Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
tidak kunjung sadar


__ADS_3

“Kasihan anakku, Kayla pasti sedih setelah menderngarkan Pelangi berkata seperti tadi. Memang Anak kecil selalu berkata jujur, walaupun sakit rasanya. Semoga Kayla bisa menerima apa yang telah di katakan oleh Pelangi tadi dan juga dia bisa memaklumi bahwa Pelangi masih anak kecil.” Gumam Ida di dalam hatinya sambil memandang Cleo, Kia dan Pelangi pergi meninggalkan kamar Kayla.


“Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan Da, aku harap semoga Kayla bisa memaklumi atau tidak terlalu memikirkan perkataan dari seorang anak kecil ya.”


“Iya Dewi semoga saja. aku juga berharap seperti itu, walaupun memang dia wajahnya terlihat sedih. Huft...!” ucap Ida


Kemudian mereka semua masuk ke dalam kamar untuk menemani Kayla. akan tetapi Akbar pergi membuntuti Kia dan juga Cleo.


“Pelangi.” Panggil Akbar.


Kemudian Cleo, Kia dan Pelangi sama – sama menoleh ke belang. Mereka melihat Akbar yang memanggilnya. Akbar lalu berjalan mendekati mereka yang terhenti langkah kakinya setelah menoleh ke belakang.


“Pelangi. Sini nak sama Ayah. Ayah sangat merindukanmu sayang.”


Cleo dan Kia kemudian saling berpandang – pandangan.


“Enggak mau om.”


“Kenapa sayang, om ini Ayah kamu nak. Ayah sangat merindukan kamu. Ayah ingin mencium dan memeluk kamu nak. Sini sama ayah.” Kata Akbar sambil menyodorkan ke dua tangannya.


“Om, Ayah ku itu ayah Cleo. Terus bunda ku itu adalah bunda Kia.” Ucap Pelangi.


Hati Akbar kembali memanas lagi. Sebab anaknya sama sekali tidak mau memanggil dia dengan sebutan ayah, tidak hanya itu saja, Pelangi juga sama sekali tidak mau di peluk oleh Akbar. Akbar sangat ingin marah saat itu, tetapi dirinya menahan untuk meluapkan semua amarahnya, sebab dia tidak mau kalau Pelangi akan menilai atau melihat Akbar sebagai orang jahat. Dan dia tidak ingin kalau Pelangi akan lebih membencinya lagi.


Kia dan Cleo hanya diam saja saat mendengarkanPelangi mengatakan seperti itu.


“Pelangi kenapa tidak mau di gendong sama ayah nak. Ini ayah kandung pelangi sayang. Ayah benar – benar merindukan kamu sayang.” Ucap akbar lagi.


Akan tetapi Pelangi masih saja sama seperti tadi menggeleng – gelengkan kepalanya. Ia sama sekali tidak mau di gendong oleh Akbar.

__ADS_1


“Pelangi sayang, Pelangi sama bunda duluan ya ke mobil. Nanti biar ayah susul kalian. Bun, ajak Pelangi masuk ke mobil dulu ya. Nanti aku susul kalian.” Pinta Cleo dengan suara lembutnya.


“Baik mas, tapi kamu enggak apa – apa aku tinggal duluan mas?”


“Iya sayang. Sudah, buruan kalian masuk ke dalam mobil.”


“Jaga emosimu ya mas. Jangan ribut di sini. Aku percaya kamu bisa menghadapi dia dengan kepala dingin.”


“Iya.”


“Pelangi. Nak... Pelangi. Sini sayang jangan pergi dari ayah. Heh! Mau bawa pergi ke mana anakku! ” Teriak Akbar yang akan menarik Tangan Kia.


Namun, Cleo menghadang menghalangi Akbar untuk tidak memperbolehkan sedikit pun menyentuk Kia dan Pelangi. Cleo mendorong badan Akabr, dan Kia melihat mereka sambil berjalan mengendong Pelangi menuju mobilnya.


“Jangan berani – beraninya kamu menyentuh anak dan juga istriku. Aku tidak akan memaafkan mu walau pun hanya menyentuh sedikit!” ucap Cleo kepada Akbar.


