
Kia pun wajahnya terlihat begitu kecewa dengan perlakuan mereka. Entah kenapa Kayla begitu sangat membenci Kia. Padahal Kia hanya ingin melihat ke adaan Kayla saat itu.
“Kalau begitu aku pamit ya Kay, semoga kamu lekas sembuh dan di angkat penyakitmu itu.” ucap Kia sambil menyodorkan sekantong plastik yang berisi buah dan juga beberapa roti yang sengaja Kia beli untuk Kayla.
Tetapi di saat dia akan pamit pulang, terlihat dewi dan juga Ida berjalan menuju ke arah mereka. Lalu Ida dan Dewi menyambut baik kedatangan Kia dan juga Cleo waktu itu.
“Eh, Di sini ada nak Cleo dan juga Kia?” sapa Dewi kepada Cleo dan Kia.
“Kayla, lihat Kia sangat baik ya. Dia datang ke sini untuk membesuk kamu.” Ucap Ida.
“Aku enggak mau mah lihat mereka datang ke sini. Suruh mereka pergi dari sini. Ayo mas kita masuk.”
“Emm, Kayla, mereka itu baik loh sudah mau membesuk kamu. Kok kamu seperti itu kepada mereka?” kata Kayla.
“Aku tahu mereka ke sini hanya ingin menertawakan aku mah. Mereka senang melihat aku merasakan kesakitan yang aku rasakan sekarang. Mereka juga pasti bahagia karena melihatku seperti ini.” Ucap Kayla.
Wajah Ida dan Dewi merasa tidak enak hati karena Kayla berkata seperti itu.
“Sudah, sudah jika memang niat baik kami tidak di terima. Kami akan pergi dari sini. Aku juga tidak suka jika istriku di sini hanya di perlakukan seperti ini.”
“Tapi nak,”
“Biarkan saja mereka pergi dari sini. Aku juga tidak menyukai mereka ke sini.”
“aku tidak ada urusan ya sama kamu.” Kata Cleo dengan menuding wajah Akbar.
“Apa?” Ucap Akbar sambil memajukan dadanya.
“Mas sudah. ( Kia menarik tangan Cleo yang mengepal dan seperti akan memukul wajah Akbar) Hey kamu, laki – laki pengecut dan tidak tahu malu, kami ke sini tidak ada urusan sama kamu. Jadi aku minta kamu diam saja. jaga mulut pendusta seperti kamu ini. Dan yang perlu kamu ingat, kami juga tidak sudi lagi bertemu dengan kamu! Karena bagi kami kamu itu tidak lah penting! Dan untuk kamu Kay, aku hanya meminta hargai sedikit kebaikan kami. Kami tidak mempunyai pikiran apaun kepada kamu atau mempunyai maksud buruk kepadmu. Aku dan suamiku ke sini hanya ingin menjenguk atau melihat kondisimu saat ini. Tetapi niat baik kami justru tidak kamu terima.” Ucap Kia dengan lantang dan tegas.
“Nak Kia,” panggil Dewi.
“Maaf buk, jika kebaikan kami ke sini hanya membuat keributan di sini. Kami akan pergi, permisi.” Kata Kia sambil mengandeng tangan suaminya itu.
Kemudian Akbar melanjutkan mendorong kursi roda Kayla dan masuk ke dalam kamarnya. Setelah Akbar dan Kayla masuk ke dalam kamar, Kayla berjalan menuju houspital bednya, ia bersandar di bahu housepital bednya itu. lalu Akbar duduk di sofa sembari memain kan hanponenya, Kayla masih penasaran dengn yang di ucapkan Cleo tadi tentang sel tahanan. Lanjut Kayla menanyakan hal tersebut kepada Akbar. Sebelum menanyakan sesuatu kepada Akbar, terdengar Akbar yang uring – uringan terlebih dahulu.
“Kenapa sih mereka datang ke sini. Merka itu semua keparat. Aku sangat benci melihat ataupun bertemu dengan mereka.”
“Sudahlah mas, tidak usah kamu pikirkan atau perdulikan.”
“Tapi, aku tuh sampai sekarang benar – benar sangat membenci mereka. Mana mereka datang dengan bergandengan tangan lagi. Jijik aku lihatnya. Mereka mengumbar keromantisannya di depan umum. Malu – maluin kan. Mereka enggak sadar apa kalau mereka itu sudah pada tua.”
