
Namun, ketika Kayla meminta akbar untuk jujur dan menceritkan semuanya. Akbar justru enggan dan hanya berdiam saja tanpa berkata apapu. Hingga akhirnya, Kayla megancam Akbra akan pergi meninggalkannya jika ia tidak mau mencerikan sebenarnya yang terjadi.
"Baiklah jika memang kamu tidak mau berkata jujur kepadaku. Jangan harap kamu bisa bertemu aku dan anakmu ini." Kata Kayla yang mengancam Akbar lalu berjalan ke kamarnya.
"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya."
"Ceritakanlah dan jangan kamu tutup - tutupi sedikit pun kepadaku."
Akbar pun menceritakan semuanya. Ia juga meminta maaf kepada Kayla jika dirinya telah bohong kepada Kayla karena kepergiannya saat itu untuk menemui Nindi dan memberikan sampel darah untuk tes DNA yang di lakukan Kia.
Dan di saat itulah Kayla mulai marah besar. Ia merasa Akbar masih mencintai Kia dan berharap kebali kepadanya. Karena dulu Akbar pernah berjanji setelah mereka menikah dan tinggal bersa meninggalkan kota itu Akbar akan melupan semua kenangan kenangannya bersama Kia terlebih anak yang saat itu Kia kandung.
Kemudian Kayla meminta kepada Akbar untuk pulang kembali ke kota yang Kia singgahi.
"Kamu tega sekali ya mas sama aku. Aku kira selama ini kamu hidup dengan ku, hingga saat aku sedang menagndung anakmu, kamu masih bisa bisanya berbohong kepadaku dan kamu berani membantu wanita itu untuk memberikan sampel darahmu." Ucapnya sambil menanggis.
"Bukan seperti itu Kay, aku hanya ingin tahu apakah benar - anak Kia itu adalah anakku juga? Aku hanya ingin tahu itu saja Kay. "
"Kalau anak itu anakmu. Lalu apa yang akan kamu lakukan? Rujuk kepada dia? Dan meninggalkan ku? "
"Tidak Kay, aku tidak mempunyai fikiran seperti itu. Apa lagi kamu saat ini sedang mengandung."
"Lalu apa mas? Atau kamu mau bermain di belakang ku?! Mas, kamu dulu pernah berjanji kepadaku, setelah kita hidup berdua nanti, kamu akan mengubur hidup - hidup semua kenangan mu bersama dia. Dan kamu tidak akan memperdulikan anak itu. Kenapa semua ini kamu ingkari mas?!" Kata Kayla sambil menanggis.
"Kayla. Aku mencintaimu. Aku tidak akan berpaling atau rujuk lagi dengan mantan istriku itu. Aku hanya akan menjalani hidup bersamamu. Aku minta maaf jika sudah mebuat kamu kecewa. Aku melakukan ini semua karena aku ingin tahu. Apakah dia benar - benar anakku atau bukan? Hanya itu saja Kayla." Ucap Akbar menenangkan hati Kayla karena ia sedang hamil muda.
"Kamu hanya berjanji terus kepadaku mas." Katanya sambil menangis nangis.
"Benar Kayla. Aku berjanji tidak akan pernah berpaling kepada suapapun."
"Baiklah, untuk kali ini aku masih bisa memaafkanmu dan mempercayaimu mas, tapi jiaka suatu saat kamu membohongiku lagi aku tidak akan mau melihatmu lagi."
__ADS_1
"Iya aku berjanji Kay." Ucap Akbar.
Kemudian Akbar memeluk Kayla untuk menengkan hatinya. Karena Kayla saat ini sedang mengandung anaknya.
Tak lama Kia mengirimkan surat hasil tes DNA nya kepada Akbar. Ia mendapatkan alamat tempat tinggal Akbar dari Nindi. Nindi meminta kepada Akbar untuk memberikan alamat tempat tinggalnya.
Akan tetapi, surat hasil lap tes DNA itu tidak sampai di tangan Akbar. Surat itu di terima dahulu oleh Kayla. Ketika Kayla menerima surat itu lalu membacanya, ia tidak ingin Akbar mengetahui hasil tes DNA yang sebernarnya. Kayla berfikir jika nanti Akbar mengetahuinya, ia pasti akan selalu memikirkan anaknya itu dan akan lebih sulit lagi untuk Akbar melupakan mantan istrinya lagi.
