Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
dion di ajak ke pengadilan


__ADS_3

Selesai dia membicarakan tentang kegundahan hatinya, Alex pun langsung mulai memikirkan apa yang telah bayu katakan. dirinya merasa kalau dia tidak pantas untuk mendapatkan cinta dan wanita yang terlalu baik seperti nindi.


**


Beberapa minggu kemudian, persidangan ke dua akan Nindi hadapi. Akan tetapi, di persidangan kali ini, nindi sengaja mengajak Dion untuk ikut masuk di ruang persidangan dan menyaksikan bagaimana yang akan terjadi nanti di sana.


Malam sebelum persidangan itu akan di mulai pada esok hari, nindi menemui dion ke kamarnya. Nindi mengetuk – ngetuk pintu kamar dion, karena dia ingin membicara kan sesuatu, kalau dia ingin meminta dion untuk ikut ke persidangan besok pagi.


Tok.. tok.. tok..


“Iya,” jawab dion setelah mendengarkan suara ketukan pintu kamarnya itu.


Dion pun kemudian bergegas berlari untuk membukakan pintu kamarnya.


“Eh, mama. Ada apa ma?”


“kamu lagi ngapain?”


“emm, dion, sedang membaca komik ma. Ada apa ma?”


“Boleh mama minta waktunya sebentar?”


“silahkan ma,”


Nindi pun kemudian duduk di kursi belajar dion, sedangkan dion duduk di pinggur tempat tidurnya.


“Maaf ya nak, mama menganggu kamu.”


“Enggak kok ma, dion tadi cuman sedang membaca komik saja. gimana ma? Ada apa?”


“Emm, jadi begini nak, besok pagi itukan persidangan ke dua mama dengan papa kamu, mama ingin kamu temani mama ya besok pagi.”


“Jadi dion ikut ma?”


“Iya nak. mama ingin kamu juga tahu bagaimana prosesnya nanti di sana nak. mama ingin, kamu menemani mama. Supaya kamu bisa memberikan mama semangat.”


“Baik ma. Dion besok akan menemani mama.”

__ADS_1


“Ya walaupun memang sudah ada paman kamu di sana. Tapi mama ingin kamu juga menemani mama ya nak.”


“Iya ma, dion akan selalu bersama mama.”


“Terimakasih ya sayang.”


Dion kemudian hanya tersenyum sembari memegang buku komiknya itu. akan tetapi nindi ingin mengatakan satu hal lagi kepada dion.


“Em, nak... mama boleh tanya sesuatu sama kamu nak?”


“Apa ma?”


“apa yang selama ini kamu inginkan dalam hidup kamu nak? misalnya, kamu ingin hidup bahagia bersama ke dua orang tua kamu gitu. Atau ada yang lain?”


“Ma, aku awalnya memang ingin melihat ke dua orang tua ku bisa hidup bersatu, dan bersama – sama membangun keluarga yang bahagia. Tapi, setelah aku mengetahui kalau ternyata papa adalah seseorang yang pecundang seperti dia itu, apa lagi dia sangat tega menyakiti atau membuat hati mama menderita. Akan lebih baik aku tidak melihat papa ku hidup bersama ku atau bersama kita ma. Aku hanya ingin hidup bersama – sama dengan mama. Aku enggak bisa melihat mama yang sudah terlalu lama merasakan bagaimana rasanya dicampakkan oleh laki – laki biadab seperti dia ma.”


“Hust, dion, nak. jangan berkata seperti itu sayang, papa kamu itu alex, sejelek – jeleknya perbuatan dia ke pada kita, dia tetap ayah kamu nak. apa lagi kelak, besok kamu akan juga menjadi seorang ayah untuk anak – anakmu. Mama tidak ingin kamu menaruh dendam kepada dia. Mama ingin kamu tumbuh besar menjadi anak yang baik nak.”


Dion kemudian terdiam sambil memainkan buku komik yang sedang dia bawa itu.


“tapi ma. Apa mama masih mengharapkan dia untuk kembali ke kita?”


“tapi ma? Mama sudah di sakiti berulang – ulang kali, tidak hanya satu atau dua kali ma. Mama sudah di sakiti berulang – ulang kali oleh laki – laki pecundang seperti dia ma.”


“Iya mama tahu, tapi mama benar – benar tidak bisa memungkiri perasaan mama ini nak. mama hanya ingin kamu bahagia dengan ke dua orang tua mu yang utuh menjadi satu nak.”


