
Selang beberpa saat Cleo keluar dari kamar bayi. Ia begitu bahagia setelah melihat wajah mungil bayi Kia. Lalu Cleo berjalan mendekati Sinta yang masih menunggu hasil operasi saat itu.
Cleo duduk disamping Sinta. Kemudian sinta menanyakan kepada Cleo apakah bayi Kia dalam keadaan baik - baik saja? Cleo menjawab pertanyaan Sinta, bahwa bayinya dalam keadaan sehat dan baik - baik saja. Rasa gelisah Sinta mulai bertambah karena sudah hampir lima jam dokter tak kunjung keluar dari ruang operasi dan tidak memberikan kabar apapun. Sinta mempunyai firasat yang tidak enak dengan kondisi Kia.
Akan tetapi Sinta tidak menceritakannya kepada Cleo. Ia mengetahui kondisi Cleo saat ini. Karena terlihat di wajahnya bahwa Cleo benar - benar mencemaskan Kia.Jika ia mengatakan bahwa ia mempunyai firasat buruk kepada Kia pasti akan menambah rasa cemas Cleo.
"Semoga Kia baik - baik saja dan firasat ku ini salah." Kata Sinta di dalam hatinya.
Wajah Cleo sangat terlihat lelah. Waktu sudah menunjukan hampir subuh. Namun dokter masih juga belum keluar dari ruang operasi itu. Kepanikan mulai di rasa oleh Sinta dan Cleo pagi itu.
"Kak, kenapa sampai sekarang dokter belum juga keluar dari ruang operasi. Bagaimana dengan Kia?" Ucap Cleo sambil mengerutkan kedua alisnya.
"Aku juga tidak tahu. Semoga Kia tidak kenapa - napa. " Sahut Sinta dengan raut muka sedikit berlinang air matanya.
Raut wajah mereka sudah benar - benar sangat khawatir. Mereka hanya berdiam dan masih menunggu kabar dari dokter.
Beberapa menit kemudian, dokter keluar dengan raut muka yang sedikit kecewa dengan hasil operasi pagi itu. Sinta dan Cleo langsung mendekati dokter dan mulai bertanya kepada dokter tersebut mengenai kondisi Kia.
"Dokter, gimana kondisi adik saya? " Tanya Sinta dengan meremas - remas tali tas yang ia bawa.
"Maaf untuk kondisi pasien saat ini kritis. Ia mengalami pendarahan yang begitu hebat. Saya meminta bantuan dari pihak keluarga apakah ada yang mempunyai golongan darah O seperti pasien? agar pasien bisa cepat tertangani."
"Saya dok." Ucap Cleo tanpa berfikir panjang langsung meminta dokter untuk segera melakukan pendonoran kebetulan golongan darah Cleo sama dengan Kia dan di keluarga Kia golongan darah yang sama persis dengannya hanya papanya saja. Sedangkan kedua orang tuanya kini masih pergi keluar kota.
"Apakah di rumah sakit ini tidak mempunyai stok darah dok? " Tanya Sinta kepad dokter itu.
"Kebetukan stok darah yang di butuhkan pasien di rumah sakit ini sedang kosong. Kalau begitu mari kita langsung melakukan pendonoran darah mas. Silahkan ikut saya."
__ADS_1
Cleo langsung mengikuti dokter untuk langsung pergi keruangan pendonor darah. Beberapa waktu berlalu. Cleo selesai mendonorkan darahnya langsung menuju ke ruangan operasi Kia lagi. Dokter mengatakan bahwa Kia saat ini sedang tidak sadarkan diri. Ia meminta dokter untuk menolong Kia bagaimanapun caranya. Kala itu Sinta benar - benar melihat bagaimana perjuangan Cleo saat itu untuk adiknya.
"Beruntung sekali kamu Kia telah bertemu laki - laki seperti Cleo. Ia memang bukan lah suamimu, akan tetapi perjuangannya sungguh benar - benar sangat membuat aku merasa salut kepadanya. Walaupun dia bukan suami dan bukan ayah dari anakmu Kia, sepertinya dia adalah sosok laki - laki yang bertanggung jawab. Apa lagi dia benar - benar melakukan semua ini dengan ikhlas. Semoga saja nanti kalian berjodoh." Ucap Sinta dari dalam hatinya dengan mata yang melihat dan mengarah ke arah Cleo.
Cleo saat itu sudah benar - benar sangat mencemaskan kondisi Kia yang belum juga selesai dalam operasinya. Ia selalu berkata kepada Sinta " semoga Kia slemat." Saat Kia masih berada di ruang operasi. Beberapa menit pun berlaku.
"Kak, pulanglah aku yang akan menunggu Kia disini." Pinta Cleo kepada Sinta, karena Cleo tahu Sinta masih memiliki tanggung jawab sebagai seorang ibu. Apa lagi dirinya mempunyai anak kecil yang masih membutuhkannya untuk menyiapkan saat akan berangkat sekolah nantu.
