Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Akbar menghalangi Kia


__ADS_3

“Yuk lanjutkan makannya. Anak pintar harus habis makannya. Pelangi ingin cepat sembuhkan?”


“Iya nek, Pelangi ingin segera sembuh dan bertemu dengan bunda. Pelangi sudah sangat merindukan bunda.”


“Anak pintar. Pasti nak, pasti Pelangi akan bertemu bunda. Nenek janji, Pelangi akan hidup bahagia bersama bund.”


“Kasihan cucuku ini. Dia memang masih kecil, namun penderitaan yang selama ini dia alami sudah terlalu berat. Ini semua karena kesalahanku. Sejak dirinya masih dalam kandungan, dia tidak bisa merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya, akan tetapi setelah dia sudah lahir, dia justru menjadi bahan perebutan antara ayah dan juga ibundanya. Apa lagi di saat dirinya masih bayi, dia harus menjalankan operasi dan merasakan bagaimana tajamnya alat – alat rumah sakit. Dan sekarang ia kembali lagi harus merasakan tidur di rumah sakit. Entah bagaimana bisa Kayla tega sekali kepada anak sekecil ini. Anak yang belum tahu apa –apa dan sudah merasakan banyak kepahitan di dalam hidupnya. Maafkan nenek ya cu, nenek janji akan membantu kamu dan juga ibu kamu agar kalian bisa bersama – sama lagi seperti dulu.” Ucapnya dari dalam hati.


Sebenarnya Dewi juga mendengan percekcokan di depan kamar Pelangi. Ia juga menyadari bahwa Kia sudah datang di rumah sakit. Ia juga tahu kalau Akbar pasti melarang mereka untuk menemui Pelangi. Percekcokan itu terdengar hingga sangat jelas sampai ke dalam kamar Pelangi. Meskipun terdengar jelas dan Pelangi mendengarnya, Dewi berkata bohong kepada Pelangi jika dirinya sudah salah dengar kalau suara yang dia dengar itu bukanlah suara ibundanya.


Sedangkan Percekcokan itu di awali dengan hati yang sangat panas membara.


“Ada apa lagi kalian ke sini?”


“Aku ingin bertemu dengan anakku!” jawab Kia tanpa melihat Akbar.

__ADS_1


“Sudah aku katakan kepadamu, kalau kalian tidak akan saya ijinkan untuk menemui anakku!”


“Minggir kamu. Biarkan Kia menemui anaknya. Ingat persidangan masih belum berakhir, dan Kia masih mempunyai hak atas Pelangi!” Ucap Cleo sambil melirik dengan tajam mata Akbar.


“Hay, kamu itu hanya orang lain. Kamu itu tidak ada ikatan apapun kepada wanita ini. Apa lagi kepada Pelangi. Jadi aku harap kamu jangan sok jadi pahlawan kesiangan untuk dia!”


“Kamu! Owh, aku sudah tahu. Berarti ini adalah sifat asli kamu. Kamu itu tidak pantas untuk menjadi ayah kandung Pelangi! Kamu juga tidak pantas menjadi laki – laki! Karena kamu adalah seorang pria yang bodoh dan *****. Kamu juga seorang Pria yang tidak mempunya pendirian. Seorang pria pengecut!”


“Apa kamu bilang! Dasar wanita tidak tahu malu!”


“Kamu sudah meninggalkan ku dan juga Pelangi saat dirinya masih di dalam kandungan. Tapi mengapa sekarang kamu meminta Pelangi untuk hidup bersama mu? Siapa yang tidak tahu malu disini? Aku atau kamu? Saya katakan sekali lagi kepadamu, jaga sikap dan omongan kamu kepada Cleo. Karena Cleo adalah calon suamiku. Mengerti kamu! Dia lebih pantas menjadi ayah untuk Pelangi dari pada kamu!”


Cleo sesat langsung mengalihkan pandangannya untuk melihat Kia. Hatinya juga merasa sangat senang setelah mendengarkan ucapan Kia tadi. Sebab Cleo tidak berpikir Kia akan mengatakan seperti itu kepada mantan suaminya. Apa lagi Cleo sudah di anggap sebagai calon suami Kia.


“Aku tidak peduli dia siapa kamu! Karena itu tidak penting untukku!

__ADS_1


“Iya memang itu tidak penting untukmu. Tapi ini penting untuk Pelangi. Sebab apa, sebab ayah kandungnya adalah seseorang tidak mempunyai hati sama sekali!” kata Kia dengan tenang namun tegas.


“Sekarang aku mau kalian pergi dari sini atau aku akan memanggil scurity untuk mengusir kalian dari sini, karena kalian telah membuat kericuhan di sini!” ujar Akbar karena sudah bingung akan berkata apa lagi untuk menjawab atau menghadapi mereka.


“Apakah seperti itu sikap kamu karena kamu sudah kalah dalam berkata – kata? Atau kamu bingung harus menjawab apa lagi kepada kami? Sangat menjijikan. Aku akan tetap menemui Pelangi karena aku masih memiliki hak penuh atas Pelangi. Sebab aku adalah ibu kandung Pelangi.” Cakap Kia


“Apa?! Kalian benar – benar sudah membuat aku merasa muak dengan omonggan mu itu!” ucap Akbar sambil melotot.


“Minggir dari hadapanku?! Aku tidak berurusan denganmu! Aku hanya ingin melihat kondisi anakku dan bertemu dengannya.” Kata Kia dengan beraninya.


Mereka pun melanjukan langkah kakinya untuk menemui Pelangi. Dan meninggalkan Akbar sendirian di luar. Akan tetapi Akbar marah – marah sendiri di luar kamar Pelangi setelah di tinggal oleh Kia dan juga Cleo. Dirinya tidak menyangka Kia bisa seberani itu melawan dan menjawab semua perkataannya. Sedangkan selama ini yang Akbar ketahu, bahwa Kia selalu diam jika di caci maki.


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️

__ADS_1


__ADS_2