
Setelah itu pelangi pulang ke rumah. Di rumah pelangi bercerita kepada Kia kalau Calvin baru saja mengungkapkan isi hatinya.
“Bun, tahu gak,”
“Kenapa?”
“aku lagi seneng banget hari ini?”
“Seneng kenapa?”
“aku tadi di ajak dinner kan sama kak Calvin bun, terus sampai di Cafe kak calvin menyatakan cinta nya sama aku bun.”
“Terus? Kamu terima?”
Pelangi kemudian mengangguk anggukan kepalanya dengan wajah yang berseri – seri kegirangan.
“Iya bun, sebenernya sih kak calvin sudah lama sekali menyatakan cintanya sama aku bun. Tapi pelangi sama sekali belum menjawabnya. Nah, baru tadi ini pelangi menjawab bun.”
“Terus jawaban kamu apa?”
“Ya, pelangi terima saja cinta dari kak calvin.”
“Tapi kamu suka sama dia?”
“Iya bun, pelangi merasa nyaman sekali kalau sedang dengan kak Calvin bun. Apa lagi kak calvin romantis banget orangnya.”
“Hem... dasar kamu. tapi bunda ingatkan sama kamu ya nak. kamu boleh dekat dengan teman laki – laki, tapi kamu juga harus ingat, kalau kamu masih mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan kuliah kamu.”
“Iya bun.”
“kamu juga harus memikirkan masa depan kamu nak. karena masa depan kamu itu masih sangat panjang. Tapi bunda yakin, pelangi bisa bisa tanggung jawab dengan masa depanmu nak.”
“Iya bunda. Pelangi janji akan menyelesaikan kuliah pelangi bun.”
“emm, baguslah kalau begitu. Bunda senang karena kamu bisa jujur sama bunda, kalau kamu sedang dekat dengan teman laki – laki di kampus kamu. jadi bunda tidak mengkhawatirkan lagi kamu bergaul dengan siapa saja. pokoknya ingat pesan bunda itu ya nak. jaga diri, dan jangan terlalu terbuai dengan cinta. Ingat masa depan. Okey sayang.”
“Okey bun.”
“Tapi nak, bunda ingin bertanya satu lagi sama kamu.”
__ADS_1
“Apa bun?”
“Bagaimana perasaan kamu sama brayen?”
“Bunda, aku sudah lama tidak bertemu dengan dia, aku juga sama sekali tidak tau kabar dia bagaimana. Ya, perasaan pelangi ke brayen, sudah hilang bun. Pelangi tidak lagi memikirkan tentang brayen bun. Karena kak calvin yang sudah membantu aku untuk melupakan atau menghapus rasa itu.”
“Huft... syukurlah kalau begitu. Bunda jadi tenang dan tidak cemas lagi memikirkan kamu dan brayen.”
“Iya bun,
**
“Bay, kamu di mana? Bisa temani aku ke cafe? Ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu.” kata Alex yang meminta bayu untuk menemani dirinya di cafe.
Alex memang sengaja ingin bercerita dan meminta pendapat kepada Bayu tentang menyikapi masalah dia dengan Nindi. bayu pun kemudian menemui Alex di cafe. Malam itu, bayu dan Alex duduk berdua sembari merokok dan juga menikmati cappucino yang telah mereka pesan tadi.
“Gimana – gimana lex? Apa yang ingin kamu bicarakan padaku?”
“Hem.. aku bingung bay, aku sudah memberikan laporan kepada hakim.”
“tentang?”
“Jadi kamu benar – benar melakukannya?”
“Iya, aku ingin dion hidup bersama ku bay.”
“lex, bukannya aku membela nindi, tapi lebih baik kamu pikirkan lagi. buang egoismu itu.”
“Aku akui bay, aku memang egois, sejak dion masih ada di kandungan hingga sekarang, aku belum pernah menemui dia. Aku bertemu dia justru saat aku datang ke rumah mu itu. aku juga tidak menyangka kalau ternyata anakku itu sangat mirip dengan ku. Dia sangat tampan.”
“terus?”
“Ya aku bingung bay, kemarin saat persidangan pertama, nindi menemui ku dan mengatakan kalau dia akan menerima ku kembali dan dia ingin aku hidup bersama dirinya dan juga anakku.”
“Dia wanita yang baik, dan keras kepala.”
“Maksud kamu bay?
“sekarang kamu pikir saja, mana ada wanita seperti nindi, yang sudah mau kembali kepada laki – laki yang sudah menyakiti hatinya. Apa lagi, kamu sudah mencampakan dia dan juga anaknya. Apa kamu akan seperti ini sampai kamu tua nanti? Lex, kita ini sudah tua, kita butuh penerus diri kita sendiri, apa lagi anak yang akan menjaga kita dan merawat kita saat kita sudah tidak bisa apa – apa. Sekarang aku mau tanya sama kamu, apa kamu ingin hari tua mu di panti jompo? Apa kamu tidak berpikir siapa nanti yang akan merawatmu di hari tuamu itu? siapa lagi kalau bukan anak – anak kita lex.”
