
“Pinternya keponakan bibik Sinta.”
“Tetapi bik. Kenapa Ayah Cleo tidak perah tidur di rumah? Atau menemani Pelangi saat malam hari?”
“Pelangi sayang, ayah Cleo tidak pernah tidur di rumah karena dia harus menjalankan kewajibannya. Kewajiban ayah Cleo adalah dia harus mencari uang untuk Pelangi dan juga bunda.”
“Tapi kenapa Bunda masih bekerja. Sedangkan ayah Cleo sudah mencari uang bik?”
Sekilas Sinta tidak percaya anak seumuran Pelangi pintar sekali berkata seperti itu.
“Jadi jika bunda tidak bekerja siapa yang akan membelikan Pelangi banyak mainan seperti ini?”
“Tetapi ayah Cleo sudah mendapatkan uang.”
“Uang ayah Cleo itu untuk membeli susu Pelangi. Dan uang bunda untuk membeli maianan Pelangi. Pelangi mengerti dengan apa yang bibik Sinta katakan?”
“Owh, begitu ya bik. Baik Pelangi sudah mengerti.”
“Pelangi ingat, Ayah pelangi itu siapa namanya?”
“Ayah Cleo.”
“Anak pintar.”
“Bibik Pelangi ingin bertanya satu kali lagi.”
“Apa sayang?”
“Mengapa om Akbar tadi menanggis dan berkata kepada Pelangi bahwa Pelangi adalah anak kandungnya?”
“Om Akbar itu hanya rindu dengan anak perempuan seumuran Pelangi. Dan setiap melihat Pelangi om Akbar selalu ingat dengan putrinya.
Batin Sinta berkata, “Maafkan bibik ya nak, bibik sudah berbohong kepadamu. Karena bibik tahu ayah, kamu itu adalah seorang pengecut dan dia sudah membuat bundamu menderita.”
“Terus nenek Dewi juga. Pasti selalu menanggis setelah memeluk atau memanggil Pelangi itu cucunnya.”
“Ya, karena mereka sangat merindukan anak yang seusianya masih sama seperti Pelangi.”
“Kasihan ya mereka bik.” Ucap Pelangi.
Sesaat setelah Sinta memberikan penjelasan atau pengertian kepada Pelangi mengenai keluarga Akbar. Terdengar suara klakson mobil dari luar rumah. Kemudian Sinta menyuruh Pelangi untuk menyambut mereka. Sesab Sinta sudah hafal jam pulang kerja Kia.
“tuh, bunda sama ayah sudah pulang, cepetan gih Pelangi sambut mereka.” Pinta Sinta kepada Pelangi.
__ADS_1
Ternyata benar yang di katakan Sinta saat itu, Cleo dan juga Kia yang baru saja pulang dari kerja. Pelangi menyambut mereka dan berlari kecil. Dan kemudian Pelangi di gendong oleh Cleo. Pelangi dan Bella juga mendapatkan beberapa boneka atau mainan yang telah Cleo beli saat akan pulang.
Pelangi dan Bella pun mengucapkan terimakasih karena sudah di belikan beberapa mainan. Kemudian setelah mereka mendapatkan mainan kesukaannya, Sinta menyuruh mereka bermain di dalam kamar. Sebab Sinta ingin menceritakn kepada Kia dan juga Cleo, kejadian tadi sore bahwa Akbar datang kerumah dengan membawa kerusuhan.
Kemudian selesai mendengarkan Sinta bercerita tentang Akbar, Kia langsung pergi menenggok surya yang sedang berbaring di kamarnya itu. Dan wajahnya yang penuh luka lebam akibat adu jotos tadi sore dengan Akbar. Dirinya tidak habis pikir dengan mantan suaminya itu yang berani – beraninya memukuli orang tua Kia. Lalu Kia meminta maaf kepada Surya, sebab karena dirnyalah semua keluarga jadi ikut imbasnya.
Begitupun dengan Cleo yang sudah sangat geram kepada tingkah dan juga perbuatan semua keluarga Akbar yang selalu mengusik – usik kehidupan Kia. Di tambah sebelum Akbar meninggalkan rumah ke dua orang tua Kia tadi sore dirinya juga mengancam akan mengambil alih hak asuh Pelangi dengan berbagai macam cara.
