
Akan tetapi selama ini keluarga Akbar semakin memanas karena kerinduannya mereka terhadap Pelangi. Kayla yang sudah tidak tahan dengan sikap Akbar yang sering kali berbicara kasar kepadanya membuat Kayla mencari laki – laki lain supaya dirinya bisa hidup bahagia. Apapun yang Kayla lakukan saat itu tidak pernah diketahui oleh Akbar.
“dari mana saja kamu? Jam segini baru pulang.”
“Bukan urusanmu!”
“Apa kamu bilang bukan urusan ku?”
“Apa lagi yang kamu mau dari aku mas? Sudahlah aku capek mau istirahat!” ungkapnya dan berjalan menuju kamar mandi.
“Dia semakin lama sikapnya semakin menjadi jadi. Bukannya membantu aku untuk mencari solusi supaya aku bisa bertemu dengan Pelangi ini justru nambah – nambahin beban.” Ucap Akbar dari dalam hati
Selesai membersihkan tubuhnya Kayla langsung membaringkan dirinya membelakangi tubuh Akbar. Akbar yang belum tidur melihat Kayla yang memperlakukan dirinya akhir – akhir ini semakin menjadi- jadi.
“Sebenarnya kamu tadi habis pergi dari mana saja?” Kata Akbar dengan suara yang sedikit lirih.
“bukan urusanmu.”
__ADS_1
“Kamu ini kenapa sih?! Ditanya baik – baik dari tadi, jawabannya malah kasar.”
“Ya aku bilang bukan urusan mu ya bukan urusanmu mas! Jadi kamu tidak perlu banyak tanya lagi sama aku! Aku capek mau tidur!" Katanya sambil terbangun dari ranjangnya dan menghadap ke wajah Akbar.
“Kayla aku ini suami kamu!”
“Lalu kenapa kalau kamu suami ku?”
“Tolong hargai aku sedikit saja! Jaga sikapmu itu!”
“Kamu minta aku harus jaga sikap sama kamu? Heh, mas kamu pernah tidak sih selama ini memikirkan bagaimana perasaanku selama ini? Yang kamu pikirkan hanya Pelangi, Pelangi dan Pelangi. Aku capek mas, selalu mengikuti kemauanmu setiap hari. Aku ini juga butuh perhatian dari kamu! Kamu sadar tidak bahwa selama ini yang kamu lakukan kepada ku? Hem?! “
“Kenapa sih mas kamu belum bisa mengerti juga apa yang aku mau?! Kamu hanya terus dan terus menyuruh aku untuk mengertikan perasaanmu! Aku ini juga punya hati loh mas!”
“Sekarang apa yang kamu mau?”
“kamu ingin tahu apa yang aku inginkan?”
__ADS_1
“Aku ingin kamu fokus sama pernikahan kita. “
“Maksud kamu?”
“Kamu selama ini menginginkan seorang anak kan mas di dalam pernikahan. Aku bisa kok memberikan kamu anak. Asal kita sama – sama bisa fokus untuk program kehamilan mas.”
“Mau sampai kapan Kayla kita harus bersabar menunggu kamu bisa hamil lagi?”
“Maka dari itu kita sama – sama berjuang. Apalagi kamu juga harus banyak mendukungku. Entahlah aku tidak berharap penuh .”
“Terserah lah! Aku udah capek mengikuti cerita dan jalan hidup kamu! Pikirkan saja terus Pelangi! Jangan harap aku akan lama tinggal di sini!”
Kayla pun kembali berbaring di ranjang dengan hatinya yang sangat marah karena perkataan Akbar yang seenaknya saja. Sedangkan di balik pintu kamar meraka terlihat Dewi sedang menguping di balik pintu. Dan sudah beberapa hari terakhir ini Dewi sering sakit – sakitan karena dirinya selalu melihat dan mendengar Akbar bertengkar atau cekcok dengan istrinya itu. Di tambah rasa rindu kepada Pelangi yang begitu besar sehingga dirinya menahan semua itu. Dewi mulai merenungkan kekacauan yang sedang ia rasa kan di dalam keluarganya itu. Hari demi hari dirinya mulai membenarkan setiap yang Nindi katakan tentang Kia. Ia mulai merasa dirinya terlalu jauh sudah mencampuri rumah tangga anaknya itu.
“Kenapa sikap Kayla sekarang sudah sangat berubah. Setiap hari aku selalu mendengar dan menyaksikan anakku sedang bertengkar dengan istrinya itu. Apakah begitu besar keinginan Akbar sama besarnya seperti ku merindukan Pelangi hingga dia sudah tidak lagi memperhatikan istrinya. Semua yang dikatakan Nindi itu memang benar. Ini semua kesalahanku. Aku sudah memisahkan dirinya dengan Kia. Sikap Kia dahulu selalu sopan kepadaku dan juga kepada Akbar. Tidak seperti Kayla. Aku akan mencoba besok datang menemui Kia. Dan aku akan bicara baik – baik kepadanya.” Batinnya.
Bersambung...
__ADS_1
❇️❇️❇️❇️❇️