Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Isak tangis keluarga


__ADS_3

Riri sengaja menyuruh Amel masuk ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat, dirinya kemudian mendekati Kia yang sedang menangis di samping Cleo, saat itu Kia hanya bisa menangis sambil menyangga kepala dengan ke dua tangannya. Cleo yang saat itu sedang di samping istrinya hanya bisa memeluk dirinya.


Karena Kia melihat riri mendekati dirinya, ia langsung memeluk tubuh ibu mertuanya dan menangis di pundak ibu mertuanya itu.


“Bunda. Hisk.. hisk.. hiks..”


“Sayang, sayang, sudah ya. Jangan menangis lagi.”


“Kia enggak menyangka tante melly bisa tega seperti itu kepada pelangi. Bunda tahu kan apa yang saat ini Kia rasakan?”


“Nak, dengerin bunda. Bunda memang tahu bagaimana perasaan kamu sekarang. Tapi yang harus perlu kamu tahu nak, di dunia ini tidak akan pernah ada namanya mantan anak Kia. Sejelek – jelek perilaku orang tua kepada anaknya, dia tetap orang tuanya. Bagaimana pun juga, pelangi memang harus tahu siapa ayah kandungnya.”


“Bun, aku sengaja tidak memberitahukan kepada Pelangi karena aku tidak ingin pelangi menderita lagi bun. Dia dari kecil sudah cukup banyak merasakan penderitaan bun, kia tidak ingin pelangi menderita lagi. Karena aku tahu ayah kandungnya seperti apa! Hisk.. hisk.. hisk..”


“Kia dengerin bunda. Pelangi itu masa depannya masih sangat panjang. Dia juga sudah waktunya tahu yang sebenarnya. Sepandai – pandainya kamu menyembunyi kan sesuatu dari anakmu, suatu saat apa yang kamu sembunyikan itu pasti akan terbongkar dan anak kamu pasti akan tahu yang sebenarnya. Sebab apa, yang namanya darah daging mau sampai kapan pun tidak akan pernah terputus Kia. Ingat itu nak, dan dosa besar bagi siapa saja yang akan berusaha memutuskan ikatan darah antara anak dengan orang tua kandungnya nak.”


“Hiks.. hisk.. hisk..”


“Sekarang lebih baik kamu tidur, biar bisa menenangkan pikiran kamu nak. Cleo ajak istrimu masuk kamar dan beristirahat nak.”


“Baik bun.”


Cleo kemudian mengajak Kia untuk masuk ke dalam kamar. Cleo ingin Kia bisa tenang dahulu untuk berpikir jernih. Selepas itu, Riri hanya bisa memandang anak dan juga menantu dari belakang sambil menghela nafas dalam – dalam. dia berpikir kalau Melly sudah benar untuk memberitahukan kepada Pelangi yang sebenarnya, akan tetapi dia juga menyalahkan melly karena cara penyampaian Melly waktu itu salah dan tidak tepat.


Sedangkan Amel merasa kalau dirinya salah, karena dirinya semua menjadi sedih. Amel mengetuk – ngetuk pintu Pelangi waktu itu.


Tok.. tok.. tok..


“Iya masuk.”


“Kak?”


“Apa mel?”

__ADS_1


“Kak, maafkan Amel.”


“Kamu enggak salah kok mel.”


“Tapi kak...”


“Mel, kakak lagi pingin sendiri dulu. Kakak mohon kamu keluar dulu ya dari kamar kakak.”


“Baik kak, kak, sebelum amel keluar, amel ingin mengatakan kalau amel sayang sekali sama kakak.” Kata Amel sambil menghapus air matanya yang jatuh di pipinya waktu itu.


“Kakak, juga sayang amel. Hisk.. hisk.. hisk..” ucap Pelangi sambil menangis juga.


“kak, sampai kapan pun kak pelangi tetap menjadi kakak kandung amel.” Kata Amel


Amel pun kemudian berjalan perlahan – lahan untuk keluar dari kamar pelangi sembari menangis. Begitu pula dengan pelangi yang juga masih menangis tidak henti – hentinya. Karena dia masih belum percaya tentang apa yang baru saja di dengarnya. Padahal pelangi begitu sangat mencintai Cleo seperti dia mencintai dirinya sendiri. Akan tetapi kabar pahit yang dia dengar itu membuat hatinya merasakan sakit hati.


“Aku tidak percaya, aku tidak yakin dengan baru saja apa yang telah aku dengar. Kenapa – kenapa bunda menyembunyikan itu semua dari aku. Kenapa? Dan kenapa bunda sama sekali tidak memberi tahu aku siapa ayah kandung ku. Hisk.. hiks.. hisk..” ucap pelangi dari dalam hatinya yang menangis sambil terbaring di atas tempat tidurnya.


Tepat pukul dua malam, Kia juga tidak bisa tidur. Dirinya masih memikirkan kondisi pelangi. Dia tahu kalau Pelangi pasti terluka hatinya. Kia kemudian bangun dari tempat tidurnya dan dia berjalan keluar dari kamar lalu pergi melihat kondisi Pelangi.


Dirinya masuk ke kamar pelangi dengan perlahan – lahan membuka pintu dan berjalan mendekati pelangi. Akan tetapi Pelangi berpura – pura tidur karena ia tahu kalau Kia masuk ke dalam kamarnya. setelah Kia mendekati pelangi dirinya duduk di samping Pelangi membaringkan tubuhnya. Ia kemudian membelai – belai rambut pelangi dan mengatakan kalau dirinya meminta maaf kepada putrinya itu.


