Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Saat di pengadilan


__ADS_3

Hari di mana persidangan ke-2 akan dilaksanakan. Setelah orang tua Kia mengetahui semua yang terjadi pada rumah tangga anaknya itu mereka datang dan menemani Kia untuk datang menghadapi persidangan ke-2nya. Surya sangat kecewa dengan kelakuan Akbar. Surya dan Nisa ingin sekali mencaci maki keluarga Akbar.


Persidangan itu berlangsung dengan perdebatan hebat. Dewi yang kekeh ingin segera memisahkan Kia dan Akbar secepatnya. Ia diberikan banyak pertanyaan oleh hakin dan ia memberikan kesaksian kesaksian palsu kepada hakim. Sedangkan pihak dari keluarga Kia semua tidak terima dengan tuduhan - tuduhan palsu yang di lontarkan oleh pihak kelurga Akbar, apalagi oleg Dewi itu.


Hingga akhirnya Kia sudah tidak sanggup lagi mendengarkan semua tuduhan - tuduhan yang di keluarkan oleh dewi kepada hakim di persidangan yang ke-dua saat itu. Ia jatuh pingsan dan langsung di bawa petugas medis untuk mentidak lanjuti kondisinya yang lemah saat itu. Raut muka Akbar setelah melihat Kia pingsan, ia ingin sekali mendekat dan membopong tubuh Kia yang lemas tak berdaya.


Nisa yang saat itu melihat dan mendengar kesaksian kesaksian palsu Dewi sudah tidak bisa lagi menahan air matanya yang jatuh apalagi melihat kondisi putrinya yang jatuh pingsan saat acara berlangsung. Sinta dan Surya sangat marah sekali dengan Dewi, ia sudah membuat Kia merasa tidak mempunyai harga diri dan membuat Kia jatuh pingsan. Ia ingin sekali menghajar dan memberikan pelajaran untuk keluarga Akbar.


Selesai acara tersebut, Surya pergi menemui Akbar, tangannya sudah mengepal ingin sekali memukul Akbar saat menemui dan berhadapan langsung dengannya. Namun, Surya masih bisa menahan diri dan amarahnya, karena ia tahu jika ia melakukan kekerasan kepada Akbar, semua pasti akan menjadi masalah baru untuk putrinya. Sedangkan putrinya saat ini sedang mengandung. Ia tidak menginginkan anaknya dan cucu yang ada di kandungan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Saat mereka ( keluarga dari Kia ) sedang duduk di depan ruangan pengadilan, Surya melihat Akbar dan rombongan keluarganya keluar dari ruangan itu. Surya memanggil manggil Akbar. Langkah Akbar terhenti setelah mendengar ada yang memanggil manggil dirinya.


"Hey, kamu Akbar berhenti!" Teriak Surya.


"Ada apa lagi?!" Kata Akbar sambil menoleh ke arah belakang tubuhnya.


"Hebat sekali ibumu memberikan kesaksian palsu dan membuat putriku jatuh pingsan. Ingat ya anak muda, sekarang kalian bisa bahagia di atas penderitaan putriku, tapi suatu saat semua akan berbali kepada keluargamu."

__ADS_1


Ketika itu setelah Akbar mendengarkan ucapan Surya, Akbar hanya bisa terdiam dan akan pergi meninggalkan Surya.


"Hey tunggu saya masih bicara!" Teriak Surya.


"Saya tidak ada waktu untuk memperdebatkan masalah ini. Banyak banyak hal penting yang akan saya lakukan, jadi saya minta maaf." Jawab Akbar membelakangi Surya.


"Saya peringatkan sekali lagi sama kamu. Kia sedang mengandung anakmu darah dagingmu sendiri. Ketika esok anak itu lahir, tidak akan pernah aku mengijinkan cucuku untuk melihat wajah setan seperti kalian. Ingat itu baik - baik Akbar. Aku akan membuktikan semua tuduhan tuhan yang ibu kamu katakan kepada Kia. Dan aku tidak sudi menerimamu kembali di kehidupan putriku. Camkan itu!" Kata Surya dengan raut muka yang marah sambil menunjuk nunjuk wajah Akbar.


Setelah mengatakan itu Surya langsung pergi dan meninggalkan Akbar. Akbar kembali pergi berjalan mendekati ibunya. Akbar meihat Kia dari kejauhan, ia ingin sekali mendekati dan memeluk Kia.


"Nak, kamu mau kemana?" Tanya Dewi kepada Akbar.


"Buk, nanti ibuk dan tante Ida pulang dengan go-car dulu ya. Akbar ada urusan sebentar."


"Owh, tapi kamu sudah memesankan untuk ibu dan tante Ida belum nak?"


"Sudah buk, Akbar pergi dulu ya. Mari tante." Jawab Akbar dan pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Iya hati - hati ya nak."


"Hati - hati dek Akbar."


Tak lama Akbar pergi, Kayla datang lalu mendekati mamanya dan Dewi. Kayla melihat mobil akbar sudah pergi.


"Hallo tate Dewi." Ucap nya sabik tersenyum kepada Dewi.


"Eh, Kayla."


"Mas Akbar mau ke mana tan? Kok sepertinya tergesa gesa?"


"Tante juga enggak tahu, katanya sih ada kepentingan gitu."


Bersambung..


❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2