
Hujan mulai menaungi tempat Kia berpijak sendiri waktu itu. Kia terjebak tak dapat bergegas pulang melepas lelah setelah seharian beraktivitas di kantor. Ingin rasanya dirinya berlari menerobos hujan. Tetapi, dengan baju kantor yang ia kenakan saat itu dan tas kerja yang masih ia bawa denagn isi dokumen atau laporan laporan penting menjadi faktor terkuat untuk mengurungkan niatnya. Dan di sinilah di depan kantor , Kia berdiri sendiri untuk menunggu tangisan sang awan mulai reda.
Hujan memang tak pernah meminta izin untuk mengunjungi bumi. Selalu saat Kia tidak membawa payung ia malah turun, akan tetapi di saat Kia membawa payung tak ada sedikitpun tanda kehadiran hujan akan turu. Sama seperti cinta, yang datang dengan tiba-tiba bahkan saat Kia tidak mengharap kehadirannya datang. Cinta kini sedang mengunjungi dirinya. Akhir-akhir ini Cleo yang sudah membuat jantung hatinya berdegup cepat saat dia sedang bersama dirinya.
Begitupun dengan Cleo yang tidak pernah lelah rasanya di saat matanya merekam setiap gerak - gerik sikap Kia, dan ruang di otaknya pun juga tidak pernah penuh menyimpan semua rekapan wajah Kia yang begitu cantik ketika Kia sedang di hadapnya.
"Hay Kia. Aku akan mengantarmu pulang sekarang."
"Tapi mas bukannya kamu masih ada meeting penting bersama klien ya malam ini."
"Itu bukan jadi masalah untukku. Biar aku batalkan. Kasihan nanti Pelangi sendiri di rumah menunggu kamu. Apa lagi ini sudah jam delapan malam."
"Kamu meeting saja mas, biar aku pulang naik taksi."
"Mana ada taksi lewat malam - malam begini. Apa lagi ini hujannya deras sekali."
"Ayo, tidak usah menolak tawaranku. Kasihan nanti Pelangi menunggu kamu di rumah."
Kini Cleo yang sedang berdiri tepat di sebelah Kia dengan tubuhnya yang basah. Ia memberika sebuah payung dan mengantrakannya pergi masuk ke dalam mobil. Cleo pun bergegas mengikuti Kia masuk ke dalam mobilnya.
Cleo mulai menghidupkan mobilnya dan mulai mengemudi. Di samping ia sedang mengemudi rambut Kia terlihat sedikit basah karena percikan - percikan air hujan saat dirinya akan berlari masuk ke dalam mobil.
"Rambuk kamu basah nih." Kata Cleo dengan mengusap - usap rambut Kia yang basah.
"Iya, hujannya deres banget."
"Makannya aku antern pulang."
__ADS_1
"Tapi bukannya tadi siang kamu bilang kalau malam ini akan ada meeting penting kan mas?"
"Sudah aku batalkan. Karena aku ingat kamu pasti tidak bisa pulang."
"Tapi mas, kan itu rapat penting."
"Sepenting pentingnya itu, menurut aku kamu dan Pelangi lah yang terpenting. "
"Terimakasih mas."
"Apanya ?"
"Enggak tahu deh. Ha.. ha.. ha.."
"Kamu tuh ya kalau lagi senyum gini tambah cantik tahu."
"Beneran."
Merekapun saling bercandaan di dalam mobil saat akan menuju rumah. Cleo mengemudi dengan memegang tangan Kia.
"Udah ah lepasin. Malu tahu kalau Pelangi lihat."
"Enggak apa - apa biarkan saja. Kan kita orang tuanya. "
"Kamu itu mas, mas. "
"Loh benerkan Pelangi memanggilku saja dengan sebutan ayah. Tingga bundanya saja yang belum bisa bilang gitu. Ha.. ha.. ha.."
__ADS_1
"Terserah deh."
Tidak lama mereka sampai di rumah Kia. Kemudian mereka turun lalu masuk ke dalam rumah. Pelangi yang mengetahui mereka pulang pun menyambut dengan senyuman yang manis itu.
Hujan pun semakin deras, udara pun semakin menusuk tulang. Cleo menggigil, bajunya yang sedikit basah membuat Cleo semakin kedinginan. Kia mengambil handuk dan juga slimut, kemudian ia membuatkan teh hangat untuk Cleo, setidaknya slimut dan teh hangat ini bisa sedikit menghangatkan tubuh Cleo yang sedikit basah.
Dia menggosok-gosok kan tangannya terus dia ulangi berkali - kali sampai terasa hangat di tangannya itu. Terlihat sekali Cleo ke dinginan.
"Mas kamu bawa baju ganti enggak? Mendingan kamu ganti baju dulu deh mas biar enggak ke dinginan mas."
"Ada sih di mobil. Biar aku ambil."
"Kamu di sini saja mas, aku saja yang akan memgambilkan bajumu."
"Aku saja, sekalian basah. "
"Ya udah kalau gitu aku siapkan air hangatnya mas."
"Iya Ki."
Sudah akhir-akhir ini hati Kia mulai memikirkan Cleo. Hatinya mulai sedikit terbuka untuk Cleo. Cleo selalu muncul dalam pikirannya. Karena dari kebaikan, perhatian dan juga pengorbanan Cleo lah yang membuat hati Kia bisa mulai terbuka.
Selesai mengambil baju Cleo menuju ke kamar mandi untuk mengantikan bajunya yang basah terkena percikan air hujan.
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1