Aku minta maaf.”
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1