“tapi jika memang itu sudah menjadi keputusan buat mama. Dion tidak bisa berbuat apa – apa lagi ma. Yang dion mau cuman satu ma, dion ingin mama hidup bahagia bersama dion.”


“Dion, kamu percaya kan sama mama nak?”


“Iya ma, dion akan menerima semua keputusan mama, jika menurut mama itu yang terbaik. aku akan bisa menerima ma. Asalkan dia tidak lagi menyakiti atau membuat kita menderita terutama kepada mama.”


“Iya sayang, mama tahu kalau kamu begitu sangat mengkhawatirkan mama. Terimakasih ya, karena kamu benar – benar sayang sama mama. Mama janji nak, pokoknya mama ingin membuat kamu hidup bahagia. Apa lagi masa depan kamu, mama ingin melihat anak mama ini mempunyai masa depan yang cerah.” Ucap nindi.


Dion kemudian hanya terdiam. Ia tidak menyangka kalau nindi masih memiliki hati kepada alex, sedangkan nindi selama ini sudah sering sekali di buat menderita oleh alex. Selesai berbicara seperti itu, nindi pun meminta dion untuk tidur lebih awal. Sebab besok pagi mereka akan pergi ke persidangan ke duanya.


“Ya sudah nak, sekarang dion istirahat, mama juga akan istirahat, supaya kita bisa fresh menghadapi persidangan besok pagi nak.”

__ADS_1


“Iya ma.”


Nindi pun kemudian meninggalkan kamar Dion.


**


Pagi harinya di mana mereka akan bertarung melawan alex. Nindi sangat berharap persidangan ke dua itu alex bisa merubah pikirannya dan merubah pandangannya untuk bisa lebih bijaksana dalam menyikapi semua ini.


“selamat pagi nak.”


“Pagi ma. Pagi paman.”


“Dion, kamu siap untuk melihat apa yang akan terjadi di persidangan nanti nak?” tanya akbar.


“Siap paman. Lagi pula dion juga sudah dewasa dion sangat berharap semoga semua ini cepat berlalu. Dion tidak tega melihat mama yang terus – terusan menderita karena ulah yang laki – laki itu perbuat.”


“Kalau begitu, sekarang semua sarapan dulu, mari kak akbar. habis sarapan kita langsung berangkat ya.”


Nindi, dion dan akbar pun kemudian menyantap makanan yang sudah tersaji di meja makan. Pagi itu, nindi tidak merasa cemas, khawatir, atau merasa gundah saat akan menghadapi persidangan ke dua itu. perasaannya terasa sedikit tenang, dan tidak terlalu panik seperti saat persidangan pertama kemarin. Mungkin entah itu karena dion menemani dirinya, atau karena memang tidak akan terjadi sesuatu di persidangan ke dua ini. Dalam perjalanan menuju gedung pengadilan, nindi hanya bisa berdoa, dan berdoa, supaya dia bisa di berikan kemudahan dalam menghadapi sidang ke dua ini. Mereka kemudian berangkat bersama – sama menuju ke gedung pengadilan itu.


Bersambung...


⭐⭐⭐⭐⭐


**


Hallo teman – teman setia SSBH ( senyuman sang buah hati ) 😍 kalian pasti penasarankan dengan apa yang akan terjadi oleh nindi dan alex di persidangan ke dua ini?🤔 Ikuti terus ya episode – episode terakhir cerita SSBH. 🧐


 


Tapi kalian jangan berkecil hati, yessie akan meneruskan cerita satunya yang judulnya “AIDS KANAYA”. Cerita kali ini enggak kalah serunya loh dari cerita SSBH.


Di sini yessie akan kasih sedikit bocoran ya tentang kisah atau cerita “AIDS KANAYA”. 🤫😜


"Di kisah kali ini adalah seorang kakak yang bekerja menjual harga dirinya kepada laki – laki hidung belang di luar sana untuk menghidupi atau membantu ibunya yang sudah susah payah membanting tulang setelah suaminya meninggal dunia. Akan tetapi, ada laki – laki yang sungguh - sungguh mencintai kanaya dengan setulus hati dan mau menerima semua kekurangan yang ada di diri kanaya.”😱🤔🤗


Pasti kalian enggak bakalan nyesel mengikuti ceritanya. Yuk selalu dukung novel novel terbaru yessie. 💃🎉

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian selama ini. ❤️😍😘 


salam readrs😎📚


__ADS_2