Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Ya Beginilah


__ADS_3

“Tapi jika itu terjadi aku tidak akan mungkin akan kembali membangun rumah tangga lagi bersama mu. Aku berpura – pura seperti ini karena aku kasihan kepadmu. “Gumam Akbar dari dalam hati.


----


Ke esokan harinya, Akbar datang menuju ke rumah sakit untuk menemui Kayla. Sesampainya di rumah sakit Kayla meminta ke pada Akbar dirinya ingin pergi ke sebuah taman yang ada di rumah sakit. Sebab Kayla bosan berada di dalam kamar terus. Akhirnya Akbar menuruti kemauan Kayla, ia membawa Kayla ke sebuah taman yang berada di rumah sakit.


“Mas.”


“Iya kenapa?”


“Sekali lagi maafkan aku ya. Karena aku sudah membuat kamu sakit hati.” Ucap Kayla.


“Sudah aku katakan kepadamu berulang kali, kita tidak usah membahas itu lagi. yang lalu biarlah berlalu."


“Tapi mas waktu aku tinggal sedikit lagi, apa lagi hidupku sudah tidak lama lagi. Aku benar – benar minta maaf atas semua kesalahan yang sudah aku perbuat sehingga pernah membuat kamu sakit hati.” kata Kayla lagi.


“Kay, aku sudah memaafkan semua nya. Yang dulu biarlah berlalu, sekarang tinggal kita jalani semua yang sudah ada di depan mata kita. Aku yakin kalau kamu bisa sembu.” Cakap Akbar sembari memberikan semangkat untuk Kayla.


“Tetapi, aku tidak yakin kalau aku bisa kembali seperti dulu mas. Aku ingin sebelum aku pergi untuk selama lamanya aku bisa selalu ada di samping kamu.”


“huustt, sekarang kita bahas yang lain saja ya. Aku tidak mau kalau kita membahas seperti ini terus. Aku ingin kita tertawa bersama, seperti dahulu sebelum menikah. Aku yakin kalau kamu pasti juga merindukan itu. iya kan?”


Kayla pun hanya membalas perkataan Akbar itu hanya dengan senyumannya saja. ia berfikir kalau selama ini ia juga sudah menyakiti Nindi adik iparnya itu. ia ingin sekali bertemu Nindi dan meminta maaf kepadanya.  Ia meminta kepada Akbar supaya Nindi di bawa ke rumah sakit.untuk di pertemukan oleh Kayla.


“Mas Akbar aku ingin seklai bertemu dengan Nindi. Aku ingin meminta maaf kepadanya.”


“Heem, tapi sepertinya Nindi masih sangat sibuk. Dia jarang tidur rumah sekarang.”


“Ijinkan aku untuk menelpon dia ya mas.” pinta Kayla


Sedangkan Nindi hingga saat ini masih begitu sangat membenci Kayla. Mana mungkin Nindi mau bicara dengan Kayla. bertemu saja dia sudah benar – benar tidak sudi. Kemudian Akbar mencoba menelponkan Nindi karena Kayla ingin bicara kepadanya.


“Hallo Nin,”


“Kenapa kak?”

__ADS_1


“Ada yang ingin berbicara kepadamu.”


“Siapa?”


“Kayla.”


“Amit – amit. Aku enggak sudi kak, bicara sama dia. Jijik aku sama dia.”


“Tapi Nin?”


Kayla tahu kalau ternyata Nindi tidak mau menerima telepon dari Kayla.


“Dia masih marah ya mas sama aku?”


“Ehmm , iya. Mungkin dia belum bisa melupakan rasa sakit hatinya dulu. “


Kayla pun hanya menundukan kepalanyamelihat ke arah bawah.


“Sudahlah, kamu tidak usah sedih seperti itu.”


“Aku hanya ingin meminta maaf kepadanya mas. Aku tahu kalau aku benar – benar sudah sangat salah kepadanya. Mungkin memang perbuatanku tidak akan pernah bisa di maafkan.”


----


“Ay,  aku ingin sekali membesuk Kayla. ijinkan aku untuk membesuk dia ya.” Pamit Kia kepada suaminya itu.


“Mau ngapain sih kamu ke sana. Orang kamu kemarin dateng ke rumah sakit saja sudah di perlakukan tidak baik oleh dia, ngapain ke sana.”


“Tapi mas, aku ingin sekali melihat kondisi dia. Aku yakin kok dia pasti lama ke lamaan akan baik kepadaku.”


“Hemm, kamu ini ya, baik banget jadi orang.”


“Boleh ya Ay?” Pinta Kia kepada suaminya sambil mengelus lembut pipi suaminya itu yang sedang ada di sampingnya.


“Ya udah, tapi ke sananya enggak boleh sendirian ya. Aku enggak mau kamu kenapa – kenapa lagi apa lagi di perlakuakan tidak baik sama mereka.”

__ADS_1


“Baiklah sayang. Terus aku sama siapa ke sananya? Bunda?”


“Sama aku aja. Biar akau bisa menjagamu. Aku ini kan bodyguard kamu.”


“Ihh, kamu ini. Bener deh suamiku ini baik banget. Makasih sayang. Eemuacch...” Ucap Kia sama mencium pipi kiri suaminya yang saat itu sedang ada di sampingnya.


“Masa cuman satu yang dapet cium. Satunya ini belum Ay,” kata Akbar sambil menunjuk pipi satunya.


“Sini aku cium yang satunya. Eemmuuaacchh...” Kia pin mengabulkan permintaan Cleo untuk mencium pipi yang satunya.


“Jadi tambah sayang banget aku sama kamu Ay.” Kata Cleo sambil memeluk istrinya itu.


Keesokan hari nya Kia dan Cleo mereka sama – sama pergi ke rumah sakit untuk membesuk Kayla. cleo dan Kia yang berjalan saling bergandengan tangan. Lalu di rumah sakit mereka bertemu dengan Akbar. Akbar sedang mendorong kursi rodanya Kayla, dengan Kayla yang duduk di sana. 


“Mau apa lagi kalina ke sini?” Ucap Akbar dengan sadisnya.


“Owh, kamu. Ternyata kamu sudah keluar dari penjara?” ucap Cleo sambil tersenyum kuda


“kenapa? Kamu kaget?” sudah puaskan kalian membuat aku tidur di dalam sel tahanan?”


“kami ke sini tidk untuk membicarakan itu. tetapi kami mau membesuk Kayla.”


“Sudah aku katakan kan. Kalian tidak usah kemari lagi.” Ucap Kayla.


“Niat kami ini baik loh. Kalau bukan karena permintaan istriku aku juga tidak akan menginjakan kaki di sini.” Kata Cleo


“Mas sudah, hai Kay, bagaimana kondisi kamu sekarang? Apakah sudah membaik?” tanya Kia dengan baik dan sopan kepada Kayla.


“Kamu hanya ingin menertawakan aku kan? Kamu ke sini hanya ingin melihat wajah ku yang sekarang seperti ini.”


“Kay, aku mohon. Jangan berpikiran seperti itu kepadaku. Aku hanya ingin melihat kondisi kamu saja.”


“Sudahlah lebih baik tinggalkan kami saja.” Pinta Kayla.


“ayo kita lebih baik pulang dari pada kebaikan kita sama sekali tidak di hargai oleh mereka.”

__ADS_1


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2