Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Rumah baru


__ADS_3

"Nanti aku pulang, setelah mengantarkanmu. "


Beberapa jam kemudian akhirnya dokter memperbolehkan Kia untuk pulang. Cleo mengantarkan Kia pulang ke rumah. Di rumah sudah banyak yang menantikan kedatangan Kia.


Sesampai di rumah Kia di bantu oleh Cleo turun dari mobilnya dan menuntun Kia berjalan ke dalam rumah. Sinta juga langsung menolong adiknya yang berjalan itu untuk membawanya masuk ke dalam kamar.


"Tante, tante baik - baik sajakan?" Tanya Bella yang berjalan di samping bundanya saat sedang menuntun tantenya.


"Iya sayang, tante baik - baik saja kok."


"Terimakasih ya nak Cleo sudah mengantarkan Kia."


"Iya tante. Kalau begitu saya pamit ya tan."


"Kenapa kok langsung pulang. Tidak makan di sini dulu nak. Mari kita makan malam bersama sama. Karena nak Cleo sudah seharian menunggu Kia di rumah sakit. "


"Ayo Cleo makan dulu."


"Sebaiknya saya pulang saja tan, kak. Agar semua juga bisa istirahat."


"Bener enggak mau?"


"Bukannya tidak mau kak. Lain waktu saja makannya. "


"Ya sudah, hati hati pulangnnya ya nak Cleo."


"Iya tan, mari kak sinta."


"Iya hati - hati ya Cleo."


"Permisi."


Cleo pergi meninggalkan rumah Nisa. Setelah Cleo pergi Nisa, Sinta dan Bella langsung masuk menuju kamar Kia.


"Gimana Kia? Apakah badan mu sudah membaik? " Tanya Nisa.


"Sudah mah. Aku sudah agak mendingan."


"Tante, tante Kia, "


"Iya ada apa Bel?"


"Om Cleo baik ya orangnya."


"Iya, sepertinya dia ada rasa sama kamu Kia."


"Apa sih kak. Aku belum berfikir sampai sejauh itu kak. Aku hanya akan fokus untuk membesarkan anakku sendirian kak."


"Sudah sudah. Sekarang sebaiknya kamu istirahat dahulu ya Kia. "


"Iya mah,"


"Kalau begitu yuk semuanya keluar. Biar Kia istirahat dulu." Ajak Nisa.


Di tinggalah Kia di dalam kamarnnya sendirian. Kia berfikir tidak akan membuka lagi hatinya untuk siapapun. Karena hatinya masih sangat terluka jika mengingat ingat apa yang telah terjadi beberapa bulan lalu. Ia menginginkan hidup bahgia hanya dengan anaknya kelak. Entah sampai kapan hatinya akan bisa menerima dan membuka untuk seseorang.


Selama ini Cleo mengenal Kia, ia memberikan perhatian yang lebih terhadap Kia. Namun, Kia menganggap Cleo hanyalah sebagai sahabatnya saja dan tidak lebih dari itu.


Sakit hatinya yang tergores akibat perbuatan mantan suaminya itu membuat dirinya sudah tidak lagi mempercayai semua laki - laki terkecuali papahnya.


---------


Esok harinya ia berjalan jalan sendirian ke taman yang tak jauh dari rumah ibunya itu. Ia berjalan sambil mendengarkan musik mengunakan earphone sambil mengitari pinggir terotoar taman itu.


Tak lama ia berhenti dan duduk untuk beristirahat sejenak. Di taman banyak orang yang melakukan berbagai macam aktivitas di pagi hari. Ketika itu matanya pun tak sengaja melihat ada seseorang wanita yang juga sedang hamil seperti dirinya. Namun, wanita yang Kia temui itu berungtung, karena ia di temani oleh suaminya. Berbeda dengan Kia, ia hanya berjalan jalan sendirian sambil mendengarkan musik.


Hatinya pun seperti miris karena dia merasa berbeda dengan wanita hamil umumnya yang sedang hamil dan mendapatkan perhatian dari suaminya.

__ADS_1


"Agh, masa bodohlah. Aku tidak boleh terlalu iri kepada mereka yang masih bersanding dengan suaminya di saat mereka sedang hamil. Aku harus kuat menghadapi masa depan ku. Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri, aku harus kuat. Harus kuat. Pokoknya Kia tidak boleh lembek walaupun hidup sebagai seorang janda." Katanya untuk menyemangati dirinya sendiri dari dalam hati.


Selesai berolah raga. Kia pulang ke rumah. Sudah lama ia tidak mengecek saldo tabungannya yang selama ini telah ia kumpulkan sendiri dari hasil saat dia berjualan online. Karena waktu persalinan sudah hampir dekat. Ia harus benar benar bisa memikirkan apa yang akan di lakukan untuk rencana kedepan bersama sang buah hati.