Surat itu di simpan oleh Kayla pada tempat dimana Akbar tidak akan pernah menemukannya. Kayla benar - benar tidak mau melihat atau mendengarkan Akbar memikirkan Kia atau anaknya. Semenjak kejadian itu sifat Kayla mulai posesif terhadap Akbar. Apa saja yang di lakukan Akbar, Kayla harus mengetahuinya. Dan dimanapu Akbar berada Kayla harus ikut dengannya.
Akan tetapi semua itu membut Akbar merasa risih. Akbar dan Kayla selalu cekcok setiap harinya. Hubungan mereka seperti sudah tidak sehat lagi. Kayla selalu meminta untuk kembali pulang di kota dimana ia bisa dekat dengan mamanya. Namun, Akbar tidak pernah mengabulkan permintaan Kayla. Ia masih kekeh ingin hiduo berdua dengan Kayla di kota yang sekarang mereka tinggali.
Akbar selalu meminta kepada Kayla untuk merubah sifatnya yang seperti dulu tidak pernah posesif kepadanya dan selalu mempercayainya. Akan tetapi sulit bagi Kayla untuk mempercayainya lagi, kare dahulu akbar pernah membohongi dirinya.
------
Sedangkan disisih lain, Kia yang setiap hari di sibukan oleh si kecil. Ia sudah tidak lagi terlalu memikirkan Akbat dan yang lainnya. Akan tetapi kebutuhan yang saat ini ia hadapi semakin lama semakin banyak. Sedangkan uang tabungannya semakin hari semakin menipis.
Umur Pelangi kini sudah masuk enam bulan. Kia dan Pelangi sudah hidup menyendiri di rumah barunya. Mereka sudah tidak lagi tinggal bersama Surya, Nisa , Sinta dan juga Bella. Sebab ia tidak mau berlama lama banyak menyusahkan mereka.
Cleo hampir setiap hari datang ke rumah Kia. Karena Cleo sangat menyayangi Pelangi. Cleo lah yang selalu menemani hari hari Kia dan juga Pelangi.
"Mungkin dalam waktu dekat ini aku akan mencari kerja mas." Kata Kia.
"Kalau kamu kerja, bagaimana dengan Pelangi?"
"Aku akan mencari baby suster mas, "
"Yakin?"
"Iya mas, aku harus cari uang, karena uang tabunganku sudah menipis. Mungkin hanya bisa untuk tanggungan hidupku untuk satu bulan mendatang."
__ADS_1
"Kamu mau kerja di mana?"
"Aku juga belum tahu."
"Kamu mau kerja di perusahanku? "
"Perusahaanmu itu lokasinya di tempat yang dulu untuk kerja mantan suamiku itu kan mas?"
"Disana ada, di daerah dekat sini juga ada. Tapi kalau kamu mau."
"Aku mau saja mas, apa saja yang penting aku mendapatkan pekerjaan supaya aku bisa memenuhi semua kebutuhan Pelangi. "
"Sebenarnya aku tidak setuju kalau kamu kerja. Alangkah baiknya kalau kamu fokus untuk merawat dan membesarkan Pelangi saja. Biar setiap bulannya aku yang menanggung."
"Kamu itu sudah banyak sekali membantu aku mas. Aku tidak mau merepotkan mu lagi."
"Coba deh lihat tuh Pelangi. Dia masih kecil. Masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian penuh."
"Insyaallah aku bisa kok mas, menjadi ibu atau ayah untuk Pelangi. Tenang saja. Ketika aku kerja nanti, aku akan tetep memperhatikan dia."
"Ya udah kalau kamu kekeh sama prinsipmu. Mulai besak kamu udah bisa kerja."
"Beneran mas?"
"Iya bawel. "
"Makasih ya mas Cleo. Tapi aku butuh waktu satu minggu untuk mencari baby suster." Kata Kia dengan wajah senang karena dirinya sudah akan kerja.
"Iya, terserah kamu. " Ucap Cleo.
Bersambung...
__ADS_1
❇️❇️❇️❇️❇️