Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Berdebat


__ADS_3

"Benarkan dugaanku, kamu hanya racun untuk anakku Kia." Katanya sambil menuding ke arah wajah Kia.


"Ibuk, tolong ibuk kembali ke mobil sekarang." Pinta Akbar.


"Enggak Akbar, ibuk tidak akan pergi meninggalkan kamu sendirian bersama wanita ini. Karena dia sudah meracuni otak kamu lagi."


"Ta..pi.. buk.."


"Ibuk tahu kalau wanita ini sudah bilang ke kamu kalau dia sedang hamilkan. Apakah kamu percaya begitu saja dengan perkataan dia. Dia bicara seperti itu karena ingin kamu kembali lagi di kehidupan dia, tahu kamu!" Kata Dewi sambil menuding nuding ke arah wajah Kia.


"Buk, sudah." Kata Akbar.


"Ibuk, tolong hentikan apa yang ibuk bicarakan ini. Aku ini sedang mengandung cucu ibuk. Aku juga tidak meracuni anak ibuk untuk kembali kepadaku." Ucap Kia sambil menanggis.


"Hem.. Kamu bilang apa? Cucuku! Aku tidak sudi menganggap anak yang kamu kandung itu cucuku. Aku tidak percaya dengan omongan mu. Kamu anggap aku ini bodoh! Bisa saja anak yang kamu kandung itu anak dari laki laki lain. Terus kamu bilang ke Akbar kalau ini anaknya supaya Akbar bisa kembali lagi bersamamu."


"Cukup buk, cukup. Silahkan ibuk membenciku, mencaci maki aku, atau menghinaku. Tapi tolong jangan berbicara seperti itu kepada calon bayiku ini buk. Dia ini tidak berdosa. Aku sudah cukup sabar menghadapi ibuk. Menerima semua caci maki dari ibuk. Kalau memang aku salah aku minta maaf buk, tapi yang perlu ibuk tahu, aku akan pergi dari ke hidupan mas Akbar. Aku tidak mengharapkan mas Akbar kembali di kehidupan ku lagi." Kata kia sambil menanggis mengungkapakan isi hatinya.


"Ya bagus kalau begitu. Kamu memang harus sadar diri! "


"Apakah ibuk masih belum puas sudah menghancurkan rumah tangga anak ibuk sendiri, sudah memisahkan aku dengan mas Akbar? Apa lagi yang ibuk inginkan dari kami." Kata Kia sambil menanggis.


"Apa kamu bilang, aku yang telah menghancurkan rumah tangga anakku sendiri? Hey... Jangan asal bicara ya kamu! Akbar ingin pisah sama kamu itu karena kamu itu memang istri yang tidak berguna! Tahu kamu!


Ketika Dewi berbicara seperti itu, Kia hanya terdiam, dan tidak lagi menjawab apa yang Dewi katakan kepadanya. Karena ia tahu jika ia menjawab akan semakin di injak injak lagi harga dirinya oleh Dewi.


"Ibuk, tolong berhenti berbicara seperti itu. Kita pulang sekarang buk." Ucap akbar sambil mengeret tangat ibunya karena tidak tega melihat Kia menanggis saat di caci maki oleh ibuknya.

__ADS_1


"Sebentar Akbar, ibuk ingin bicara sekali lagi sama wanita ini." Kata Dewi sambil menuding lagi kewajah Kia.


-----


"Jangan pernah kamu mencuri lagi hati anakku. Ingat itu." Ucap Dewi sambil menuding - nuding lagi ke arah wajah Kia.


"Hiks, hiks, hiks. Mas Akbar, ingat pesan ku mas, setelah anak ini lahir, aku akan buktikan semuanya kalau ini memang anak kandung kamu mas. Ingat janjiku! " Kata Kia sambil menanggis.


"Sudah nak, jangan hiraukan apa yang dia katakan. Buang - buang waktu saja bicara dengan dia." Ujar Dewi.


Ketika Akbar mendengar perkataan Kia, Ia ingin sekali memeluk Kia. Tapi semua itu sudah tidak mungkin lagi. Dewi lagi dan lagi menghasut Akbar supaya ia tidak mudah percaya apa yang di katakan oleh Kia.


"Sebel bener ibuk sama wanita itu." Kata Dewi.


Akbar yang terdiam saat ia mendengarkan celotehan ibuknya sambil menyetir.


"Akbar, kamu jangan percaya begitu saja sama wanita itu, mengerti!"


"Akbar kamu dengerin ibuk enggak sih!" Ucap Dewi sambil melihat ke arah Akbar.


"Tapi buk, jika benar anak yang di kandung Kia itu anakku, apakah aku juga harus pergi meninggalkannya buk." Ucap Akbar menjawab ibuknya.


"Tidak mungkin kalau itu anak kamu. Kamu saja jarang di rumah. Apa lagi kamu juga sudah tidak pernah menyentuh tubuh dia lagi kan? "


"Memang selama ini Akbar tidak pernah lagi tidur satu ranjang dengan Kia buk. Tapi..."


"Nah itu kamu bilang sendiri, ya sudah tidak usah kamu fikirkan lagi sama apa yang di ucapkan wanita itu. Bisa saja dia bersetubuh dengan laki - laki lain saat kamu tidak bersamanya, supaya kamu bisa kembali lagi kepada dia."

__ADS_1


Terdiamlah Akbar saat ibuknya berkata seperti itu.


---------


Setelah Akbar pergi meninggalkan Kia, Kia kembali pulang dengan kepala sedikit pusing. Tetapi Kia bertahan supaya ia pulang sampai tujuan dengan selamat karena Kia menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Kia tidak ingin janin yang ia kandung kenapa - napa. Ia juga benar - benar ingin menjaganya.


Sesampai di rumah, Kia menelfone Sinta memintanya untuk datang ke rumah Kia. Karena Kia di mintai saksi oleh hakim untuk panggilan gugat cerai selanjutnya.


"Kak Sinta."


"Kenapa dek?"


"Kak, tolong datanglah ke rumahku."


"Kenapa? Ada apa denganmu? Kamu baik baik saja kan dek?"


"Aku baik kak, ada sesuatu hal penting yang akan aku tanyakan dan bicarakan kepadamu kak."


"Baik, nanti setelah Bella pulang aku akan ke rumahmu."


"Tapi tolong jangan beri tahu papa dan mama kalau kakak akan kemari."


"Memang ada apa? Bicaralah yang jujur dek."


"Nanti saja aku akan menceritakannya kepada kakak setelah kakak sampai di sini."


"Iya baik, tunggu kakak ya."

__ADS_1


Bersambung..


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2