
Cleo dan Kia sengaja untuk mengundang beberapa kerabatnya. Banyak tamu undangan yang menghadiri acara atau proses tunangan itu. Kia juga tidak lupa untuk mengundang Dewi dan juga Nindi sebagai tamu undangan.
Kemudian tidak hanya mereka yang dia undang, tetapi Alex juga saat itu terlihat menghadiri acara tunangan yang di adakan oleh mereka.
Ketika Alex berjalan akan mendekati Cleo, Nindi melihat sepintas wajahnya. Hatinya kembali merasakan sakit. Dirinya tidak menyangka akan bertemu mantan pacarnya itu di sana di saat Nindi akan berjalan menuju kursi yang di sediakan untuk para tamu undangan.
"Kenapa dia juga ada di sini. Setiap kali aku melihat wajahnya membuat hati ini merasakan sakit lagi. Sedangkan sampai saat ini aku belum bisa melupakan dia." Gumam Nindi sembari melihat Alex yang sedang berjalan mendekati Cleo itu.
Dewi melihat anaknya yang sedang melamun dengan wajah sedikit di tekuk.
"Kamu kenapa Nin? Kok wajah kamu berubah menjadi murung seperti itu?"
"Ahg, enggak apa - apa kok buk."
"Serius?"
"Iya buk, Emm, buk, aku mau keluar sebentar ya."
"Mau ke mana? Tapi Nin, sebentar lagi acaranya sudah mau di mulailoh.
"Aku tunggu di mobil aja ya buk. Lagian acara ini juga enggak penting buat aku."
"Nin, Nindi, jangan seperti itu. Kamu jangan malu - maluin. Duduk di sini saja temani ibuk."
__ADS_1
"Agh, ibuk, aku suntuk buk. Aku akan tunggu ibu di mobil saja."
"Kamu ini. Ya udah sana!"
Lalu Nindi berjalan dengan cepat menuju mobil dan meninggalkan Dewi duduk sendiri di kursi tamu.
"Braak..!!!
Seketika Nindi terjatuh setelah tidak sengaja menabrak orang itu yang sedang berdiri sambil menelepon. Dirinya tidak melihat jika di hadapannya ternyata sedang ada orang.
Lalu dirinya perlahan bangkit dan berdiri kemudian mengibas ngibaskan atau membersihkan telapak tangannya yang kotor akibat menahan badannya di lantai.
Selanjutnya orang yang saat itu Nindi tabrak langsung menyidorkan tangannya yang seakan - akan ingun membantu Nindi berdiri.
"Ma.. af..." Ucap Nindi kepada orang itu.
"Kamu!" Cakap Nindi dan langsung melanjutkan untuk pergi menuju mobilnya.
"Nindi, tunggu."
Pemuda itu berlari mengejar Nindi dari belakang. Lalu memanggil - manggil namanya.
Akan tetapi langkah Nindi terhenti. Ia berdiri sambil menutupi wajahnya yang tertunduk itu dengan ke dua telapak tangannya. Dan membelakangi seseorang yang mengejarnya itu.
__ADS_1
"Nin.. di.. "
"Kamu!"
"Nin, aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi di sini. Aku kira kamu sudah tidak mempunyai hubungan lagi dengan Kia."
"Sudah bicaranya?! Kalau sudah aku akan melanjutkan langkah kaki ku ini."
"Baik, baik, Nin, aku minta maaf kepadamu karena sudah menyakiti hati kamu."
"Aku sudah memaafkan kamu."
"Aku ingin kembali melanjutkan hubungan kita yang telah terputus ini Nin. Aku menyesal telah membuat kamu kecewa. Aku sadar kalau selama ini kamu benar - benar mencintaiku.
"Plaakk..! ( Suara tamparan yang mendarat di wajah pemuda yang bernama Alex )
"Mudah sekali ya kamu mengatakan seperti itu! Kamu tidak tahu bagaimana hancurnya hatiku ini?! Kenapa sih aku harus bertemu lagi dengan kamu! Aku sudah sangat jijik melihat kamu di hadapan ku."
"Nindi tunggu, jangan seperti itu. Aku.."
"Mendingan kamu sekarang pergi dari hadapanku. Pergi! " Teriak Nindi sambil menanggis.
Alex langsung pergi begitu saja meninggalkan Nindi. Sedangkan Nindi melanjutkan langkah kakinya menuju mobilnya itu dengan tangisannya.
__ADS_1
Bersambung..
❇️❇️❇️❇️❇️