Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
Kia dan Cleo


__ADS_3

Iya, Terus?


“coba deh kamu hubungi dia. Kita minta bantuan saja ke dia.”


“Bantuan? Maksud kamu Kia?”


“Iya, jadi kita minta bantuan kepadanya supaya dia mau bersaksi bahwa dirinya adalah selingkuhan istrinya Akbar. Bagaimana mas?”


“Owh, bisa juga itu. itu juga salah satu bukti yang bisa memperkuat kalau rumah tangga Akbar saat ini sedang di ambang ke hancuran. Apa lagi istrinya sudah berkhianat dalam pernikahannya. Dan itu semua memperkuat bukti kita, kalau dia tidak bisa menjaga rumah tangganya dengan baik. Apa lagi untuk menjaga dan merawat putrinya. Pasti dia itu juga tidak akan mampu dalam merawat dan mendidik sampai Pelangi sudah dewasa nanti.”


“Itu maksud aku mas. Aku tadi malam di telepon oleh bu Dewi. Dia meminta ku untuk menemui Pelangi pagi hari ini. Sebab Pelangi sudah beberapa minggu belakangan ini tidak mau makan dan minum susu. Dia bingung harus bagaimana lagi untuk membuat nafsu makannya kembali seperti dulu."


“Terus gimana ke adaanya? Pelangi tidak sakit kan?”


“Alhamdulillah, dia tidak sakit mas. Setiap malam dirinya selalu mengigau menyebut nyebut nama ku. Sepertinya dia sudah ingin sekali pergi dari sana mas. Aku tidak tega melihat Pelangi tersiksa batinnya seperti ini.”


“Kasihan Pelangi. Yang terpenting kamu jangan pernah putus untuk mendoakannya setiap malam dan setiap waktu. Agar dia selamat dunia akhirat Kia. Aku yakin dia bisa melewati ini semua. Karena Pelangi itu anak yang kuat. Aku yakit itu.”


“Iya, kalau begitu, aku akan Pergi sebentar untuk menemani Pelangi bermain ya mas Cleo.”

__ADS_1


“Kamu naik apa? Terus di mana kalian akan bertemu?”


“Aku naik motor saja mas. Aku akan menemui Pelangi di taman dekat komplek.”


“Aku akan mengantar kamu Kia. Tapi aku belum bisa bertemu dan menemani Pelangi bermain. Karena masih banyak yang akan aku selesaikan untuk memepersiapkan persidangan terakhir nanti.”


“Tidak usah mas. Aku akan pergi sendiri saja. Lagi pula kamu juga masih sangat sibuk. Aku akan melepas rinduku kepada Pelangi kecilku mas.”


“Yakin kamu tidak mau di antar?”


“Iya mas. Aku pergi dulu ya. Semoga rencana kita bisa berjalan dengan lancar. Aamiin. Aku sudah tidak sabar untuk tidur berdua bersama Pelangi lagi.”


“Aamiin.”


“Kia tunggu.”


“Kenapa mas?”


“Jangan lupa, jika kamu bertemu dengan bu Dewi tanyakan kepadanya, perihal dia mau menjadi saksi kita nanti di persidangan. Karena itu juga akan memperngaruhi majelis hakim supaya bisa lebih percaya kepada kita.”

__ADS_1


“Biklah mas. Nanti aku akan mencoba untuk menanyakan ke dia.”


“Hati – hati di jalan ya sayang.”


“Iya mas.”


 


Sedangkan di sisih lain Akbar juga masih memikirkan Kayla yang tidak lagi pulang beberapa minggu ini. Ia sudah mencari – cari di mana – mana tetapi Kayla belum juga ketemu. Kayal juga sering bertemu Alex semenjak dia di usir dari rumah itu. Alex selalu memanfaatkan Kayla hanya untuk memenuhi hasratnya. Kayla selama ini hanya di jadikan boneka oleh Alex di saat rasa birahinya sudah memuncak.


Namun, selama ini Kayla tidak pernah sadar jika dia sudah di jadikan budak nafsu Alex. Kayla hanya memikirkan dirinya sudah mempunyai semua barang barang mewah yang dia idam idamkan. Alex juga sudah memberikan fasilitas mewah untuk Kayla.


Kayla pikir jika permainannya untuk berhubungan intim itu bisa membuat Alex merasa puas, dirinya akan selalu hidup serba kecukupan, apa lagi hidupnya akan jauh lebih menyenangkan dengan fasilitas mewah yang telah di berikan oleh Alex. Ternyata selama ini Kayla melakukan hubungan badan bukan hanya dengan Alex saja. Tetapi dia juga di gilir oleh beberapa laki – laki teman dari Alex. Karena Alex juga selalu mengajak teman – temannya untuk bermain bersama dan mengilir tubuh seksi yang di miliki Kayla. Ia tidak pernah berpikir mengenai dampak jika dirinya sering berhubungan intim dengan berganti ganti pasangan. Sedangkan Alex selalu membawa beberapa teman laki - lakinya agar dapat merasakan permainan intim bersama dengan Kayla.


Semenjak Kayla tidak tinggal di rumah bersama Akbar, dia dan Alex leluasa menghabiskan waktu untuk berdua di hotel setiap hari. Sementara Ida tidak pernah mengetahui kalau anak semata wayang atau anak satu satunya itu sudah menjual dirinya sendiri. Ketika Kayla pergi, ia selalu berpamitan kepada ibunya kalau dia akan bekerja. Ya, memang benar dia bekerja menjual dirinya dan memberikan kepuasan kepada laki – laki hidung belang di luar sana.


Berulang – ulang kali Nindi selalu menghubungi Alex untuk bisa pergi bersama di saat weekend tiba. Akan tetapi Alex selalu saja menolak dan mencari – cari alasan kalau dirinya tidak bisa bertemu atau pergi bersama, karena tugas dan laporan harus ia kerjakan, itu semua hanya alasan Alex agar Nindi tidak mencurigainya.


Sedangkan sebenarnya Alex sudah malas untuk mempunyai hubungan dengan Nindi. Sebeb Alex tidak suka cara berpacaran dengan Nindi. Selama Nindi menjadi pacar Alex, gaya berpacaran mereka hanya datar –datar saja. Sehingga membuat Alex merasa bosan dengan Nindi. Namun cinta yang Nindi berikan kepada Alex begitu dalam. Dia tidak mau mengecewakan Alex. Dan apapun yang di katakan oleh Alex, Nindi mempercayainya begitu saja. Entah, apa yang membuat Nindi bisa terlalu mempercayai Alex yang bejat itu.

__ADS_1


 Bersambung..


❇️❇️❇️❇️❇️


__ADS_2