“Sudah kamu racuni apa anakku itu? sampai dia sama sekali tidak mau aku peluk dan sama sekali tidak mau memanggilku dengan sebutan Ayah! Ingat ya kalian, bagaimana pun aku ini adalah ayah kandungnya. Jadi kalian tidak bisa menghalangiku untuk bertemu dengan dia!”


“Jaga ya omonganmu itu! anjing kamu! Kamu tidak berhak melarang aku untuk bertemu dengan Pelangi. Kamu harusnya bisa melihat diri kamu sendiri kalau status kamu itu adalah ayah Tiri dan bukan ayah kandung.”


“Iya aku memang sandar aku tahu dan aku ingat kalau aku ini bukan ayah kandungnya. Tapi cinta dan kasih sayang ku selamanya akan seperti orang tua kandung untuk dia. Karena aku sangat mencinta anakku. Tidak seperti kamu! Kamu memang ayah kandung Pelangi tapi ayah kandung seperti kamu itu tidak pantas untuk Pelangi! Dan kamu sudah melihatnya sendiri kan kalau Pelangi sama sekali tidak mau sama kamu! Semua itu adalah balasan untuk kamu. Semua itu adalah karma buat kamu! Karena kamu sudah membuang dan tidak mengakui dia sebagai anakmu sendiri sejak dia masih di dalam kandungan.”


“Keparat kamu!” ucap Akbar sambil mendorong bahu Cleo dengan sangat kencang.


Mereka hampir adu jotos di rumah sakit. Akan tetapi saat itu scurity langsung memisahkan mereka. Scurity itu kemudian meminta Cleo untuk segera meninggalkan rumah sakit itu. Cleo pun menuruti semua yang di katakan scirity itu, sebab dia sudah di peringatkan oleh Kia supaya tidak bertengkar di rumah sakit itu.


“Agh! Sial kamu Cleo! Lihat saja aku tidak akan menyerah sampai sini. Kalian bisa meracuni otak anakku sekarang. Tapi lihat saja besok! Tunggu saja balasanku!” gumam Akbar sambil melihat ke arah Cleo yang sedang berjalan meninggalkan Rumah sakit itu.


Kemudian saat mereka sudah pergi meninggalkan rumah sakit itu di dalam mobil Kia sangat mengkhawtirkan Cleo.

__ADS_1


“Kamu enggak kenapa – kenapa kan sayang?”


“Aku enggak apa – apa kok. Ya tadi cuman ada problem sedikit Ay sama Akbar.”


“Dia tidak memukulimu kan mas? Aku tidak tahu lagi apa sih yang dia inginkan?! Huft!”


“Enggak sayang. Tenanglah, aku baik – baik saja kok.”


“Syukur deh kalau begitu. Aku takut kalau dia memukuli kamu mas.”


“Kalau dia memukuliku pasti sudah aku balas. Aku mengigat dengan pesanmu tadi. Kamu kan yang menyuruh aku untuk sabar menghadapi dia. Ternyata istriku ini sudah bisa mengkhawatirkan aku. Terima kasih sayang. ” kata Cleo sambil tersenyum dengan istrinya.


“Iya. He.. he.. he.. iya lah mas, aku pasti khawtir sama kamu. Kamu kan suamiku. Aku enggak mau kalau kamu di apa – apain sama dia. Aku juga enggak habis pikir, kenapa sih dia selalu saja menganggu hidupku dan hidup kita.” Kata Kia yang masih memangku Pelangi.


“Bun, om Akbar jahat ya?”


“Hem.. apa sayang?


“Om Akbar jahat ya bun?”


Kia dan Cleo sesaat langsung berpandang – pandangan, mereka kaget karena Pelangi bertanya seperti itu.


“Owh, enggak sayang om Akbar enggak jahat kok.”


“Terus kenapa bunda sama ayah tadi membicarakan om Akbar kalau om Akbar akan memukul Ayah?”


“Emm, bunda sama Ayah tidak sedang membicarakan Om Akbar sayang. Ayah sama bunda sedang membicarakan hal lain kok.” Ucap Kia saat itu kepada putri kecilnya itu.


Lalu mereka menghentikan percakapan mereka mengenai Akbar, Kia tidak ingin Pelangi mendengarkan omongan mereka mengenai Akbar.

__ADS_1


 Bersambung...


❇️❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2