
“Nindi.” ucap Bayu yang kaget melihat nindi waktu itu,
“Nindi.” kata elsa yang juga kaget melihat nindi sambil menuding ke arah nindi.
“Elsa, bayu.”
“Astaga, enggak nyangka aku kalau kamu disini. Jadi dion ini anak...”
“Iya, dion anak aku.”
“berarti kamu?”
“em, sekarang kita duduk dulu semuanya. Biar ngobrolnya enak.”
“Gimana – gimana ceritanya nindi. kenapa dion bisa sampai bekerja dengan ku? Sedangkan ayah dion adalah seorang pengusaha kaya raya.” Kata Bayu.
“Maksud bapak?” tanya dion penuh dengan rasa penasaran.
“emm, sebentar – sebentar, kamu jadi kan nikah sama alex? Dan dion ini anaknya alex kan?”
“Iya, dion memang anak aku dan alex. Tapi... alex pergi meninggalkan aku setelah dia tahu kalau aku hamil. Dia memberikan semua fasilitas mewah dan lain – lain kepadaku untuk menjaga atau pun membesarkan anaknya, tapi dia tidak mau dan tidak ingin hidupnya mempunyai ikatan oleh wanita – wanita. Sehingga akhirnya dia pergi meninggalkan aku.”
“Kamu beneran? Kok bisa ya alex sampai seperti itu.”
“aku juga tidak tahu kalau ternyata alex seperti itu kepadaku. Saat aku mengandung dan membesarkan anakku seorang diri di situlah aku mulai merasa hidup aku ini sudah tidak berguna. Aku hidup dengan kemewahan, akan tetapi batin dan jiwa aku tersiksa. Sejak dion masih dalam kandungan ku sampai sekarang dia sama sekali tidak menampakan wujudnya. Datang dan menenggok sebentar anaknya pun sama sekali tidak pernah.”
“Alex, alex. Kok dia kejam sekali ya yah sama nindi.” ucap Elsa.
“Tapi nin, aku sampai sekarang masih berhubungan dengan dia loh. Aku lihat dia juga masih sama seperti dulu. Baik sekali sama aku.” kata Bayu yang menjelaskan kepada Nindi.
“Jadi, ayah aku bernama alex ma?”
Nindi pun hanya mengangguk – anggukan kepalanya.
“Lalu di mana ayah sekarang?”
“mama juga tidak tahu nak. Dulu mama sudah datang ke semua perusahaan cabang miliknya. Tapi dia terus menghilang bagaikan di telan bumi.”
“Dia masih di perusahan satunya nin. Dia masih tinggal di sana.”
“Biar kan saja. aku sudah tidak sudi berurusan dengan dia. Sekarang aku hanya ingin menebus dosa dan kesalahanku kepada anakku ini.”
“tapi kenapa kamu enggak nikah saja dengan laki – laki lain.”
“Elsa, kalau pun aku bisa menikah, aku sekarang sudah memiliki suami. Tapi alex sangat licik sekali. Dia tidak mau aku keguguran. Dia juga tidak ingin melihat anaknya menderita. Dia pernah mengancam kepada ku kalau aku membunuh atau menelantarkan anaknya aku akan di jebloskan di dalam penjara.”
“Astaga, kasihan sekali kamu nin. Berarti mata – mata dia banyak dong ya.”
“Iya elsa. Dan kalau pun aku menikah dengan laki – laki lain, siapa lagi yang akan mengurus anakku ini. Ibuku meninggal saat aku meminta restu untuk menikah dengan alex sebelum aku hamil. Sebab ibukku sangat tidak menyukai alex. Tapi aku menentang larangan ibu ku. Dan di saat itulah ibukku sering sakit – sakitan. Dan aku di tinggalkan oleh alex.”
“Ya. Ampun, berat sekali ujian hidup kamu nin.”
“Terus kenapa dion bekerja?”
“Beberapa minggu lalu aku ada sedikit konflik atau perdebatan dengan anakku ini. Aku tidak bisa mengontrol emosi atau perkataan ku kepada dion sehingga dion pergi kabur dari rumah.”