__ADS_1
Alex pun hanya terdiam sambil menghisap rokok yang dia pegang itu. bayu memang mencoba berbicara perlahan – lahan kepada Alex. Bayu ingin supaya alex bisa menghargai semua orang yang tulus mencintai dirinya, seperti nindi. ia juga sudah janji kepada dion kalau dia akan membantu berbicara kepada Alex. Apa lagi bayu sangat kasihan kepada nindi yang selalu berjuang sendiri bertahun – tahun.
“Jujur lex, aku tidak tega melihat dan mendengar bagaimana susahnya nindi melewati itu semuanya. Mengandung, membesarkan dan juga merawat anakmu sendirian. dia pernah bercerita kepadaku, kalau dia sempat ingin menggugurkan kandungannya karena dia benar – benar sangat frustasi dengan hidupnya.”
“Apa?”
“Iya, kamu sendiri kan yang mengancam dia? Kamu bilang kepada dia kalau sampai dia menggugurkan kandungannya atau menelantarkan anakmu, kamu akan mencari dia dan akan membunuh dia kan? Kenapa kamu bisa sekejam itu dengan nindi lex? Apa lagi aku melihat kalau Nindi benar – benar mencintaimu. Kenapa kamu mempermainkan perasaannya?”
“Aku memang bodoh bay, aku menyia – nyiakan masa terindahku yang seharusnya aku rasakan bersama anak dan juga istriku.”
“Istrimu? Aku ingin tanya sama kamu. tolong jawab jujur. Kenapa kamu tidak ingin menikahi nindi. sedangkan nindi sedang mengandung anakmu?”
“A.. ku.. waktu itu, di pikiranku, aku sangat takut untuk mempunyai ikatan yang serius kepada dia. Tapi di sisi lain aku sangat bahagia karena aku akan memiliki seorang anak. Dulu, aku belum siap jika harus memiliki status dengan wanita – wanita yang dekat denganku.”
“Tapi, kamu cinta tidak dengan nindi?”
“entah lah bay, aku tidak tahu apa itu cinta.”
“Alex, alex. Aku tahu gimana kamu. mungkin kamu bisa berkata seperti itu, tapi aku tahu kamu sebenarnya punya perasaan walaupun sedikit saja kepada Nindi?”
Alex hanya terdiam lagi sembari menyeruput kopi yang ada di hadapannya.
“Sekang, kalau kamu tidak mencintai atau tidak ada perasaan sama sekali kepada nindi, kamu tidak akan menyimpan foto dia di hp kamu kan?”
“Kenapa kamu bisa tahu kalau aku masih menyimpan foto dia di hp ku?”
“Iya lah. Lex kita ini sudah lama sekali berteman, aku tahu sekali bagaimana kamu.”
“Iya, aku memang masih menyimpan foto – foto ku bersama dia dulu. Emm... gimana ya bay. Gini loh, secara, dia sudah memberikan aku anak, dan dia juga sudah membesarkan anakku dan merawatnya dengan begitu sangat baik. Saat itu lah, aku berpikir kalau dia mau mengorbankan dirinya demi aku. entah karena dia sungguh – sungguh sangat mencintai ku. Mungkin.” Ucap Alex sambil melamun.
“kalau saranku, sekarang. mumpung kamu belum terlalu jauh melangkah, apa lagi sidang ini baru sidang pertama. Lebih baik sekarang kamu pikirkan baik – baik. Nindi sudah membuka dan memberikan kamu kesempatan untuk menata masa depan kalian berdua dengan menjalin hubungan yang serius. Lebih baik, kamu batalkan soal kasus perebutan anak itu, dan hiduplah bersama dengan anak dan juga wanita yang sudah memberikanmu anak itu.”
“tapi bay?”
“Kenapa? Kamu ini laki – laki brow, jadi tidak perlu takut dengan status. Ingat, kesempatan tidak datang untuk ke dua kalinya. Jika kesempatan emas itu hilang, aku yakin kamu akan menyesal seumur hidup mu. Apa lagi untuk kehilangan seorang anak. Itu sangat berat untuk diri aku. karena aku tahu, kalau anak itu adalah harta yang tidak bisa tergantikan dengan apapun. Mungkin dulu kamu memang mempunyai kesalahan yang fatal. Tapi tidak ada salahnya jika kamu memperbaiki kesalahan itu dengan membuat hidup orang – orang yang mencintai kamu atau yang kamu cintai itu bahagia brow.”
Alex berpikir kalau apa yang di katakan oleh nindi memang benar. ia ingin memulai hidup baru dan mengawali hidupnya bersama nindi dan juga dion. dia menyadari kalau selama ini semua yang telah dia lakukan telah membuat hidup anak dan juga nindi menderita.
Bersambung....
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