"Nanti saja. Aku juga akan menjaga kia di sini sampai operasinya selesai."
"Bagaimana dengan Bella kak? Sepertinya ini masih lama kak." Tanya Cleo.
"Tenanglah, semua sudah aku pikirkan. Bella sudah aku titipkan kepada tetanggaku. Aku juga sudah memberikan kabar sama bik inah, kalau dia aku suruh datang lebih awal dari biasanya. Karena ketika ia sudah datang aku suruh untuk menemani Bella di rumah. Jadi kamu tenang saja. Biar saja Bella sehari ini ijin tidak berangkat sekolah dulu. Atau kamu pulanglah saja Cleo. Biar aku yang menunggu Kia." Kata Sinta.
"Tidak kak aku akan menunggu Kia sampai operasinya selesai kak." ujar Cleo kepada Sinta.
"Iya kak."
Beberapa menit kemudian. Dokter keluar dari ruang operasi. Cleo dan Sinta langsung mendekati dan bertanya lagi kepada dokter itu tentang kondisi Kia saat ini.
"Dok, apakah operasinya sudah selesai? Lalu bagaimana dengan kondisi adikku? Apakah dia baik - baik saja?" Tanya Sinta.
"Untuk operasi berjalan dengan lancar. Hanya saja kondisi pasien saat ini masih koma. Detak jantunganya naik turun, semoga setelah pasien sudah menerima donor darah. Kondisi nya akan segera membaik. Kita sama - sama berdoa saja agar pasien cepat pulih dan sadarkan diri. " jawab dokter.
"Baik dokter. Terimakasih banyak."
"Owh iya, untuk sementara waktu pasien belun bisa untuk di besuk dahulu ya. Biarkan masa Kritianya berlalu dulu. "
__ADS_1
"Baik dok. "
"Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap dokter itu.
"Terimakasih ya dok." Kata Sinta .
Sesudah menerima kabar dari dokter yang menangani Kia itu hati mereka sedikit lega dan tenang walaupun masih sedikit gelisah. Sinta dan Cleo sepakat akan pulang terlebih dahulu untuk menganti pakaian dan mengurus urusan yang lain - lain. Selesai itu mereka akan kembali lagi ke rumah sakit untuk menemani Kia dan bayinya.
Karena Kia belum bisa untuk di besuk. Beberapa jam kemuadian mereka kembali ke rumah sakit lagi. Cleo membawa sedikit cadangan baju supaya ia bisa menganti pakaiannya saat dirinya menginap di rumah sakit. Laku beberapa bajunya itu di tinggalkan di dalam mobil miliknya. Ia menunggu Kia di luar ruangan tunggu ICU. Ia berdoa agar kondisi Kia bisa segera membaik dan sadarkan diri agar dapat melihat putri kecilnya itu.
Siang harinya, Sinta dan ke dua orang tuanya datang dan mendekati Cleo yang sedang duduk. Nisa dan Surya langsung meninggalkan acara reuni itu yang belum selesai karena di berikan kabar oleh Sinta bahwa Kia akan melahirkan. Sesampai di rumah mereka langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Kia. Setelah sampai di rumah sakit mereka berlari mendekati Cleo. Kedua orang tua Kia bertanya kepada Cleo mengenai kondisi anaknya siang itu.
"Gumana nak Cleo? Apakah Kia sudah sadarkan diri?" Tanya Surya.
"Beluk om, dari tadi pagi sampai sekarag dokter belum memberikan kabar apapun kalau kondisi Kia saat ini sudah membaik atau belum. Kita tunggu saja om, tante. "
"Semoga Kia segera membaik. Mama sangat menghawatirkannya." Ucap Nisa dengan wajah yang sangat cemas.
Saat itu Nisa benar benar tidak bisa berkata apa - apa. Ia pun menanggis melihat putrinya saat ini sedang kritis. Padahal kebahagiaanya sudah menunggu putrinya itu.
"Sudah tenang mah, Kita semua hanya bisa mendoakan Kia semoga Kia segera membaik dan dia bisa segera melihat anaknya. Serahkan semua kepada yang Kuasa mah. " Kata Sinta, sambil mengusap usap lengan mamanya memberikan sedikit ketenangan.
"Kenapa dia nasipnya terlalu miris seperti ini. Saat dirinya sedang hamil, ia di tinggalkan suaminya dan di tuduh oleh mantan suami beserta mantan mertuanya yang bukan - bukan. Tuduhan itu sangat membuat dirinya sakit hati. Sekarang saat persalinan dia mengalami pendarahan seriua. Sungguh malang nasip mu anakku. Semoga kamu bisa kuat menghadapi semua ini." Ucap Nisa sambil duduk dan menangis di kursi tunggu pasien.
Bersambung...
❇️❇️❇️❇️❇️
__ADS_1