Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
kecelakaan


__ADS_3

Ketika kejadian itu Nindi perfi meninggalkan rumahnya, ia pergi dengan hati yang begitu sangat marah. Ia sangat - sangat membenci Kayla.


"Kepa**t kamu Kayla. Semua orang yang aku sayangi kamu ambil. Tidak hanya Alex yang kamu ambil tapi sekarang kakak dan juga ibuku kamu ambil. Bersetan dengan kamu Kayla. Aku benci! aku sangat benci sekali sama kamu! Kamu anjing! Dasar wanita hina! Aghhh! " Ucap Nindi di dalam mobilnya sendiri. Sambil berteriak meluapkan amarahnya.


Nindi pergi tidak tahu harus ke mana. Ia mengenderai kendaraannya tanpa tujuan dan arah hingga malam tiba. Kemudian ia berhenti di depan salah satu supermarket mini. Ia ingin membeli air mineral waktu itu. Nindi turun dari mobil dan menyebrang jalan karena ia akan membeli minum di supermarket itu.


Akan tetapi saat ia akan menyebrang dirinya tidak melihat kanan dan kiri, ia langsung saja menyebrang jalan. Dari arah kiri terlihat ada sebuah kendaraan bermotor yang melaju sedikit kencang. Kemudian Nindi di tabrak oleh motor itu, Nindi berteriak sekencang - kencangnya. Nindi pun terjatuh lalu pingsan. Semua orang yang sedang nongkrong di depan supermarket itu berbondong bondong berlari mendekati Nindi yang terjatuh karena di tabrak oleh pengendara motor tersebut.


Tanpa di sangka dan di duga. Ternyata di supermarket itu sedang ada Alex di sana. Alex bersama temannya sedang membeli sebungkus rokok. Di saat Alex keluar dari supermarket itu, ia melihat banyak orang yang berkerumunan di tengah jalan. Alex pun juga ikut menghampiri krumunan itu. Ia ingin melihat kejadian apa yang sedang terjadi di tengah jalan itu.


Langkah kakinya sudah berhenti tepat disamping Nindi yang saat itu sudah terbating pingsan di tengah jalan. Alex mulai menyiahkan rambut Nindi perlahan - lahan. Kemudian Alex terkejut melihat wanita yang terbaring karena kecelakaan itu ternyata adalah Nindi.


Dirinya kemudian meminta bantuan kepada beberapa orang yang ada di sana untuk membopong tubuh Nindi agar segera di masukan ke dalam mobio pribadi Alex.


Setelah di masukan ke dalam mobi, Alex bergegas membawa Nindi pergi ke rumah sakit. Alex juga meminta tolong kepada temannya yang sedamg bersamanya tadi untuk mengurus mobil Nindi yang di parkirkan di seberang jalan.


Sesampainya di rumah sakit Alex meminta tolong kepada petugas yang ada di rumah sakit itu, agar segera di tangani. Dirinya tidak menyangka kalau ia bisa bertemu dengan Nindi dengan ke adaan seperti itu.


Alex berpikir kalau dirinya akan menghubungi keluarga Nindi, namun ia mengurungkan niatnya untuk menghubungi keluarga Nindi. Sebab dirinya tidak mau kalau harus bertemu atau ribut dengan Akbar.


Akhirnya Alex tidak memberikan kabar apapun kepada keluarga Nindi. Dirinya akan menunggu Nindi sampai tersadarkan diri.


Beberapa menit berlalu, ia mondar mandir di depan ruang UGD. Ia menunggu dokter keluar dari ruang UGD karena Alex ingin sekali tahu keadaan Nindi waktu itu.


Akan tetapi dokter belum juga keluar dari ruangan itu. Alex juga masih setia menunggu kabar yang akan dokter katakan nanti tentang kondisi Nindi.


Selang beberpa waktu, dokter yang dia nanti - nantikan pun keluar. Kemudian Alex mendekati dokter itu dan menanyakan kondisi Nindi. Dokter pun menjawab beberpa pertanyaan Alex.


"Dokte, bagaimana kondisi wanita tadi?" Tanya Alex.


"Syukurlah, kondisi pasien yang tertabrak tadi baik - baik saja, dia tidak mengalami luka serius hanya saja tubuhnya banyak yang lecet - lecet. Ketika pingsan tadi ia hanya mengalami kaget saja. Dan untuk pasien hanya semalam saja inap di rumah sakit."