Kala itu nindi mulai menceritakan kehidupannya dulu saat sedang bersama alex dan di tinggalkan oleh alex. Karena ia tak kuasa menahan air matanya dan melepaskan semua bebanya dengan menceritakan kepada elsa atau bayu. Di saat itulah dion mulai mengerti kalau selama ini nindi memperlakukan dirinya seperti itu karena nindi mempunyai tekanan batin dengan keadaanya dulu.
Dion juga tidak terima dengan perilaku alex yang semena – mena kepada nindi. dion juga merasakan apa yang di rasakan oleh nindi saat itu. ia kemudian memeluk Nindi dengan erat.
“mama, dion sayang sama mama. Dion janji sama mama, dion akan selalu menjaga mama. Dion enggak ingin melihat mama menderita seprti dulu lagi.”
“Terimakasih ya sayang. mama juga sayang sekali sama dion. Dion jangan pernah meninggalkan mama lagi ya. Mama hanya mempunyai dion dan paman akbar atau brayen. Jadi jangan tinggalkan mama sendirian ya sayang. hisk.. hisk.. hisk..”
“Kasihan sekali kamu nin. Aku jadi terharu.” Ucap elsa sambil mengusap pipinya karena air matanya terjatuh mendengarkan semua cerita nindi.
“Yah, begitulah. Aku sudah pasrah dengan Alex. Aku tidak ingin lagi berurusan dengan dia. Karena dia sudah terlalu dalam menyakiti hati aku ini.”
“Kamu yang sabar ya nin. Aku benar – benar tidak menyangka kalau alex bisa sekejam itu.”
“Iya aku juga mas. Setahu aku selama ini, dia sangat baik sama semua orang. Dia juga enaka kalau di ajak berteman. Tapi ternyata dia kejam sekali sama kamu.”
Nindi lalu hanya terdian sambil memandang meja yang di hadapannya dengan tatapan kosong.
“Ternyata selama ini mama sudah berjuang sendiri demi aku. kasihan mama. Aku tidak peduli lagi dengan ayahku itu. dia sudah membuat hidup mama hancur dan menderita selama ini. Aku janji aku akan terus bersama mama sampai kapanpu. Aku janji.” Gumam Dion sambil melihat ke arah nindi.
Tak lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya bayu. Bayu mengira itu adalah tamu rekan kerjanya. Dan setelah orang itu keluar dari dalam mobil, bayu melihat kalau ternyata Alex lah yang datang ke rumah Bayu. Alex lalu berjalan mendekati pintu rumah bayu dan masuk ke dalam rumah itu.
Di sana semua mata tertuju kepada Alex. Alex kemudian melepas kaca mata hitam yang waktu itu kenakan. Sedangkan nindi, begitu sangat terkejut melihat orang yang selama ini telah pergi di dalam hidupnya dan meninggalkan dirinya atau pun anaknya.
__ADS_1
“Alex.” Ucap Elsa terpelongo.
“A.. lex...” Kata nindi dengan mata yang penuh dengan amarahnya.
“Alex.” Sahut Bayu.
Alex pun kemudian menoleh ke sebelah kiri nya. Dan betapa terkejutnya dia melihat nindi yang sedang duduk itu. ia kemudian langsung membalikan badannya dan berjalan keluar. Akan tetapi bayu mengejar dan memanggil – manggil alex.
“bro. Kenapa kamu lari?”
“kenapa nindi ada di sini? Sedang apa di sini?”
“Coba kamu selesaikan masalahmu dengan dia. Jangan terus lari seperti ini. Apa kah kamu tidak ingin melihat anak kamu?”
“Anakku?”
“Iya.”
Tak lama nindi, elsa, dan dion pun juga berlari mengikuti bayu keluar rumah. Ia kemudian mendekati Alex yang sedang berdiri hadap – hadapan dengan Bayu.
“Kamu.”
Plak! ( suara tamparan dari nindi yang mendarat ke pipi Alex )
“Berengsek kamu ya. Kemana saja kamu selama ini?”
Alex pun langsung memegangi pipinya yang memerah.