“Sudah mas, sudah. Tidak usah kamu pikirkan mereka.”
“Gimana aku tidak bisa memikirkan tentang mereka, terlebih kebencianku kepada mereka itu sudah benar – benar sanagt dan teramat sangat benci sekali dengan mereka.Mungkin bisa di bilang kebencian ku ini sampai ke dasar hati yang begitu dalam. Sebab, karena merekalah yang membuat aku bisa mendekam di penjara.”
__ADS_1
“Iya, maksudnya mas? Kenapa bisa mereka sampai menjebloskan kamu ke sel tahanan mas?”
“ya, begitulah ceritanya. Panjang.”
“Aku jadi tambah penasaran tentang kamu bisa masuk ke dalam sel tahanan itu mas. Ceba Ceritakan aku ingin Tahu ceritanya”
“di saat persidangan terakhir kemarin Majelis hakim memberikan sangsi dan hukum untukku.”
“Iya, bagaimana bisa kamu samapi masuk sel segala?”
“Iya kerena aku kemarin sudah memberikan bukti bukti palsu kepada majelis hakim dan semua petugas yang ada, nah kemudain mereka menjatuhkan ku di depan majelis hakim. Keparat bukan.?”
“Owh, jadi ceritanya begitu.”
Idan dan Dewi sangat tidak enak hati karena sikap Kayla dan Akbar tadi. Akan tetapi Dewi berlari mengejar kia dan Cleo yang baru saja pergi meninggalkan kamar Kayla itu. namun Ida mengikuti langkah kaki Akbar juga untuk menuju ke dalam kamar Kayla itu. Ida berjalan di belakang Akbar dan juga Kayla.
“Nak Kia, tunggu nak.” Panggil Dewi.
“Iya, ada apa lagi buk?”
“Ibuk sangat minta maaf atas kelakuan Akbar ya nak. Tolong jangan ambil hati dengan sikap Akbar.”
“Sudahlah buk, bukan ibuk yang harus meminta maaf tetapi Akbar.” Kata Cleo.
“Iya buk, seharusnya yang meminta maaf kepada kami itu Akbar bukan Ibuk. Kami tidak ada masalah kepada Ibuk,”
“sudahlah buk, kami tidak apa – apa.” Ucap Cleo.
“Kalau begitu kami pamit ya buk, emm, tolong beritahu kami jika terjadi sesuatu kepada Kayla.” kata Kia.
“Iya nak, kalian hati – hati ya pulangnya.” Ucap Dewi.
“Kalau begitu kami permisi dulu ya buk.” Kata Cleo.
“aku sungguh – sungguh tidak enak hati dengan mereka gara – gara sikap Akbar yang keras kepala itu. Kia memang anak yang baik. Dia mau memaafkan dan juga menenggok Kayla walaupun dirinya sudah di perlakukan dengan tidak baik oleh Akbar dan juga Kayla.” ucap Dewi dari dlam hatinya sembari melihat Cleo dan Kia dari jauh.
Kemudian mereka melanjutkan langkah kakinya untuk keluar dari rumah sakit itu. Cleo dan Kia berjalan menuju tempat parkir mobilnya. Lalu setelah sampai mereka masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumah sakit.
“Untung saja kamu pergi ke rumah sakit aku temani. Coba kalau tidak. Mereka pasti memperlakukan kamu dengan sangat tidak baik,” ucap Cleo.
“Iya, aku juga sebenernya sedikit kecewa dengan Kayla. kenapa dia begitu membenciku, sedangkan aku berniat baik untuk menjenguk dia.”
“Apa lagi aku juga sangat heran dengan laki – laki itu. Kenapa sih dia selalu ikut campur.”
“Sudahlah mas, tidak perlu memikirkan dia. Aku tidak peduli dia mau ngapain dan mau ngomong apa pun kepadaku aku tidak akan mendengarkan ocehannya.” Kata Kia.
__ADS_1
“Apakah kamu masih mau datang dan menjenguk dia di rumah sakit lagi?”
“Loh kenapa tidak? Aku tidak peduli mereka akanmemperlakukan aku sperti apa kok mas, yang penting aku mempunyai etikat baik. Aku yakin semua pasti akan sadar dengan sendirinya mas.”
