Senyuman Sang Buah Hati

Senyuman Sang Buah Hati
TAMPARAN AKBAR


__ADS_3

Di perjalanan dewi bercerita kalau kemarin dia bertemu dengan ida mama dari kayla.


"Akbar, kemarin aku ketemu sama tante ida, terus aku tanya tanya tentang kayla.. katanya kayla kerjanya di daerah deket kantor kamu gitu .."


"Oowwwwwhhhh, iya buk, memang kayla bekerja tidak jauh dari kantorku, akbar taunya juga tidak sengaja bertemu kayla saat istirahat di warung makan deket kantor, kemarin juga akbar habis nganter kayla pulang ke rumahnya."


"Iya, iya, terus terus gimana ? "


"Gimana apanya buk .?"


"Ya gimana kamu setelah nganter kayla. ?"


"Akbar cuman mampir aja sebentar buat minun kopi di sana."


"Sepertinya kalian memang berjodoh deh nak ?"


"Berjodoh gimana maksud ibuk? Akbarkan sudah menikah buk?"


"hah !! Sudahlah hiraukan saja istrimu itu ! Ibuk justru setuju kalau kamu dekat sama kayla. "


"Tapi buk,,,"


"Akbar, kamu sudah berjanji kepada ibuk akan meninggalkan istrimukan? Sekarang coba kamu lihat kayla, dia sudah cantik, baik, dia juga wanita yang pintar, wanita yang sempurna deh kalau ibuk lihat.."

__ADS_1


"Terserah ibuk sajalah. Akbar sudah bilangkan ke ibuk berulang kali, kalau akbar akan mengorbankan semuanya demi kebahagian ibuk, tapi semua itu butuh proses buk. "


"Tapi ibuk lakukan ini juga demi kamu kan akbar, ibuk ingin sebelum ibuk menyusul ayahmu ke surga, ibuk bisa melihat dan menimang cucu ibuk. Ibuk gak salahkan ? Pokoknya kamu deketin terus tuh kayla. Dia wanita sempurna buat kamu."


"Hhhheeeeemmmmmm...." Jawab akbar..


-----------


Beberapa hari kemudian. Akbar yang selalu terbebani tuntutan dari dewi, dan sering tidak tega dengan perbuatannya yang kasar kepada kia. Karena itu semua ia lakukan demi untuk membahagiakan ibuknya dan harus mengorbankan semuanya. Setiap mengantar ibunya pulang, sifat akbar kembali kasar kepada kia, Hari demi hari janji akbar untuk mengajak kia makan di luar selalu batal.


"Mas,,,"


"Hheeemmmm,, kenapa?"


"Males aku !"


"Kamu kenapa sih mas setiap dari tempat ibuk sikap kamu selalu kasar, dan kamu gak pernah mau bicara lagi sama aku?"


"Maksud kamu apa ?! Kamu mengira ibuk yang sudah membuatku kasar seperti ini ?!"


"Mas, kenapa kamu marah ? Apa aku salah, kalau aku tanya seperti itu sama kamu? Aku merasa setiap kali kamu pulang dari tempat ibuk sikap kamu selalu berubah menjadi kasar sama aku mas, apa yang ibu katakan kepadamu? Hingga kamu menjadi sekasar ini sama aku mas ? Ibuk menuntut apa dari kamu sampai sampai sikapmu berubah drastis seperti ini mas."


PLAAKK !

__ADS_1


Seketika tangan akbar menampar pipi kia, karena akbar tidak terima jika kia berfikir yang bukan bukan kepada ibuknya.


"Kamu boleh memikirkan aku yang bukan bukan tapi jangan pernah kamu memikirkan hal buruk kepada ibukku, kamu tau ibuk itu segalanya buat ku, jika memang aku harus mengorbankan cintaku demi kebahagian ibuk akan aku taruhkan semuanya demi ibukku bahkan kamu sekalipun !! Mengerti kamu !!"


"Mas, kkaammmuuuu,,," sambil memegang pipinya yang memerah akibat tamparan dari akbar..


Menangislah kia saat itu, kia sangat terkejut dengan sikap akbar yang tidak pernah dia duga duga. Selama kia hidup bersama akbar satu atap baru kali ini kia melihat dan merasakan sikap akbar yang ringan tangan kepadanya. Ini kali pertama kia di tampar oleh akbar.


"Aku sudah gak bisa lagi berfikir dengan tingkah mu sekarang yang selalu kasar kepadaku mas, kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan tadi mas, selama aku mengenalmu dan kita tinggal satu atap ini adalah tamparan kali pertama darimu, tidak akan pernah aku lupakan kelakuan mu ini mas. kalau memang tadi aku salah bicara atau kamu tidak terima dengan pertanyaan ku tadi kenapa tangan mu harus sekasar ini kepadaku mas, !"


"Hhhhaaaaaahhhhhh sudahlah !! Ingat ya aku sudah bosan hidup seperti ini. Aku sangat membencimu !!"


"Mas,-- lihat aku mas, --lihat aku, --kenapa kamu mas,-- kenapa kamu ... " kata kia Sambil berlutut dan menanggis bercucuran air mata dengan menundukan kepalanya karena tak kuasa menahan rasa sakit di hatinya..


Akbar pun pergi menuju kamar untuk mengambil dompet dan jaketnya, dia bergegas pergi menuju mobil karena akan meninggalkan rumah.


"Kamu mau kemana mas ?" Teriak kia..


"Jangan pikirkan aku, aku akan pergi !! " Kata akbar sambil berjalan keluar menuju mobilnya


"Mas ,,, mas,, mas akbar,,"


Malam itu kia tidak habis pikir dengan sikap akbar yang menamparnya waktu itu. Kia duduk di depan kaca meja riyas yang berada di dalam kamar. Kia melihat di cermin sambil menanggis.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2