“gara – gara kamu hidupku menjadi hancur! Kamu lagi – laki paling berengsek yang pernah aku kenal. Kenapa kamu mau pergi menghindar dari aku? dasar laki – laki pecundang!”
“Apa? Kamu bilang apa? Pecundang? Berani sekali kamu mengatakan seperti itu sama kamu! Hem!” kata alex dengan tangannya yang melayang seperti akan menampar pipi nindi.
Akan tetapi, ketika dirinya akan menampar nindi, tangan dion pun langsung menahan tangannya alex begitu saja. sebab dion tidak ingin alex menampar Nindi.
“kenapa? Kamu tidak terima? Mau nampar. Tampar saja aku.”
“Cukup! Cukup kamu membuat hidup mama menderita selama ini! Aku tidak suka kamu melakukan kekerasan kepada mama ku. Apa yang mama katakan memang benar. Kamu ini laki – laki pecundang dan pengecut.”
“mama?” gumam Alex dari dalam hatinya sambil melihat ke wajah dion.
“Kamu ini siapa anak muda?! Jangan ikut campur dengan urusan kami. Kamu itu masih seumur jagung. Jadi lepaskan tangan kamu ini!” ucap Alex sambil membuang tangan Dion yang saat itu sedang memegang tangannya.
“Kamu ini siapa? Besar juga ternyata nyali mu ini nak.”
“Alex dia ini dion, dion anak kamu.” Ucap elsa yang mendekati dion dari belakang lalu mememegang pundak Dion.
Alex langsung binggung seketika, dan melongo. ia juga seperti tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Elsa.
“Apa? Anakku?” tanya Alex dengan mengerutkan ke dua alisnya ke tengah jidatnya.
“iya alex. Yang sekarang sedang berada di hadpanmu ini adalah dion, anak kandung kamu sendiri.” Kata Bayu yang mencoba menjelaskan semuanya kepada Alex, teman lama bayu itu.
Namun, alex masih tidak percaya dengan apa yang mereka katakan. ia kemudian melihat ke arah nindi. akan tetapi, karena nindi tidak bisa menahan amarnya ia pun hanya bisa menanggis.
“iya, dia adalah anak kandung kamu. Kenapa kamu terkejut seperti itu? kamu tidak percaya dengan apa yang sudah kamu lihat ini?”
“anakku? Dia ini anakku?” kata Alex sambil memegang ke dua pipi Dion
Akan tetapi dion tidak mau di pengang oleh alex sama sekali. Dion lalu menepis tangan Alex begitu saja.
“Jangan pernah kamu sentuh anakku.” Ucap Nindi sambil mendorong tubuh Alex yang menyentuh anaknya itu.
Nindi tidak terima karena alex mendekati dion. Ia masih sangat marah kepada alex.
“Minggir, aku ingin memeluk anakku.”
“Anakmu kamu bilang? Gampang sekali kamu bilang seperti itu. dulu saat aku sedang mengandung dia, kamu pergi menghilang begitu saja, hingga akhirnya aku melahirkan dan membesarkan anakku sendirian. Di mana hati kamu alex. Hisk.. hisk.. hisk.. kamu... ja.. hat...” kata Nindi sambil memukul – mukuli dada alex.
“Mama, percuma kita ngomong sama dia. Dia tidak akan mendengarkan mama.”
“Iya, benar kamu nak. Percuma ngomong sama dia. Karena dia itu tidak mempunyai hati sama sekali. Bayu, elsa, saya mohon ijinkan dion pulang. Karena aku ingin menebus semua kesalahan ku kepadanya.”
“Tunggu, aku masih ingin bersama anakku.” Sahut alex.
Alex tidak menyangka ternyata anaknya selama ini telah tumbuh menjadi anak yang tampan. Ia kemudian menyesali karena telah menyianyiakan nindi di saat nindi sedang mengandung anaknya. Bahkan dia juga sama sekali tidak mau menikahi nindi waktu itu.
“anak kamu? Jangan ngimpi untuk menganggap dion ini adalah anak kamu! Mengerti kamu!”
