
Seminggu berlalu ..
Selama seminggu ini mereka sudah jarang berbicara satu sama lain, dan makan berasama, bahkan untuk tidur sekamar pun sudah tidak lagi. Kia hanya berdiam, dia tidak ingin mempertanyakan lagi sikap suaminya terhadap kia. Karena sudah tidak mau bertengkar dan memperdebatkan semuanya. Kia menyibukkan diri dengan kegiatan berdagang online supaya tidak terlalu sedih dengan kondisi ini.
Namun kia tidak pernah melupakan tugasnya sebagai seorang istri. Sekarang akbar berangkat kerja selalu pagi pagi sekali dan pulang larut malam. Walaupun akbar pulang larut malam kia selalu menunggu suaminya dan sering tertidur di kursi depan rumah. Mereka berbicara hanya sekedarnya saja.
"Selamat pagi mas,"
"Hhheeeemmmm..."
"Kamu mau sarapan di rumah ? Kalau iya mari kita makan berdua mas.."
Dengan melirik ke arah kia, dan melihat wajah kia yang sedih akbar pun mau menerima ajakkan istrinya untuk sarapan bersama.
Dalam hati kia berkata.
"Alhamdhulillah ,, mas akbar mau sarapan dengan ku setelah seminggu lebih kita tidak pernah lagi makan bersama. Semoga dia sudah kembali seperti dulu."
"Mau seberapa mas nasinya, segini cukup mas ?" Sambil menuangkan nasi ke piring suaminya..
"Iya udah segitu aja."
Saat sarapan pagi itupun mereka hanya berdiam diaman tanpa berbicara sedikitpun. Selesai makan, mereka menuju depan rumah, kia membawakan tas kerja milik suaminya, dan saat kia ingin mencium tanggan suaminya, tiba tiba akbar menarik tanggannya seperti tidak inggin di sentuh oleh istrinya. Kia pun hanya berdiam dan melihat suaminya yang berdiri di dekatnya, dan suaminya tanpa melihat sedikit pun wajah istrinya. Setelah itu kia memberikan tas kerja akbar dan mengucapkan salam.
__ADS_1
"Aku berangakat dulu. Assalammuaalikum,,," ucap akbar sambil berjalan turun tangga ke arah mobilnya..
"Waalaikumsalam,, aaa ** iii, aa ttt ii mas.." dengan raut muka sedih.
Kia membersihkan semua meja makan piring kotor dan menyapu. Selesai melakukan semuanya kia duduk sendiri di ruang tenggah dan melamun.
"Ya Allah, mau sampai kapan mas akbar memperlakukan ku seperti ini. Apa salahku sampai sampai sikap mas akbar berubah. "
✔️✔️✔️
Sambil memegang hanphone dan membungkus semua pesanan konsumen, terdengar suara hanphone ku berbunyi. Ku lihat siapa yang menelfone ku, ternyata ibuk menelfone ku, ada apa ibuk menelfone ku, karena tumben sekali. Bahkan jarang sekali ibuk mau berbicara dengan ku.
"Assallammualaikum buk, iya ada apa buk?"
"Bilang ke suamimu, suruh nanti pulang kerja Ke tempat ibuk."
"Aku ingin hanya akbar saja yang datang nanti tanpa kamu. "
"Loh kenapa buk ?"
"Tidak perlu banyak tanya, ibuk tidak suka kamu datang di rumah ibuk, kamu paham !!"
"Tapi buk,, hallo,, hallo buk.."
__ADS_1
Ternyata telphone sudah di tutup oleh ibuk. Kenapa ibuk memperlakukan ku seperti ini. Sambil menanggis seorang diri di ruang kerja ku yang penuh dengan barang barang pesanan konsumen. Dengan hati sedih aku menelfone suamiku.
"Assallamualaikum mas,"
"Hheeeemmmm,, waalaikumsalam, kenapa ?"
"Tadi ibuk memyuruh ku buat kasih tau kamu, ibuk berpesan supaya kamu pulang kerja langsung datang ke rumah ibuk." Dengan suara tersedak sedak karena habis menanggis..
"Ya. Kamu siap siap kita berangkat ke sana nanti."
"Tapi mas, ibuk tidak menginginkan kehadiran ku, beliau berpesan supaya kamu yang datang ke rumah ibuk seorang diri mas. "
"Oooowwwwhhhhh ya, nanti aku langsung ke rumah ibuk."
"Mas kamu tidak mengajakku untuk menemanimu pergi ?"
"Kamu ini gimana sih, kamu sendiri yang bilang kalau aku di suruh datang kerumah ibu tanpa kamu kan ! Kamu pikun ya ! Sudah lah masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. "
Tttttttooooooottttttt ttttttooooooottttttt tttttoooottttt
"Astofirullohalazim.. " kata kia setelah mendengar perkataan suaminya sambil memegang dada dan menanggis..
Menanggis lah kia sampai tersedak sedak menginggat perkataan ibu mertua dan suaminya kasar terhadap dia, karena seperti tidak di anggap menantu dan seperti sudah tidak penting lagi dirinya untuk suaminya.
__ADS_1
Bersambung...
✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️