Ia juga memikirkan apakah uang tabungannya cukup untuk persalinan nanti? Ia juga tidak mungkin akan meminta kepada orang tuanya karena penghasilan yang mereka dapatkan hanyalah dari pensiun Surya. Apa lagi ia tidak mau terlalu banyak merepotkan orang lain untuk keperluan dirinya sendiri.


Selesai melihat saldo rekeningnya ia seperti ragu dengan isi rekeningnya itu. Ia berfikir harus bisa mencari uang tambahan lagi sebelum persalinan. Sedangkan suppliernya yang dulu sudah tidak lagi aktif menjual barang. Ia binggung harus mencari tambahan uang dari mana. Apa lagi dirinya sedang hamil tua yang sebentar lagi akan melahirkan.


Dengan kondisinya yang seperti itu mana mungkin perusahaan akan menerimanya bekerja. Ia mulai berfikir keras agar dapat mempunyai tambahan uang walaupun hanya sedikit. Ia mencoba mengirimkan pesan kepada semua teman - temannya.


Banyak teman - teman Kia menawarkan pekerjaan. Namun, ia tidak masuk dalam katageri persyaratan lowongan pekerjaan itu. Karena tubuhnya sudah menopang beratnya bayi yang saat ini sedang berada di dalam perutnya itu.


Di kamar ia memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan uang. Ia mondar mandir sendirian di kamarnya, lalu membuka isi lemarinnya dan melihat beberapa berkas - berkas. Di kotak itu masih ada beberapa perhiasan yang selama ini ia simpan. Lalu ia akan menjual semua perhiasannya itu.


Disaat dirinya akan pergi. Cleo datang ke rumahnya.


"Ya ampun nak Cleo. Mari masuk."


"Iya tante."


"Kok sepi tan? Pada kemana? "


"Owh, Bella sama bundanya sedang pergi belanja. Kia ada kok di kamar. Tante akan panggilkan sebentar ya."


"Iya tante."


"Loh kamu mau ke mana Kia? Kok seperti akan pergi? " Tanya Nisa kepada Kia.


"Iya mah, Kia nanti mau pergi sebentar."


"Kamu keluar dulu. Ada Cleo di depan. Temui dia sebentar." Ucap Nisa menyuruh Kia menemui Cleo yang baru saja datang.


"Cleo ke sini mah?" Tanya Kia.


"Iya, sana temui dahulu. Dia juga baru saja datang."


Lalu Kia keluar dari kamarnya dan menemui Cleo.


"Aku mau keluar sebentar mas."


"Lebih baik kamu perginya biar di anterin sama nak Cleo saja. Jangan sendirian. Mama takut kamu kenapa napa di jalan nak."


"Iya, biar aku yang akan mengantarmu pergi Kia."


Saat Kia akan pergi Cleo yang mengantarnya.


"Ya sudah, yuk mas. Aku ambil tas dulu."


"Ya aku tunggu."


Beberapa menit kemudian setelah Kia mengambil tasnya mereka pergi.


"Sekarang kita mau kemana?"


"Anterin aku ke toko emas ini ya mas,"


"Baik, juragan." Ucap Cleo sambil tertawa.


"Juragan? Apaan sih. Ha.. ha.. ha.."


Tak lama mereka sampai, Cleo menemaninya masuk ke dalam toko itu. Kia membuka tas nya dan mengeluarkan semua perhiasan dari hasil jeri payahnya yang ia kumpulkan itu.


"Ini bagus gelangnya Kia untuk kamu pakai."


"Hust, aku tidak akan membeli perhiasan mas."


"Lalu?"

__ADS_1


"Silahkan, ada yang bisa kami bantu? " Tanya pegawai toko itu .


"Kak, saya mau jual perhiasan ini dong kak?"


"Kenapa di jual Kia. Itu kan bisa untuk tabunganmu?"


"Semua ini ya kak?"


"Iya kak."


"Saya cek satu per satu dulu ya kak. Silahkan duduk disebelah sana." Ucap pegawai toko emas itu sambil menuding arah di kursi tunggunya.


Cleo dan Kia berjalan kearah kursi itu.


"Aku sengaja menjual semua untuk persiapan persalinan nanti mas. Karena biaya persalinan itukan cukup mahal mas. Sedangkan uang tabungan yang aku miliki saat ini sudah menipis. Aku juga tidak mungkin akan membebankan kedua orang tua ku apa lagi kakakku. Aku sudah banyak merepotkan mereka."