__ADS_1


"Jadi tidak ada luka yang serius kan ya dok? Sykur deh kalau gitu. Terus apakah dia sudah sadar dok?" Tanya Alex kepada dokter itu.


"Iya dia sekarang sudah sadar, dan baru saja saya menyuruhnya untuk meminum beberapa obat. Dan obat itu penghilang rasa nyeri akibat terbentur dengan kendaraan tersebut."


"Baik dokter, saya akan menemui dia."


"Tidak ada lagi yang akan di tanyakan?"


"Untuk sementara cukup dokter, kalau nanti ada apa - apa saya akan segera hubungi dokter."


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu ya mas. Karena masih ada beberapa pasien yang harus saya tangani."


"Silahkan dok. Sekali lagu terimakasih ya dok."


"Sama - sama. "


Dokter yang telah memeriksa Nindi saat itu pun pergi meninggalkan Alex. Lalu setelah itu Alex masuk ke dalam ruang UGD untuk menemui Nindi yang terbaring lemah di sana.


Di saat itu Alex berdiri tepat di samping Nindi. Ia memanggil nama Nindi dengan lirih. Sebab Nindi terbaring dengan memejamkan ke dua matanya. Lalu, di saat kedua matanya di buka dirinya sangat kaget melihat Alex berdiri di sampingnya itu.


Di bukala kedua mata Nindi.


"Kamu?!" Jawab Nindi dengan kagetnya dengan tubuh yang di angat seakan - akan dirinya ingin beranjak dari hospital bed itu.


Namun, ketika itu tubuh Nindi masih terasa sangat sakit. Alex mencoba untuk menenangkan Nindi, supaya ia tidak beranjak dari hospital bet tersubut. Sebab tubuhnya masih belum pulih.


"Eehh... Nindi, Nindi kamu rebahan saja di sini. Hop... Stop... Tenang ya... Jangan beranjak dari hospital bed ini. Karena tubuh kamu masih sakit semua ya."


"Aaww... " Teriak lirih Nindi dengan memegangi kepalanya.


"Tuh, kan aku bilang apa. Udah kamu tiduran saja ya. Kali ini kamu enggak usah marah - marah lagi. Okey."

__ADS_1


"Ngapain kamu di sini! Terus kenapa kamu bisa tahu kalau aku ada di sini?!"


"Kebetulan tadi aku baru saja keluar dari dalam supermartket itu, terus aku lihat banyak orang yang berbondong - bondong berlarian ke tengah jalan. Aku juga ikut - ikutan. Aku kira ada apa. Setelah aku lihat ternyata kamu di tabrak sama orang menggunakan kendaraan roda dua."


"Terus mana orang itu?!"


"Ya mana ku tahu, setelah dia menabrak kamu terus dia kabur, enggak tahu aku siapa dia."


"Kamu bohongkan, sebenarnya itu orang pesuruh kamu untuk membuntuti aku dan menabrak aku kan Lex?"


"Kamu ini ngaco deh. Siapa yang suruh orang buat nabrak kamu. Aku justru tadi yang menolong kamu dan membawa kamu ke sini. Kamu ini keapa sih judes banget sama aku?"


"Hemh!" Ucap Nindi sambil membuang muka.


"Aku akan menunggu kamu sampai kamu di perbolehkan pulang."


"Sudah pergi saja kamu dari sini! Aku enggak butuh kamu! Sana!"


"Tidak! Aku akan tetap menunggu kamu!"


"Aku akan lebih marah sama kamu kalau kamu masih disini."


"Silahkan kamu marah Nin, aku akan tetap mendengarkan kemarahanmu."


"Pergi sana kami, pergi. Aaww!" Cakap Nindi yang mengekuh kesakitan di kepalanya.


"Tuh, kan sudah aku bilang, sekarang kamu lebih baik diam dan tiduran saja ya."


"Kenapa sih setiap aku kepengen ngelupain kamu tapi aku enggak peenah bisa. Pasti kamu selalu muncul dan muncul di hadapan ku.


"Itu namanya jodoh Nin. He.. he.. he.." ucap Alex sambil bercanda atau bergurau menghibur Nindi yang cemberut.

__ADS_1


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2