Sewaktu Cleo mendengarkan Nisa mengatakan bahwa Akbar mengancam akan mengambil Pelangi, Cleo berkata di hadapan ke dua orang tua Kia bahwa dirinya berjanji akan menjaga Kia dan Pelangi apa pun yang terjadi nanti. Dia juga tidak akan tinggal diam jika keluarga Akbar akan benar – benar mengambil Pelangi. Bagi Cleo Pelangi adalah segala - galanya walaupun bukan dari darah dagingnya sendiri.
Setelah mendengarkan kata – kata Cleo, hati Kia mulai yakin bahwa Cleo memang benar – benar mencintai dirinya apa adanya. Dia tidak menginginkan Kia atau pun Pelangi harus menderita lagi dengan kelakuan yang di buat oleh Akbar dan juga keluarga dari mantan suaminya itu.
Selesai mendengarkan cerita dari Sinta, Kia kemudian melihat kondisi ke dua orang tuanya lagi. Setelah itu Kia meminta maaf kepada ke dua orang tuanya, sebab semua kejadian itu terjadi karena dirinya. Selesai melihat kondisi dan berbincang – bincang Kia lalu mengemasi semua mainan atau barang bawaan Pelangi. Kemudian dia berpamitan pulang kepada keluarganya, seperti biasanya dirinya selalu di anatar pulang oleh Cleo.
Sesampai di rumah Kia, Cleo duduk di depan ruang tamu. Kia membuatkan kopi hitam untuknya. Mereka berdua duduk terdiam dan membisu. Sebab Kia masih memikirkan kejadian tadi sore karena Akbar telah berbuat ulah dan berani main tangan kepada orang tuanya. Di tambah ancaman yang membuat Kia mulai berpikir berat. Sebab dirinya tidak ingin kehilangan putri semata wayangnya itu.
Cleo memahami wajah Kia yang sedang gelisah dan sedih. Cleo tahu kalau Kia sedang memikirkan apa yang terjadi sore itu. Lalu dirinya menenangkan hati dan pikiran Kia yang sedang gelisah itu.
“Kia?”
“Owh. Kenapa mas?”
“Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang sehingga kamu melamun tidak mendengarkan aku mengoceh sedari tadi seperti burung beo sendirian.”
“Sedang memikirkan ancaman dari Akbar?”
“iya.”
“Kia sayang, kamu percayakan dengan aku?”
“Maksudnya mas?”
“Tugas kamu itu hanya satu, rawat pelangi dengan kasih sayangmu, biar aku saja yang akan menghadapi semua kelakuakan atau perbuatan Akbar dan keluarganya. Kamu juga tidak perlu menghawatirkan semuanya. Percaya kepadaku semua pasti akan baik –baik saja.
Kia hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa – apa. Ia melihat di mata Cleo yang sedang berbicara itu, perkataanya membuat hati kia sedikit tenang.
“Kenapa mereka begitu tega kepadaku dan juga Pelangi. Apakah mereka belum puas selalu membuat hidupku menderita. Dan apa lagi rencana mereka selanjutnya. Mungkin dulu aku menerima dengan semua perilaku atau tindakan mereka yang merendahkan harga diriku di depan hakim. Untuk kali ini aku juga tidak akan tinggal diam. Apa lagi mereka akan mengambil Pelangi dariku. Aku yang sudah mengandung dan susah payah membesarkan Pelangi sampai dia tumbuh besar seperti ini. Mereka dengan mudahnya ingin mengambilnya dariku? Terlebih aku juga yang sudah melahirkan Pelangi menaruhkan nyamwa sendirian. Aku tidak akan pernah rela dengan semua itu. aku akan menaruhkan semuanya demi anakku mas. Aku harus bisa melawan sikap egois mereka.” Kata Kia sambil meneteskan air matanya yang terjatuh.
Kemudian Cleo duduk mendekati Kia yang saat itu melihat Kia yang sedang menanggis. Cleo menghapuskan air mata Kia yang terjatuh itu. Lalu Cleo memeluk tubuh Kia, ia memberikan ke nyamaan untuk hati Kia.