"Ya ampun kan ada aku. Kenapa kamu harus menjual semua. Kamu harusnya bicarakan dulu kepadaku. Kita batalkan saja emasnya yang akan kami jual itu. Untuk biaya persalinan nanti biar aku yang menanggungnya Kia.


"Kamu ini mas. Aku tidak mau merepotkan mu. Kamu itu sudah banyak sekali membantuku."


"Loh kenapa. Kamu itu santai saja Kia. Yang wajib kamu fikirkan saat ini itu adalah kelahiran. Kamu pikirkan saja kelahiran mu karena waktunya sudah dekat. Mari kita ambil emasmu dan tidak usah di jual. Biar itu menjadi tabungan mu."


"Enggak mas, sudahlah. Perhiasan itu akan tetap aku jual. "


"Kenapa sih, kamu itu keras kepala sekali. "


"Bukannya aku keras kepala mas. Tapi hanya itu yang aku punya dan yang bisa aku jadikan uang agar rekeningku bisa bertambah."


"Terserahlah."


"Kami sudah makan belum mas? "


"Nanti kita mampir makan yuk. Anakku udah nendang - nendang nih. Sepertinya dia lapar. Coba kamu pegang deh mas kamu rasakan." Ucap Kia sambil mengeret tangan Cleo dan meletakkannya diperutnya.


Saat itu Cleo sangat senang bisa merasakan tentangan dari anak Kia.


"Ya ampun, terasa sekali tendangannya Kia. Aku sudah tidak sabar menunggu kelahirannya."


"Panggilan atas nama Kia."


Kia langsung menuju ke pegawai toko emas itu. Slesai menjual perhiasannya Kia langsung pergi mencari makan siang dengan Cleo yang tidak jauh dari toko emas tadi.


---------


Rumak Kia ternyata sudah terjual. Rumahnya dibeli oleh teman kerja Surya dulu. Setelah laku, Surya membelikan lagi rumah baru untuk Kia huni bersama anaknya nanti.


Surya membeli di kawasan perumahan yang sedang di bangun. Lokasi rumah Kia tidak jauh dari rumah orang tuanya. Setelah rumah lama Kia terjual Surya mengemasi semua barang - barang Kia dan membayar seseorang untuk menata atau merapikan perabotan rumah tangga yang berda di rumah Kia.


Surya kembali pulang dan berkumpul bersama keluarganya. Ia juga memberikan kabar kepada Kia bawa rumahnya sudah terjual dan uang hasil menjual rumah langsung Surya belikan runah baru yang lokasinya tidak jauh dari rumah ke dua orang tuanya itu.


Kia pun setuju dengan rumah pilihan papanya itu. Ia juga mempersiapkan kamar untuk anaknya nanti. Foto - foto pernikahannya dengan Akbar yang dulu terpasang di ruang tamu sekarang ia tidak ingin lagi melihatnya dan ia membakar semua kenangan - kenangan bersama orang yang pernah menyakiti hatinya.


Rumah baru dengan wajah baru itu tidak lagi terlihat ada satu fotopun wajah Akbar dan Keluarganya yang menempel di setiap dinding.


Cleo datang kerumah barunya Kia. Ia mencari - cari Kia di setiap sudut rumah. Ternyata Kia sedang berada di belakang rumah. Di hadadapannya pun terlihat kobaran api seperti Kia sedang membakar sesuatu. Namun, saat Cleo akan mendekati Kia, ia melihat Kia sedang berbicara sendiri.


"Kenapa sih mas kamu itu harus hadir di kehidupan ku namun akhirnya kamu juga harus meninggalkan bekas luka di hatiku. Semua foto foto mu ini akan aku bakar dan aku akan berusaha melupakanmu walaupun sulit untukku. Aku sangat membencimu membencimu mas Akbar. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Aku juga tidak akan mengenalkan mu kepada anakku. Lebih baik dia tidak akan mengetahui siapa ayahnya dari pada aku harus melihatnya bersedih karena sifatmu. Cukup akulah yang merasakan jangan anakku."


Mendengar Kia berkata seperti itu di depan bara api. Cleo langsung memegang pundak Kia menandakan tidak boleh bersedih untuk melupakan semuanya.


"Iklaskan semuanya. Jagan sesali atau kamu tangisi semu yang sudah terjadi. Lihatlah kedepan hadapi masa depanmu. Lupakan masa lalu mu yang sudah membuat luka di hatimu Kia."


Kia menoleh ke belakang. Karena Cleo memegang pundaknya dan mengatakan seperti itu kepada Kia.


"Owh, kamu di sini mas. Aku sampai tidak tahu kalau kamu datang."


"Aku sudah datang dari tadi tahu. Mari aku bantu. Apa saja yang masih belum kamu selesaikan?"

__ADS_1


Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2