“sudah, sudah. Aku tidak ingin kalian ribut di rumah ku. Lebih baik, sekarang kalian selesaikan masalah kalian secara baik baik. Dan kamu alex, saya harap kamu bisa lebih menghargai orang lain lagi. Jangan sampai kamu menyesali semuanya di hari tua mu bro. Dion, sebaiknya kamu segera kemas semua barang – barang kamu yang ada di sini untuk kamu bawa pulang nak.”
__ADS_1
“iya terimakasih pak. Saya minta ijin ya pak. Dan terimakasih banyak untuk bapak, ibu dan bang calvin karena kalian sudah sangat berjasa untuk saya dan terimakasih banyak. Kalau begitu saya ambil barang – barang bawaan saya ya pak.”
“Iya, iya nak. Saya juga terimaksih sama kamu karena kamu sudah banyak membantu keluarga kami.”
Dion kemudian pergi masuk ke dalam rumah untuk mengemasi barang – barangnya. Tak lama dion langsung keluar dan berpamitan kepada elsa atau pun kepada Bayu.
“ayo ma, kita pergi.”
“Iya sayang.” kata Nindi sambil mengenggam tangan Dion.
“tap nin, nindi tunggu.” Kata Alex sambil mengeret tangan nindi.
“Apa lagi?” ucap nindi dengan nada kasar.
“Kamu jangan egois gitu dong nin. Dia ini juga anakku. Aku juga berhak atas anakku ini. Jadi ijinkan aku untuk bisa bersamanya.”
“jangan pernah berharap kamu akan bisa bertemu dengan Dion. Ingat itu! jadi lebih baik sekarang lepaskan tangan ku!” kata Nindi sembari tangannya di kibaskan, agar alex melepaskan genggamannya.
Mereka kemudian langsung berjalan menuju ke mobilnya. Sedangkan alex tidak terima dengan apa yang sudah di lakukan oleh nindi. alex juga belum menyadari, akan hal yang dulu pernah ia lakukan kepada nindi. Alex malu kepada bayu dan juga elsa, karena mereka telah menyaksikan sendiri bagaimana nindi menginjak – injak harga dirinya di depan temannya itu.
Karana ia merasa malu, ia kemudian juga pergi meninggalkan bayu dan elsa. Akan tetapi bayu, memberikan pengertian kepada Alex agar alex bisa memikirkan semuanya dengan kepala dingin.
“Aku pergi dulu.” Ucap alex yang melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya.
“Alex tunggu.”
“Ada apa bro?”
“Em, saya ikut prihatin ya sama hidup kamu dan nindi. tapi, aku hanya ingin memberikan saran ke pada kamu. Segeralah minta maaf sama nindi dan juga dion. Sebab bagaimana pun dion itu darah daging kamu, sedangkan nindi adalah ibu dari anakmu yang sudah menaruhkan nyawanya demi melahirkan anakmu. Apa lagi nindi sudah berjuang sendirian sejak dia masih hamil sampai dion tumbuh besar seperti sekarang. aku sebagai teman kamu, cuman ingin mengingatkan saja. kesempatan itu tidak datang untuk yang ke dua kalinya bro. Apa lagi anak. Anak itu bukan barang yang bisa di beli dengan uang atau di tukar dengan barang mewah. Anak itu anugrah, jadi jangan sia – sia kan waktu kamu yang tersisa ini jauh dari anakmu bro. Ingat, kita akan merasakan di mana hari tua kita tiba, dan di saat itu lah kita baru menyadari kalau seorang anak itu sangat – sangat lah penting untuk masa tua kita nanti.”
“Thankyu bro. Aku mau balik.”
“Iya bro. Kalau kamu ada apa – apa jangan sungkan ya kabarin aku.” ucap Bayu sembari mengusap usap pundak alex.
Alex pun kemudian kembali berjalan menuju ke mobilnya.
“Jalan pak.” Pinta alex kepada supir pribadinya.
“Baik tuan.” Jawab supir pribadinya Alex.