“Kita akan berjuang bersama -sama demi Pelangi. Aku yakin kamu pasti kuat. Jika mereka berani macam – macam dengan kalian, aku juga tidak akan tinggal diam. Jadi, aku harap kamu harus fokus dengan Pelangi.” Ucap Cleo sambil memeluk Kia.
“Terimakasih ya mas, kamu selalu ada untukku.”
__ADS_1
“karena aku sangat mencintaimu Kia.”
Kia pun hanya tersenyum memerah setelah mendengarkan Cleo berbicara mengungkapkan isi hatinya. Detik jam mualai berputar. Malam pun semakn lama semakin sunyi. Cleo berpamitan kepada Kia bahwa dirinya akan pulang sebab hari itu sudah terlalu malam.
Sedangkan yang terjadi dirumah Akbar saat itu, ketika dirinya pulang ke rumah dengan wajah berantakan serta wajahnya di penuhi dengan luka lebam di bagian pipi. Kayla, nindi dan Dewi bertanya yang terjadi kepada dirinya.
“Astaga Akbar.”
“Kak Akbar.”
“Ya Ampun mas, kamu ini habis ngapain? Wajah kamu penuh dengan luka lebam seperti ini?”
“aaagghhhtttt!” teriak Akbar yang sedang marah sambil membuang jaket yang telah ia kenakan tadi.
“Coba ceritakan ada apa? Apa yang terjadi dengan kamu?”
Kayla mengambil handuk dan juga sedikit air dingin untuk mengompres luka – luka Akbar yang membekas di area wajahnya.
“Aku habis dari rumah orang tua Kia.”
“Apa?!” tanya Kayla sedkit membentak.
“Kan aku sudah bilang kak sama kamu. Kalau kakak datang ke sana semaunya akan sama saja. Keluarga Kia pasti sangat menolak dengan kehadiran dari keluarga Kita. Sebab tahu sendiri keluarga kita dan juga keluarga Kia tidak akan pernah bisa bersatu lagi.” Ucap Nindi.
“Aku hanya ingin membrikan mereka Pelajaran saja. Supaya tidak seenaknya saja memperlakukan ibuk seperti itu.”
Kemudian Akbar juga menceritakan apa yang sudah terjadi sore itu di rumah Kia. Dewi mendengarkan semua cerita anaknya itu.
“kenapa kamu mencari masalah lagi kepada mereka sih nak?”
“Sebab kerinduanku sudah memuncak terhadap putri kecilku itu buk. Akan tetapi mereka mempersulit aku dan juga anakku untuk bertemu. Aku juga tidak menyukai perilaku mereka yang seenaknya saja mencaci maki ibu.”
“Memang ibuk juga merasakan hal yang sama. Itu semua bukan hanya kamu dan ibuk saja yang merindukan Pelangi. Tetapi semua yang yang berada di rumah ini juga merindukan senyuman dari Pelangi, akan tetapi apalah daya kita melawan mereka, semua yang terjadi adalah kesalahan ibuk juga nak. Ibuk ingin sekali bertemu Kia dan meminta maaf kepadanya. Ibuk juga tidak mau melihat kamu dan juga Kayla menderita dengan keegoisan ibuk nak.”
“lantas apa yang bisa kita lakukan supaya Pelangi bisa hidup atau tinggal bersama kita buk?”
Sesaat mereka semua hanya terdiam. Mereka memikirkan sesuatu untuk mengambil alih hak asuh anak.
“Jalan satu – satunya adalah membawa permasalahan ini ke jalur hukum kak, buk.” Ucap Nindi yang memberikan Ide kepada Keluarganya.
“tapi Nin, kita tidak mempunyai bukti yang kuat untuk membawa masalah ini ke jalur hukum.” Kata Akbar sembari tubuhnya rebahan di atas ranjang sambil di obati oleh Kayla yang telah banyak bekas luka lebam akibat adu jotos dengan Surya tadi.
Bersambung...
__ADS_1
❇️❇️❇️❇️❇️