“Dasar kamu. Ya terserah lah kamu mau gimana. Yang penting kalau kamu mau menemui mereka jangan hanya seorang diri ya. Aku enggak mau kalau istri tercintaku mendapat perlakuan kasar dari orang lain. Ya setidaknya kamu mengajak kak Sinta, bunda atau setidaknya aku lah. Jika aku tidak sibuk. Ya sayang.”
“Iya sayang. Terimakasih ya, kamu sudah mengkhawatirkan aku. Aku jadi tambah sayang sama kamu.” Ucap Kia sambil mengelus – elus pipi Cleo.
“Ah masak sih. Aku juga sayang banget sama kamu Ay.” Kata Cleo yang sedang mengendarai mobilnya sambil mengenggam tangan Kia dan menciumnya.
Ya begitulah keseharian mereka berdua yang selalu romnantis setiap detiknya. Cleo yang begitu sangat mencintai Kia dengan sepenuh hati dan ingin selalu menjaga atau melindungi Kia di sampingnya. Begitu pula dengan Kia yang juga sangat mencintai suaminya, sebab suaminya itu laki – laki yang Kia rasa bisa melindungi, menghargai dan juga imam untuk dirinya itu. Berbeda dengan sosok Akbar yang dahulu pernah menjadi suaminya itu. Di saat dulu Akbar pernah menjadi suami Kia, sifat Akbar terlalu cuek kepada istrinya, dirinnya tidak pernah mau membantu istrinya saat, istrinya sedang sibuk, dia juga tidak pernah pengertian kepada istrinya itu, berbeda jauh dengan Cleo.
Walaupun Cleo berasal dari keluarga konglong merat akan tetapi dirinya tidak pernah sama sekali cuek dengan istrinya. Ketika istrinya sulit untuk mengerjakan sesuatu, ia selalu menolong walaupun hanya secul pertolongan dari dia. Apa lagi Cleo sangat – sangat menghargai semua wanita tanpa terkecuali. Apa lagi kepada Riri, ia sangat patuh kepada bundanya. Sebab bagi Cleo sang bunda itu adlah orang yang bijak sana dan baik. Ibunda Cleo adalah pedoman untuk hidup Cleo, menurut Cleo bunda Riri itu adalah sesorang yang patut untuk di contoh.
*
Baik, mari kita menceritakan tentang Alex. Berhubung Kia dan juga Cleo hidup bahagia sedikit kita akan bercerita tentang Alex yang ternyata Alex masih memikirkan ucapan Nindi beberapa waktu lalu. Alex memerintahkan tugas kepada asistennya agar mencari info seputar kehidupan yang di alami oleh Kayla saat ini. Dirinya masih penasaran dengan ucapan Nindi beberapa hari yang lalu bahwa Kayla sedang mengalami penyakit yang sangat serius.
Dan setelah beberapa hari asisten itu mencari – cari informasi mengenai Kayla kemudian asisten itu memberikan sebuah kabar yang membuat Alex terkejut bukan main. Asisten itu menceritakan tentang keadaan Kia saat itu.
“Permisi bos.”
“Hem masuklah.” Perintah Alex yang saat itu sedang duduk di kursi ruangannya sambil kedua kakinya di letakan di atas meja kerjanya dengan kali yang di silangkan.
Asisten itu lalu masuk ke dlam ruangan Alex dan duduk di kusi depan meja kerja Alex itu.
“Bagaimana? Sudah dapat informasi tentang dia?” tanya Alex kepada Asistennya itu.
“Sudah bos, ternyata wanita yang selama ini bos cari dia sedang di rawat inap di rumah sakit xxx.”
“Di rumah sakit kamu bilang?”
“Iya bos. Tenyata wanita itu sedang mengalami sakit keras. Wanita itu mengidap penyakit kangker serviks aetadium lanjut.”
“Apa? Kanker serviks? Kamu sudah benar mencari informasinya?”
“Sudah bos. Di jamin informasi yang saya dapat ini akurat dan benar adannya bos.”
“Baiklah kalau begitu. Kamu boleh keluar.” Kata Alex menyurus Asistennya itu untuk pergi meninggalkan ruangan.
“Siap bos. Kalau tidak ada perintah untuk saya, saya pamit keluar ya bos.”
“Ya.. ya.. ya..” ucap Alex
Bersambung...
__ADS_1
❇️❇️❇️❇️❇️