“Sayang, bunda minta maaf ya nak. Bunda sengaja tidak memberitahukan siapa ayah kamu sebenarnya. Karena bunda sangat menyayangimu. Bunda ingin kamu hidup bahagia. Sudah cukup kesedihan yang kamu rasakan selama ini nak. Bunda minta maaf. hisk.. hisk.. hisk..” kata Kia sendiri sembari menangis dan memeluk putrinya itu.


Kia tidak tahu kalau pelangi berpura – pura tidur waktu itu, setelah mendengarkan apa yang di katakan oleh Kia, air mata pelangi pun keluar dengan sendirinya. Tak lama Kia pun berjalan keluar dari kamar Pelangi. Pelangi kemudian duduk, karena ia tahu kalau Kia sudah keluar dari kamarnya. pelangi menangis tiada henti. Di pikirannya waktu itu campur aduk.


Sedangkan amel, dia sangat merasa bersalah kepada ibu dan juga kakaknya, karena perbuatan dirinya semua seisi rumah menjadi sedih.


“Kasihan kak Pelangi dan bunda. Semua ini gara – gara aku. Aku merasa bersalah sekali dengan kakak dan bunda. Kenapa juga sih tante melly harus berkata seperti itu. tapi di sisi lain aku juga tidak menyangka dengan baru saja yang terjadi. Tapi aku tidak perduli dengan semua itu, mau kak pelangi bukan kakak kandungku atau yang lain aku tetap menyayangi dirinya. Karena sejak kecil aku selalu bersama – sama dengan kak pelangi. Dia juga selalu menolongku. Kasih sayang yang kakak berikan kepadaku pun juga begitu besar. kakak selalu mengorbankan dirinya untuk aku. Dan kak pelangi juga selalu mengalah dengan ku.” Gumam Amel dari dalam hatinya.


**


Ke esok harinya. Keluarga riri sarapan pagi di meja makan. Akan tetapi Pelangi yang akan berangkat ke kampus, ia langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam dan berpamitan ke pada Kia dan yang lainnya. Pelangi masih merasa kesal dengan Kia. Ia sama sekali tidak ingin bicara apapun kepada Kia dan juga Cleo.

__ADS_1


“Pelangi.” Ucap Kia yang melihat putrinya turun sambil membuang muka.


“Kak, kakak mau ke kampus? Kita sarapan pagi bersama yuk kak.” Ucap Amel


Pelangi pun hanya menjawab sepintas ajakan dari amel.


“kakak akan makan di kantin saja.” kata pelangi yang melirik tajam ke arah Kia dan Cleo.


“Tapi kak....” ucap amel.


Ketika amel akan melanjutkan perkataannya, Pelangi langsung pergi begitu saja menuju pintu depan. Kia yang melihat sikap pelangi pun, langsung ingin segera menemui putrinya itu, akan tetapi riri menyuruh Kia untuk tetap tenang dan melanjutkan sarapan dengan memberikan isyarat menggenggam tangannya kia. Sedangkan suami dan anaknya selesai makan lalu mereka pun pergi.


Setelah semuanya pergi, di rumah hanya ada Kia dan juga riri. Kia hanya bisa terdiam melamun di ruang tengah ketika sudah selesai sarapan tadi.


“Kia,”


“Eh, bunda.”


“Bunda tahu, bagaimana perasaan dan pikiranmu sekarang.”


Kia pun hanya tersenyum berat ketika mendengar Riri berbicara.


“berikan pelangi sedikit waktu supaya dia bisa menerima semua ini nak. Bunda yakin, pelangi bisa menerima kenyataan ya walaupun pahit rasanya. Pelangi itu sudah dewasa, dia tahu mana yang baik dan mana juga yang jelek menurut dirinya. Jika nanti, pelangi sudah mulai tenang, baru kamu menjelaskan kepada pelangi maksud dan tujuanmu untuk tidak memberitahukan yang sebenarnya nak.”


“Iya bun. Sekarang Kia bingung harus bagaimana bun. Kia takut kalau nanti Kia menjelaskan kepada Pelangi tentang masa lalu kami dulu, dia pasti sangat sedih karena ayah kandungnya sudah pernah jahat kepada dirinya. Kia tidak bisa melihat pelangi bersedih bun. Kia takut.” Ucap Kia sambil meneteskan air matanya lagi.


“Nak, seburuk – buruknya masa lalu seseorang, di balik semua itu pasti ada pelajaran berharga. Kamu harus bisa menjelaskan kepada pelangi, kejadian masa lalu itu. jadi nak, masa lalu yang pahit itu memang tidak semua Orang ingin mengingat ingat atau kembali lagi. Akan tetapi di sana masih ada kisah yang belum terselesaikan. Ya seperti ini contohnya. Mungkin bagimu sangat – sangat lah pahit, tapi bagi pelangi itu awal dirinya untuk mulai menghadapi masa depan, sebab semua itu adalah gambaran untuk masa depan pelangi. Biar dia tidak rasakan atau alami apa yang dulu pernah kamu rasakan, kia.”


“Iya bun, benar apa yang di katakan bunda. Aku akan mencoba menjelaskan kepada pelangi soal ayah kandungnya itu. tapi aku akan menunggu hati pelangi tenang bun.”


Bersambung...


⭐⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2