Di dalam mobil, alex membanting hpnya yang sedang dia pegang. Pikirannya pun kini seperti bersunggut – sunggut, hatinya pun mulai geram dengan kejadian tadi. Ia sangat tidak terima dengan perlakuan nindi.
“berani kamu sama aku nin, aku akan buat hidup kamu lebih menderita lagi. Lihat saja. kamu sudah menampar aku di depan temanku, dan kamu juga sudah meracuni otak anakku. Selama ini aku sudah berikan semuanya sama kamu. Tapi balasan kamu seperti ini. Aku memberikan apa yang kamu inginkan untuk kamu dan juga anakku. Lihat saja, akan aku buat hidup kamu lebih menderita lagi. Dan aku akan mengambil dion dari kehidupanmu. ( alex kemudian terdiam sejenak )
Aku memang sengaja tidak menikahi kamu, karena aku tidak cinta sama kamu. aku mendekatimu hanya ingin membuat kakak dan ibu kamu hancur, tapi ternyata Tuhan berkata lain, karena keteledoran ku kamu jadi mengandung anakku. Lihat saja aku akan mengambil dion dari kamu.” gumam Alex sambil memasang wajah yang begitu sangat marah dengan melihat ke arah jendela mobil di sampingnya itu.
**
Sedangkan saat dion dan nindi dalam perjalanan pulang ke rumah, Nindi pun masih terlihat menangis di mobil.
“Hisk.. hisk.. hisk..”
“Ma, sudah lah mah, jangan menangisi laki – laki berengsek seperti dia.”
“Mama enggak menyangka saja kenapa mama bisa bertemu dengan dia lagi. Kamu sekarang tahu kan siapa papa kamu dan juga bagaimana sifatnya?”
Dion hanya menunduk – nundukan kepalanya sambil mengemudikan mobilnya itu.
“Ma, dion janji, dion akan terus menjaga mama. Dion sayang mama.”
“Terimakasih ya nak. Mama juga janji akan merubah sifat mama dan mama akan lebih memperhatikan kamu lagi sayang.”
“Makasih ya ma, karena mama sudah mau menerima dion lagi di kehidupan mama.”
“Kamu ini ngomong apa sih sayang? jangan bilang begitu lagi ya. Mama akan tetap terus menginginkan kamu selalu ada di hati mama dan di samping mama. Mama sayang banget sama kamu nak.”
Dion pun kemudian hanya tersenyum kepada Nindi. sedangkan di dalam hatinya pun ia berkata. “ ternyata selama ini aku salah telah menilai mama, begitu beratnya mama menghadapi sendiri semua lika liku kehidupannya dulu. Aku tidak menyangka dengan semua apa yang telah papa perbuat kepada mama. Dan entah antara senang atau sedih aku bisa bertemu dan melihat ayah kandungku dengan waktu yang tidak tepat seperti ini. Tapi kenapa papa begitu tega dengan kami? Ah.. sudahlah. Aku tidak ingin memikirkan itu. sekarang yang aku pikirkan adalah tugasku untuk selalu menjaga mama dan hidup bahagia bersama mama. Sebab sejak kecil, aku hanya hidup berdua dengan mama. Aku senang karena mama sudah mau menerima ku dan mama juga berjanji akan lebih memperhatikan aku lagi.” gumam Dion waktu itu.
Akan tetapi nindi pun juga demikian, ia berbicara sendiri dari dalam hatinya.
“aku enggak akan melepaskan anakku kepada laki – laki brengsek itu. aku tahu, setelah ini dia pasti akan melakukan bagaimana caranya untuk mengambil dion dari aku. tapi aku tidak akan pernah menyerah, aku akan tetap memperjuangkan dion. aku tidak ingin kehilangan dion untuk ke dua kalinya. Aku ingin memberikan kasih sayangku dan membayar semua ke salahan ku kepada anakku ini. Setelah ini, aku akan menemui kantor KPAI, aku akan mengajukan surat perlindungan anak. Harus. Aku tidak ingin laki – laki brengsek itu mengambil anakku dengan mudahnya.” Gumam nindi dari dalam hati.
Bersambung...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1